Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG PERNIKAHAN DINI DI DESA KARANGLO KECAMATAN KEREK Nurul Haromaini; Wahyu Tri Ningsih; Wahyuningsih Triana Nugraheni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 1 (2023): JANUARI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkm.v11i1.35431

Abstract

Child marriage or early marriage is considered unsafe and harmful practice because of insufficient readiness in various aspects. In 2008, the prevalence of child marriage was 14,67% and decreased by 11,21% in 2018. The objective of this study was to determine the knowledge and attitudes of female adolescents about early marriage at Karanglo Village, Kerek Sub-District. This study was descriptive research with a cross-sectional approach. The population of this study was 155 people. The samples were 115 female adolescents. The sampling technique used simple random sampling. Research variables are the knowledge and attitudes of female adolescents about early marriage. The data collection technique used questionnaires and the data were analyzed descriptively in the form of a frequency table.The results found that almost all female adolescents have good knowledge (81%). Most female adolescents have a positive attitude (55%). Most female adolescents have good knowledge with positive attitudes (52,3%). Almost half of the female adolescents have good knowledge with negative attitudes (28,8%).Female adolescents at Karanglo village have good knowledge about early marriage. However, some of them who have good knowledge only know the basic knowledge of early marriage and many still have negative attitudes. Therefore, it is necessary to increase education and counseling about early marriage, starting from understanding the factors that influence the incidence of early marriage to the impact it has. Active participation of the Adolescent Integrated Health Service (Posyandu Remaja) in the Adolescent Reproductive Health (KRR) Education Program is one of the efforts to prevent early marriage. The role of parents and families can be a priority in providing education to children regarding adolescent reproductive health.Keywords: Knowledge, Attitudes, Early Marriage
POLA MAKAN PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS TUBAN KABUPATEN TUBAN Yoga Septian Herlambang; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Wahyu Tri Ningsih
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/mnj.v1i2.566

Abstract

Hipertensi, juga dikenal sebagai tekanan darah tinggi, adalah penyakit tidak menular yang merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Data WHO menunjukkan hipertensi masih menjadi masalah kesehatan utama. Pada saat ini masyarakat masih sering mengkonsumsi makanan penyebab hipertensi dan pola makan adalah salah satu faktor risiko utama yang dapat dimodifikasi untuk hipertensi. Tujuan penelitian mengetahui pola makan pada penderita hipertensi di Puskesmas Tuban. Desain pada penelitian ini deskriptif, Populasi penelitian adalah seluruh pasien hipertensi yang mengikuti program Prolanis di Puskesmas Tuban yang berjumlah 64 pasien. Besar sampel 64 pasien. Menggunakan teknik Total Sampling. Pengambilan data dengan kuesioner. Data dianalisis deskriptif dengan tabel frekuensi. Hasil penelitian didapatkan penderita hipertensi di Puskesmas Tuban terbanyak berusia 56-65 tahun (40,6%). Terbanyak penderita hipertensi berpendidikan menengah (37,5%). Dan sebagian besar tidak bekerja (54,6%). Pola makan pada penderita hipertensi sebagian besar kurang (58%). Sebagian besar penderita hipertensi yang berusia >65 tahun memiliki pola makan dalam kategori baik (71%), hampir seluruhnya penderita hipertensi yang berpendidikan tinggi memiliki pola makan dalam kategori kurang (76%), dan sebagian besar penderita hipertensi yang tidak bekerja memiliki pola makan dalam kategori kurang (60%). Semakin bertambahnya usia membuat seseorang lebih menjaga pola makan, tingkat pendidikan pula tidak membuat seseorang menjaga pola makan, seseorang yang tidak bekerja cenderung tidak menjaga pola makan.
Increasing Adolescent Awareness About The Hazards Of Smoking Through Interactive Education And Discussion TITIK SUMIATIN; Wahyu Tri Ningsih; Aby Yazid Al Busthomy Rofi'i; Binti Jumali; Roudlotul Jannah; Moch Bahrudin
Frontiers in Community Service and Empowerment Vol. 2 No. 1 (2023): March
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ficse.v2i1.17

Abstract

The period of adolescence is when childhood ends and adulthood begins. The adolescent age group, which is typically associated with the start of puberty, spans the ages of 12 and up. Adolescence is generally considered a period of good health. However, risky behaviors such as the use of harmful substances, poor diet or early sexual activity are topics that often arise. The method used in this community service activity is health education counseling. The counseling was accompanied by a question-and-answer discussion about the dangers of smoking. A total of 80 students of SMPN 2 Palang took part in community service activities. before counseling, the students' knowledge about the dangers of smoking was mostly good (40%), the students' attitudes towards smoking hazard behavior were all very negative (100%), and more than half of the students had never heard of the dangers of smoking (52.5%). Community service activities have a positive impact, namely increasing knowledge of the dangers of smoking. Furthermore, there is an increase in students who do not agree with smoking behavior. In general, there is a general decrease in smoking behavior after counseling.
Gambaran Pengetahuan, Sikap Dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah (Ttd) Pada Remaja Putri Di Wilayah Kerja Puskesmas Prambontergayang ANGGITA PUTRI, KELVIN; TRI NINGSIH, WAHYU; TRIANA NUGRAHENI, WAHYUNINGSIH
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 17 No. 3 (2023)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v17i3.89

Abstract

ABSTRAK Peningkatan kasus anemia remaja putri tertinggi Kabupaten Tuban berada di wilayah Kerja Puskesmas Prambontergayang. Hal tersebut akan berdampak negatif bagi pertumbuhan dan perkembangannya, mereka calon ibu yang akan hamil dan melahirkan hal tersebut memperbesar risiko kematian ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan kepatuhan terhadap konsumsi tablet tambah darah (TTD) pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Prambontergayang. Desain penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 186 orang, dengan besar sampel 127 remaja putri. Teknik pengambilan sampel simple random sampling.  Variabel penelitian pengetahuan, sikap dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di wilayah kerja puskesmas Prambontergayang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui google form. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan hampir setengah (36,2%) remaja putri memiliki pengetahuan kurang terhadap konsumsi tablet tambah darah, sebagian besar (56,7%) memiliki sikap positif terhadap konsumsi tablet tambah darah dan hampir seluruhnya (79,5%) memiliki kepatuhan rendah terhadap konsumsi tablet tambah darah. Oleh sebab itu pengawasan dalam konsumsi tablet tambah darah yang rutin (52 butir) setiap tahun diperlukan untuk mencegah anemia.   Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Kepatuhan, Tablet Tambah Darah  ABSTRACT The highest increase in anaemia cases among adolescent girls in Tuban Regency is in the Prambontergayang Health Centre working area. This will have a negative impact on their growth and development, they are future mothers who will become pregnant and give birth it increases the risk of maternal and infant mortality. This study aims to determine the description of knowledge, attitudes and compliance with the consumption of blood supplement tablets (BST) in adolescent girls in the Prambontergayang Health Centre working area. The research design used descriptive with a cross sectional approach. The population in this study was 186 people, with a sample size of 127 adolescent girls. Simple random sampling technique.  Research variables of knowledge, attitude and compliance of blood supplement tablets consumption in adolescent girls in the working area of the Prambontergayang Health Centre. Data collection using a questionnaire through google form. Data analysis using frequency distribution. The results of this study showed that almost half (36.2%) of adolescent girls had insufficient knowledge of blood tablet consumption, most (56.7%) had a positive attitude towards blood tablet consumption and almost all (79.5%) had low compliance with blood tablet consumption. Therefore, supervision in the consumption of blood supplement tablets regularly (52 grains) every year is necessary to prevent anaemia.  Keywords: Knowledge, Attitude, Compliance, Iron Supplement
Karakteristik Usia Dan Pengetahuan Masyarakat Dalam Pencegahan Penularan Covid 19 Di Kelurahan Sidorejo Kecamatan Tuban NINDITO, MELDHA ERLIAN; TN, Wahyuningsih; Tri Ningsih, Wahyu
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i1.98

Abstract

ABSTRAK   Kenaikan kasus covid-19 disebabkan karena tingginya mobilitas dan kurangnya pengetahuan, kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan penularan Covid-19.Berdasarkan survei awal di Kelurahan Sidorejo masyarakat tidak melakukan 5M yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan menggunakan sabun, menjauhi kerumunan, membatasi mobilisasi dan interaksi dengan baik dan benar.  Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara karakteristik usia dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penularan Covid-19. Desain penelitian yang digunakan adalah studi korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kepala Keluarga RT : 03 Kelurahan Sidorejo dengan jumlah 150 dengan sampel 109 orang yang diambil dengan teknik Purposive Sampling. Variable dependendalam penelitian ini adalah pengetahuan dalam pencegahan penularan Covid-19, sedangkan variabel independen adalah karakteristik usia. Cara pengambilan data dengan menggunakan kuesioner yang kemudian dianalisis dengan menggunaka uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat berusia 17-45 Tahun (56,9 %), hampir setengahnya  (44,4%) memiliki pengetahuan tentang pencegahan covids 19 yang kurang .kelurahan sidorejo yaitu sebanyak tingkat pengetahuan masyarakat terbanyak berpengetahuan kurang dan cukup. Ada hubungan p=0,000  (p< 0,05) antara karakteristik usia dengan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penularan Covid-19, dimana masyarakat  yang berusia dibawah 46 tahun cenderung memiliki pengetahuan yang lebih baik dibanding yang berusia di atas 46 tahun. Masyarakat diharapkan mendapatkan penyuluhan atau sosialisasi menggunakan media promosi yang disesuaikan dengan tingkat usia dan tingkat pendidikan masyarakat.           Kata kunci : Karakteristik Usia, Pengetahuan, Covid-19   ABSTRACT The increase in covid-19 cases is due to high mobility and lack of knowledge, public awareness in efforts to prevent Covid-19 transmission. Based on an initial survey in Sidorejo Village, people did not do the 5Ms, namely wearing masks, maintaining distance, washing hands using soap, staying away from crowds, limiting mobilization and interaction properly and correctly.  This study aims to determine the relationship between age characteristics and the level of community knowledge about preventing Covid-19 transmission. The research design used was an analytic correlation study with a cross sectional approach. The population in this study were all heads of families of RT: 03 Sidorejo Village with a total of 150 with a sample of 109 people taken with purposive sampling technique. The dependent variable in this study is knowledge in preventing Covid-19 transmission, while the independent variable is age characteristics. How to collect data using a questionnaire which was then analyzed using the Chi Square test. The results showed that most of the people aged 17-45 years (56.9%), almost half (44.4%) had knowledge about the prevention of covids 19 which was lacking. There is a relationship of p=0.000 (p<0.05) between age characteristics and community knowledge about preventing Covid-19 transmission, where people under 46 years old tend to have better knowledge than those over 46 years old. The community is expected to get counseling or socialization using promotional media tailored to the age level and education level of the community. Keywords: Age Characteristics, Knowledge, Covid-19
Pendidikan Dan Pengetahuan Masyarakat Tentang Cuci Tangan Pakai Sabun Dalam Pencegahan Penularan Covid-19 -, Inggrid Tiara Aditami; TN, Wahyuningsih; Tri Ningsih, Wahyu
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i1.105

Abstract

ABSTRAK   Kenaikan kasus Covid-19 disebabkan karena tingginya mobilitas dan kurangnya pengetahuan, kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 salah satunya adalah cuci tangan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang cuci tangan pakai sabun dalam pencegahan penularan Covid-19. Desain penelitian yang digunakan adalah studi korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kepala Keluarga RT : 03 Kelurahan Sidorejo dengan jumlah 150 dengan sampel 109 orang diambil dengan teknik Purposive Sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pendidikan masyarakat,  sedangkan variabel dependen adalah pengetahuan masyarakat tentang cuci tangan pakai sabun dalam pencegahan penularan Covid-19. Cara pengambilan data  menggunakan kuesioner kemudian dianalisis menggunaka uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengahnya (44,0%) pendidikan masyarakat adalah pendidikan dasar, hampir seluruhnya (80,7%) masyarakat memiliki pengetahuan kurang tentang cuci tangan pakai sabun. Ada hubungan antara pendidikan dengan  pengetahuan masyarakat tentang cuci tangan pakai sabun dalam pencegahan penularan Covid-19 di Kelurahan Sidorejo (p=0,000). Perlu upaya sosialisasi yang lebih tentang cuci tangan. Pengembangan program pendidikan dan intervensi yang lebih efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap cuci tangan sebagai langkah pencegahan COVID-19             Kata kunci : Pendidikan, Pengetahuan, Cuci Tangan Pakai Sabun, Covid-19 ABSTRACT The increase in Covid-19 cases is due to high mobility and lack of knowledge, public awareness in efforts to prevent Covid-19 transmission, one of which is hand washing. The purpose of this study was to determine the relationship between education level and the level of public knowledge about hand washing with soap in preventing Covid-19 transmission. The research design used was an analytic correlation study with a cross sectional approach. The population in this study were all heads of families of RT: 03 Sidorejo Village with a total of 150 with a sample of 109 people taken with purposive sampling technique. The independent variable in this study is community education, while the dependent variable is community knowledge about hand washing with soap in preventing Covid-19 transmission. The data collection method used a questionnaire and then analyzed using the Chi Square test. The results showed that almost half (44.0%) of the community's education was primary education, almost all (80.7%) of the community had insufficient knowledge about hand washing with soap. There is a relationship between education and public knowledge about hand washing with soap in preventing Covid-19 transmission in Sidorejo Village (p=0.000). More socialization efforts about hand washing are needed. Development of educational programs and interventions that are more effective in increasing awareness and compliance with hand washing as a preventive measure for COVID-19 Keywords : Education, Knowledge, Hand Washing with Soap, Covid-19
Perilaku Merokok Dengan Kepercayaan Diri Anggota Club Twenty Two Project Di Kabupaten Tuban Moh. Akmal Inzaki; Retna P.D, Teresia; Wahyurianto, Yasin; Tri Ningsih, Wahyu
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 2 (2024): .
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i2.190

Abstract

ABSTRAK Kepercayaan diri adalah perasaan atau sikap yang percaya pada kemampuan diri sendiri sehingga orang tidak terlalu cemas dengan tindakannya, dapat merasa bertanggung jawab atas apa yang dilakukan dan melakukan apa yang disukai, ramah dan hangat saat berhubungan dengan orang lain, dapat menerima dan menghargai sesama manusia, memiliki keinginan untuk berprestasi dan menyadari keunggulan dan kelemahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara perilaku merokok dengan kepercayaan diri. Desain penelitian menerapkan Analitik korelasional melalui pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian yaitu anggota Club Twenty Two Project yang berusia 19-23 tahun dengan besar sampel yang dipilih dengan Total Sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data menggunakan Uji Spearman rank. Hasil penelitian menunjukan bahwa hampir seluruhya (76,67 %) anggota Club Twenty Two Project  sebagai perokok sedang, sebagian kecil perokok ringan (20%) dan perokok berat (3,33); sebagian besar (53,33%) memiliki kepercayaan tinggi dan hampir setengah (36,67%) memiliki kepercayaan diri sedang. Tidak ada hubungan perilaku merokok dan kepercayaan diri (p= 0,781), artinya  kepercayaan diri tinggi tidak terkait perilaku merokok. Diharapkan dinas terkait seperti pemuda dan olahraga, dinas kesehatan atau lainnya  lebih aktif dalam memberikan penyuluhan atau promosi kesehatan dengan materi bahaya perilaku merokok, sebagai upaya dalam pencegahan perilaku merokok. Kata kunci: Perilaku Merokok, Kepercayaan Diri ABSTRACT Self-confidence is a feeling or attitude that believes in one's own abilities so that people are not too anxious about their actions, can feel responsible for what is done and do what they like, are friendly and warm when dealing with others, can accept and appreciate fellow human beings, have a desire for achievement and realize their strengths and weaknesses. The purpose of this study was to analyze the relationship between smoking behavior and self-confidence. The research design applies correlational analytics through a cross sectional approach. The population in the study were members of Club Twenty Two Project aged 19-23 years with a sample size selected by Total Sampling. The research instrument was a questionnaire. Data analysis using the Spearman rank test. The results showed that almost all (76.67%) members of Club Twenty Two Project as moderate smokers, a small proportion of light smokers (20%) and heavy smokers (3.33); most (53.33%) have high confidence and almost half (36.67%) have moderate confidence. There is no relationship between smoking behavior and self-confidence (p = 0.781), meaning that high self-confidence is not related to smoking behavior. It is expected that related agencies such as youth and sports, health services or others are more active in providing counseling or health promotion with material on the dangers of smoking behavior, as an effort to prevent smoking behavior. Keywords: Smoking behavior, Self-Confidence
Efektifitas Pendidikan Kesehatan Ceramah dan Role Play Penanganan Bullying pada Remaja dalam Meningkatkan Pengetahuan Ningsih, Wahyu Tri; Sumiatin , Titik
Nursing Sciences Journal Vol 7 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/nsj.v7i1.4309

Abstract

Bullying merupakan fenomena yang tidak asing bagi kalangan remaja, dan merupakan salah satu perilaku berisiko. Perilaku bulying perlu dicegah sedini mungkin dengan sering memberikan pendidikan kesehatan pada remaja. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan efektifitas pendidikan kesehatan ceramah dan role play penanganan bullying pada remaja dalam meningkatkan pengetahuan. Desain penelitian ini adalah Pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pra-post test design. Sampel penelitian adalah 40 siswa di SMPN 2 Palang Kabupaten diambil dengan cara purposive sampling. Data diambil menggunakan kuesioner dan dianalasis menggunakan Wilcoxon signed Rank test. Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukan intervensi hanya sebagian kecil yang mempunyai pengetahuan sangat baik (10%). Setelah dilakukan intervensi, sebagian besar  (70%) berada pada kategori pengetahuan baik. Analisis menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test pada data sebelum dan sesudah intevensi menghasilkan nilai r=0,000 (<0,05), menunjukkan pengetahuan remaja setelah intervensi secara signifikan lebih tinggi daripada sebelum intervensi. Pendidikan kesehatan menggunakan metode ceramah dan role play efektif digunakan sebagai metode untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang bullying pada remaja. Pendidikan kesehatan dengan menggunakan metode yang melibatkan  peserta bisa digunakan untuk memberikan pendidikan kesehatan dilingkup yang lebih luas.
Pola Asuh Orang Tua dan Kecakapan Hidup (Life Skill) Personal dan Sosial Remaja dalam Pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Tuban Wahyuningsih Triana, Nugraheni; Su'di; Ningsih, Wahyu Tri
Nursing Sciences Journal Vol 8 No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/nsj.v8i2.6177

Abstract

Laju pertumbuhan HIV/AIDS dapat ditekan dengan meningkatkan upaya kecakapan remaja dalam pencegahan HIV/AIDS. Lingkungan keluarga sangat berperan dalam mengoptimalkan perkembangan kecakapan hidup remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola asuh orang tua dengan kecakapan hidup (life skill) personal dan sosial remaja dalam pencegahan HIV AIDS di Kabupaten Tuban. Desain penelitian menggunakan korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja kelas IX di SMPN 2 Kabupaten Tuban sejumlah 250 siswa. Besar sampel yang digunakan 154 siswa menggunakan tehnik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan analisis yang digunakan adalah uji spearman rho. Hasil penelitian menginformasikan hampir seluruhnya (86,4%) pola asuh orang tua adalah demokrasi, sebagian besar (54,3%) kecakapan personal remaja adalah baik, sebagian besar (63,6%) kecakapan sosial remaja sebagian besar adalah cukup. Uji spearman rho didapatka nilai p = 0,429 (p< 0,005) tidak ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan life skill (kecakapan personal) remaja dalam pencegahan HIV-AIDS dan  p = 0,299 (p<0,005) tidak terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan life skill (kecakapan sosial) remaja dalam pencegahan HIV-AIDS. Pola asuh orang tua bukan merupakan satu-satunya yang mempengaruhi Kecakapan hidup (life skill) remaja, akan tetapi lingkungan sekolah dan masyarakat juga berperan dalam membentuk pribadi remaja.
Pengaruh Abdominal Stretching Exercise Terhadap Tingkat Dismenore Pada Mahasiswa D3 Keperawatan Tuban Puji Lestari, Anita; Tri Ningsih, Wahyu; Triana Nugraheni, Wahyuningsih
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i9.507

Abstract

Dismenore masih banyak dialami oleh wanita, nyeri haid muncul hingga beberapa hari selama menstruasi. Dismenore dapat menganggu aktivitas sehari-hari. Abdominal stretching exercise yang merupakan latihan peregangan otot terutama pada perut, latihan ini dapat mengurangi nyeri haid. Data dismenore di indonesia sebanyak 55%, dimana 15% diantaranya mengeluhkan aktivitas menjadi terganggu akibat dismenore. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh abdominal stretching exercise terhadap tingkat dismenore pada mahasiswa D3 Keperawatan Tuban. Penelitian ini mengunakan penelitian kuantitatif, rancangangan penelitian menggunakan pra-eksperimental (one group pra-post test design). Populasi dalam penelitian ini adalah 62 responden, dengan besar sampel 17 responden yang diambil dengan proportionate stratified random sampling. Variabel independen pada penelitian ini abominal stretching exercise. Variabel dependen pada penelitian ini adalah tingkat dismenore. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dengan instrumen skala numerik Numerical Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah melakukan abdominal stretching exercise. Data dianalisis mnenggunakan uji wilcoxon. Hasil uji statistic Wilcoxon dengan sig (2-tailed) p=<0,001 berarti nilai p <0,05 maka H1 diterima dan H0 ditolak artinya ada pengaruh abdominal stretching exercise terhadap tingkat dismenore pada mahasiswa D3 Keperawatan Tuban. Pemberian abdominal stretching exercise dapat menurunkan tingkat dismenore. Latihan abdominal stretching exercise yang dilakukan selama dismenore terbukti berpengaruh terhadap penurunan kadar hormon prostaglandine dan intensitas nyeri pada dismenore sehingga abdominal stretching exercise ini membantu mengatasi dismenore.
Co-Authors -, Inggrid Tiara Aditami Aby Yazid Al Busthomy Ro i’i Aby Yazid Al Busthomy Rofi'i Aby Yazid Al Busthomy Rofi’i Aby Yazid Al Busthomy Rofi’i Afiyanti, Uhti Ulfa Agnes, Yeni Lufiana Novita Agung Parmono Amania Fajriati Amara Cantika Septionona Anggita Intan Cahyani ANGGITA PUTRI, KELVIN Anugrahaeni, Herni Ayu Ariyana, Khofifah Novi Bagus F, Mochamad Yanuar Bagus Setiawan, Ardi Berfilda, Valda Klisa Berkah, Tampi Binti Jumali Binti Yunariyah, Binti Bunga Salamatan Vidya Akhiroh Dari, Tanty Wulan Devi Nilna Muna Donna Tarwiyyati Qoiriyyah Ellen Rygh Farika Izaz Salsabila Fatimatus Zahro Firnanda Gita Putri Oktavia Riningsih Fitria Nurul Mazidah Hadi Purwanto Haura Ilma Nafi’a Herlambang, Yoga Septian Intan Athalia Christine Izzulhaq, Lazuardi Nabiel Jaquelyn Jasmine Kema Azzahra Konie Febrianingrum Kusuma, Wahyu Jati Kusumawati, Yesi Lailatunnuriyah, Lailatunnuriyah Laura Azhira Ladya Sheril Lenny Putri Yunita Gayatri Lintang Padharani Atmajaningtyas Mamluatun Ni’mah Moch. Bahrudin Moch. Bahrudin Moh. Akmal Inzaki Muflihatul Maisah Muhammad Fredy Hardiansyah Nadya Khoirun Nisa Nasution, Annio Indah Lestari NINDITO, MELDHA ERLIAN Nugraheni, Wahyu Triana Nugraheni, Wahyuningsih Triana Nuraini, Widya Nurmalitasari, Ansika Nurul Haromaini Puji Lestari, Anita Purwanto, Hadi Purwanto, Hadi Puspita Dewi, Teresia Retna Reisha, Reisha Ayu Dwi Retna P.D, Teresia Retna, Teresia Ririn Krisnawati Risa Nur Fadila Rizkiatul Nisa, Rizkiatul Rofi’i, Aby Yazid Al Busthorni Roudlotul Jannah Roudlotul Jannah Sabila Dhiyaul Auliya Salsabila Putri, Jihan Salsabilla Dyah Arifin Siti Maimuna Siti Maimuna Siti Nurkusaeni SRI UTAMI Su&#039;udi Su'di SU'UDI Su'udi Su'udi Su'udi, Su'udi Sumiatin , Titik Supriyanti Supriyanti Sutomo Sutomo Su’udi Su’udi, Su’udi, Su’udi Syavira Aulia Mentari Tanty Wulan Dari Teresia Retna P Titik Sumiatin TITIK SUMIATIN Titik Sumiatin TN, Wahyuningsih Tria Ayu Mahmudah Triana N, Wahyuningsih Virnavanka Greslanda Putri Wahyuningsih Wahyuningsih Triana N Wahyuningsih Triana Nugrahaeni Wahyurianto, Yasin Wahyurianto, Yasin Wicaksana, Dhimas Putra Widyawati Maratus Soleha Yasin Wahyuriyanto Yasmin Asih Scheiber Yazid Al Busthomy Rofi'i, Aby Yoga Septian Herlambang Zahwa Aida Nirmaya