Claim Missing Document
Check
Articles

Aktivitas Fisik Dengan Kualitas Hidup Lansia Penderita Hipertensi Di Puskesmas Tuban Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban Salsabilla Dyah Arifin; Su’udi; Titik Sumiatin; Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1898

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang meningkat pada lansia, berdampak pada risiko komplikasi dan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kualitas hidup lansia penderita hipertensi di Puskesmas Tuban Kabupaten Tuban. Desain penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh lansia penderita hipertensi yang rutin mengikuti program PROLANIS di Puskesmas Tuban, dengan jumlah populasi 40 orang dan sampel sejumlah 36 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah aktivitas fisik, diukur dengan kuesioner Baecke. Variabel dependen adalah kualitas hidup, diukur dengan kuesioner WHOQOL-BREF. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan akan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengahnya (33,3%) lansia anggota program prolanis yang beraktifitas fisik berat memiliki kualitas hidup yang baik. Setelah dilakukan uji Chi-Square antara aktivitas fisik dengan kualitas hidup lansia anggota program prolanis menunjukkan nilai P-value = <0,001, Dimana nilai P-value<a (0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kualitas hidup lansia penderita hipertensi. Hubungan antara aktivitas fisik dan kualitas hidup pada lansia penderita hipertensi bersifat timbal balik dan saling menguatkan. Aktivitas fisik yang memadai dapat meningkatkan kontrol tekanan darah, mengurangi risiko komplikasi, dan memperbaiki kesehatan fisik secara keseluruhan, yang akan meningkatkan kemampuan fungsional, kemandirian, dan kesejahteraan psikologis. Dengan demikian, promosi aktivitas fisik yang sesuai menjadi strategi kunci dalam upaya komprehensif untuk meningkatkan kualitas hidup lansia penderita hipertensi.
Pengetahuan Tentang Menarche Dengan Tingkat Kecemasan Dalam Menghadapi Menarche Pada Siswi Kelas VII SMPN 6 Tuban Donna Tarwiyyati Qoiriyyah; Wahyu Tri Ningsih; Wahyuningsih Triana N; Teresia Retna P
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1902

Abstract

Menarche merupakan masa datangnya menstruasi pertama yang ditandai oleh beranjaknya perubahan secara fisiologis mencakup perubahan fisik dan psikologis. Banyaknya remaja yang merasa tidak siap secara mental dan emosional disebabkan oleh kurangnya pengetahuan yang memadai terkait proses ini, serta minimnya edukasi kesehatan reproduksi baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan tentang menarche dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche pada siswi kelas VII SMPN 6 Tuban. Desain penelitian menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas VII SMPN 6 Tuban TA. 2024/2025 dengan besar sampel sejumlah 117 siswi dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Variabel pada penelitian ini meliputi, variabel independen yaitu pengetahuan tentang menarche dan variabel dependen yaitu tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan dan kuesioner tingkat kecemasan. Analisis data menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian mengindikasi sebagian besar siswi mempunyai pengetahuan tentang menarche kategori cukup dan sebagian besar siswi memiliki tingkat kecemasan kategori sedang. Hasil uji spearman rank didapatkan p-value = 0,001 yang berarti ada hubungan antara pengetahuan tentang menarche dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche pada siswi kelas VII SMPN 6 Tuban. Pengetahuan memiliki keterkaitan yang signifikan dengan tingkat kecemasan. Dengan kata lain, semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang, maka semakin rendah tingkat kecemasan yang dialami. Hal ini disebabkan karena pengetahuan yang baik memungkinkan individu untuk mengetahui, memahami, serta mengaplikasikan informasi dengan tepat, sehingga terbentuk perilaku yang positif.
Perilaku Konsumsi Makanan Ibu Hamil Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) Di Kelurahan Gedongombo Kecamatan Semanding Kema Azzahra; Teresia Retna P; Yasin Wahyurianto; Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1913

Abstract

Kekurangan Energi Kronis ialah keadaan kurang gizi akibat rendahnya asupan makanan yang mengandung makronutrien sebagai sumber energi. Ibu hamil KEK dapat berdampak buruk bagi kesehatan ibu maupun janin. Salah satu faktor penyebabnya adalah perilaku konsumsi yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Perilaku konsumsi mencerminkan sikap, perilaku, dan tindakan dalam menjaga kesehatan serta mencegah penyakit, termasuk KEK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku konsumsi makanan ibu hamil dan kejadian KEK di Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding. Penelitian ini menggunakan desain studi korelasional. Populasi penelitian berjumlah 52 orang ibu hamil yang berada di Kelurahaan Gedongombo, Kecamatan Semanding. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah probability sampling dengan metode total sampling, dimana semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel. Pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner, serta analisis data dilakukan dengan uji statistik Chi-Square. Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) menunjukkan perilaku konsumsi makanan yang kurang baik. Hasil analisis statistik menggunakan uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,003, yang berada di bawah batas signifikansi 0,05. Temuan ini mengindikasikan adanya hubungan yang bermakna antara perilaku konsumsi makanan pada ibu hamil dengan kejadian KEK. Perilaku konsumsi makanan ibu hamil memiliki keterkaitan yang kuat dengan kejadian KEK. Semakin baik perilaku konsumsi makanan yang diterapkan, maka semakin kecil risiko KEK, yang akhirnya dapat menurunkan kemungkinan ibu lahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah.
Tingkat Pengetahuan Tentang Pencegahan Komplikasi Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Semanding Bunga Salamatan Vidya Akhiroh; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Wahyu Tri Ningsih; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1921

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering dijuluki sebagai silent killer karena tidak menimbulkan gejala, namun dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, gagal ginjal, dan penyakit jantung. Di Puskesmas Semanding, jumlah komplikasi hipertensi tercatat sebesar 20%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan penderita hipertensi tentang pencegahan komplikasi di Puskesmas semanding. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan tujuan untuk mendiskripsikan tingkat pengetahuan tentang pencegahan komplikasi pada penderita hipertensi. Populasi penelitian adalah seluruh pasien proanis aktif, dan sampelnya adalah seluruh pasien prolanis aktif. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah seluruhnya 44 orang. pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Data di analisa dengan analisis deskriptif table, presentasi, distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan hampir setengah penderita hipertensi berusia lansia awal, sebagian besar berpendidikan SMA, dan sebagian besar tidak bekerja. Hampir setengah dari responden memiliki pengetahuan yang tergolong cukup tentang pencegahan komplikasi hipertensi. Berdasarkan karakteristik, sebagian besar penderita hipertensi dengan pengetahuan cukup berada pada rentang usia lansia akhir. Seluruh responden dengan pengetahuan baik berpendidikan perguruan tinggi, dan sebagian besar penderita hipertensi dengan pengetahuan cukup tidak bekerja. Secara umum, penderita hipertensi di Puskesmas Semanding memiliki pengetahuan yang cukup tentang pencegahan komplikasi. Meski telah memahami konsep dasar seperti mengikuti Prolanis, kurangnya minat membaca leaflet di pojok informasi membuat media edukasi yang tersedia kurang dimanfaatkan, sehingga pengetahuan tidak berkembang optimal.
Tingkat Pengetahuan Keluarga Tentang Pencegahan Dan Upaya Pencegahan Penularan Tuberkulosis Paru Di Rumah Fitria Nurul Mazidah; Wahyu Tri Ningsih; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1922

Abstract

Tuberkulosis Paru adalah penyakit infeksi menular yang hingga kini tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di wilayah Kabupaten Tuban. Meskipun berbagai program pengendalian telah dilakukan, angka kejadian Tuberkulosis Paru tetap tinggi. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah rendahnya tingkat pengetahuan keluarga mengenai mekanisme penularan dan upaya pencegahan di lingkungan rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan upaya pencegahan penularan Tuberkulosis Paru yang dilakukan oleh keluarga penderita di rumah. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh keluarga pasien TB paru di wilayah kerja Puskesmas Sumurgung, Kabupaten Tuban, pada Januari 2025, dengan jumlah 59 responden yang ditetapkan melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang digunakan untuk mengukur pengetahuan dan upaya pencegahan keluarga. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan penyajian distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dari keluarga penderita Tuberkulosis Paru memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik (54,2%), dan setengah dari keluarga memiliki upaya pencegahan dalam kategori cukup (50,8%). Selain itu, keluarga dengan pengetahuan baik sebagian besar juga menunjukkan upaya pencegahan dalam kategori baik (82,1%).Menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan upaya pencegahan yang dimiliki keluarga penderita Tuberkulosis Paru bervariasi dan tidak terdapat keluarga dengan pengetahuan baik yang memiliki Upaya pencegahan dengan kategori kurang. Secara umum, tingkat pengetahuan keluarga tentang pencegahan dan upaya pencegahan penularan Tuberkulosis Paru di rumah tergolong baik, namun belum optimal. Hal ini menunjukkan perlu adanya edukasi kesehatan yang lebih intensif dan berkelanjutan, agar keluarga mampu menerapkan tindakan pencegahan secara tepat di lingkungan rumah.
Pengetahuan Remaja Putri Tentang Anemia Dengan Pola Makan Di SMP Negeri 3 Semanding Intan Athalia Christine; Wahyu Tri Ningsih; Wahyuningsih Triana N; Su’udi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1931

Abstract

Sebagian besar masyarakat Indonesia cenderung mengonsumsi makanan cepat saji atau makanan rendah gizi tanpa mempertimbangkan kandungan gizinya. Akibatnya, semakin banyak remaja perempuan yang mengalami resiko anemia akibat pola makan yang kurang gizi. Survey awal oleh peneliti di SMP Negeri 3 Semanding di dapati 5 remaja putri memiliki pengetahuan kurang dan 10 remaja putri memiliki pola makan yang buruk. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan pengetahuan remaja putri tentang anemia dengan pola makan di SMP Negeri 3 Semanding. Desain studi ini menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas VII dan VIII SMPN 3 Semanding Tahun 2024/2025 sebanyak 85 siswi dengan besar sampel sejumlah 70 siswi dan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Variabel Independent pengetahuan remaja putri tentang anemia, variabel dependent pola makan. Pengambilan data membagikan kuisioner dan analisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian hampir setengahnya (45,7%) remaja putri memiliki pengetahuan tentang anemia kurang, sebagian besar (75,7%) remaja putri memilik pola makan yang negatif. Hasil uji uji Chi-Square p = 0,001 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan remaja putri tentang anemia dengan pola makan. Pola makan berkaitan erat dengan pengetahuan, artinya tingkat pengetahuan yang kurang maka dapat berdampak pada pola makan remaja yang tidak baik dan tidak teratur. Oleh karena itu edukasi kesehatan rutin mengenai anemia dari instansi pendidikan sangat penting meningkatkan kesadaran remaja putri dalam mencegah resiko anemia.
Tingkat Pengetahuan Keluarga Dalam Pencegahan Penularan Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Tuban Lintang Padharani Atmajaningtyas; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Wahyu Tri Ningsih; Teresia Retna Puspitadewi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1935

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, terutama menyerang paru-paru. Meski penanggulangan terus dilakukan, kasus TBC Paru di Indonesia masih tinggi. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya pengetahuan keluarga dalam mencegah penularan. Di wilayah Puskesmas Tuban, kasus TBC meningkat dari 51 (2022), menjadi 69 (2023), dan 75 kasus (2024). Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat pengetahuan keluarga dalam pencegahan penularan TBC Paru. Desain pada penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan Crossectional. Populasi penelitian adalah seluruh keluarga pasien tuberkulosis paru tahun 2024 di Pukesmas Tuban berjumlah 75 orang dengan sampel 64 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Variabel penelitian yaitu tingkat pengetahuan keluarga dalam pencegahan penularan tuberkulosis paru. Data diambil dengan kuesioner dan diolah dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruhnya (95%) keluarga penderita Tuberkulosis Paru di Puskesmas Tuban berusia 19–59 tahun, sebagian besar (58%) berpendidikan SMA, dan sebagian besar (55%) memiliki pekerjaan. Namun, hampir setengahnya (41%) keluarga penderita memiliki pengetahuan yang kurang dalam pencegahan penularan TBC. Namun, seluruhnya (100%) keluarga penderita dengan pengetahuan kurang berumur 10–19 tahun, seluruhnya (100%) keluarga penderita berpendidikan SD, dan hampir setengahnya (48%) keluarga penderita dengan pengetahuan kurang memiliki pekerjaan. Upaya menurunkan angka TBC Paru dapat dilakukan melalui motivasi dan konseling selama pengobatan, serta peningkatan penyuluhan, motivasi, dan pelayanan oleh tenaga kesehatan, khususnya kepada keluarga yang memiliki anggota terinfeksi TBC Paru.
Hubungan Pengetahuan Dan Perilaku Remaja Putri Tentang Kebersihan Saat Menstruasi Di MTs Negeri 1 Tuban Jaquelyn Jasmine; Wahyu Tri Ningsih; Wahyuningsih Triana Nugrahaeni; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1940

Abstract

Kebersihan kala menstruasi merujuk pada upaya menjaga kesehatan dan kebersihan area kewanitaan selama masa haid guna mencegah infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) merupakan serangkaian tindakan yang bertujuan mengatur aspek kebersihan dan kesehatan wanita selama menstruasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji keterkaitan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku remaja putri dalam menjaga kebersihan saat menstruasi di MTS Negeri 1 Tuban. Metode penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Populasi penelitian meliputi seluruh siswi kelas XI di MTS Negeri 1 Tuban yang berjumlah 300 orang. Dari jumlah tersebut, diperoleh 170 siswi sebagai sampel penelitian melalui teknik simple random sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pengetahuan siswi tentang kebersihan menstruasi, sedangkan variabel dependen berupa perilaku siswi dalam menjaga kebersihan saat menstruasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner, sementara analisis data dilakukan melalui uji chi-square. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sebagian besar responden dengan pengetahuan rendah (79%) menunjukkan perilaku negatif terkait kebersihan menstruasi. Sebaliknya, mayoritas responden memiliki pengetahuan baik (72%) menampilkan perilaku positif dalam menjaga kebersihan. Hasil uji chi-square menunjukkan nilai p = 0,001 < 0,05, sehingga hipotesis penelitian dapat diterima. Hal ini membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku remaja putri mengenai kebersihan saat menstruasi di MTS Negeri 1 Tuban. Secara keseluruhan, temuan penelitian menegaskan bahwa pengetahuan dan perilaku remaja putri terkait kebersihan menstruasi di MTS Negeri 1 Tuban masih cenderung kurang baik. Rendahnya pengetahuan terbukti berkorelasi erat dengan munculnya perilaku negatif dalam menjaga kebersihan menstruasi.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Wasting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Semanding Kabupaten Tuban Laura Azhira Ladya Sheril; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Wahyu Tri Ningsih; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1953

Abstract

Masalah gizi akut yang sering ditemukan pada balita ialah wasting, yaitu kondisi berat badan rendah dibandingkan panjang/tinggi badan atau bisa dikatakan kegagalan menambah berat badan dan mengalami penurunan berat badan. Jumlah balita wasting di wilayah kerja Puskesmas Semanding mengalami peningkatan pada tahun 2022 hingga 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi terjadinya wasting pada balita usia 1-5 tahun. Desain penelitian menggunakan analitik korelasi dengan tujuan untuk menganalisis factor yang mempengaruhi terjadinya wasting pada balita usia 1-5 tahun. Populasi sebanyak 78 dan besar sampel sebanyak 65 ibu yang memiliki balita. Teknik sampling menerapkan purposive sampling, instrument penelitian mengimplementasikan kuesioner serta buku KMS. Data dianalisis uji Chi-square. Temuan studi mengindikasikan bahwa mayoritas (57%) balita mengalami wasting, dan termuat korelasi antara pemberian asi eksklusif dengan terjadinya wasting (p= 0,041), pemberian MPASI dengan terjadinya wasting (p= 0,037), imunisasi dasar dengan terjadinya wasting (p= 0,029), pola hidup bersih dan sehat dengan terjadinya wasting (p= 0,024), serta tak termuat korelasi antara diare dengan terjadinya wasting (p= 0,339), pemberian vitamin A dengan terjadinya wasting (p= 0,919), lingkungan rumah dengan terjadinya wasting (p= 0,339). Terdapat korelasi antara pemberian asi eksklusif, imunisasi dasar dengan terjadinya wasting dikarenakan berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh anak. Terdapat korelasi antara pemberian MPASI dengan terjadinya wasting karena kurangnya kecukupan gizi setiap makanan, serta pola hidup bersih sehat dengan terjadinya wasting karena mampu memunculkan penyakit infeksi pada balita.
Pengetahuan Dan Stigma Masyarakat Tentang HIV Di Puskesmas Sumurgung Virnavanka Greslanda Putri; Titik Sumiatin; Su’udi; Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1954

Abstract

Stigma negatif terhadap Orang dengan HIV (ODHIV) masih menjadi tantangan utama dalam upaya penanggulangan HIV di Indonesia, termasuk di wilayah pedesaan seperti Puskesmas Sumurgung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai HIV berkontribusi besar terhadap diskriminasi dan rendahnya kesadaran untuk melakukan tes atau pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pengetahuan dan stigma masyarakat tentang HIV. Penelitian ini memakai rancangan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Jumlah sampel penelitian adalah 200 responden yang berusia antara 18 sampai 45 tahun. Sampel diambil secara acak. Data yang diperoleh dalam studi ini disusun dengan cara mengedarkan kuesioner dan selanjutnya dianalisis melalui distribusi frekuensi serta pendekatan persentase. Dalam hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki pengetahuan yang baik tentang HIV (74,5%) dan menunjukkan stigma positif terhadap ODHIV( 80,5%). Namun demikian, masih terdapat sebagian masyarakat (3,5%) yang memiliki pengetahuan rendah dan (19,5%) yang masih menunjukkan stigma negatif. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan masyarakat dapat menurunkan stigma terhadap ODHIV. Mayoritas masyarakat menunjukkan pemahaman dan sikap yang baik, masih dibutuhkan upaya edukatif dan preventif yang lebih intensif, terutama kepada kelompok usia muda dan mereka yang berpendidikan rendah. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi pendekatan intervensi yang lebih efektif dalam membentuk stigma positif secara berkelanjutan.
Co-Authors -, Inggrid Tiara Aditami Aby Yazid Al Busthomy Ro i’i Aby Yazid Al Busthomy Rofi'i Aby Yazid Al Busthomy Rofi’i Aby Yazid Al Busthomy Rofi’i Afiyanti, Uhti Ulfa Agnes, Yeni Lufiana Novita Agung Parmono Amania Fajriati Amara Cantika Septionona Anggita Intan Cahyani ANGGITA PUTRI, KELVIN Anugrahaeni, Herni Ayu Ariyana, Khofifah Novi Bagus F, Mochamad Yanuar Bagus Setiawan, Ardi Berfilda, Valda Klisa Berkah, Tampi Binti Jumali Binti Yunariyah, Binti Bunga Salamatan Vidya Akhiroh Dari, Tanty Wulan Devi Nilna Muna Donna Tarwiyyati Qoiriyyah Ellen Rygh Farika Izaz Salsabila Fatimatus Zahro Firnanda Gita Putri Oktavia Riningsih Fitria Nurul Mazidah Hadi Purwanto Haura Ilma Nafi’a Herlambang, Yoga Septian Intan Athalia Christine Izzulhaq, Lazuardi Nabiel Jaquelyn Jasmine Kema Azzahra Konie Febrianingrum Kusuma, Wahyu Jati Kusumawati, Yesi Lailatunnuriyah, Lailatunnuriyah Laura Azhira Ladya Sheril Lenny Putri Yunita Gayatri Lintang Padharani Atmajaningtyas Mamluatun Ni’mah Moch. Bahrudin Moch. Bahrudin Moh. Akmal Inzaki Muflihatul Maisah Muhammad Fredy Hardiansyah Nadya Khoirun Nisa Nasution, Annio Indah Lestari NINDITO, MELDHA ERLIAN Nugraheni, Wahyu Triana Nugraheni, Wahyuningsih Triana Nuraini, Widya Nurmalitasari, Ansika Nurul Haromaini Puji Lestari, Anita Purwanto, Hadi Purwanto, Hadi Puspita Dewi, Teresia Retna Reisha, Reisha Ayu Dwi Retna P.D, Teresia Retna, Teresia Ririn Krisnawati Risa Nur Fadila Rizkiatul Nisa, Rizkiatul Rofi’i, Aby Yazid Al Busthorni Roudlotul Jannah Roudlotul Jannah Sabila Dhiyaul Auliya Salsabila Putri, Jihan Salsabilla Dyah Arifin Siti Maimuna Siti Maimuna Siti Nurkusaeni SRI UTAMI Su&#039;udi Su'di SU'UDI Su'udi Su'udi Su'udi, Su'udi Sumiatin , Titik Supriyanti Supriyanti Sutomo Sutomo Su’udi Su’udi, Su’udi, Su’udi Syavira Aulia Mentari Tanty Wulan Dari Teresia Retna P Titik Sumiatin Titik Sumiatin TITIK SUMIATIN TN, Wahyuningsih Tria Ayu Mahmudah Triana N, Wahyuningsih Virnavanka Greslanda Putri Wahyuningsih Wahyuningsih Triana N Wahyuningsih Triana Nugrahaeni Wahyurianto, Yasin Wahyurianto, Yasin Wicaksana, Dhimas Putra Widyawati Maratus Soleha Yasin Wahyuriyanto Yasmin Asih Scheiber Yazid Al Busthomy Rofi'i, Aby Yoga Septian Herlambang Zahwa Aida Nirmaya