Claim Missing Document
Check
Articles

Penguatan Kompetensi SDM Dan Digital Marketing Untuk Meningkatkan Kesiapan Pemasaran Digital UMKM Desa Purwadana Rohman Agus Jatnika; Rasty Yulia; Nining Latianingsih; Evan Haviana; Estin Roso Pristiwaningsih
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuaj.abdimas.v6i1.411

Abstract

Micro, small, and medium enterprises in Purwadana Village still rely mainly on conventional marketing, while limited managerial and digital capabilities constrain consistent use of online channels. This community service program aimed to strengthen human resource competence and digital marketing readiness among 25 village officials and MSME actors. Activities comprised preparation, pre-test, practice-oriented training, mentoring, and post-test. A 0-100 questionnaire assessed short-term understanding of business management and digital marketing. The mean score increased from 54.6 to 80.6, a 47.6% relative increase. Digital marketing understanding rose by 56.2%, while human resource competence rose by 39.8%. During mentoring, participants practiced product photography, promotional captions, social media account management, audience targeting, and marketplace introduction. The results indicate improved short-term knowledge and readiness rather than proven business performance. Follow-up monitoring is required to assess sustained digital use and business outcomes.
Implementasi Pendekatan Konsep 3A (Attitude, Attention, Action) dalam Mewujudkan Pelayanan Prima Iis Mariam; Nining Latianingsih; Titik Purwinarti; Endah Wartiningsih
Bhakti Persada Vol. 8 No. 1 (2022): Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/bp.v8i1.26-33

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisi bagaimana konsep 3A (Attention, Attitude, Action) dapat meningkatkan pelayanan prima. Manfaat yang diperoleh untuk peserta pengabdian kepada masyarakat adalah dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan menggunakan pelayanan yang prima. Peserta pelatihan adalah para staf administrasi, Guru, Kepala Sekolah Taman Kanak-Kanak di kecamatan Sawangan, kotamadya Depok sebanyak 20 orang.Metode penelitian  yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data memakai, observasi,  diskusi dan studi kasus. Sedangkan evaluasi pelaksanaan menggunakan angket yang berisi pertanyaan tentang konsep 3A dengan konstruktor jawaban merujuk pada skla Likert (sangat tidak setuju, tidak setuju, deskriptif kualitatifsetuju dan sangat setuju. Hasil dan analisis angket  selanjutnya diolah dan  dijelaskan dan menunjukkan bahwa konsep 3A dalam pelayanan telah digunakan para Guru dan Kepala Sekolah Taman Kanak-Kanak dengan baik (setuju 80 %) dan sangat setuju (20%). Hasil ini membuktikan bahwa peserta pengabdian kepada masyarakat setelah mengikuti pelatihan telah menunjukkan perubahan yang baik dalam  perhatian, sikap dan tindakan yang baik  kepada siswa pada waktu pembelajaran berlangsung, kepada orang tua dan masyarakat dalam menyampaikan komunikasi dan informasi.
Pelatihan Foto Produk Sederhana Bagi UMKM “Rendang Bundo Ade” Ida Nurhayati; Nining Latianingsih; Iis Mariam; Sandhika Cipta Bidhari; Iwan Sonjaya; Arizal Putra Pratama
Bhakti Persada Vol. 11 No. 2 (2025): November (2025): Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/bp.v11i2.38-45

Abstract

Pelatihan fotografi produk yang dilaksanakan untuk UMKM Rendang Bundo Ade bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam menghasilkan visual produk yang menarik guna mendukung strategi pemasaran digital. Pelatihan ini meliputi beberapa tahapan, yaitu pengenalan konsep dasar fotografi, diskusi interaktif, praktik langsung, dan evaluasi hasil karya. Peserta yang merupakan pegawai UMKM Rendang Bundo Ade  diajarkan teknik dasar seperti pencahayaan, komposisi, dan pengambilan sudut yang tepat menggunakan perangkat sederhana, seperti kamera ponsel. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan peserta dalam memproduksi foto produk yang estetis dan profesional. Foto yang dihasilkan diharapkan dapat memperkuat daya tarik visual produk di platform digital, termasuk media sosial dan e-commerce. Pelatihan ini memberikan fondasi penting bagi UMKM dalam menciptakan konten visual berkualitas, yang secara langsung mendukung pemasaran digital mereka. Dengan keterampilan baru ini, Rendang Bundo Ade diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing, dan mendorong keberlanjutan usaha di era digital. Pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam memberdayakan UMKM untuk menghadapi tantangan dan peluang di pasar modern.
Penerapan Collaborative Knowledge Creation dan Pentahelix dalam Meningkatkan Daya Saing UMKM di Depok dan DKI Jakarta Iis Mariam; Endah Wartiningsih; Titik Purwinarti; Zaenal Abidin Eko Putro; Nining Latianingsih
Bhakti Persada Vol. 11 No. 2 (2025): November (2025): Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/bp.v11i2.60-66

Abstract

This community service aims to improve the competence of MSME actors through the implementation of collaborative knowledge creation and pentahelix concepts in digital marketing training. The main problems faced by MSME partners are low digital literacy, limited visual promotion skills, and underdeveloped business collaboration networks. This community service used a descriptive qualitative method through document studies, participatory observation during training activities, and evaluation questionnaires distributed to training participants, including MSME actors from Curug Maju Bersatu and Jakarta Enterpreneur. The results show that 60% of participants strongly agreed that collaborative knowledge creation-based training provided valuable insights and benefits for business development. Additionally, 65% of participants strongly agreed that the pentahelix collaboration was effective for business development, 65% strongly agreed that product photography practice was easy to follow, and 65% agreed that their knowledge and skills in digital marketing and product photography improved after participating in the training. Collaboration among government, academics, communities, and business actors strengthened business networks and enhanced the quality of MSME digital promotions. Therefore, this training received positive responses from participants for being practical and has the potential to become a collaborative-based MSME development model across sectors.