Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI ETIL ASETAT SAWI LADANG (Nasturtium Montanum) MENGGUNAKAN METODE DPPH (1,1-diphenyl-2-2-pycrilhydrazyl) Jannah, Syauqul; Mulyani, Elly; Maharani, Nathasia Aulia
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.15550

Abstract

Antioksidan ialah zat penghambat respons yang dilakukan oleh ekstremis bebas. Salah satu contoh antioksidan adalah tanaman sawi. Pemanfaatan daun sawi ladang (Nasturtium montanum) dalam pembuatan fraksi asam etil asetat dan efek antioksidan saat ini belum diketahui secara pasti. Selanjutnya, penting untuk melakukan penelitian mengenai aksi antioksidan dari bagian turunan asam etil asetat daun sawi sawah (Nasturtium Montanum). Uji penelitian dilakukan dengan tujuan agar mengetahui khasiat fraksi etil asetat sebagai antioksidan pada sawi ladang (Nasturtium Montanum) dengan menggunakan teknik DPPH. Pada fraksi etil asetat dilakukan dengan 4 rangkaian konsentrasi yaitu 40, 60, 80, 100 ppm. Tiap konsentrasi yang dibuat, dipepet sebanyak 2ml kemudian di tambahkan 2 ml DPPH 50 ppm. Lalu di inkubasi sekitar 30 menit. Absorbansi diperkirakan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada λ 517 nm dan disebut sebagai Nilai IC 50 (Inhibitory Focus) untuk menunjukkan konsentrasi antioksidan pada suatu senyawa yang menghasilkan tangkapan setengah atau 50% dari DPPH. Hasil uji coba antioksidan fraksi asam etil asetat sawi ladang (Nasturtium Montanum) menunjukkan adanya efektivitas Antioksidan dengan Nilai IC 50 senilai 98,57 µg/mL, termasuk kuat, 50-100 µg/mL . Berdasarkan penelitian ini, daun sawi putih (Nasturtium Montanum) mempunyai khasiat sebagai antioksidan.
ANALISA ANTOSIANIN PADA SEDIAAN MINUMAN EFFERVESCENT SARI BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) DAN JERUK RIMAU GERGA LEBONG (Citrus nobilis sp.) MENGGUNKAN METODE pH DIFERENSIAL lina, Herlina; Herlina; Mulyani, Elly; Anlika, Rindi
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v6i2.1653

Abstract

Anthocyanin is a compound that forms natural dyes in plants to give color.Telang flowers are one of the plants that contain anthocyanin compounds that arebeneficial for health in the body and swallowed flowers can also be made in practicaldosage forms, such as effervescent drink preparations. This effervescent drink is alsocombined with gerga lebong lime which will produce a fresher taste. This study aims todetermine the content of anthocyanin compounds in processed effervescent drinks. In thisstudy, the identification of anthocyanins in effervescent beverage preparations, telangflower juice and oranges gerga lebong using qualitative test methods using HCl 2M andNaOH 2M reagents, while in quantitative tests using UV-Vis spectrophotometry,differential pH method with pH 1.0 and pH 4.5 solutions at wavelengths of 510 nm and700 nm. The results of the qualitative test showed that all samples of processedeffervescent drinks were positive for anthocyanins and the quantitative test resultsshowed that the anthocyanin levels in formulation 1 were 1,780 mg / L, formulation 2 was2,225 mg / L, and formulation 3 was 5,899 mg / L. Based on this study on effervescentbeverage formulation 3 had high anthocyanins from formulations 1 and 2.
Edukasi Dan Pembuatan Permen Jahe (Ginger Candy) Pelega Tenggorokan Mulyani, Elly; Alfitroh, Ijazati; Nanik, Nanik
Jurnal PADAMU NEGERI (Pengabdian pada Masyarakat Bidang Eksakta) Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/padamunegeri.v4i1.785

Abstract

Ginger is a plant whose rhizome is often used as a spice and raw material for traditional medicine. Ginger contains gingerol which is anti-inflammatory and analgesic so it can reduce pain due to strep throat. The use of ginger is very suitable for various kinds of preparations because apart from having a delicious and distinctive taste and aroma, it also has a function as an infection prevention. In the pharmaceutical industry, ginger is widely used for internal medicine (oral). Ginger candy is one of the processed ginger products that has the potential to be developed. This type of preparation is very practical, lightweight, and can be carried anywhere. Ginger candy is also great for souvenirs. The taste is spicy but gives warmth. The result of this activity is an increase in community knowledge and skills in making ginger candy. Based on the results of observations, the community was very enthusiastic about participating in this counseling activity and it was hoped that the candy could be enjoyed by the elderly. Elderly who are the target of practical activities can enjoy ginger and feel the benefits of ginger easily to maintain their immune system.
Edukasi Penggunaan Antibiotik Yang Rasional Kepada Masyarakat Fauziah, Dewi Winni; Jannah, Syauqul; Mulyani, Elly; Ers, Dina; Hariyani, Gusti; Amanda, Kurnia; Metri Erawati; Nurbayu Rizky; Ratna Yulinda; Sindi Rahayu; Yelly Dimas; Roki Pernandes
JURNAL BESEMAH Vol. 3 No. 1 (2024): JANUARI-JUNI
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jurnalbesemah.v3i1.790

Abstract

Antibiotics are drugs or substances produced by microbes, especially fungi, which can inhibit/eradicate other microbes (microorganisms/bacteria), especially microbes that are detrimental to humans, namely microbes that cause infections in humans. Antibiotics are not effective in treating viral, fungal, or other non-bacterial infections, and each antibiotic varies greatly in its effectiveness against different types of bacteria. The use of antibiotics is certainly expected to have a positive impact, but irrational use of antibiotics will have a negative impact. One of the negative impacts of irrational use of antibiotics is bacteria that are resistant to antibiotics. In community service, the target group was approximately 20 people, almost all of whom did not know that antibiotics should not be purchased freely without a prescription from a doctor and that irrational use could increase the impact of resistance. This can be caused by a lack of public knowledge regarding the use of antibiotics and a lack of education by health workers.
Analisis Kadar Flavonoid Total Ekstrak dan Fraksi-Fraksi Tanaman Sawi Langit (Vernonia cinerea L) dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Mulyani, Elly; Herlina; Ningrum, Karina Primatyas; Roki Pernandes
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 4 No 2 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pucuk.v4i2.391

Abstract

Indonesia merupakan sebuah negara yang kaya akan keanekaragaman hayati, yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber tanaman obat. Salah satu tanaman gulma yang bermanfaat adalah sawi langit (Vernonia cinerea L). Tanaman ini dikenal memiliki berbagai khasiat untuk kesehatan, berkat kandungan senyawa flavonoid di dalamnya. Namun, tingkat kandungan flavonoid ini bisa dipengaruhi oleh pemilihan pelarut yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan total flavonoid dalam ekstrak dan fraksi sawi langit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji kualitatif dan kuantitatif. Uji kualitatif dilakukan dengan menggunakan pereaksi Wilstater dan Bate-Smite-Metcalfe, yang menunjukkan hasil positif bagi keberadaan flavonoid. Sementara itu, uji kuantitatif dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan quersetin sebagai standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan flavonoid total dalam ekstrak etanol 96% sawi langit adalah 82,96±1,03 mgQE/g, fraksi etil asetat memperoleh 54,09±0,35 mgQE/g, dan ekstrak n-heksana menghasilkan 42,45±0,35 mgQE/g
ANALISIS KADAR ALKALOID EKSTRAK ETANOL BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea canephora A. Froehner) HASIL PERKEBUNAN KABUPATEN SELUMA mulyani, elly
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i1.639

Abstract

Kopi robusta merupakan salah satu jenis tanaman kopi dengan nama ilmiah Coffea canephora. Sesuai dengan namanya, minuman yang diekstrak dari biji kopi robusta memiliki cita rasa yang kuat dan cenderung lebih pahit dibanding arabika. Ekstrak biji kopi Robusta mengandung metabolit sekunder ini termasuk alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan berapa kadar Alkaloid ekstrak etanol biji kopi robusta (Coffea canephora). Proses ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi untuk mendapatkan ekstrak etanol biji kopi robusta (Coffea canephora) .Hasil uji identifikasi menunjukkan ekstrak etanol biji kopi robusta (Coffea canephora)  positif mengandung alkaloid, yaitu menunjukan endapan putih dengan pereaksi mayer, warna coklat-merah bata dengan preaksi dragendroff, dan endapan coklat hingga hitam dengan pereaksi wagner. Hasil uji identifikasi menggunakan KLT didapatkan hasil positif yang ditandai dengan timbulnya noda berwarna coklat (Rf = 0,81) setelah disemprot pereaksi Dragendorff dengan Kafein sebagai pembanding berwarna jingga (Rf = 0,85). Hasil penetapan kadar didapatkan kadar rata-rata alkaloid ekstrak etanol biji kopi robusta (Coffea canephora)  menggunakan  metode spektrofotometri UV-Vis adalah sebesar 1,7687 %.
Formulation of Effervescent Granule Telang Flower Essense (Clitoria Ternate L.) and Rimau Gerga Lebong Orange (Citrus Nobilis) as a Health Drink Herlina, Herlina; Yanuarto, Tri; Mulyani, Elly; Hartati, Yuni
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.5.1.83-92

Abstract

Butterfly pea flowers (Clitoria ternatea L.) contain chemicals, namely anthocyanin flavanoids, which are a subclass of water-soluble flavanoids and are responsible for the color of the flowers. RGL oranges (Citrus nobilis) are a high source of vitamin C which is effective as an antioxidant which can neutralize free radicals. Effervescent granules have high solubility in water making them very easily absorbed and contain carbonates which provide a fresh taste sensation. The aim of making effervescent granules is to find out whether butterfly pea flower essence with RGL oranges can be formulated into effervescent granules and meet the effervescent granule test requirements. Butterfly pea flower essence with RGL orange is formulated with varying concentrations of butterfly pea flower, namely 100; 150; 200 pieces. Effervescent granules are formulated using the dry granulation method. The results of research on making effervescent granules in organoleptic tests have different colors, effervescent granule flow time 1.31 - 1.36 seconds, angle of repose 27° - 29°, water content 1.5 - 1.7%, dissolving time 27.39 – 36.8, all of these tests meet the requirements of the effervescent granule test, granule pH 5.17 – 5.52 which tends to be acidic, this condition is influenced by the addition of RGL butterfly pea flower and orange juice, based on the hedonic test the most preferred formula is F III .
Pengabdian Masyarakat Sosialisasi Formulasi Sabun Padat Ekstrak Bawang Dayak (Eleutherine palmfolia (L).(Merr) dan Minyak Sereh (Cymbopogon Citratus) Sebagai Antiseptik Di Kota Bengkulu Dharmayanti, Luky; Jannah, Syauqul; Mulyani, Elly
Jurnal PADAMU NEGERI (Pengabdian pada Masyarakat Bidang Eksakta) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/padamunegeri.v6i1.1763

Abstract

Sabun padat yang mengandung ekstrak bawang Dayak (Eleutherine palmifolia) dan minyak serai (Cymbopogon citratus) adalah produk kebersihan yang memanfaatkan bahan alami. Bawang Dayak dan minyak serai berfungsi sebagai agen antiseptik alami yang efektif untuk membersihkan kulit dan menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Sabun padat ini diharapkan dapat menjadi alternatif yang aman dan efektif untuk menjaga kebersihan kulit serta mencegah infeksi. Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi sabun padat yang memiliki sifat antiseptik dari ekstrak bawang Dayak dan minyak serai. Ekstrak bawang Dayak dipilih karena kandungan senyawa seperti alkaloid, flavonoid, dan saponin yang memiliki aktivitas antimikroba, sedangkan minyak serai dikenal dengan komponen sitralnya yang bersifat antibakteri dan antijamur. Proses pembuatan sabun dilakukan melalui metode saponifikasi dingin dengan penambahan ekstrak bawang Dayak dan minyak serai pada konsentrasi tertentu. Dalam pengujian ini, sabun padat yang mengandung ekstrak bawang Dayak dan minyak serai diuji secara organoleptik, stabilitas pH, dan aktivitas antiseptik terhadap beberapa jenis bakteri patogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun padat yang dihasilkan memiliki karakteristik yang baik dan menunjukkan potensi sebagai antiseptik. Diharapkan produk ini dapat diterima oleh masyarakat sebagai solusi alami untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kulit.
STANDARISASI PARAMETER NON SPESIFIK DAN SPESIFIK NON SPESIFIK DARI EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU JAMAIKA (SYZYGIUM MALACCENSE L.) ASAL BENGKULU Alfitroh , Ijazati; Mulyani, Elly; Permata, Marsha Ayu
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.42108

Abstract

Daun Jambu Jamaika (Syzygium malaccense L.) memiliki senyawa fitokimia utama meliputi Flavonoid, Saponin, Tanin, Steroid, yang berfungsi antioksidan, antiinflamasi, antidiabetes, dan antibakteri. Tujuan dari penelitian berikut adalah untuk melakukan standarisasi parameter non-spesifik dan spesifik dari ekstrak daun jambu jamaika (Syzygium malaccense L).Ekstrak Daun Jambu Jamaika (Syzygium malaccense L.) dengan pelarut etanol, metode yang digunakan adalah maserasi menggunakan pelarutnya yaitu etanol 96%, ekstrak yang didapatkan kemudian dilakukan pengujian standarisasi parameter spesifik yaitu diantaranya adalah uji organoleptis, uji kadar sari larut air, uji kadar sari larut etanol, skrining fitokimia dengan uji warna dan uji lanjut penegasan mengggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT), untuk pengujian parameter standarisasi yaitu non spesifik uji susut pengeringan.Hasil penelitian dari ekstrak daun jambu jamaika (Syzygium malaccense L.) parameter spesifik memenuhi yaitu kadar senyawa larut dalam etanol (26,10%), dan sedangkan parameter spesifik kadar senyawa larut dalam air yaitu (11,2%) dan parameter non spesifik susut pengeringan yaitu (10%). Hasil identifikasi skrining fitokimia dari ekstrak daun jambu jamaika yang positif adalah flavonoid, tanin, saponin, steroid. Hasil penegasan KLT ekstrak daun jambu jamaika adalah flavonoid, tanin, saponin, terpenoid dan alkaloid dinyatkan positif.
EVALUASI PENGGUNAANiANTIBIOTIK PADA PENGOBATAN DIARE DENGAN METODE GYSSENS DI PUSKESMAS KOTA BENGKULU Fauziah, Dewi Winni; Mulyani, Elly; Jannah, Syauqul; Haque, Aina Fatkhil; Lestari, Inda
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.42225

Abstract

Secara umum terapi diare terbagi menjadi dua, yaitu terapi simptomatik dan terapi kausatif. Terapi simptomatik dilakukan menggunakan obat yang memiliki mekanisme kerja dengan mengurangi peristaltik usus, sedangkan terapi  kausatif menggunakan antibiotik guna membunuh bakteri secara langsung. Upaya mengobati penyakit diare salah satunya dengan pemberian antibiotik, namun tidak semua diare membutuhkan antibiotik. Penelitian ini bertujuaniiuntuk mengevaluasiipenggunaan antibiotik dalam pengobatan diare di puskesmas Sawah lebar Kota Bengkulu. Desain penelitianiyang digunakan ialah cross sectionalidengan sampel berupa resep pasien diareiyang memperoleh antibiotik pada periode bulan Januari 2021-Desember 2023 berjumlah 52 resep. Teknik pengambilanisampel yang digunakan ialah teknik Total Sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Selanjutnya data yang didapatkan akan dianalisis dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian berdasarkan analisis univariat diperoleh keseluruhan frekuensi dengan nilai Sig. <0.000, kategori jenis kelamin terbanyak yakni perempuan (63%), kategori umur terbanyak kisaran 25-45 tahun (81%), penggunaan antibiotik terbanyak adalah Cotrimoxazol (92%) kemudian diikuti dengan Amoxicilin (8%). Hasil evaluasi penggunaan antibiotik dalam pengobatan diare di Puskesmas Sawah lebar kota Bengkulu diperoleh persentase sebesar 100% dengan kategori Gyssens IV a (Ada antibiotik yang lebih efektif) menurut panduan World Gastroenterology.