Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Stabilitas Hidrogel dalam Penghantaran Obat M. Ramadhan Saputro; Yoga Windhu Wardhana; Nasrul Wathoni
Majalah Farmasetika Vol 6, No 5 (2021): Vol. 6, No. 5, Tahun 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v6i5.35705

Abstract

Produk obat yang diproduksi harus dilakukan pengujian stabilitas guna untuk mengetahui umur simpan dan jalur degradasi suatu obat. Produk obat seperti hidrogel sangat rentan terjadi penurunan mutu kualitas. Sehingga pengujian stabilitas penting dilakukan terutama terkait dalam proses pengajuan izin edar suatu produk. Oleh karena itu, tujuan dari review artikel untuk mengetahui parameter pengujian stabilitas hidrogel, jalur degradasi dan bahan yang dapat meningkatkan stabilitas sediaan hidrogel. Parameter pengujian yang dilakukan beberapa literatur seperti fisika (organoleptis, titik leleh), kimia (kandungan obat, pH) dan mikrobiologi. Sediaan hidrogel umumnya terdegradasi melalui jalur kimiawi seperti oksidasi dan hidrolisis, oleh karena itu, perlu menanggulanggi dari kekurangan tersebut, yang diantaranya yaitu dengan penambahan polimer alami maupun sintesis serta modifikasi sediaan hidrogel guna meningkatkan stabilitas sebagai sistem penghantaran obat.
Teknik Peningkatan Kelarutan Bahan Aktif Farmasi Ibuprofen Saputro, M. Ramadhan
An-Najat Vol. 2 No. 1 (2024): FEBRUARI : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v2i1.953

Abstract

Ibuprofen adalah obat golongan NSAID pertama kali, yang bersifat nonselektif dan memiliki mekanisme kerja obat dengan cara memblokir enzim siklooksigenase yang menghasilkan inflamator prostaglandin dibagian COX-1. Karakteristik ibuprofen sebagai bahan aktif farmasi termasuk kategori BCS kelas II (kelarutan rendah, permeabilitas tinggi). Kelarutan dan permeabilitas obat sangat penting dalam menentukan ketersediaan hayati dan kesetaraan hayati. Tujuan penulisan ini memberikan pandangan terkait teknik – teknik yang digunakan dalam peningkatan kelarutan obat, laju disolusi dan stabilitas khususnya ibuprofen. Artikel ini disusun dari sumber primer yang telah dipublikasi secara online melalui Science Direct dengan memasukkan kata kunci co-crystal ibuprofen, ibuprofen solid dispersion, co-amorphous Ibuprofen, ibuprofen nanoparticle. Dari review ini ditemukan terdapat teknik dalam peningkatan kelarutan obat, laju disolusi dan stabilitas yaitu ko-amorf, ko-kristal, dan nanopartikel. Keberhasilan dalam mengembangkan bahan aktif farmasi Ibuprofen dengan masalah kelarutan terhadap air rendah dari teknik yang digunakan, sehingga memperoleh hasil peningkatan laju disolusi pada bahan aktif farmasi Ibuprofen tersebut.
Formulasi dan Evaluasi Permen Jelly dari Ekstrak Daun Pegagan dan Rimpang Kunyit untuk Kesehatan kardiovaskular Patonah Hasimun; Deny Puriyani Azhary; Saputro, M. Ramadhan
An-Najat Vol. 2 No. 2 (2024): MEI : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v2i2.1030

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab kematian di dunia. Hipertensi diawali dengan meningkatnya tekanan darah secara terus menerus. Kombinasi dari tanaman pegagan dan kunyit mampu menekan tekanan darah sistolik dan diastolik serta mampu memperbaiki kekakuan arteri. Tujuan penelitian ini mengetahui stabilitas formulasi sediaan sediaan permen jelly dari ekstrak daun pegagan dan rimpang kunyit. Formula permen jelly dibuat menjadi 3 formula dengan konsentrasi penambahan ekstrak daun pegagan dan rimpang kunyit sebesar 3,5 g dengan variasi penggunaan karagenan. Penelitian dianalisis statistik Kruskal wallis. Pengujian permen jelly meliputi uji organoleptis, uji kadar air (metode oven), uji keseragaman bobot, dan uji kesukaan (metode hedonik). Uji organoleptik ketiga formula memiliki warna coklat dengan aroma khas tutty frutty, formula I memiliki rasa manis sedikit pahit dan formula II dan III memiliki rasa manis, formula I dan III memiliki tekstur kenyal sedangkan formula II memiliki tekstur agak kenyal, uji kadar air formula I 3,5%, formula II 4,6% dan formula III 5%, uji keseragaman bobot ketiga formula memenuhi persyaratan uji keseragaman bobot menurut FI III. Dari ketiga formula, formula III memiliki tekstur dan rasa yang disukai responden dengan persentase kadar air sebesar 5% dan memenuhi persyaratan keseragaman bobot.
Pengaruh eksipien terhadap sifat fisik granul effervescent : Review Pratama, Reza; Munir Alinu Mulki; Saputro, M. Ramadhan; Afifah Rusyda Sani; Ratu Siti Robiatul Awaliyah
An-Najat Vol. 2 No. 1 (2024): FEBRUARI : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v2i1.1071

Abstract

The use of various plant species, which are then formulated using pharmaceutical technology in the form of effervescent granule preparations, is a strategy to increase the practicality and public interest in consuming herbal medicines. The natural ingredients most commonly used as the main ingredients in the manufacture of effervescent granules include fruits, rhizomes, fruit peels, leaves and seeds. Effervescent granules are a mixture of acidic and alkaline compounds which, when added to water, produce a carbon dioxide reaction. This creates a foam that gives a fresh taste effect and can mask unwanted flavours. The purpose of this article is to provide information on the formulation and evaluation of effervescent granules from various plant extracts that may have public health benefits. The method used to collect the data was a search of several journals. The results of the search showed the influence of excipients on the physical properties of the granules. These include organoleptic properties, flow time, dissolution time, water content and pH of effervescent granule preparations.
PENINGKATKAN KESADARAAN MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN OBAT SECARA MANDIRI DI DESA CIBIRU WETAN Reza Pratama; M Ramadhan Saputro; Agus Sulaeman; Anne Yuliantini; Idar
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v6i2.374

Abstract

Indonesia sekarang memasuki situasi era digital, sehingga memudahkan masyarakat mendapatkan informasi secara instan. Masyarakat juga dengan mudah mengakses informasi kesehatan secara umum tanpa melakukan verifikasi kepada Tenaga Kesehatan. Data memperlihatkan total 103.860 keluarga atau 35,2% dari 249.959 keluarga di Indonesia menyimpan obat-obatan untuk pengobatan mandiri. Kemudian dari 103.860 keluarga yang menyimpan obat, sebanyak 35,7% diantaranya menyimpan obat keras dan 27,8% diantaranya menyimpan obat jenis antibiotik. Hal ini akan menimbulkan masalah baru dalam dunia kesehatan, oleh karena itu, tujuan kegiatan bermaksud menyelenggarakan kampung sadar obat sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas kesehatan kepada masyarakat dan juga pengetahuan terkait pengelolaan obat melalui materi DAGUSIBU. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan metode ceramah melalui penyuluhan oleh satu narasumber. Target peserta sebanyak 30 peserta warga yang berada dilingkungan Desa Cibiru Wetan RW 07 Kabupaten Bandung. Hasil pengabdian kepada Masyarakat adalah adanya peningkatan pengetahuan yang diukur menggunakan soal dengan rata – rata nilai pre-test (30,42) dan post-test (79,58). Perolehan nilai selanjutnya dilakukan analisis statistik dengan paired t-test two sample, terdapat perbedaan secara signifikan karena nilai p-value yang didapat adalah < 0.05. 
Upaya Meningkatkan Pencegahan Stunting dengan PHBS di Desa Haurpanggung Kabupaten Garut Saputro, M. Ramadhan; Sulaeman, Agus; Winasari, Winasari; Yuliani, Rany; Widianto, Asriadi Prihandika
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v5i2.432

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki populasi yang tinggi sekitar 270 juta berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Dengan jumlah populasi sebesar itu, Indonesia adalah negara yang mengalami permasalahan stunting dengan angka prevalensi stunting anak Indonesia tahun 2018 mencapai 30,8 %. PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) pada hakikatnya merupakan perilaku pencegahan oleh individu atau keluarga dari berbagai penyakit salah satunya stunting. PHBS dapat mencegah terjadinya stunting namun secara tidak langsung melalui riwayat penyakit infeksi. Berdasarkan permasalahan kesehatan yang terjadi, tim pengabdian kepada masyarakat melakukan kegiatan edukasi kepada masyarakat yang bertempat di Desa Haurpanggung, Kabupaten Garut terkait PHBS dan stunting. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan dan diskusi dua arah dengan materi tentang PHBS dan stunting. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pretest dan post-test. Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan yang dilaksanakan dan memiliki pengetahuan yang baik setelah dilakukan penyuluhan.
Uji Kelarutan Ramipril dengan Koformer Nicotinamide M. Ramadhan Saputro; Muhamad Reza Pahlevi; Diki Zaelani; Dean Al-Ayubbi; Siti Hanif
An-Najat Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus : An-Najat : Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v3i3.2823

Abstract

Ramipril (RMP) is one of the drugs that has antihypertensive activity. The drawback of the active substance Ramipril is that it is difficult to dissolve, and is classified in Class II in the Biopharmaceutical Classification System. So it needs to be modified with a cocrystal technique to increase solubility without having to change the activity of the active substance. The coformer used to make the cocrystal is nicotinamide. The purpose of this study was to increase the solubility of Ramipril with Nicotinamide coformer. The method in making this cocrystal is Solvent Drop Grinding (SDG) with a ratio of Ramipril: Nicotinamide (1: 2 and 1: 4) using methanol solvent. Then the cocrystal and pure Ramipril will be subjected to characterization tests with FTIR and solubility tests with UV spectrophotometry at a wavelength of 206 nm. The results of the characterization with FTIR prove that a hydrogen bond is formed between Ramipril-Nicotinamide. Then for solubility in aquadest, RN cocrystal 1:2 and 1:4 have higher solubility which is 5.11 mg/mL and 6.71 mg/mL compared to pure Ramipril which has a solubility of 1.69 mg/mL. The conclusion of this study is that RN cocrystal (1:2 and 1:4) has higher solubility compared to pure Ramipril.
PENINGKATAN SIFAT FISIKOKIMIA KELARUTAN DAN DISOLUSI RAMIPRIL DENGAN KRISTAL MULTIKOMPONEN MENGGUNAKAN KOFORMER GOLONGAN ASAM KARBOKSILAT Muhamad Reza, Pahlevi; M. Ramadhan, Saputro; Jajang Japar, Sodik; Reza, Pratama
Pharmacoscript Vol. 8 No. 1 (2025): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v8i1.2040

Abstract

Salah satu tantangan utama pengembangan obat saat ini adalah kelarutan yang buruk, karena diperkirakan 40% dari semua obat yang baru dikembangkan memiliki kelarutan dan permeabilitas yang buruk. Akibatnya, kandidat baru yang memasuki jalur pengembangan obat gagal karena sifat biofarmasi yang tidak optimal. Ramipril termasuk ke dalam BCS kelas II dengan nilai pKa 5,2 dan memiliki kelarutan air yang buruk dengan nilai bioavailabilitas yang rendah yaitu 28%. Absorbsi ramipril setelah pemberian oral yaitu 50%-60%. Keterbatasan sifat fisikokimia yang dimiliki ramipril dapat diatasi dengan modifikasi kristal salah satunya dengan pembentukkan kristal multikomponen menggunakan teknik kokristalisasi. Pendekatan dalam memperbaiki sifat fisikokimia ramipril dengan konteks kelarutan dan disolusi masih jarang dilakukan, sehingga dengan teknik kokristalisasi dalam modifikasi kristal ramipril menjadi suatu novelty dalam penelitian ini. Pendekatan dengan kristal multikomponen bertujuan untuk meningkatkan sifat fisikokimia ramipril seperti kelarutan dan disolusi. Metode yang digunakan dalam preparasi kristal multikomponen dengan teknik kokristalisasi yaitu liquid assisted grinding menggunakan koformer golongan asam karboksilat seperti asam tartrat dengan perbandingan 1:1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelarutan kristal multikomponen ramipril 4,35 mg/10 mL dan ramipril murni 1,69 mg/10 mL dalam aquadest. Kristal multikomponen ramipril terdisolusi 73,27% dan ramipril murni 51,74% selama 60 menit menggunakan media aquadest. Modifikasi kristal ramipril menggunakan teknik kristal multikomponen menggunakan metode liquid assisted grinding memberikan dampak perubahan sifat fisikokimia dalam meningkatkan kelarutan dan laju disolusi.
Review Artikel: Emulgator Dengan Penggunaan Bahan Alam Terhadap Stabilitas Sediaan Farmasi: Emulgator Dengan Penggunaan Bahan Alam Pramesty, Dwinda; Siahaan, Desy; FN, Gina; TP Sella, Arinda; Saputro, M. Ramadhan; Pratama, Reza
Jurnal Medika Farmaka Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Medika Farmaka
Publisher : LP4M STIKes Karsa Husada Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33482/jmedfarm.v3i3.87

Abstract

ntroduction: Emulsifiers are important components in pharmaceutical formulations, functioning to stabilize two-phase systems such as oil and water. Until now, synthetic emulsifiers have been widely used due to their effectiveness, but they have limitations in terms of safety and sustainability. Therefore, the use of natural emulsifiers is a potential alternative that is safer and more environmentally friendly. This article aims to review the potential and effectiveness of natural emulsifiers on the stability of various pharmaceutical preparations. Methods: The study was conducted through online literature searches on the Google Scholar, ScienceDirect, PubMed, and ResearchGate databases, covering publications from the last 10 years. The keywords used included “emulsifier” “natural ingredients”, and “natural emulsifiers”. Relevant articles were selected based on their relevance to the topic of pharmaceutical emulsion stability. Results: Based on the results of the review, natural emulsifiers such as polysaccharides (gum arabic, alginate, chitosan), proteins (soy lecithin, whey protein, vegetable protein), and plant saponins can improve the physical, chemical, and thermal stability of emulsion preparations. The mechanism is through the formation of a strong interface layer that prevents coalescence, flocculation, and phase separation. Additionally, some natural emulsifiers also possess additional biological activities such as antioxidant and antimicrobial properties. Conclusion: Natural emulsifiers show great potential as alternatives to synthetic emulsifiers in pharmaceutical formulations. Further research is needed to optimize the combination of natural ingredients, homogenization methods, and the development of sustainable emulsions based on natural ingredients.
A Review Review Artikel: Formulasi Evaluasi dan Stabilitas Sediaan Tablet Atorvastatin: Formulation, Evaluation, and Stability of Atorvastatin Tablet Dosage Forms Saputro, M. Ramadhan; Aulia, Reihan Zalza; Aisyah F, Nur Fajriyah; Isnen, M. Dzul Faqih; B, Maria Helentina; Pratama, Reza
Jurnal Medika Farmaka Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Medika Farmaka
Publisher : LP4M STIKes Karsa Husada Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33482/jmedfarm.v3i3.89

Abstract

Introduction: Atorvastatin is a statin drug with low solubility and stability, resulting in limited bioavailability. This review aims to examine various formulation methods, evaluations, and stability tests of atorvastatin tablets. Methods: This study is a literature review discussing different formulation approaches and stability evaluations of atorvastatin tablets with various release systems. Articles were collected from Google Scholar, ScienceDirect, and ResearchGate, then analyzed based on formulation methods, stabilizing excipients, and stability testing techniques. Results: The use of dry granulation with basic excipients, sustained release and extended release systems, as well as cocrystal formation with coformers such as nicotinamide and ascorbic acid, effectively improved the solubility, stability, and bioavailability of atorvastatin. Conclusion: The combination of appropriate formulation strategies and optimized dosage design is key to developing atorvastatin tablets that are stable and therapeutically effective.