Claim Missing Document
Check
Articles

Language policy in speech acts of the characters in the film Aisyah Biarkan Kami Bersaudara Morelent, Yetty; Yulisna, Risa; Syofiani, Syofiani; Isnanda, Romi; Khalida, Sarah
Indonesian Research Journal in Education |IRJE| Vol. 10 No. 1 (2026): IRJE |Indonesian Research Journal in Education| in Progress|
Publisher : Universitas Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/irje.v10i1.48741

Abstract

This study examines the role of politeness in language as a reflection of the speaker’s ethics and character, both in everyday communication and film dialogues. The film Aisyah Biarkan Kami Bersaudara was selected due to its depiction of a Muslim teacher in a predominantly non-Muslim area, delivering messages of tolerance, unity, and humanity. The research aims to identify the types of speech acts, describe politeness strategies, and analyze violations of politeness in the film’s dialogue. Using a qualitative approach with descriptive methods, data were collected through transcription and analyzed using Searle's speech act theory and Leech's politeness principles. The study found 452 speech acts, with directive acts being the most prevalent. Politeness was observed in 47 instances, with the sympathy maxim being dominant, while 20 violations were identified, mainly involving the maxim of agreement. The findings contribute to the development of pragmatic studies and cross-cultural communication.  
The Language Choice and the Dynamics of Language Maintenance in the Multilingual Speech Community of Bhayangkari at the Kerinci Police Department: Pilihan Bahasa dan Dinamika Pemeliharaan Bahasa dalam Komunitas Tutur Multilingual Bhayangkari Polres Kerinci Ardi, Ririn Lovenia; Morelent, Yetty; Isnanda, Romi; Sumaryati, Sumaryati
The Future of Education Journal Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i1.1619

Abstract

This study aims to describe language choice and the dynamics of language maintenance within a multilingual speech community in the Bhayangkari Polres Kerinci environment. A qualitative approach with a descriptive method was employed. The research data consisted of oral utterances produced by Bhayangkari members, collected through non-participant observation during both formal and informal organizational activities. The findings reveal that Indonesian is predominantly used in formal settings as the official language and a unifying medium of the organization, while local languages such as Jambi, Kerinci, Sungai Penuh, and Minangkabau are more frequently used in informal interactions as a means of language maintenance and a marker of social identity. In addition, instances of code-switching and translanguaging were identified in linguistic interactions as communicative strategies to adapt to social contexts. These findings indicate that language choice within the Bhayangkari community is dynamic and influenced by communicative situations and the speakers’ linguistic backgrounds.
Gaya Bahasa Lokalitas Minangkabau dalam Novel-Novel Karya Wisran Hadi Rinaldi, Rio; Isnanda, Romi
Puitika Vol. 16 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.12.1.75--89.2016

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa lokalitas Minangkabau dalam novel-novel karya Wisran Hadi. Gaya bahasa yang dimaksud adalah retorik dan majas lokalitas Minangkabau. Gaya bahasa retorik (bermakna langsung) terdiri atas penegasan dan pertentangan. Gaya bahasa majas (bermakna tidak langsung) terdiri atas perbandingan dan sindiran. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data penelitian ini adalah kata, frasa, klausa, atau kalimat yang dapat dirumuskan sebagai gaya bahasa lokalitas Minangkabau. Sumber data penelitian ini adalah novel-novel karya Wisran Hadi yaitu, Tamu, Orang- orang Blanti, dan Negeri Perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara : (1) membaca dan memahami gaya bahasa lokalitas Minangkabau dalam novel-novel karya Wisran Hadi yaitu, Tamu, Orang- orang Blanti, dan Negeri Perempuan, (2) mengklasifikasi data yang berhubungan dengan gaya bahasa lokalitas Minangkabau, yaitu retorik penegasan dan pertentangan dan majas perbandingan dan sindiran. Hasil temuan penelitian dalam novel-novel karya Wisran Hadi yaitu, Tamu, Orang-orang Blanti, dan Negeri Perempuan adalah sebagai berikut ini : (1) terdapat gaya bahasa retorik lokalitas Minangkabau, yaitu penegasan (hiperbola, antiklimaks, dan pleonasme) dan pertentangan (paradoks dan antitesis), (2) terdapat majas lokalitas Minangkabau, yaitu perbandingan (metafora, personifikasi, sinekdoke, alusio, dan simile) dan sindiran (ironi, sinisme, dan sarkasme). Dari sejumlah gaya bahasa yang ditemukan, gaya bahasa yang dominan sebagai khas Wisran Hadi adalah majas lokalitas Minangkabau, yaitu majas perbandingan (alusio). Majas perbandingan menjadi ciri khas Wisran Hadi dalam usahanya memberikan corak lokalitas Minangkabau pada karya-karyanya. Hal tersebut berupa gaya bahasa perbandingan yang secara sugestif menggambarkan tentang tempat, orang, dan peristiwa yang bersifat setempat, yaitu Minangkabau. Di samping itu, gaya bahasa lokalitas bertujuan menggambarkan tentang cara pengungkapan, cara merasa, dan lain sebagainya.Â