Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Santunan Berbahasa dan Tindak Tutur pada Komunitas Fursal Flamboyan PC Medan Anis Safrita; Debora Simamora; Elvredo Banjarnahor; Lensi Sigalingging; Natalia Nadeak; Natanael Naibaho; Oky Fardian Gafari
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk santunan berbahasa, jenis tindak tutur, serta faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan bahasa dalam Komunitas Futsal Flamboyan PC Medan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap interaksi antaranggota komunitas futsal saat latihan, pertandingan, maupun di luar lapangan. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota Komunitas Futsal Flamboyan PC Medan menerapkan kesantunan berbahasa dalam berbagai situasi komunikasi, baik dalam bentuk motivasi, arahan, ajakan, maupun kritik yang disampaikan secara santun. Jenis tindak tutur yang ditemukan meliputi tindak tutur direktif, representatif, dan komisif. Tindak tutur direktif digunakan untuk memberikan perintah, larangan, dan ajakan; tindak tutur representatif digunakan untuk menyampaikan informasi, pendapat, dan evaluasi; sedangkan tindak tutur komisif digunakan untuk menunjukkan janji, komitmen, dan tanggung jawab anggota komunitas. Faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan bahasa dalam komunitas ini meliputi hubungan sosial antaranggota, tingkat keakraban, situasi pertandingan, serta kondisi emosional penutur. Penelitian ini menunjukkan bahwa kesantunan berbahasa dan penggunaan tindak tutur memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan komunikasi, memperkuat solidaritas, dan meningkatkan kerja sama dalam komunitas futsal.
Analisis Kesantunan Berbahasa Pedagang di Pasar Tradisional MMTC Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deliserdang Goklas Sihombing; Valerina Leo Sinaga; Natalia Siagian; Nabila Putri Adha; Nilfais Laia; Oky Fardian Gafari
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk mengkaji cara berkomunikasi yang sopan, jenis-jenis tindak tutur, serta penerapan prinsip kesopanan dalam kegiatan jual beli di Pasar Tradisional Medan Mega Trade Centre (MMTC), Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi yang melibatkan lima pedagang yang dipilih secara purposif. Pengumpulan data dianalisis dengan menggunakan model Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pedagang di Pasar MMTC menggunakan kesopanan dalam bahasa dengan cara menyapa dengan sopan, memilih kata-kata yang baik, berbicara dengan nada yang ramah, serta menunjukkan sikap menghormati pembeli. Tujuan dari kesopanan ini adalah untuk menciptakan suasana yang nyaman dan membangun hubungan yang baik dengan pelanggan. Selain itu, teridentifikasi lima jenis tindak tutur, yaitu representatif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Tindak tutur yang paling umum digunakan dalam interaksi jual beli adalah representatif, direktif, dan komisif. Penelitian ini juga mengungkapkan penerapan prinsip kesantunan yang berupa maksim kebijaksanaan, maksim penghargaan, dan maksim kesimpatian. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa kesopanan berbahasa memiliki peranan yang signifikan dalam menciptakan komunikasi yang harmonis, meningkatkan kenyamanan pembeli, serta membangun kepercayaan dan hubungan sosial yang positif antara pedagang dan pembeli di Pasar Tradisional MMTC
Analisis Tindak Tutur pada Komunitas Hobby Tinju, Game Online, dan Touring Motor Alya Alya; Dhita Dhita; Dinda dinda; Novita Manik; Novita Paskah; Oky Fardian Gafari
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai instrumen sosial yang memungkinkan individu membangun hubungan, menyampaikan maksud, serta memengaruhi orang lain. Dalam komunitas hobi, komunikasi memiliki peran penting dalam menjaga solidaritas kelompok, mengoordinasikan aktivitas, dan membentuk identitas kolektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan fungsi tindak tutur yang digunakan dalam komunitas tinju, game online, dan touring motor melalui pendekatan pragmatik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan wawancara semi-terstruktur terhadap anggota komunitas. Analisis data dilakukan berdasarkan teori tindak tutur austin dan klasifikasi tindak tutur searle yang meliputi tindak lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak lokusi digunakan untuk menyampaikan informasi dan fakta, tindak ilokusi berfungsi untuk memberikan perintah, ajakan, saran, dan motivasi, sedangkan tindak perlokusi menghasilkan pengaruh psikologis maupun tindakan tertentu pada mitra tutur. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa komunikasi dalam komunitas hobi tidak hanya berfungsi sebagai sarana pertukaran informasi, tetapi juga sebagai mekanisme pembentukan solidaritas, penguatan hubungan sosial, serta koordinasi tindakan kolektif antaranggota. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian pragmatik, khususnya dalam memahami penggunaan bahasa pada komunitas sosial kontemporer.
Fenomena Tumbler Tuku Di Kai Dalam Perspektif Cyber Pragmatik Mika Charolin; Intan Valiza; Mesya Fadila Sani Harahap; Muhammad Ridho Afarrel; Afriani Sasmita Br Manurung; Oky Fardian Gafari; Herning Puspitarini
Jurnal Ilmu Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): BASADYA - Januari
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/basadya.v2i1.1355

Abstract

The viral phenomenon of "tumbler tuku" at PT Kereta Api Indonesia (KAI) is one example of the dynamics of digital communication in the social media era. This case began with a passenger's complaint posted on social media and then escalated into a communication crisis involving multiple parties. The purpose of this research is to examine this phenomenon from a cyberpragmatic perspective, particularly regarding how context functions to understand the intent of utterances in the digital space. This study uses a descriptive qualitative approach by examining utterances on social media, institutional responses, and media coverage. The results indicate that utterances on social media tend to be emotional and judgmental, which can lead to misunderstandings. The virtual context plays a crucial role in rectifying, affirming, clarifying, and underlying the intent of utterances from a cyberpragmatic perspective. Conflicts in the digital public space increase due to misinterpretation of context.
Analisis Tutur Dan Tindak Tutur Dalam Media Sosial: Studi Kasus Sea-Blings Vs Knetz Adinda Andini; Delfira Almuharomah Lubis; Ledy Novwanty Nainggolan; Shema Eklesiya Hutasoit; Wijar Pakpahan; Herning Puspitarini; Oky Fardian Gafari
Jurnal Ilmu Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): BASADYA - Januari
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/basadya.v2i1.1357

Abstract

Social media has become a space for interaction that allows users to express themselves quickly and openly. This often gives rise to debate, especially when involving communities with different cultural backgrounds, such as the Sea-Blings and Knetz. This study aims to analyze the forms of speech and speech acts that emerge in interactions between these two groups on social media. This study uses a pragmatic approach with a focus on the study of speech and speech acts, along with descriptive quantitative methods. The research data consists of written utterances obtained from social media posts and comment columns. The data are then classified based on the type of speech act (locutionary, illocutionary, and perlocutionary), and the type of illocutionary function (expressive, directive, assertive, and commissive). Furthermore, the data are analyzed quantitatively to determine the frequency and trends of each type of speech act. The results show that expressive and directive speech acts are the most dominant forms in interactions between the Sea-Blings and Knetz. These utterances are generally used to convey emotions, criticism, defense, and affirmation of group attitudes and identities. Differences in cultural background and perspective influence how speakers convey and interpret speech, potentially leading to misunderstandings and verbal conflict. This research is expected to provide insight into language usage patterns on social media and raise user awareness of the importance of using polite, wise, and contextually appropriate language in online communication.
Tindak Tutur Netizen Pada Kontroversi Kasus Bunuh Diri Anak Sd Di NTT Kusmariati Kusmariati; Melyanty Nababan; Melinda Maria Sitanggang; Irfansyah Barus; Yuni Tamba; Herning Puspitarini; Oky Fardian Gafari
Jurnal Ilmu Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): BASADYA - Januari
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/basadya.v2i1.1370

Abstract

This article investigates linguistic phenomena in digital spaces arising as a response to a humanitarian tragedy intersecting with controversial public policy. The primary focus of this research is the analysis of netizen speech acts on the social media platform X (formerly Twitter) following the suicide of a fourth-grade elementary student, YBS, in Ngada Regency, East Nusa Tenggara (NTT) in January 2026. This tragedy became a national discourse as it was triggered by the victim's inability to purchase stationery, amidst a heated debate regarding the allocation of the IDR 335 trillion Free Nutritious Meal (MBG) budget, which consumes a significant portion of education funds in the 2026 State Budget. Utilizing a critical pragmatic approach, this research aims to identify types of illocutionary acts, their pragmatic functions, and the politeness and impoliteness strategies employed as instruments of social criticism. The research method is qualitative descriptive, using the non-participatory observation technique (SBLC) on 47 netizen utterances. Findings indicate a dominance of expressive (38.3%) and directive (34.0%) speech acts, reflecting an escalation from collective emotion into structured political demands. This study confirms that social media has transformed into a digital arena where linguistic power is exercised to dismantle structural injustice and demand state accountability for fundamental educational rights.  
Analisis Tindak Tutur Ilokusi Dominan Dalam Komentar Masyarakat Terhadap Video Kekerasan Aparat Terhadap Pelajar Di Media Sosial Cristin Ameria; Delima Br Manullang; Lusia Gita Vanesa; Rismauli Natalia; Syahiba Nadin Yusuf; Oky Fardian Gafari; Herning Puspitarini
Jurnal Ilmu Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): BASADYA - Januari
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/basadya.v2i1.1372

Abstract

This study aims to analyze the dominant types of illocutionary speech acts found in public comments on social media related to the video of violence by Brimob officers against students in Tual City. This issue is important because the use of excessive force, or police brutality, triggers strong emotional reactions on digital platforms like TikTok. Using a descriptive qualitative approach and Searle's pragmatic theory, this research examines netizen comments collected through documentation and note-taking. The results show that expressive and directive illocutionary speech acts dominate the conversation. Expressive acts serve as a means for shared anger and empathy, while directive acts manifest as public demands for a thorough investigation. These findings suggest that language on social media works not only as a communication tool but also as a method of social control and mass mobilization that pressures law enforcement to uphold accountability and professionalism.
Analisis Kesantunan Berbahasa Mahasiswa pada Unit Kegiatan Mahasiswa di Ruang Lingkup Universitas Negeri Medan Mhd. Zidan Aris Fatih; Rachel Mia Novriyanti Tobing; Gomoses Stevencus Simarmata; Mesi Tambunan; Anggita Lydia Sirait; Harlan Nikolas Situmorang; M. Oky Fardian Gafari
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesantunan berbahasa merupakan salah satu unsur penting dalam komunikasi yang berperan dalam menjaga hubungan sosial, menciptakan suasana interaksi yang harmonis, serta mendukung keberhasilan penyampaian pesan. Dalam organisasi kemahasiswaan, penggunaan bahasa yang santun menjadi aspek yang perlu diperhatikan mengingat tingginya intensitas komunikasi antaranggota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk kesantunan berbahasa yang digunakan mahasiswa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penerapannya dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Negeri Medan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi terhadap tiga mahasiswa yang aktif dalam organisasi MAPALA UNIMED, PMI UNIMED, dan PERSMA Kreatif UNIMED. Pemilihan responden dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Data yang terkumpul dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa pada ketiga organisasi telah menerapkan berbagai bentuk kesantunan berbahasa, seperti menghargai pendapat orang lain, menggunakan sapaan yang menunjukkan rasa hormat, meminta izin sebelum menyampaikan pendapat, serta menyampaikan kritik dan saran dengan cara yang santun. Penerapan kesantunan berbahasa dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain hubungan sosial antaranggota, tingkat senioritas, budaya organisasi, situasi komunikasi, dan penggunaan media digital. Namun demikian, masih ditemukan penggunaan bahasa yang kurang santun terutama dalam komunikasi yang bersifat informal dan melalui media sosial. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya kesantunan berbahasa guna mewujudkan lingkungan organisasi yang harmonis, profesional, dan beretika.
Analisis Kesantunan Tuturan Anggota UKMKP FIS Unimed Berdasarkan Prinsip Kesantunan Leech Grecia Margarethe; Escha Purba; Daniel Try; Stevanie Diva Marpaung; Rahel Namisa Ginting; David Ferdinan; M. Oky Fardian Gafari
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas kesantunan tuturan anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Kristen Protestan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan berdasarkan prinsip kesantunan Geoffrey Leech. Kajian ini penting karena komunikasi dalam organisasi mahasiswa tidak hanya berfungsi untuk menyampaikan informasi, tetapi juga menjaga hubungan sosial antaranggota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data berupa tuturan anggota UKMKP FIS Unimed dalam kegiatan organisasi, seperti rapat, diskusi, koordinasi kegiatan, persiapan ibadah, dan komunikasi informal. Data dikumpulkan melalui observasi, teknik simak, teknik catat, rekaman, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan anggota UKMKP FIS Unimed telah mencerminkan prinsip kesantunan berbahasa. Keenam maksim Leech ditemukan dalam interaksi anggota, yaitu maksim kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kerendahan hati, permufakatan, dan kesimpatian. Maksim kebijaksanaan menjadi maksim yang paling dominan karena anggota cenderung menggunakan tuturan yang tidak memaksa, mempertimbangkan perasaan lawan tutur, dan menjaga kenyamanan komunikasi. Temuan ini menunjukkan bahwa kesantunan berbahasa dalam organisasi mahasiswa berperan penting dalam menciptakan komunikasi yang harmonis, efektif, dan saling menghargai.
Analisis Kesantunan Berbahasa Sebagai Cerminan Budaya Komunikasi Sopir Angkot 103 Di Kota Medan Dinda Safira Devianda; Dinda Ujung; Martina Sihotang; Noni Aulia Pratiwi; Sri Malem Teta Tarigan; Theresia Anggi Natama; Yuliana Kristina Sinurat; Oky Fardian Gafari
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kesantunan berbahasa yang digunakan oleh sopir angkot 103 di Kota Medan sebagai cerminan budaya komunikasi masyarakat setempat, serta mengetahui dampak penggunaan bahasa sopan dan tidak sopan terhadap kenyamanan penumpang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi langsung di lapangan. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesantunan berbahasa sopir angkot 103 berada pada tingkat yang bervariasi. Sebagian sopir menggunakan bahasa yang santun dan ramah, sementara sebagian lainnya cenderung menggunakan tuturan yang tegas dan bernada tinggi, khususnya dalam situasi tertentu seperti kemacetan atau tekanan pekerjaan. Cara berbahasa para sopir mencerminkan budaya komunikasi masyarakat Kota Medan yang bercirikan lugas, spontan, komunikatif, dan mudah akrab, dengan penggunaan dialek Melayu Medan yang bercampur unsur bahasa Batak serta istilah-istilah lokal. Nada bicara tinggi dalam konteks budaya Medan tidak selalu bermakna kasar, meskipun dapat menimbulkan persepsi berbeda bagi penumpang dari luar daerah. Selain itu, ditemukan bahwa penggunaan bahasa yang sopan berdampak positif terhadap kenyamanan penumpang, sementara penggunaan bahasa yang tidak sopan berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan emosional hingga konflik. Penelitian ini menegaskan bahwa kesantunan berbahasa merupakan faktor penting dalam membangun pelayanan transportasi umum yang harmonis dan berkualitas.
Co-Authors Abdurahman Adisaputera Abdurahman Adisaputera Abdurrahman Adisahputera Adinda Andini Aditia Hizki Tarigan Afriani Sasmita Br Manurung Alya Alya Amanda Rizky Audia Andini Aulia Anggita Lydia Sirait Anis Safrita Arianto, Tomi Artha Uly Sitorus Assalam, Muhammad Hafidz Astuti, Wahyu Wiji Aulia Syahfitri Harahap Ayu Nadira Nadira Wulandari Berlianta Saragih Bertiana Putri Saragih Cahyani Oktavia Saragih Chairunnisa, Hera Cindy Adelia Cristin Ameria Damanik, Bea Anantha Daniel Try Daulat Saragi David Ferdinan Debora Simamora Delfira Almuharomah Lubis Delima Br Manullang Delima br Pakpahan Desi Sanjung Ayu Harepa Devi Enjelina Nainggolan Dewi Wahyuni Dhita Dhita Dinda dinda Dinda Safira Devianda Dinda Ujung Dini Deswina Sagala Dwi Aulia Syafira Purba Elisabeth Siska Limbong Elly Prihasti W Elvredo Banjarnahor Enjel Mitra Wati Escha Purba Fadhilah Sabrina Fahmy Dalimunthe, Syairal Geovany Panjaitan Goklas Sihombing Gomoses Stevencus Simarmata Grecia Margarethe Harlan Nikolas Situmorang HENDRA KURNIA PULUNGAN, HENDRA KURNIA Henni Julia Citra Sitorus Herning Puspitarini Herza Alwanny Intan Mumtazah Assaidah Intan Valiza Irfansyah Barus Irwandy Isah Cahyani Izky TrisyaPutri Jonner P Naibaho Juanda Alfario Turnip Jumaedi Nainggolan, Febrian Juwita Maya Sari. S Khairil Ansari Kristiani Purba Kristin Agustina Simanjuntak Kusmariati Kusmariati Ledy Novwanty Nainggolan Lensi sigalingging Lusia Gita Vanesa M Anggie J Daulay M. Surip Maharani Siahaan, Elisa Mara Untung Martina Sihotang Maturianus Laia Meiriati Simanjuntak Melinda Maria Sitanggang Melyanty Nababan Mersi Doknauli Simatupang Mesi Tambunan Mesya Fadila Sani Harahap Mey Waty Aulia Mhd. Zidan Aris Fatih Mika Charolin Mohd. Apryanta Sukasa Muhammad Hafidz Assalam Muhammad Hafidz Assalam Muhammad Ridho Afarrel Mutsyuhito Solin Nabila Putri Adha Nadilla Putri Nandita Septika Baeha Nasya Kholisha Natal Fransiska Manalu Natalia Nadeak Natalia Siagian Natanael Naibaho Nilfais Laia Noni Aulia Pratiwi Novita Manik Novita Paskah Paino, Novhira Putri Priska Br Kaban Pulungan, Hendra K. Puspita Sari Br Tarigan Putri Diana Putri Indahyani Tarigan Qania Gultom Rachel Mia Novriyanti Tobing Rahel Namisa Ginting Raniko S. Maha Reviani Manullang, Ester Riky Gunawan Siregar Rini Syarifah Rismauli Natalia Sahputra Sihombing Saibil Aprilia Sakinah Warohmah Santa Ulina Septiani Sihaloho, Jelita Shema Eklesiya Hutasoit Sihombing, Erlina Silalahi, Maysarah Sopiana Sembiring, Kamelia Rut Sri Lestari Siregar Sri Malem Teta Tarigan Stevanie Diva Marpaung Syahiba Nadin Yusuf Syairal Fahmy Dalimunthe Syarah Amaliyah Usman Theresia Anggi Natama Trifena Euodia Keren Happuch Simangunsong Triya Ayu Anggreni Valerina Leo Sinaga Veronika Simbolon Vina salya Wahyu Wiji Astuti Wahyu Wiji Astuti Wijar Pakpahan Yuliana Kristina Sinurat Yuliana Santa Lore Purba Yuni Tamba Yusnika Sihite Zai Alpris