Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

DOMINASI MASKULINITAS SUKU BATAK: ANALISIS KONSTRUKSI BUDAYA PATRIARKI DALAM FILM NGERI-NGERI SEDAP Dasa Oktaviani BR Ginting; Edy Suryanto; Nugraheni Eko Wardani
Widyaparwa Vol 51, No 1 (2023)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/wdprw.v51i1.1290

Abstract

This research was conducted to read the description of the dominance of masculinity in the construction of patriarchal culture contained in the movie Ngeri-Ngeri Sedap. The main reason for conducting this research is to explain how the form of patriarchal cultural construction that appears in the film Ngeri-Ngeri Sedap so that the study of Batak culture and how the description of the dominance of masculinity can be comprehensive. The research was conducted by conducting research to look at films from a social and ideological perspective. The method used is using a qualitative and interpretative approach using the encoding or decoding paradigm where media producers encode a text production that produces meaning based on their understanding of a particular social context. The results found are 1) a general description of the dominance of masculinity in the Batak tribe which is related to the kinship system known as patrilineal (lineage based on father/father), 2) The fact that the construction of patriarchal culture in Ngeri-Ngeri Sedap is shown in several footage and dialogues and analyzed based on Tuncay's theory.Penelitian ini dilaksanakan untuk membaca gambaran dari dominasi maskulinitas dalam konstruksi budaya patriarki yang terdapat dalam film Ngeri-Ngeri Sedap. Alasan utama dilaksanakannya penelitian ini adalah menjelaskan bagaimanakah bentuk konstruksi budaya patriarki yang muncul dalam film Ngeri-Ngeri Sedap sehingga kajian mengenai kebudayaan Batak serta bagaimana gambaran dominasi maskulinitas tersebut dapat menjadi komprehensif. Penelitian dilaksanakan dengan melihat film dari prespektif sosial dan ideologis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan interpretatif dengan menggunakan paradigma encoding atau decoding (penyandian atau pengawasandian) dimana produser media menyandikan suatu produksi teks yang menghasilkan makna berdasarkan pemahamannya mengenai konteks sosial tertentu. Hasil yang ditemukan adalah 1) gambaran secara umum dominasi maskulinitas pada suku Batak yang berkaitan dengan sistem kekerabatan yang dikenal dengan patrilineal (garis keturunan berdasarkan ayah/bapak), 2) Ditemukannya fakta bahwa konstruksi budaya patriarki dalam film Ngeri-Ngeri Sedap ditampilkan pada beberapa cuplikan dan dialog dan dianalisis berdasarkan pada teori Tuncay.
Karakteristik Penggunaan Bahasa dalam Pembelajaran Kelas X di SMA Negeri 1 Karanggede Byuti Adi Maghfiroh; Muhammad Rohmadi; Nugraheni Eko Wardani
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 10 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v10i2.5377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menjelaskan karakteristik penggunaan bahasa Indonesia dalam pembelajaran kelas X di SMA Negeri 1 Karanggede, (2) mendeskripsikan dan menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan adanya karakteristik penggunaan bahasa Indonesia, serta (3) mengetahui dan menjelaskan fungsi bahasa Indonesia dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis isi. Sumber data pada penelitian ini adalah tuturan guru dan siswa kelas X dalam pembelajaran serta informan meliputi guru dan siswa kelas X. teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, simak catat, dan wawancara. Teknik uji validitas data menggunakan teknik triangulasi data dan triangulasi teori. Teknik analisis data menggunakan teknik mengalir dengan tahapan dari awal pengumpulan data hingga kesimpulan akhir. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, terdapat enam karakteristik penggunaan bahasa dalam pembelajaran kelas X, yaitu bentuk ragam resmi, ragam usaha, ragam santai, ragam akrab, campur kode, dan alih kode. Kedua, ditemukan delapan faktor penyebab terjadinya penggunaan bahasa yang ditemukan, yaitu situasi penutur, posisi penutur, topik pembicaraan, lawan tutur, kebiasaan, refleks, kepanikan, dan keingintahuan. Ketiga, ditemukan lima belas fungsi bahasa pada pembelajaran kelas X, yaitu fungsi menyampaikan, memastikan, memusatkan perhatian, menerangkan, memerintah, menanyakan, meyakinkan, menegur, menegaskan, menyarankan, menghibur, mengeluh, menasihati, mengajak, dan mengimbangi lawan tutur. Total data yang ditemukan berjumlah 130 data.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN DRAMA DENGAN STRATEGI TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBASIS DONGKREK Dwi Rohman Sholeh; Herman J. Waluyo; Setya Yuwana Sudikan; Nugraheni Eko Wardani
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, NO 1 (2019)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v6i1.9679

Abstract

Abstract: This research is meant to: (1) describe the planning of Drama learning using Dongkrek-based Teams Games Tournament (TGT) strategy, (2) describe the implementation of Drama learning using Dongkrek-Based TGT strategy, and (3) describe the obstacles faced by the lecturers and students in drama learning using Dongkrek-Based TGT  strategy. This descriptive qualitative research took place in IKIP PGRI Madiun, East Java. The result shows that (1) The lecturer who responsible for the planning of Drama learning using Dongkrek-Based TGT strategy has implemented the designed syllabus while the objectives has been in accordance with the Standard Competency and Basic Competence.  Furthermore, the syllabus has includes the complete implementation procedures starting from initial activity of apperception, elaboration, confirmation and motivation. Main activities includes exploration, elaboration and confirmation followed by closing. (2) The implementation of Drama learning using Dongkrek-based TGT strategy included ‘Practice/performance test” in the syllabus but performed written test in the implementation while giving assignment to the student. In addition, there are some points of indicators which have not been achieved by students and didn’t received any special attention from the lecturer. The learning objectives have been in accordance with the Standard Competency and Basic Competency of the syllabus. (3) Obstacles faced by lecturer and students in the implementation of drama learning using Dongkrek-Based TGT strategy proved to be joyful learning as it comes from local culture called Dongkrek as students gained immediate competency on literacy instead of the theory. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan  perencanaan pembelajaran drama dengan strategi Teams Games Tournament (TGT) berbasis dongkrek, (2) mendeskripsikan  penerapan pembelajaran drama dengan strategi TGT berbasis dongkrek, dan (3) mendeskripsikan kendala-kendala apa sajakah yang dihadapi dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran drama dengan strategi TGT berbasis dongkrek. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang mengambil lokasi di IKIP PGRI Madiun Jawa Timur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Dosen pengampu dalam perencanaan pembelajaran drama dengan strategi TGT berbasis dongkrek, sudah mengikuti silabus yang dibuat, tujuan sudah sesuai dengan SK dan KD yang digunakan. Kemudian silabus langkah-langkah pembelajaran sudah lengkap dimulai dari kegiatan awal yang melingkupi apersepsi, elaborasi, konfirmasi dan motivasi. Kegiatan inti melingkupi eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, kemudian penutup. (2) Penerapan pembelajaran drama dengan TGT berbasis dongkrek pada teknik penilaian pada silabus dicantumkan “tes praktik/ kinerja” namun dosen lebih kepada tes tulis ketika memberikan tugas mahasiswa, ada pula beberapa poin indikator yang belum mampu dicapai oleh mahasiswa dan tidak mendapat perhatian khusus dari dosen. Tujuan pembelajaran juga sudah sesuai dengan SK dan KD pada silabus. (3) Kendala-kendala dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran drama dengan strategi TGT berbasis dongkrek, karena sebuah pembelajaran yang berangkat dari sebuah kesenian lokal yaitu kesenian dongkrek maka pembelajaran drama untuk mahasiswa  menyenangkan (joyful learning) karena mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung tentang kompetensi kesastraan dan bersastra dan tidak hanya berteori.Permalink/DOI: http://doi.org/10.15408/dialektika.v6i1.9679 
REPRESENTATION OF SOCIAL EDUCATION VALUE OF TRANSGENDER CHARACTER IN THE NOVEL OF CALABAI BY PEPI AL-BAYQUNIE AS STIMULUS OF CHARACTER BUILDING IN PROSE APPRECIATION LEARNING IN STKIP PONOROGO Aji Kusuma, Krisna; J. Waluyo, Herman; EKo Wardani, Nugraheni
Journal of Education Reseach and Evaluation Vol 2 No 2 (2018): May
Publisher : LPPM Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.582 KB) | DOI: 10.23887/jere.v2i2.13807

Abstract

This research is a qualitative descriptive research that aimed to understand the life of the transgender figure in the novel of Calabai, analyzing the values of social education reflected through the example of calabai attitude, and analyzing the integration of social education values of calabai figures as a stimulus to build character in learning of prose appreciation in STKIP PGRI Ponorogo. The source of data used in this research is Calabai novel document by Pepi Al-Bayqunie, while the data collected in the form of the result of the study note of the novel. Data collecting technique uses non-interactive technique by doing intensive reading on the novel and do recording actively by content analyzing method. Validity of this research uses data triangulation technique and method of triangulation. Data analysis techniques using interactive analysis model, which is data reduction, presentation, and conclusion. The results of this research show that the sensitivity and the concern of transgender characters in the novel of Calabai to fellows is a representative value of social education model to the younger generation. The value of social education reflected through the transgender figure in the novel of Calabai includes the social attitude of caring family, caring friend, and caring for the community. Social care is manifested in the form of obedience, patience, sacrifice, sincerity, religious, sympathy and empathy, gratitude, and compassion. The values of social education represented by transgender figures in the novel Calabai can be used as a stimulus to build character in prose appreciation learning in STKIP PGRI Ponorogo.
Nilai Kecerdasan Ekologis dalam Buku Ajar Bahasa Indonesia Berbasis Kurikulum Merdeka di SMP Yogyakarta Saputri, Nanda Dewi; Suwandi, Sarwiji; Eko Wardani, Nugraheni
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v7i1.12341

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai ekologis dalam buku ajar Bahasa Indonesia berbasis Kurikulum Merdeka di SMP terbitan pemerintah dan non-pemerintah serta membandingkan keterpaduan nilai ekologis di buku ajar dari berbagai penerbit, yaitu Kemendikbud, Erlangga, dan Yudhistira. Penelitian dilakukan dengan pendekatan analisis isi. Sumber data adalah tiga buku ajar Bahasa Indonesia berbasis Kurikulum Merdeka SMP terbitan pemerintah dan enam terbitan non-pemerintah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis dokumen. Uji validitas data dilakukan dengan triangulasi teori. Analisis data dilakukan dengan model mengalir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ajar Bahasa Indonesia yang digunakan di SMP Yogyakarta dari penerbit Kemendikbud, Yudhistira, dan Erlangga telah memuat komponen nilai kecerdasan ekologis berdasarkan prinsip David Orr meskipun dengan jumlah muatan yang berbeda-beda. Buku terbitan Kemendikbud memuat ketujuh komponen dengan 45 data, Yudhistira memuat ketujuh komponen dengan 53 data, sedangkan Erlangga hanya memuat lima komponen dengan 33 data. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pengembangan buku ajar Bahasa Indonesia yang lebih komprehensif dalam mengintegrasikan nilai-nilai kecerdasan ekologis untuk membentuk kesadaran lingkungan pada peserta didik. Temuan tersebut dapat menjadi dasar bagi penyusun buku ajar, pemangku kebijakan, dan guru untuk memperkaya konten ekologis serta melakukan penguatan materi melalui kegiatan pembelajaran tambahan sebagai upaya mendukung pendidikan berkelanjutan yang responsif terhadap tantangan lingkungan global.
The Value of Character Education in the Novel Matahari by Tere Liye and Relevensi as Literary Learning in High School Rosyada, Amrina; Kundharu Saddhono; Nugraheni Eko Wardani
Jurnal Sastra Indonesia Vol. 14 No. 2 (2025): July
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v14i2.27584

Abstract

Morality is part of the elements of structured cultural values. This study aims to describe the value of character education in the novel Matahari by Tere Liye as the relevance of literary learning in high school. This type of research uses a qualitative description with a content analysis approach. The data in the study is in the form of quotes of words, sentences, and paragraphs in the novel. The data source was obtained through Tere Liye's novel Matahari. The data collection technique in this study is document analysis that reflects the character values of Pancasila student profiles integrated through Lickona's theory. Data analysis techniques include reading, analysis, and recording. The data validity test was conducted through theoretical triangulation using the following analysis techniques. The results of this study reveal that the values of character education in the novel Matahari by Tere Liye reflect the value of character education of Pancasila student profiles, The values of character education are then integrated into the theory put forward by Lickona by covering three main dimensions; moral knowing, moral feeling, and moral action. In addition, the findings in this study also reveal that the character education values contained in the novel not only represent the ethical aspect but also reflect cultural values that are relevant to the context of character education in schools.
The Use of Educational Stickers as Indonesian Language Learning Campaign Media in the Era of Multilingual Communication Yulandari, Esti; Saddhono, Kundharu; Eko Wardani, Nugraheni
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 9, No 1 (2024): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Februari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v9i1.6718

Abstract

Technological advances have caused numerous changes in every aspect of human life, including the languages used in communication. Indonesia is one of the countries with a multitude of languages, so in general, the Indonesian population communicates in more than one language. However, Indonesian serves as the national language that unites the nation amid the various regional and foreign languages that exist. The position of the Indonesian language should be prioritized over others because it is used as the national language and for communication in public spaces. However, over time, the existence of the Indonesian language has begun to erode. To preserve its existence, a campaign for the Indonesian language is necessary, and this can be achieved through the creation of educational stickers using Canva as a medium. This research employs a qualitative descriptive method. The production of stickers through Canva is expected to be one of the efforts to preserve the Indonesian language and its status as the national language for communication in public spaces.
ASPEK KEJIWAAN TOKOH-TOKOH DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL MIMPI ANAK PULAU KARYA ABIDAH EL KHALIEQY SERTA RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA Ismanto; Rakhmawati, Ani; Eko Wardani, Nugraheni
Jurnal Nusantara Raya Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v2i2.9347

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek kejiwaan tokoh-tokoh, nilai pendidikan karakter dalam novel dan relevansinya sebagai bahan pembelajaran di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode content analysis (analisis isi). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini pendekatan psikologi sastra melalui teori psikologi Abraham Maslow. Sumber data penelitian adalah: (1) teks novel Mimpi Anak Pulau karya Abidah El Khalieqy; (2) panduan wawancara; (3) silabus pembelajararan Bahasa Indonesia di SMA kelas XII; (4) buku literatur yang relevan. Teknik pengumpulan data dengan analisis dokumen dan wawancara. Teknik validasi data dengan triangulasi data dan sumber. Teknik analisis data dengan model analisis interaktif. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa : (1) terdapat tiga aspek kejiwaan yang mempengaruhi tokoh-tokoh dalam novel Mimpi Anak Pulau karya Abidah El Khalieqy yaitu: konflik; belajar; dan motif. Ketiga aspek kejiwaan tersebut mempengaruhi tingkat kebutuhan tokoh-tokoh dalam novel seperti: kebutuhan fisiologis; kebutuhan rasa aman, kebutuhan dicintai dan disayangi; kebutuhan harga diri hingga kebutuhan aktualisasi diri; (2) terdapat sepuluh nilai pendidikan karakter yang menonjol dalam novel Mimpi Anak Pulau karya Abidah El Khalieqy yaitu; religius; kerja keras; kreatif; tanggung jawab; rasa ingin tahu; peduli sosial; cinta tanah air; semangat kebangsaan dan nasionalisme; jujur dan mandiri; (3) materi pembelajaran yang sesuai dengan hasil analisis psikologi sastra dan nilai pendidikan karakter novel Mimpi Anak Pulau karya Abidah El Khalieqy adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas XII SMA.