Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Agro

Penentuan umur panen beberapa kultivar mangga (Mangifera indica L.) Widya Astuti; Umi Trisnaningsih; Dodi Budirokhman
Jurnal Agro Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/19684

Abstract

Salah satu penyebab rendahnya kualitas buah mangga adalah umur panen yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur panen terhadap kualitas beberapa kultivar mangga (Mangifera indica L.). Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Juli sampai November 2021 di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Swadaya Gunung Jati. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor yang diuji adalah kombinasi antara kultivar mangga (Gedong Gincu, Arumanis, Cengkir, dan Lalijiwo) dengan umur panen (60, 75, 90, 105, dan 120 hari setelah bunga mekar). Perlakuan diulang sebanyak 2 kali sehingga didapat 40 satuan percobaan. Variabel yang diamati adalah bobot segar buah, susut bobot buah, kekerasan buah, vitamin C, dan total padatan terlarut. Hasil penelitian menunjukkan bobot buah Arumanis dan Cengkir pada umur 90–120 Hari Setelah Bungan Mekar (HSBM) lebih tinggi dibanding kultivar lainnya. Susut bobot paling rendah terjadi pada Gedong Gincu dan Arumanis umur 120 HSBM sedangkan kandungan vitamin C dan total padatan terlarut yang tinggi diperoleh pada Gedong Gincu, Cengkir, dan Lalijiwo umur 120 hari setelah bunga mekar. Umur panen terbaik untuk semua kultivar adalah antara 90–120 HSBM.ABSTRACTOne of the causes of mango’s low quality is the improper harvesting age. This study aimed to determine the effect of harvest age on the quality of several mango cultivars (Mangifera indicaL.). This research was carried out from July to November 2021 at the Laboratory of Agriculture Faculty, Universitas Swadaya Gunung Jati. The research method used was the experimental method with a Completely Randomized Design (CRD). The factor tested was a combination of mango cultivars (Gedong Gincu, Arumanis, Cengkir, and Lalijiwo) and harvest age (60, 75, 90, 105, and 120 days after the flower blooms). The treatment was repeated 2 times so that 40 trials were obtained. The variables age observed were fresh fruit weight, fruit weight loss, fruit hardness, vitamin C, and total dissolved solids. The results showed that Arumanis and Cengkir fruit weights of 90-120 days after blooming (DAB) were higher than other cultivars. The lowest weight loss occurred in Gedong Gincu and Arumanis at 120 DAB, vitamin C content and total soluble solids were obtained in Gedong Gincu, Cengkir, and Lalijiwo at 120 DAB. The best harvest age for all cultivars was between 90 – 120 DAB.
Pertumbuhan dan hasil dua spesies kacang koro (Mucuna pruriens; Canavalia ensivormis) akibat pupuk NPK Trisnaningsih, Umi; Dukat, Dukat; Saleh, Ismail; Maulana, Wahyudi; Auliya, Sukma Nur; Nurraffa, Muhammad Fatiharizqi; Abdurrazaq, Difaa Ali Subhan
Jurnal AGRO Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/j.agro.45222

Abstract

Jack bean (Canavalia ensiformis L.) and velvet bean (Mucuna pruriens L.) are local legume species with significant potential as sources of plant-based protein. To date, both species have primarily been utilized as sources of animal feed, green manure, and cover crops. This study aims to evaluate the effects of NPK fertilizer on the growth and yield of the two legume species. The experiment was conducted in Nanggela Village, Mandirancan District, Kuningan Regency, from June to November 2024. The experimental design used was a Randomized complete block design with treatments combining legume species (Jack bean and velvet bean) with NPK fertilizer applied at rates of 150, 225, 300, 375, and 450 kg ha-1. The variables observed were plant height, number of leaves, stem diameter, root length, root volume, leaf area index, relative growth rate, net assimilation rate, number of pods per plot, number of seeds per pod, weight of 100 seeds, and weight of seeds per plot. The results showed that the combination of species and NPK fertilizer doses significantly affected the growth and yield of koro plants. The best results were obtained from the treatment of jack bean with a dose of NPK fertilizer of 300 kg ha-1.   ABSTRAK Kacang koro pedang (Canavalia ensiformis L.) dan koro benguk (Mucuna pruriens L.) merupakan spesies lokal yang memiliki potensi sebagai sumber protein nabati. Selama ini kedua spesies tersebut dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak, pupuk hijau, dan tanaman penutup tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil dua spesies koro. Percobaan dilaksanakan di Desa Nanggela, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan pada bulan Juni sampai November 2024. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan kombinasi antara spesies koro (koro pedang dan koro benguk) dengan dosis pupuk NPK (150, 225, 300, 375, dan 450 kg ha-1). Semua perlakuan diulang tiga kali sehingga terdapat 30 satuan percobaan. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang akar, volume akar, indeks luas daun, laju pertumbuhan relatif, laju asimilasi bersih, jumlah polong per petak, jumlah biji per polong, bobot 100 butir biji, dan bobot biji per petak. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi spesies koro dan dosis pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman koro. Hasil terbaik diperoleh dari perlakuan koro pedang dengan dosis pupuk NPK 300 kg ha-1. Dalam budidaya koro pedang, disarankan untuk menggunakan pupuk NPK (16:16:16) dengan dosis 300 kg ha-1, sebagai upaya untuk menggantikan kedelai pada wilayah-wilayah di mana kedelai sulit tumbuh.   Kata kunci: Koro pedang, koro benguk, pertumbuhan, pupuk majemuk