Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Dampak Industrialisasi Pedesaan dalam Ketahanan Sosial Masyarakat Nagari Kasang Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman Novar, Siska Serly; Elfemi, Nilda; Akbar, Waza Karia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.1902

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya proses industrialisasi dapat menyebabkan terjadinya perubahan sosial. Sehingga hal ini membawa perubahan struktur sosial yang dapat memberikan dampak bagi kehidupan masyarakat yang dapat menimbulkan terjadinya perubahan pola interaksi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui dampak industrialisasi pedesaan dalam ketahanan sosial masyarakat Nagari Kasang Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Informan penelitian pada penelitian ini berjumlah 10 orang. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi non partisipan, wawancara mendalam serta studi dokumen. Dalam penelitian ini unit analisisnya adalah kelompok. Penelitian ini menggunakan analisis data yang dikembangkan oleh Milles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi data. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya industrialisasi pedesaan memberikan dampak pada kehidupan masyarakat, baik dampak positif maupun dampak negatif. Dampak positifnya meliputi terjadinya perubahan pola pekerjaan, terciptanya pola pekerjaan baru, terjadinya perubahan pola pikir tentang pendidikan, dan mengurangi pengangguran. Sedangkan dampak negatifnya meliputi pencemaran lingkungan, konsumemerisme, dan terjadinya perubahan pola interaksi. Adanya industrialisasi pedesaan dapat menyebabkan terjadinya perubahan sosial terutama pada pola interaksi masyarakat. Hal ini dapat dilihat pada interaksi masyarakat yang sudah mulai memudar yang disebabkan karena kesibukan bekerja di sektor indutstri. Untuk dapat menjaga ketahanan sosial, masyarakat dapat memberikan kontribusi partisipasi berupa uang seperti membeli makanan untuk kebutuhan konsumsi masyarakat yang bergotong royong. Dapat dikatakan bahwa masyarakat dapat menjaga ketahanan sosial dalam menghadapi perubahan sosial. Masyarakat Nagari Kasang juga mampu menyesuaikan dirinya dalam menghadapii perubahan sosial yang muncul akibat dari proses industrialisasi yang ada di Nagari Kasang.
Makna Tradisi Mangain Sebelum Acara Pernikahan pada Masyarakat Batak Toba di Batusangkar Kabupaten Tanah Datar Sinaga, Agnes Herlina; Sarbaitinil, Sarbaitinil; Elfemi, Nilda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.1917

Abstract

Tradisi Mangain adalah bagian tradisi masyarakat Suku Batak yang dilakukan untuk mengangkat anak dan memberikan Marga. Tradisi Mangain masyarakat Batak Toba di Batusangkar Kabupaten Tanah Datar dalam tradisi Mangain. Adat tradisi Mangain ini dibuat dulu adatnya atau resepsi sebelum acara pernikahan yang disebut resepsi pengangkatan anak, tidak bisa pernikahan dilakukan sebelum ada marganya di dalam pernikahan adat Batak ini, sehingga harus sah marganya dan barulah bisa dilakukan acara tradisi Mangain ini menuju pernikahan dengan menentukan orang tua angkatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis Makna Tradisi Mangain Sebelum Acara Pernikahan Pada Masyarakat Batak Toba Di Batusangkar Kabupaten Tanah Datar. Untuk menjelaskan permasalahan penelitian ini, teori yang digunakan adalah teori Herbert Blumer tentang Interaksionalisme Simbolik. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dan tipe penelitian deskriptif. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan cara purposive sampling. Informan dalam penelitian ini adalah masyarakat batak toba yang melaksanakan tradisi Mangain, tokoh agama, masyarakat batak toba di Batusangkar yang menghadiri tradisi Mangain. metode pengumpulan dilakukan dengan tiga cara yaitu: observasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Analisis data yang digunakan data iteraktif dari Miles Huberman. Hasil penelitian ini adalah menunjukan bahwa permasalahan yang ditemukan dilapangan terkait dengan makna tradisi Mangain sebelum acara pernikahan pada masyarakat Batak Toba Di Batusangkar Kabupaten Tanah Datar, secara umum tradisi Mangain ini adalah tradisi yang sudah ada secara turun-temurun pada masyarakat suku Batak yang dilakukan untuk mengangkat anak dan memberikan marga, termaksud masyarakat Batak yang ada di perantauan diluar Sumatera Utara, dalam hal ini proses tradisi Mangain ini dilaksanakan satu sampai dua Minggu sebelum acara Pernikahan adat Batak. Tujuan dari tradisi Mangain ini adalah untuk mempererat interaksi-interaksi masyarakat yang sempurna agar ikatan keluarga tidak terputus. Prosesi dalam tradisi Mangain yaitu adanya musyawarah antara kedua keluarga terkait proses tradisi Mangain, makan bersama ditampilkan adanya nasi putih, air mineral, ikan mas, ulos, dan uang yang memiliki makna di dalam tradisi Mangain, pemberian ulos kepada pengantin yang mengikuti tradisi Mangain, penyerahan makanan adat kepada saudara laki-laki perempuan (Hula-hula), pemberian uang (Upa Panggabei), dan penutup tradisi Mangain dengan kebaktian singkat oleh saudara laki-laki perempuan (Hula-hula).
Perubahan Tradisi Saat Manjalang Mintuo dalam Upacara Perkawinan di Nagari Koto Anau Basa IV Balai Kabupaten Pesisir Selatan Yani, Eka Putri; Elfemi, Nilda; Erningsih, Erningsih
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2028

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Perubahan Tradisi saat Manjalang Mintuo dalam Upacara Perkawinan di Nagari Koto Anau Kecamatan Basa Ampek Balai Kabupaten Pesisir Selatan. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk perubahan tradisi manjalang mintuo dalam upacara perkawinan di Nagari Koto Anau Kecamatan Basa Ampek Balai Kabupaten Pesisir Selatan.. Teori yang telah digunakan dalam penelitian ini adalah Menurut Neil Smelser ia menyatakan unsur penting dalam teori perubahan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe deskriptif. Teknik pemilihan informan dilakukandengan mengunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini mengunakan wawancara mendalam(indepti interview). Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini mengunakan interaktif yang dikembangkan oleh Milles dan Huberman yaitu: (1) Pengumpulan data, (2) Reduksi data, (3) Penyajian data, dan (4) Penarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bentuk perubahan tradisi manjalang mintuo a) Waktu Pelaksanaan b) jumlah rombongan c) bawaan dalam manjalang mintu dan d) Balasan e) Tempat meletakan bawaan(ayam bulek).
Faktor Penyebab Bertahannya Tari Tradisional Kuda Lumping di Jorong Batas Minang Nagari Kurnia Selatan Kecamatan Sungai Rumbai Kabupaten Dharmasraya Gea, Maya Anjani; Elfemi, Nilda; Rahmadani, Sri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2117

Abstract

Kesenian kuda lumping adalah pertunjukan yang diiringi oleh musik tradisional gamelan, dan alat musik pengiring lainnya, kuda-kudaan yang dikenakan oleh para pemain yang tidak ubahnya tengah menunggangi seekor kuda dalam iringan musik. Meskipun permainan ini berasal dari daerah asli jawa, permainan ini juga tetap terjaga keberadaanya didaerah lain dan tetap dilestarikan oleh masyarakat jawa pendatang hal ini juga terjadi didaerah Jorong Batas Minang, meskipun bukan asli penduduk pribumi dan dikelilingi oleh masyarakat asli Minang kabau, kebudayaan atau kebiasaan turun-temurun tetap dilakukan di dalam masyarakat Jawa tersebut, misalnya pertunjukan Kuda lumping tetap ditampilkan hingga saat ini. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan faktor penyebab bertahannya tradisi kuda lumping di Jorong Batas Minang Nagari Kurnia Selatan Kecamatan Sungai Rumbai Kabupaten Dharmasraya. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu data yang berbentuk data, kalimat dan gambar yang didapat di lapangan. Tipe penelitian berupa tipe deskriptif dimana peneliti menggambarakan, memaparkan dan menganalisis hasil penelitian yang didapat menjadi lebih luas lagi. Studi dokumen dalam peneliti dalam penelitian ini adalah dengan mencari dan mempelajari dokumen yang berhunungan dengan permasalahan yang diteliti, ada pun studi dokumen dalam penelitian ini yaitu gambar pementasan pertunjukkan kuda lumping yang didapat dari informan. Dari hasil penelitian, ada pun beberapa faktor penyebab bertahannya tradisi kuda lumping di Jorong Batas Minang Nagari Kurnai Selatan yaitu :1) Kekompakkan antara anggota komunitas kuda lumping, hal ini dapat dilihat dari keinginan para pemain untuk memperkenalkan kesenian kuda lumping pada masyarakat luas, meskipun tanpa bantuan dana dar pihak lain para pemain berusaha iuran bersama agar dapat melaksanakan pertunjukan. 2) Adanya dukungan keluarga pemain kuda lumping, hal ini ditandai adanya keluarga dari pemain kuda lumping yang memperbolehkan anggota untuk berpasrtisipasi dan tidak berharap upah dari pertunujukkan kuda lumping untuk memenuhi kebutuhan hidup. 3) Adanya dukungan dari pemerintah, yaitu pemerintah dari Nagari yang kadang memeberikan sumbangan dana agar pertunjukkan dapat terlaksana. 4) Solidaritas dari masyarakat sekitar, dapat dilihat dari masyarakat yang lebih tertarik manyaksikan pertunjukkan kuda lumping dibandingkan acara hiburan lainnya seperti wayang, dan orgen. Begitu juga masyarakat pribumi yang tidak memberi larangan untuk menampilkan pertunjukkan kuda lumping.
Tipologi Hantaran dalam Tradisi Manjapuik Anak Pisang di Nagari Silokek Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung Faria Gusmi, Len; Sarbaitinil; Elfemi, Nilda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.3405

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Tipologi Hantaran Dalam Tradisi Manjapuik Anak Pisang Di Nagari Silokek Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung. Adapun tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tipologi hantaran yang diberikan induak bako berdasarkan status sosial anak pisang di Nagari Silokek Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung. Teori yang telah digunakan dalam penelitian ini adalah Menurut stratifikasi sosial yang dikemukakan oleh Max Weber, Max Weber menyatakan bahwa kelas menengah kebawah dianggap memiliki peranan strategis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe deskriptif. Teknik pemilihan informan dilakukandengan mengunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini mengunakan wawancara mendalam (indepti interview). Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini mengunakan interaktif yang dikembangkan oleh Milles dan Huberman yaitu: (1) Pengumpulan data, (2) Reduksi data, (3) Penyajian data, dan (4) Penarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Sejarah Tradisi Manjapuik Anak Pisang di Nagari Silokek, (2) Tatacara Pelaksanaan Tradisi Manjapuik Anak Pisang, (3) Bentuk Hantaran Yang Diberikan Oleh Induak Bako Kepada Anak Pisang, (4) Tipologi Hantaran Tradisi Manjapuik Anak pisang.
Makna Simbolik Benda-Benda Dalam Tradisi Antar Tando Pada Suku Melayu Jambi Kecamatan Batang Asam Kabupaten Tanjung Jabung Barat Sandi, Mila; Elfemi, Nilda; Yuhelna, Yuhelna
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.3429

Abstract

Masyarakat Jambi memiliki tradisi pernikahan yang disebut dengan antar tando tradisi ini sudah menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, karena telah diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang mereka kepada generasi berikutnya salah satu contoh masyarakat jambi yang masih mempertahankan tradisi nenek moyang mereka adalah masyarakat Desa Suban, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna simbolik benda-benda dalam tradisi antar tando pada suku melayu jambi. Penelitian ini menggunakan teori teori interaksionalisme simbolik oleh Herbert Blumer teori ini lebih menekankan kepada interaksi manusia terhadap pemakanan atau simbol yang telah ada pada suatu benda. Tipe pendekatan yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian yaitu metode observasi,wawancara,studi kasus, data primer berupa data yang di dapat secara langsung oleh penulisa dari hasil wawancara dengan informanpenelitian sebanyak 10 orang, sedangkan data sekunder di dapat dari dokumen yang di butuhkan dalam penelitian. unit analisis analisis dalam penelitian ini kelompok sedangkan pengumpulan data yaitu ada pengumpulan data, data reduksi display data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini adalah mendeskripsikan setiap makna benda-benda tradisi antar tando yaitu: (1) tepak (2) daun sirih (3) kapur sirih (4) gambir (5) buah pinang (6) rokok (7) korek api (8) cincin emas. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah agar masyarakat lebih memehami dan tetap menjaga budaya leluhur mereka. Dari hasil penelitian ini dapat di simpulkan bahwa masyarakat sangat mempertahan budaya yang mereka miliki secara turun temurun.
The Rationality Of Malay Employees Working For Chinese Entrepreneurs Yuhelna, Yuhelna; Isnaini, Isnaini; Elfemi, Nilda
Journal of Humanity Studies Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jhs.2024.v3i1.8349

Abstract

This research aims to describe how the social relations of the Malay ethnic group work with Chinese ethnic entrepreneurs in Baran Barat Village, Meral District, Karimun Regency. The theory used is Max Weber's concept of social action. The approach taken is a qualitative approach with a descriptive type. Data collection techniques are purposive sampling and snowball sampling. The types of data are primary data and secondary data. Data collection techniques were carried out using document study, observation and in-depth interviews. Data analysis, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of field research can be concluded that the rationality of the Malays working for Chinese entrepreneurs who worked for the Chinese ethnic group because of the job opportunities provided at that time, then the work given was in accordance with the abilities possessed and the results obtained by the workers were in accordance with the needs. There is a relationship of mutual need between Malay and Chinese ethnicities.
Creative Marketing Strategies to Increase MSME Telur Gulung Sales Ningrum, Elsa Dita; Sholehah, Shoffie Ayu; Harmi, Marisa; Octaviani, Erdela; Rian, Deta; Elfemi, Nilda; Yuhelna, Yuhelna
Journal of Humanity Studies Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jhs.2024.v3i1.8356

Abstract

This research discusses the importance of economic growth in achieving prosperity for a country through the development of Micro, Small and Medium Enterprises in the food sector, with a focus on the egg roll business. Culinary is a growing and promising industry, and eggs are a popular base in many dishes. Egg rolls are an interesting dish and have a wide variety of flavors and textures. Aje Egg Roll Trading Business, one of the business actors in this field, uses creative marketing strategies by utilizing social media such as TikTok to attract consumer attention. Determining the optimal selling price is also an important factor in this business competition. In this context, Telur Guling Aje offers variations of jumbo egg rolls that attract consumers' interest.
Keluarga Sebagai Pelayanan Dasar Dalam Penanggulangan Stunting Elfemi, Nilda; Sarbaitinil, Sarbaitinil; Hefni, Hefni; Yuhelna, Yuhelna; Isnaini, Isnaini; Yasin, Faishal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 11 (2024): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i11.593

Abstract

Status gizi merupakan faktor yang berhubungan dan beresiko terdahap kejadian stunting pada balita. Permasalahannya adalah berbagai penelitian menemukan adanya keterbatasan pengetahuan sebagian masyarakat tentang  gizi seimbang untuk balita, sehingga praktek dan kebiasaan makan anak yang sesuai dengan kebutuhan gizi seimbang relatif sulit diterapkan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya peran dan kepedulian keluarga dalam upaya pemenuhan kebutuhan gizi pada balita. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 9 juni 2023, dengan metode presentasi dan diskusi. Hasil dari kegiatan adalah untuk meningkatnya pengetahuan dan kepedulian keluarga terhadap kecukupan gizi balita dalam upaya penanggulangan stunting pada balita.
TRADISI MAANTAAN BABUAH DUSUN 1 JORONG KUBU ANAU NAGARI MANGGOPOH KECAMATAN LUBUK BASUNG Afni Zetri; Nilda Elfemi; Isnaini Isnaini
JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 2 No. 9 (2024): JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN MANAJEMEN (JIEM)
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jiem.v2i9.2497

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya beberapa perubahan yang terjadi pada saat pelaksanaan tradisi Maantaan Babuah. Tradisi Maantaan Babuah merupakan salah satu tradisi dari rangakaian upacara perkawinan adat Minang yang biasanya dilaksanakan ketika marapulai membuat alek (pesta) di kediamanya dengan membawa sejumlah hidangan. Penelitian ini mengkaji bagaimana factor penyebab perubahaan tatacara dalam pelaksanaan Tradisi Maantaan Babuah Dusun 1 Jorong Kubu Anau Nagari Manggopoh Kecamatan Lubuk Basung. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan factor penyebab perubahan tatacara dalam pelaksanaan Tradisi Maantaan Babuah Dusun 1 Jorong Kubu Anau Nagari Manggopoh Kecamatan Lubuk Basung. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada beberapa faktor yang menjadi penyebab perubahan tatacara dalam pelaksanaan Tradisi Maantaan Babuah Dusun 1 Jorong Kubu Anau Nagari Manggopoh Kecamatan Lubuk Basung : (1) sistem pendidikan yang maju, (2) pengaruh teknologi, (3) kemampuan ekonomi.