Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

The Meaning of the Bainai Night Tradition for the Community in Wedding Ceremonies in Jorong Lubuk Gadang Nagari Koto Tangah Koto Balingka District West Pasaman Regency Nurmailisa, Nurmailisa; Elfemi, Nilda; Yuhelna, Yuhelna
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 3, No 2 (2024): December 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v3i2.3604

Abstract

The malam bainai tradition is one of a series of activities in a marriage ceremony that puts inai on the hands of the bride and groom. In Jorong Lubuk Gadang, Nagari Lubuk Gadang, Koto Balingka District, West Pasaman Regency, the malam bainai tradition is the closing event in a series of weddings. In this tradition, inai is used as a symbol of prayer and hope for the happiness and welfare of the bride and groom in their married life. This study aims to analyze the meaning of the Malam Bainai tradition for the community in the marriage ceremony in Jorong Lubuk Gadang Nagari Koto Tangah, Koto Balingka District, West Pasaman Regency. phenomenological theory proposed by Alfred Schutz, (1961). This research uses a qualitative approach with descriptive type. The technique of withdrawing informants in this study was carried out by purposive sampling technique. Data collection methods were carried out by document study, non-participant observation, in-depth interviews. The data analysis used was interactive data analysis developed by Milles and Huberman (1992). The results of this study indicate that in the process of implementing malam bainai in the marriage ceremony in Jorong The tradition of malam bainai in Jorong Lubuk Gadang has a deep meaning, seen through two concepts of motifs from Alfred Schutz. At the stage of sounding the drum, wearing inai, and eating together, this tradition reflects the meaning of the Objective Motive (in order to motive), because these stages are used as a foothold by the community in undergoing the process to achieve blessing results in a series of events. While the stage of making wages is included in the category of because of motive, because this process is a part that has existed since before in the malam bainai event and cannot be changed, and reflects the deep beliefs inherited from the past by the community. The update in this study is malam bainai as a closing event held at the end of a series of events after the wedding is held.
Kriteria Penetapan Jumlah Uang Jemputan pada Adat Perkawinan Masyarakat Pariaman (Studi Kasus: Masyarakat Desa Kampung Gadang Padusunan, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman) Fatimah, Siti; Elfemi, Nilda; Isnaini, Isnaini
Jurnal Akuntansi Hukum dan Edukasi Vol 1, No 2 (2024): November 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jahe.v1i2.3699

Abstract

Tradisi merupakan kebiaasaan turun-temurun sekelompok masyarakat berdasarkan nilai budaya masyarakat yang bersangkutan. Keamekaragaman tradisi masyarakat yang berbedaa-beda antar satu daerah ke daerah lainnya terutama dalam tradisi perkawinan, seperti tradisi uang jemputan yang dilaksanakan masyarakat Pariaman. Tradisi uang jemputan merupakan tradisi yang dilaksanakan oleh mmasyarakat pariaman sebelum melaksanakan ijab Kabul dengan membawa tersebut disediakan oleh pihak perempuan dan di berikan ke pihak laki-laki. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses tradisi uang jemputan dan mendeskripsikan kriteria penetapan jumlah uang jemputan pada adat perkawinan masyarakat Pariaman.sejumlah uang yang telah disepakati oleh kedua belah pihak, yang mana uang. Penelitian ini mendeskrisikan bagaimana kriteria penetapan jumlah uang jemputan pada adat perkawinan masyarakat pariaman. Teori yang digunakan adalah teori fenomonologi yang di kemukakan oleh Alferd Schutz. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah purposive sampling. Jenis data berupa data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumen, observasi dan wawancara mendalam. Analisis data yang digunakan adalah analisa data interaktif yang dikembangkan oleh Milles dan Huberman. Hasil penelitian yang dilakukan bahwa Masyarakat Pariaman khususnya masyarakat Desa Kampung Gadang Padusunan memaknai uang jemputan merupakan suatu tradisi meminang yang dilakukan pihak perempuan dengan cara memberikan sejumlah uang atau benda kepada pihak laki-laki sebagai bentuk saling menghargai antara kedua belah pihak, ketika pihak laki-laki dihargai dalam bentuk uang jemputan, maka sebaliknya pihak perempuan dihargai dengan emas dan barang-barang lainnya yang nilainya bisa melebihi uang jemputan atau dinamakan agiah jalan Dalam tradisi uang jemputan, adanya peran penting ninik-mamak dalam pelaksanaan uang jemputan ini, dimulai proses maantaan asok yang dihadiri oleh keluarga ini kedua belah pihak untuk berundung dan mensepakati kapan proses tradisi itu akan dilaksanakan dan peran ninik-mamak kedua belah pihak memimpin saat berlangsungnya acara tradisi uang jemputan, baik dari komunikasi mengenai tujuan dilaksanakannya uang jemputan ini.
Strategi Masyarakat Petani Dalam Memenuhi Kebutuhan Keluarga Pasca Erupsi Gunung Marapi di Nagari Aie Angek Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar Pranata, Syahrul; Elfemi, Nilda; Rahmadani, Sri
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 2, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v2i1.5493

Abstract

This research is motivated by the eruption of Mount Marapi, which has had a significant impact on the environment and the surrounding community. One of the most vulnerable groups affected by the eruption is farmers. The eruption not only damages agricultural land but also significantly affects the socioeconomic conditions of farmers.The impact of Mount Marapi's eruption is particularly severe for communities living around its foothills, especially in areas within a radius of approximately 4 km from the volcano's peak. Nagari Aie Angek is one of the villages in X Koto District, Tanah Datar Regency, West Sumatra Province. However, the village is now covered in thick volcanic ash from Mount Marapi’s eruption.As a result of this disaster, farmers in Aie Angek face several major challenges, including damaged homes, destroyed and unproductive farmland, and a decline in household income. Consequently, the people of Aie Angek must adopt various strategies to meet their daily needs. This study aims to analyze the strategies employed by farming communities to meet their family's needs after the eruption of Mount Marapi in Nagari Aie Angek, X Koto District, Tanah Datar Regency. The research is based on James C. Scott’s Survival Mechanism Theory and uses a qualitative approach with a descriptive type.The sampling technique used in this study is purposive sampling. The data collected consists of both primary and secondary data. The data collection methods include observation, interviews, and document studies. The data analysis follows the approach proposed by Miles and Huberman.The study involves 16 informants, including the Head of Nagari Aie Angek and 15 residents of Nagari Aie Angek who live in Jorong Kandang Sampie and work as farmers. The research findings indicate several general patterns among the farming community of Nagari Aie Angek after the eruption of Mount Marapi, particularly regarding their strategies for meeting their family's needs.Farmers employ three main strategies to sustain their households post-eruption:Selling their assets, Taking loans from banks, and Receiving financial support from their children and relatives.These strategies help affected farmers meet their daily needs. Additionally, the study identifies various challenges faced by farmers in securing their livelihood after the eruption.
Sosialisasi Penanggulangan Kenakalan Remaja: Upaya Preventif pada Remaja Awal Elfemi, Nilda; Yuhelna, Yuhelna; Anggreta, Dian Kurnia; Isnaini, Isnaini; Erningsih, Erningsih; Sarbaitinil, Sarbaitinil
INTAN CENDEKIA (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Vol 4, No 1 (2023): INTAN CENDEKIA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/intancendekia.v4i1.638

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan sasaran kegiatan siswa SMP (remaja awal) tentang upaya penanggulangan kenakalan remaja. Fenomena kenakalan remaja yang terjadi di Sumatera Barat juga tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi di Kota-kota besar. Kenakalan remaja saat ini beragam, mulai dari membolos sekolah, kebut-kebutan di jalan, penyalahgunaan narkoba, perilaku seksual pranikah, perkelahian antar pelajar, dan lainnya. Persoalan kenakalan remaja sulit di akomodir oleh pihak sekolah karena tuntutan remaja yang begitu kompleks. Dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak (sinergi keluarga inti, keluarga luas, lembaga pendidikan, pemerintah, perguruan tinggi) dalam mengatasi kenakalan tersebut. Berbagai studi menunjukkan secara struktur, pihak tersebut berkontribusi dalam upaya preventif. Namun dalam artikel ini dinyatakan perlu pelibatan peer group memperkuat upaya preventif kenakalan remaja. Atas dasar ini, kami tim pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat memberikan pemahaman kepada siswa tentang kenakalan remaja, sebagai upaya penyadaran untuk menghindari kenakalan remaja, serta membentuk remaja yang menjalankan fungsi kontrol dalam mencegah kenakalan remaja yang berpotensi dilakukan oleh kelompok sebaya. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini memfokuskan pada siswa SMP N 2 Mungka, Kabupaten 50 Kota. Kegiatan ini dihadiri oleh siswa kelas 1, kelas 2, serta guru
The Effectiveness of the Socialization of Regional Regulation Number 1 of 2024 on Waste Retribution in Gunung Pangilun Subdistrict, Padang City Elfemi, Nilda; Febriani, Atika; Syafrinandes, Arpes; Siputra, Bimo; Nasution, Randi; Diani, Rosi Putri; Putri, Zelwa Misdagita
Journal of Humanity Studies Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jhs.2025.v4i1.9983

Abstract

This study evaluates the effectiveness of the socialization of Regional Regulation (Perda) Number 1 of 2024 concerning Waste Retribution in Gunung Pangilun Subdistrict, Padang City. The research employed a qualitative approach with data collection techniques including interviews, observations, and document analysis. The findings indicate that the socialization has improved public understanding; however, resistance to retribution fees and the lack of involvement of community leaders remain issues. The study recommends more inclusive communication strategies and the active engagement of community figures to enhance public acceptance and compliance with this policy.
Sample Perception Of Farmers In The Program "Low Staple Paddy" In The City Of Padang Case Study: Anugrah Farmer Group In Kuranji Fikri, Usnul; Elfemi, Nilda; Rahmadani, Sri
Jurnal Mamangan Vol 14, No 1 (2025): Special Issue
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/mamangan.v14i1.10349

Abstract

 The Affordable Staple Rice Program (BPM) is an agricultural innovation introduced by the Padang City Agriculture Office with the aim of reducing production costs while maintaining rice field productivity. This research is important because the success of an innovation is determined not only by technology but also by the perceptions of farmers, the primary users.This study aims to describe farmers' perceptions of the BPM Program in Kuranji Village. The research method used a qualitative approach with a case study. Informants were selected through snowball sampling, with the head of the Anugrah Farmers Group as the key informant, followed by farmer members, the surrounding community, and representatives from the Padang City Agriculture Office. Data were obtained through in-depth interviews, observations, and documentation studies, then analyzed using the Miles & Huberman interactive model.The results showed that farmers perceived the BPM program as providing tangible benefits, particularly in reducing production costs from an average of IDR 10,000,000 to around IDR 7,000,000 per hectare and increasing yields from 3.5 tons/ha to 4.1 tons/ha, although still lower than the previous average of 5.55 tons/ha. Farmers also find it easier to maintain their rice fields because the use of straw mulch reduces weeds and maintains soil moisture. However, challenges encountered in the field include limited labor, difficulties in initial adaptation to new methods, and the need for ongoing support. Overall, the BPM program is perceived as beneficial, but it still requires evaluation and improvement for sustainability and wider adoption.Keywords: Farmer Perception, BPM, Agricultural Innovation, Production Costs
Perkembangan Sosial Anak pada Keluarga Bercerai di Batuang Taba Saputra, Fuja; Elfemi, Nilda; Yuhelna, Yuhelna
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i4.2025.1954-1960

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perkembangan sosial anak dalam keluarga bercerai di Kelurahan Batuang Taba, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang. Perceraian orang tua berdampak signifikan pada perkembangan sosial anak, karena anak dituntut beradaptasi dengan perubahan struktur keluarga, pola komunikasi, dan hubungan emosional. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hubungan dalam keluarga lebih terbatas, anak lebih dekat dengan ibu, sementara interaksi dengan ayah berkurang; (2) hubungan dengan teman sebaya tetap baik dan menjadi sumber dukungan emosional; (3) anak berusaha mengembangkan disiplin dan kemandirian; (4) kondisi emosional bervariasi dari rasa kecewa hingga resiliensi. Dukungan sekolah, teman sebaya, dan keluarga besar sangat membantu anak melewati masa sulit pasca perceraian. Kesimpulannya, meskipun perceraian membawa dampak emosional yang berat, anak tetap mampu berkembang secara sosial apabila mendapat dukungan yang memadai dari lingkungan terdekat.
Socioeconomic Impacts and Solutions for the Beggar Phenomenon at Tapi Lauik Beach, Padang Elfemi, Nilda; Erningsih, Erningsih; Izzati, Fahira Nur; Ardila, Ardila; Syahira, Vaura; Pratama, Karel Gusmin Rahmat; Huwaida, Wulan Ariqah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sosial seperti banyaknya pengemis di Pantai Padang "Tapi Lauik" (Taplau) memerlukan intervensi yang tepat sasaran dan strategis. Penelitian ini bertujuan untuk memahami faktor-faktor mendasar yang berkontribusi terhadap kehadiran pengemis di Pantai Padang, menelusuri alasan di balik kegigihan mereka dalam profesi ini, pola gaya hidup yang mereka terapkan, dan dampak yang lebih luas terhadap pengunjung Pantai Padang. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi untuk mengumpulkan wawasan mendalam tentang fenomena tersebut. Temuan mengungkapkan bahwa kehadiran pengemis di Pantai Padang didorong oleh kombinasi tantangan sosial ekonomi, kurangnya kesempatan pendidikan, dan kurangnya jaring pengaman sosial. Alasan untuk berhenti dari profesi ini sering kali terkait dengan intervensi eksternal, seperti program bantuan pemerintah atau inisiatif dukungan masyarakat. Pola gaya hidup pengemis di pantai mencerminkan siklus kemiskinan dan kelangsungan hidup, yang ditandai dengan kondisi hidup sementara dan ketergantungan pada sedekah sebagai sumber pendapatan utama. Kehadiran pengemis juga mempunyai dampak sosio-ekonomi yang signifikan, termasuk memperburuk kesenjangan sosial, menurunkan produktivitas masyarakat, dan menambah beban pemerintah daerah untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini menggarisbawahi perlunya upaya komprehensif dan terkoordinasi antara pemerintah dan masyarakat untuk memitigasi fenomena mengemis di Pantai Padang. Upaya tersebut dapat mencakup program pemberdayaan ekonomi bagi kelompok rentan, peningkatan akses terhadap pendidikan dan pelatihan kejuruan, dan penerapan langkah-langkah penegakan hukum yang ketat. Mengatasi tantangan-tantangan ini secara holistik sangat penting untuk menumbuhkan keadilan sosial dan meningkatkan pengalaman pengunjung di Pantai Padang secara keseluruhan.
PERAN DP3AP2KB DALAM PENANGGULANGAN KASUS KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI KOTA PADANG Febiola, Rivani; Elfemi, Nilda; Yuhelna
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 10 No. 2 (2025): PUTERI HIJAU: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v10i2.67428

Abstract

Besarnya kasus dalam rumah tangga yang dilaporkan disetiap negara berbeda-beda. Di Indonesia sendiri kasus kekerasan  dalam rumah tangga sepertinya tidak pernah ada habisnya, dari tahun ke tahun selalu ada  yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga, dengan persoalan kasus kekerasan dalam rumah tangga tersebut maka pemerintah telah menyediakan program-program pelayanan serta lembaga-lembaga pelayanan bagi korban khususnya. Salah satu lembaga pelayanan yang menangani permasalahan anak adalah DP3AP2KB (Dinas Pemberdayaan Perempuan, perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk dan KB). Di Kota Padang sendiri kasus kekerasan dalam rumah tangga oleh DP3AP2KB Kota Padang. Oleh sebab itu penelitian ini mendeskripsikan peran DP3AP2KB dalam penanggulangan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kota Padang. Penelitian ini Menggunakan teori Struktural Fungsional oleh Robert K. Merton. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Informan pada penelitian ini berjumlah lima orang. Pemilihan informan penelitian menggunakan purposive sampling. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi non partisipatif dan wawancara bebas terpimpin serta studi dokumen. Pada penelitian ini unit analisisnya adalah kelompok. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif yang digunakan oleh Miles and Huberman yang mencakup dalam beberapa tahapan, yaitu (1) pengumpulan data, (2) reduksi data/ data reduction. (3) penyajian data/display data, (4) menarik kesimpulan/ verification. Hasil penelitian ini dapat di simpulkan :(1) Untuk DP3AP2KB dalan menanganani  korban KDRT, akan lebih mudah apabila DP3AP2KB memeiliki rumah aman tersendiri untuk korban KDRT. (2) Diharapkan kepada DP3AP2KB untuk lebih giat dalam mencegah kasus KDRT di Kota Padang. (3) Dengan adanya penelitian ini diharapkan masyarakat juga akan ikut serta dalam mencegah dan korban KDRT di kota padang.
PEMANFAATAN BANTUAN LANGSUNG TUNAI (BLT) BAGI MASYARAKAT (STUDI KASUS DI DESA MUARO KALABAN KECAMATAN SILUNGKANG KOTA SAWAHLUNTO) Angraini, Indri; Elfemi, Nilda; Yuhelna, Yuhelna
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 10 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i10.2023.4702-4711

Abstract

Bantuan Langsung Tunai (BLT) merupakan program bantuan pemerintah dalam bentuk pemberian uang tunai atau berbagai bantuan lainnya, baik yang bersyarat (conditional cash transfer) maupun yang tidak bersyarat (unconditional cash transfer) kepada masyarakat miskin. Bantuan Langsung Tunai merupakan salah satu dari beberapa model skema perlindungan sosial berbasis bantuan sosial yang dilaksanakan sejak tahun 2020 di Desa Muaro Kalaban. Keberadaan program BLT dirancang untuk memberikan kontribusi terhadap perbaikan sosial dan ekonomi masyarakat penerima program BLT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemanfaatan bantuan langsung tunai (BLT) bagi masyarakat di Desa Muaro Kalaban Kecamatan Silungkang Kota Sawahlunto dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data dalam penelitian adalah observasi, wawancara dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahun 2022 memberikan banyak manfaat kepada masyarakat penerima manfaat yang digunakan untuk memenuhi (1) kebutuhan pangan (2) pendidikan (3) kesehatan (4) modal usaha. Penyelenggaraan Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) merupakan program yang mampu memantapkan perekonomian masyarakat miskin di Desa Muaro Kalaban. Berangkat dari teori Fungsionalisme Struktural (Fungsi manifes dan fungsi laten) yang digagas oleh Robert K Merton, fungsi manifes program BLT memberikan dampak positif sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat miskin penerima bantuan BLT di Muaro Kalaban. Desa, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. setiap hari, lalu ada juga fungsi laten penerima BLT karena program ini membuat masyarakat lebih produktif karena mengembangkan dana yang disalurkan oleh pemerintah desa).