Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Conference on Community Engagement Project (Concept)

COPYRIGHT REGISTRATION ACCOMPANIMENT FOR THE SONG "KANWIL KEMENKUMHAM KEPRI MENUJU WILAYAH BEBAS KORUPSI" CREATED BY MR. ERICK JUNATA Regent Regent; Febri Jaya
ConCEPt - Conference on Community Engagement Project Vol 2 No 1 (2022): Conference on Community Engagement Project
Publisher : Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intellectual property is the result of human thought in which there are moral rights and economic rights that are specifically attached to the creator and are protected by the state as part of human rights. Intellectual property registration is a process carried out to obtain a creation registration letter as part of the legal protection effort for the rights of the creator. However, this intellectual property registration process is a separate problem for the creators because in its implementation it is considered to still cause various obstacles. This community service program aims to provide facilities and educational facilities for the community in the intellectual property registration process for their work. The method of implementing this community service activity is to use the partner data collection method, discuss the details of the copyright registration fee with partners, and register the copyright for the partner's song.
Pendampingan Prosedur Pendaftaran Pengurusan Perpanjangan Hak Atas Tanah Dengan Menggunakan Land Management System (Lms) Bp Batam Pada Kantor Notaris Dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (Ppat) Anly Cenggana, S.H. Febri Jaya; Chintya Bella
ConCEPt - Conference on Community Engagement Project Vol 1 No 1 (2021): Conference on Community Engagement Project
Publisher : Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengurusan hak atas tanah di Kota Batam memiliki keunikan dalam proses pengurusannya, pengurusan hak atas tanah di Kota Batam dilaksanakan oleh dua instansi yang berwenang yaitu pihak Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam yang lebih dikenal dengan BP Batam dan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Batam. Dalam proses pengurusan hak atas tanah yang masa berlakunya telah habis diperlukannya pengajuan perpanjangan ke instansi BP Batam melalui sistem yang diluncurkan oleh BP Batam yaitu Land Management System (LMS) dengan syarat telah dilengkapinya persyaratan yang telah ditentukan oleh BP Batam. Tidak sedikit masyarakat yang mengetahui persyaratan tersebut dan dokumen-dokumen lahan yang harus dilengkapi dan hal ini menjadi kendala bagi Kantor Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) ANLY CENGGANA, S.H. dalam mengajukan perpanjangan hak atas tanah ke sistem BP Batam memakan waktu yang lama. Sehingga penulis menyusun proyek ini untuk member solusi untuk memecahkan permasalahan dengan membentuk table list data yang dapat memudahkan pengurusan bagi Kantor dan calon klien. Dalam proses penulisan ini digunakan metode penelitian hokum empiris dengan dilalui proses wawancara dan juga observasi langsung di Kantor dengan melihat situasi dan kondisi lapangan. Dari hasil penulisan ini terdapat kemudahan bagi Kantor Notaris dan PPAT ANLY CENGGANA, S.H. dan calon klien dalam memudahkan pengurusan perpanjangan hak atas tanah di BP Batam dengan menggunakan sistem terpadu Land Management System (LMS).
REGISTRATION OF INTELLECTUAL PROPERTY RIGHTS TO “KOPI TAMBAH WAKTU” BRAND BASED ON INTELLECTUAL PROPERTY RIGHTS Evita Intan Ceria; Febri Jaya
ConCEPt - Conference on Community Engagement Project Vol 2 No 1 (2022): Conference on Community Engagement Project
Publisher : Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the Intellectual property rights is a trademark. Brands are needed as identification on an item with the aim of making it easier for someone to recognize an item on the brand. A person can easily recognize a product on a brand by name or image. If a mark wants to get legal protection, the trademark owner must submit an application for registration of rights to the mark. The advantage obtained in registering a trademark is that other parties cannot use the mark without permission and cannot imitate the mark. An item that has its own brand has a higher value, where someone can trust the product more. Products that do not have a brand make the value of a product not too high, a person's lack of trust in buying and can result in the product not selling well. The problem that is currently rife is the imitation of brands by other parties which is not allowed so that the owner of the mark registers the “Kopi Add Time” mark to DJKI. The method used is through observation, interviews and literature study through laws and regulations, legal journals, expert opinions. The result is success in assisting the "Kopi Add Time" brand in submitting an application for trademark registration
Pendampingan Mekanisme Peralihan Tanah Hak Guna Bangunan Melalui Jual Beli Antarperorangan Di Kantor Notaris & Ppat Rudi Purba, S.H., M.Kn. Di Kota Batam Febri Jaya; Hengky Hengky
ConCEPt - Conference on Community Engagement Project Vol 1 No 1 (2021): Conference on Community Engagement Project
Publisher : Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi kendala yang terjadi pada Kantor Notaris & Pejabat Pembuat Akta Tanah Rudi Purba, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan, mengenai peralihan tanah Hak Guna Bangunan melalui jual beli antarperorangan di Kota Batam. Peralihan hak atas tanah tidak cukup hanya dengan penyerahan secara nyata (feitelijke levering) yang berupa fisik atas benda tersebut, namun harus dilakukan penyerahan secara yuridis (yuridische levering) dengan cara membuat akta peralihannya berupa Akta Jual Beli yang dibuat dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah dan berdasarkan pada Pasal 40 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah, Pejabat Pembuat Akta Tanah wajib menyampaikan Akta Jual Beli tersebut berikut dokumen-dokumen yang bersangkutan lainnya kepada Kantor Pertanahan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari semenjak ditandatanganinya akta guna pendaftaran balik-nama sertipikat tanah tersebut. Pihak penjual dan pembeli yang memahami mekanisme peralihan hak atas tanah dapat mendukung Pejabat Pembuat Akta Tanah dalam melaksanakan kewajibannya tersebut.Metode pelaksanaan dalam pengabdian kepada masyarakat ini dimulai dengan tahapan awal yaitu melakukan survei ke Kantor Notaris & Pejabat Pembuat Akta Tanah Rudi Purba, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan. Pada tahapan selanjutnya yaitu pengumpulan dan analisa data serta mengidentifikasi pokok permasalahan guna mencari penyelesaiannya. Kemudian dilanjutkan dengan perancangan serta implementasi luaran proyek.Penerapan flowchart dan tabel kelengkapan dokumen yang merupakan luaran proyek dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan masyarakat informasi dan pemahaman mengenai mekanisme peralihan tanah Hak Guna Bangunan melalui jual beli antarperorangan. Administrasi hukum terkait pendaftaran balik-nama sertipikat tanah tersebut memerlukan tahapan-tahapan yang harus dilewati dan dokumen-dokumen bersangkutan lainnya yang wajib dilengkapi terlebih dahulu.
COFFEE BREWERS' COLLECTING POINT BRAND REGISTRATION ASSISTANCE IN EFFORTS TO PROTECT INTELLECTUAL PROPERTY RIGHTS Putri Saphira Audesti Binti Yussofi; Febri Jaya
ConCEPt - Conference on Community Engagement Project Vol 2 No 1 (2022): Conference on Community Engagement Project
Publisher : Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the world of trade, brands as a form of intellectual property rights have been used hundreds of years ago and have an important role because brands are used to distinguish the origin of goods and services. Brands are also used in the world of advertising and marketing because the public often associates an image, quality and reputation of goods and services with certain brands. A brand can be a very valuable asset commercially and often it is the brand that makes a product expensive or even more valuable than the company. The purpose of this study is to analyze the legal protection assistance for trademark registration on the product of the Point of Gathering Coffee Brewers in the city of Batam. The method used puts forward normative legal research with a prescriptive model. The collected legal materials will be studied comprehensively and analyzed deductively with a systematic presentation.