Articles
Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok Menggunakan Teknik Cognitive Behavior Therapy (CBT) untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Remaja
Fadil Maiseptian;
Erna Dewita;
Rosdialena Rosdialena
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : IAIN Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30984/jii.v16i1.1873
The Effectiveness of Group Guidance Services Using Cognitive Behavior Therapy (CBT) Techniques to Improve Adolescent Learning Independence. This study aims to determine the differences in the learning independence of adolescents in the experimental and control groups after being given group guidance services using cognitive behavior therapy techniques. This quantitative study used a quasi-experimental design with a non-equivalent control group design. The research subjects were teenagers from the Aisyiyah Orphanage Koto Tangah Ampang, Padang City. Determination of research subjects using the purposive sampling technique. The instrument used in this study was a learning independence scale with an average validity of 0.001 and reliability of 0.938. Data analysis used the Wilcoxon signed ranks test and the Kolmogorov Smirnov 2 independent sample. The results showed that there were differences in scores on the pretest and posttest of the experimental group after being given group guidance services using CBT techniques to increase adolescent learning independence. Then, there was no difference in scores in the pretest and posttest of the control group after being given group guidance services without the CBT technique. Furthermore, there are differences in the posttest scores of the experimental and control groups after being given group guidance services using CBT techniques.
Sosialisasi Kepada Masyarakat tentang Bahaya Perilaku LGBT di Kenagarian Lakitan Pesisir Selatan
Thaheransyah Thaheransyah;
Erna Dewita;
Rosdialena Rosdialena;
Azi Malaksar;
Nurul Amami
Menara Pengabdian Vol. 1 No. 2 (2021): Vol. 1 No. 2 Desember 2021
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (177.283 KB)
|
DOI: 10.31869/jmp.v1i2.3023
Perilaku LGBT merupakan salah satu perilaku berbahaya yang menggerogoti pergaulan generasi muda di Indonesia akhir-akhir ini, hal ini dibuktikan dengan adanya penyimpangan hubungan asmara antar individu. Misalnya mereka yang memiliki orientasi pada hubungan sejenis (homoseksual) seperti lesbian dan gay, hubungan ganda (dual sexual) atau biseksual serta mereka yang pindah status gender atau transgender yang lebih dikenal dengan nama LGBT. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan serta pemahaman bahaya munculnya LGBT dan seks bebas. Metode pengadian yang dilakukan dengan sosialisasi kepada masyarakat. Hasil pengabdian yaitu kegiatan sosialisasi tahap pertama dengan materi sosialisasi memberikan informasi umum mengenai fenomena LGBT, tahap kedua dengan materi warga memperoleh pemahaman lanjutan tentang awal kemunculan, hingga terkait dampak negatif dan tahap ketiga atau terakhir, warga menerima informasi tentang langkah preventif terhadap bahaya kelompok LGBT dilingkungan sekitar terkhusus terkait perilaku menyimpang seperti seks bebas sejenis. Kesimpulan pengabdian ini yaitu warga kenagarian Lakitan Pesisis Selatan telah dapat mengetahui, memahami terhadap keberadaan kelompok homoseksual dan trangender pada lingkungan sekitarnya.
BIMBINGAN KONSELING PRA NIKAH BAGI REMAJA DI KOTO TANGAH KOTA PADANG
Jasman Jasman;
Rosdialena Rosdialena;
Thaheransyah Thaheransyah;
M. Hafiz
Menara Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2022): Vol. 2 No. 1 Juni 2022
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (221.113 KB)
|
DOI: 10.31869/jmp.v1i1.3450
Konseling pra-nikah adalah pelatihan berbasis pengetahuan dan keterampilan yang menyediakan informasi mengenai pernikahan yang dapat bermanfaat untuk mempertahankan dan meningkatkan hubungan pasangan yang akan menikah. Salah satu kegiatan yang penting diangkatkan dalam pengabdian ini adalah perlunya diadakan bimbingan konseling pra-nikah bagi remaja yang ada di Kelurahan Pasie Jambak Kecamatan Koto Tangah Kota Padang ketika akan melangsungkan pernikan. Selain itu, pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan dan pemahaman remaja tentang masalah yang sering terjadi dalam pernikahan dan solusi yang tepat untuk mnyelesaikan permasalahan yang timbul dalam keluarga setelah menikah. Metode pengabdian yang dilakukan dengan mengadakan kegiatan bimbingan konseling pra-nikah kepada remaja. Hasil pengabdian dengan memetakan usia minimal remaja untuk melakukan pernikahan, persiapan remaja dalam melakukan pernikahan, dan menentukan calon suami dan isteri yang ideal. Untuk itu tim peneliti memberikan pelatihan untuk membekali sekaligus memberikan pengetahuan kepada remaja tentang persiapan menuju pernikahan, sehingga memiliki wawasan yang cukup dan penguatan emosional untuk memulai kehidupan berumah tangga. Selain itu juga dibutuhkan pendidikan yang berkelanjutan karena dalam keluarga pendidikan merupakan proses transformasi kebudayaan yang dapat mempengaruhi anggota keluarga dalam berfikir dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Usaha penyadaran terhadap usia pasangan yang akan menikah perlu disosialisasikan agar tidak terjadi permasalahan dalam perkawinan di kemudian hari. Jika terjadi permasalah dalam pernikahan maka diperlukan mediasi agar perselisihan antara suami isteri dapat didamaikan. Kesimpulan pengabdian ini yaitu remaja sudah mengetahui dan memahami persiapan baik secara fisik dan juga psikis jika sudah terjadi pernikahan, oleh karena itu penting diangkatkan bimbingan konseling pra-nikah bagi remaja sebelum menikah. Kata Kunci: Konseling, Pra-nikah, Remaja
BIMBINGAN KONSELING PRA-NIKAH BAGI REMAJA DI KOTO TANGAH KOTA PADANG
Jasman Jasman;
Rosdialena Rosdialena;
Thaheransyah Thaheransyah;
Muhammad Hafiz
Menara Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2022): Vol. 2 No. 2 Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31869/jmp.v2i2.3170
ABSTRACTPremarital counseling is a knowledge and skills-based training that provides information about marriage that can be useful for maintaining and improving the relationship of a couple who is about to marry. One of the important activities raised in this service is the need for pre-marital counseling guidance for teenagers in the Pasie Jambak Village, Koto Tangah District, Padang City when they are going to hold a wedding. In addition, this service aims to increase the knowledge, insight and understanding of teenagers about problems that often occur in marriage and the right solutions to solve problems that arise in the family after marriage. The service method is carried out by holding pre-marital counseling guidance activities for adolescents. The results of the service by mapping the minimum age of teenagers to get married, preparing teenagers for marriage, and determining the ideal husband and wife. For this reason, the research team provides training to equip and provide knowledge to teenagers about preparation for marriage, so that they have sufficient insight and emotional strengthening to start married life. In addition, continuous education is also needed because in the family education is a process of cultural transformation that can influence family members in thinking and acting in everyday life. Efforts to raise awareness of the age of couples who are getting married need to be socialized so that there will be no problems in marriage in the future. If there are problems in marriage, mediation is needed so that disputes between husband and wife can be reconciled. The conclusion of this service is that teenagers already know and understand preparations both physically and psychologically if there has been a marriage, therefore it is important to appoint pre-marital counseling guidance for adolescents before marriage.Keywords : counseling, pre wedding, teenager
Tingkat Kontrol Diri Siswa dalam Pencegahan Pornografi
Rosdialena Rosdialena;
Anggi Fitria;
Thaheransyah Thaheransyah;
Jasman Jasman
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8463
Kontrol diri siswa yang rendah bisa menyebabkan munculnya pornografi. Pornografi merupakan media yang dapat mempengaruhi remaja untuk berperilaku seksual berisiko. Kontrol diri merupakan suatu kecakapan individu dalam kepekaan membaca situasi diri dan lingkungannya serta kemampuan untuk mengontrol dan mengelola faktor-faktor perilaku sesuai dengan situasi dan kondisi untuk menampilkan diri dalam melakukan sosialisasi. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan kontrol diri siswa di MTs S Bukit Barisan. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Sampel penelitian ini berjumlah 128 siswa yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala kontrol diri dalam pencegahan pornografi dengan nilai reliabilitas sebesar (0,888). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa yaitu sebanyak 84 orang (65,6%) siswa memiliki kontrol diri “sedang” dalam pencegahan pornografi, lalu sebagian kecil siswa yaitu sebanyak 3 orang (2,3%) siswa memiliki kontrol diri yang “rendah” dalam pencegahan pornografi. Selanjutnya, sebanyak 7 orang (5,5%) siswa memiliki kontrol diri yang “sangat tinggi” dalam pencegahan pornografi dan sebanyak 34 orang (26,6%) siswa memiliki kontrol diri yang “tinggi” dalam pencegahan pornografi. Hasil penelitian secara umum menunjukkan bahwa kontrol diri siswa berada pada kategori sedang dengan persentase 65,6 % dan perlu untuk ditingkatkan agar mencegah pornografi. Hasil penelitan ini dapat dijadikan sebagai dasar oleh guru BK dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling untuk mencegah perilaku pornografi siswa di sekolah.
PELAKSANAAN METODE DAKWAH PENYULUH AGAMA ISLAM DALAM PENANGGULANGAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KECAMATAN KUBUNG
Rosdialena Rosdialena;
Thaheransyah Thaheransyah;
Alifatunnisa Melia
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35672/afeksi.v4i2.74
Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang terjadi di lingkungan Masyarakat Nagari Koto Baru Dalam penyalahgunaan Narkoba. Berdasarkan observasi awal ditemukan penyebab permasalahan tersebut karena kurangnya pengawasan orang tua terhadap anaknya terutama usia remaja. Remaja terlibat dalam pergaulan bebas sehingga terpengaruh dalam penyalahgunaan narkoba. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu penyuluh agama Islam di Nagari Koto Baru Kecamatan Kubung. Pengambilan subjek penelitian dengan menggunakan teknik non probability sampling dengan pendekatan sampling incidental. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau kesimpulan. Hasil dari penelitian ini yaitu : 1) Pelaksanaan metode bil hikmah dapat dilakukan dengan memberikan contoh keteladanan dalam penanggulangan narkoba baru menceritakan kisah-kisah nabi dan sahabat nabi. 2) Pelaksanaan metode bil mauidzah hasanah dapat menggunakan kata dan materi yang berkaitan dengan narkoba. 3) Pelaksanaan metode bil mujadalah billati hiya ahsan Dalam mengikuti dakwah selalu diberikan kebebasan kepada siapa pun. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penyuluh agama lebih dominan melaksanakan dakwah menggunakan metode bil mauidzah hasanah dari pada penggunaan metode bil hikmah, dan metode bil mujadalah billati hiya ahsan.
PERAN PEMBINA ASRAMA TERHADAP STRESS ACADEMIC SANTRI DI PONDOK PESANTREN SUMATERA THAWALIB PARABEK BUKITTINGGI
Thaheransyah Thaheransyah;
Rosdialena Rosdialena;
Isro Diin
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35672/afeksi.v4i2.75
This research was motivated by the problems found in the Sumatra Thawalib Parabek Bukittinggi Islamic Boarding School. Students who feel academic stress due to many demands from parents and schools, such as encouragement for achievement in students in academic learning outcomes. In this case, there are many failures that students do find difficult due to the limited abilities of students. While the purpose of this study is to describe how the role of dormitory coaches on the academic stress of students at the Sumatra Thawalib Parabek Bukittinggi Islamic Boarding School. The research method used is qualitative descriptive research. The subjects of this study were dormitory supervisors aged 20-30 years and students aged 14-16 years as many as 10 people. How to take research subjects using total sampling techniques. Data collection techniques in this study by conducting observations, interviews and documentation. The results of this study show that the role of dormitory coaches on student academic stress from cognitive aspects, affective aspects, physiological aspects, and behavioral aspects has a positive impact on students, this is indicated when students can improve student learning outcomes at school
Layanan Bimbingan Kelompok Untuk Meningkatkan Penyesuaian Diri Santri di Asrama
Jasman Jasman;
Khairatun Fadhillah;
Rosdialena Rosdialena
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2614
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya penyesuaian diri santri di asrama Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi. Ketidakmampuan santri dalam menyesuaikan diri menyebabkan santri tertutup, tidak berbaur dengan teman dan lingkungannya. Tujuan penelitian untuk menguji penyesuaian diri santri di asrama sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok. Metode penelitian yang digunakan adalah kuatitatif dengan pendekatan pre-eksperiment one group pretest-posttest design. Subjek penelitian 10 orang santri dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrument penelitian menggunakan skala likert dan telah diuji validitas dan reabilitasnya menggunakan uji Pairead Sample Test (uji-t) dengan menggunakan Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 25. Hasil analisis data terdapat perbedaan antara prestest dan posttest dengan skor rata-rata penyesuaian diri santri di asrama meningkat setelah mengikuti bimbingan kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan layanan bimbingan kelompok yang diberikan kepada santri terjadi peningkatan.
Efektivitas layanan bimbingan kelompok menggunakan metode debat untuk meningkatkan sikap semangat kebangsaan remaja di Paa Nanggalo Padang
Rosdialena;
Jasman
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 19 No. 1 (2023): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20414/transformasi.v19i1.6229
[Bahasa]: Semangat kebangsaan dapat diwujudkan dalam sikap dan perbuatan sehari-hari dengan mengakui persamaan derajat, saling menghargai sesama dan mengembangkan sikap tenggang rasa. Namun, kebanyakan dari remaja saat ini tidak memiliki sikap semangat kebangsaan, hal ini terlihat dari kurangnya rasa kepedulian terhadap sesama, mereka sering berperilaku tidak peduli dengan sesama atau mempunyai sikap masa bodoh dengan keadaan temannya yang mengalami kesulitan. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan sikap semangat kebangsaan melalui bimbingan kelompok dengan menggunakan metode debat di panti asuhan Aisyiyah Nanggalo Padang. Metode yang digunakan adalah jenis kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakan angket sikap semangat kebangsaan yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pretest kemudian diberikan perlakuan bimbingan kelompok dengan metode debat, dan diakhiri dengan posttest. Teknik analisis data menggunakan Wilcoxon signed rank test untuk membandingkan skor pretest dan posttest hasil dari tindakan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan sikap semangat kebangsaan remaja sesudah diberikan bimbingan kelompok dengan metode debat. Hal ini terlihat dari hasil postet bahwa remaja memiliki antusias yang cukup tinggi ketika diberikan pemahaman berkenaan dengan sikap semangat kebangsaan. Hal ini berarti bahwa kegiatan pengabdian yang dilakukan dengan menggunakan metode debat untuk meningkatkan semangat kebangsaan melalui layanan bimbingan kelompok sangat efektif dilakukan. Implikasi dari kegiatan ini adalah semua remaja dapat memahami bahwa semangat kebangsaan penting untuk ditanamkan dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: bimbingan kelompok, debat, semangat kebangsaan [English]: The national spirit can be manifested in attitudes and daily actions by recognizing equality, respecting each other and developing an attitude of tolerance. However, recently most teenagers do not have an attitude of national spirit. It can be seen from their lack of concern for others, they often behave indifferently towards others or have an indifferent attitude towards the circumstances of their friends who have difficulties. This community service program aims to increase the attitude of the national spirit through group guidance using the debate method at the Aisyiyah Nanggalo Padang orphanage. The method used was a quantitative approach pre-experiment. The data collection technique used a questionnaire on the attitude of the national spirit, which has been tested for validity and reliability. The program’s implementation begins with a pretest, then given the treatment of group guidance with the debate method, and ends with a posttest. Data analysis techniques used Wilcoxon signed rank test to compare scores pretest and post-test. The results show an increase in the attitude of the national spirit of youth after being given group guidance using the debate method. It can be seen from the results posted that teenagers have quite high enthusiasm when given an understanding regarding the attitude of the national spirit. It means that the program using the debate method is very effective. This program implies that all teenagers understand the importance of the national spirit and that it must be embedded and practised in their daily lives. Keywords: group guidance, debate, national spirit
IMPLEMENTATION OF GROUP SETTING REBT COUNSELING TO REDUCE THE CONSUMPTION OF ADOLESCENSE
Thaheransyah Thaheransyah;
Anggi Fitria;
Rosdialena Rosdialena;
Sri Utami
Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31958/jsk.v6i1.5418
The consumptive attitude is an unreasonable thought so that economically when it becomes an action it causes waste and cost inefficiency. Psychologically it causes anxiety and insecurity. Meanwhile, REBT Counseling is to improve and change the attitudes, perceptions, ways of thinking, beliefs and views of the counselee which are irrational to become rational, so that they can develop themselves and achieve optimal self-realization and also there is no module for changing consumptive attitudes among adolescents. The research method uses the experimental method. data collection techniques were interviews and questionnaires, interviews were conducted with two informants who participated in the family and questionnaires were given to adolescents so that they could provide information and contribute to the research conducted. The data analysis technique used is descriptive data analysis, namely by describing the application of REBT counseling with group settings to reduce consumptive attitudes. The results of the research conducted found that from the results of the pre-test 30 adolescents 1 (3.3%) were in the very high category, 10 people (33.3%) were in the high category, 12 (40%) were in the medium category, 6 people were in the high category. (20%) are in the low category and 1 person (3.3%) is in the very low category of consumptive attitudes.