Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Masyarakat Lokal dan Pedagang Dalam Menciptakan Kenyamanan Bagi Wisatawan Putra, Ahmad; Rosdialena, Rosdialena; Prasetya, Bima; Ahmad, Rapi; Jelisae, Sri Kendiyol; Wardiman, Jery
Journal of Government Science Studies Vol 3 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jgssvol3issue1page60-67

Abstract

This research was motivated by the large number of reports from tourists regarding the rampant acts of extortion and disrespectful attitudes carried out by local residents who work as parking attendants, traders, and so on. This became increasingly serious when this discomfort surfaced on social media and went viral, resulting in tourists thinking twice about visiting Carocok Beach in Pesisir Selatan Regency, West Sumatra Province. If this is not addressed seriously, the impact will be felt by the regional government, local communities and traders, of course. However, efforts have been made to create comfort for tourists visiting Carokok Beach. This research uses qualitative methods accompanied by direct observations and interviews with parties who are considered capable of answering the problems in this paper. The results of this research show that: first, local people always try to be friendly towards tourists who visit Carocok Pesisir Selatan Beach, second, local people and local youth organizations investigate parties who commit extortion against tourists, third, local people maintain cleanliness tourist environment, fourth, do not increase car and motorbike parking fees arbitrarily, fifth, urge traders to be polite to tourists who shop, sixth, do not increase merchandise prices beyond the limit, seventh, ensure security for tourists by preparing security forces both from the Government and from the local community.
Pengaruh Bimbingan Kelompok dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di SMA Kartika 1-5 Kota Padang Ananda, Karina Septi; Rosdialena, Rosdialena; Thaheransyah, Thaheransyah
Jurnal Media Ilmu Volume 4 No. 2 Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jmiu.v4i2.7612

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena siswa SMA Kartika 1-5 Kota Padang yang kurang memiliki kesadaran dan tanggung jawab diri terhadap tata tertib sekolah. Kondisi  tersebut mengarah pada rendahnya kedisiplinan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMA Kartika 1-5 Kota Padang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini  adalah kuantitatif eksperimen, dengan pendekatan Pre-eksperiment one–group pretest-posttest design. Pengambilan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling.  Sampel penelitian ini berjumlah 12 siswa SMA Kartika 1-5 Kota Padang. Instrument penelitian berupa skala likert kedisiplinan yang telah diuji validitas dan reabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan uji t-test (Paired Sampel Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pretest siswa berada pada kategori sedang, Sedangkan rata-rata skor posttest meningkat pada kategori tinggi, Hasil uji t-test memperoleh nilai t-hitung lebih besar daripada ttabel pada taraf signifikan 0,05 yang terdapat perbedaan antara skor pretest dan posttest. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMA Kartika 1-5 Kota Padang. Pemberian bantuan oleh konselor sebagai motivator,dan pembimbing membantu siswa menyadari pentingnya nilai kedisiplinan sebagai bagian dari akhlak islami, membangun kesadaran diri melalui diskusi kelompok, serta menanamkan tanggung jawab dan kepatuhan terhadap aturan sekolah yang sejalan dengan ajaran agama.Kata Kunci: Bimbingan Kelompok; Kedisiplinan; Siswa SMA
IMPLEMENTATION OF GROUP SETTING REBT COUNSELING TO REDUCE THE CONSUMPTION OF ADOLESCENSE Thaheransyah, Thaheransyah; Fitria, Anggi; Rosdialena, Rosdialena; Utami, Sri
Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jsk.v6i1.5418

Abstract

The consumptive attitude is an unreasonable thought so that economically when it becomes an action it causes waste and cost inefficiency. Psychologically it causes anxiety and insecurity. Meanwhile, REBT Counseling is to improve and change the attitudes, perceptions, ways of thinking, beliefs and views of the counselee which are irrational to become rational, so that they can develop themselves and achieve optimal self-realization and also there is no module for changing consumptive attitudes among adolescents. The research method uses the experimental method. data collection techniques were interviews and questionnaires, interviews were conducted with two informants who participated in the family and questionnaires were given to adolescents so that they could provide information and contribute to the research conducted. The data analysis technique used is descriptive data analysis, namely by describing the application of REBT counseling with group settings to reduce consumptive attitudes. The results of the research conducted found that from the results of the pre-test 30 adolescents 1 (3.3%) were in the very high category, 10 people (33.3%) were in the high category, 12 (40%) were in the medium category, 6 people were in the high category. (20%) are in the low category and 1 person (3.3%) is in the very low category of consumptive attitudes.
Investigating Students’ Academic Stress on the Transition to Online Learning During the Covid-19 Pandemic Rosdialena, Rosdialena; Trinova, Zulvia; Dewita, Erna; Deswila, Nurhamsi; Maiseptian, Fadil
AT-TA'LIM Vol 28, No 3 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v28i3.676

Abstract

This research is based on the situation of students at the State Islamic University Imam Bonjol Padang that were stressed due to the changing  of learning process into online learning during the pandemic of covid-19.The study aims to describe students state based on physical response, emotion, and behaviour. Quantitative method with descriptive approach were used. The objects of the research were chosen based on Random sampling. The instrument used in the research were questionnaire based on Likert. The research found that the level of academic stress based on physical response was high at 68 %, while in emotional response was 70 % and 65 % based on behaviour. The result of the research can be used as data to improve the quality and innovation of teaching and learning during the pandemic to avoid greater issues.
Pendidikan Islam Sebagai Upaya Pencegahan Cyberbullying Di Kalangan Remaja Abdul Rahman Bintang; Rosdialena Rosdialena
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 5 (2026): Juni
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cyberbullying merupakan salah satu masalah serius yang banyak dialami remaja di era digital. Perilaku ini dilakukan melalui media digital dengan tujuan menyakiti, menghina, mempermalukan, atau mengintimidasi orang lain. Dampak cyberbullying tidak hanya memengaruhi kondisi psikologis korban, tetapi juga hubungan sosial, proses pendidikan, dan kesehatan mental remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Pendidikan Islam sebagai upaya pencegahan cyberbullying di kalangan remaja. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai sumber seperti Al-Qur’an, Hadis, kitab tafsir, buku, jurnal, dan literatur yang relevan dengan pendidikan Islam dan cyberbullying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cyberbullying dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti rendahnya kontrol diri, lemahnya empati, buruknya literasi digital, kurangnya pengawasan keluarga, dan lingkungan sekolah yang tidak mendukung. Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam mencegah cyberbullying melalui pembentukan akhlak, adab digital, penguatan nilai tabayyun, empati, pengendalian diri, serta kerja sama antara sekolah dan keluarga. Q.S. Al-Hujurat ayat 11 menjadi landasan utama karena melarang perilaku menghina, mencela, dan memberi julukan buruk kepada orang lain. Oleh karena itu, Pendidikan Islam dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam membangun karakter remaja agar lebih bijak, bertanggung jawab, dan beretika dalam menggunakan media digital.
Saat Rumah Menjadi Madrasah: Jalan Anak Menuju Akhlak Mulia Sejak Dini Yulia Dessani; Rosdialena Rosdialena
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 5 (2026): Juni
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas peran rumah sebagai madrasah pertama dalam pembentukan akhlak anak sejak dini di tengah tantangan era digital. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana lingkungan keluarga menjadi pusat internalisasi nilai-nilai moral melalui keteladanan orang tua, pembiasaan nilai-nilai Islami, komunikasi keluarga, serta pola pengasuhan yang efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan menganalisis berbagai literatur yang relevan, seperti Al-Qur’an, hadis, buku pendidikan Islam, dan artikel ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa rumah memiliki posisi fundamental dalam membentuk karakter anak karena seluruh aktivitas keluarga menjadi media pembelajaran moral yang berkelanjutan. Keteladanan orang tua menjadi faktor dominan yang menentukan keberhasilan internalisasi nilai, sedangkan pembiasaan menjadikan nilai akhlak sebagai kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari. Komunikasi yang efektif dan pola pengasuhan yang seimbang memperkuat proses pendidikan moral anak secara lebih komprehensif. Di sisi lain, era digital menghadirkan tantangan berupa perubahan pola interaksi, paparan konten negatif, serta pergeseran otoritas nilai dari keluarga ke ruang virtual. Oleh karena itu, diperlukan strategi adaptif berupa literasi digital keluarga, penguatan interaksi emosional, serta pengawasan penggunaan teknologi agar fungsi rumah sebagai madrasah tetap optimal. Kesimpulannya, keberhasilan pembentukan akhlak anak sangat bergantung pada konsistensi peran keluarga dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam di tengah perkembangan teknologi modern.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBANGUN ETIKA DIGITAL SISWA DI ERA MEDIA SOSIAL DI MTSN 8 AGAM Widya Alfa Rizky; Rosdialena Rosdialena
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10382

Abstract

Perkembangan media sosial pada era digital membawa pengaruh besar terhadap perilaku siswa, baik dalam aspek komunikasi, pola interaksi sosial, maupun pembentukan karakter. Di sisi lain, penggunaan media sosial yang tidak terkontrol menimbulkan berbagai persoalan etika digital seperti penggunaan bahasa kasar, penyebaran informasi tanpa verifikasi, cyberbullying, hingga rendahnya kesadaran menjaga privasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Islam dalam membangun etika digital siswa di era media sosial di MTsN 8 Agam. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di MTsN 8 Agam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting sebagai pendidik, pembimbing, teladan, dan pengontrol perilaku digital siswa. Guru berupaya menanamkan nilai-nilai akhlak Islami melalui pembelajaran, pembiasaan, pengawasan, serta pendekatan personal kepada siswa. Penelitian juga menemukan bahwa kondisi keluarga seperti broken home menjadi salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya etika digital siswa karena kurangnya perhatian dan pengawasan orang tua terhadap aktivitas digital anak. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan etika digital siswa membutuhkan kerja sama antara guru, keluarga, dan sekolah agar siswa mampu menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.
PEMBIASAAN MEMBACA AL-QUR’AN SEBAGAI UPAYA PENGUATAN KARAKTER ISLAMI PESERTA DIDIK SMP ISLAM DARUL QURAN Nabila Aulia Fitri; Rosdialena Rosdialena
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10383

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya karakter Islami peserta didik di era digital yang ditandai dengan rendahnya kedisiplinan, kurangnya sopan santun, serta perilaku menyimpang di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pembiasaan membaca Al-Qur’an dan pengaruhnya terhadap penguatan karakter Islami peserta didik di SMP Islam Darul Qur’an Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembiasaan membaca Al-Qur’an dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa sampai Kamis melalui kegiatan tadarus bersama sebelum pembelajaran dimulai. Program tersebut memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter religius peserta didik, seperti meningkatnya kedisiplinan, kesadaran beribadah, dan ketenangan spiritual. Meskipun demikian, pelaksanaan program masih belum optimal karena masih terdapat peserta didik yang belum lancar membaca Al-Qur’an, kurang memahami tajwid, serta menunjukkan perilaku yang belum mencerminkan karakter Islami, seperti membolos, merokok, dan kurang sopan santun terhadap guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembiasaan membaca Al-Qur’an memiliki peran penting dalam penguatan karakter Islami peserta didik, namun keberhasilannya memerlukan dukungan guru, sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial secara berkelanjutan
Krisis Moral Generasi Z dan Peran Pendidikan Islam dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa Madinatul Zahra; Rosdialena Rosdialena
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10426

Abstract

Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter religius peserta didik di tengah krisis moral Generasi Z akibat perkembangan teknologi dan globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidikan Islam, tantangan yang dihadapi, strategi yang diterapkan, serta implikasinya terhadap pembentukan karakter religius siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis berbagai jurnal dan literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Islam mampu membentuk sikap disiplin, jujur, tanggung jawab, toleransi, dan kesadaran beribadah melalui pembiasaan kegiatan religius, keteladanan guru, integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran, serta budaya religius di lingkungan sekolah. Tantangan yang dihadapi meliputi pengaruh negatif media sosial, gaya hidup hedonis, rendahnya literasi digital, dan menurunnya minat generasi muda terhadap kegiatan keagamaan. Strategi yang dapat dilakukan meliputi penguatan pendidikan akhlak, pemanfaatan media digital sebagai sarana edukasi Islam, pengembangan metode pembelajaran inovatif, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Pendidikan Islam dengan demikian menjadi fondasi penting dalam membangun generasi muda yang berakhlak mulia dan mampu menghadapi tantangan globalisasi tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman..
Transformasi Gaya Berpakaian Remaja Muslim di Era Globalisasi dan Tantangannya terhadap Nilai-Nilai Islam Aghisna Rahmatika; Rosdialena Rosdialena
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10434

Abstract

Globalisasi dan perkembangan media digital telah mengubah cara remaja Muslim memaknai busana Islami. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh globalisasi, media sosial, dan budaya digital terhadap transformasi fashion remaja Muslim serta dampaknya terhadap nilai-nilai Islam. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial, budaya populer global, dan industri fashion modern mendorong munculnya tren modest fashion, hijab style, dan aesthetic outfit yang menjadikan busana Muslim tidak hanya sebagai bentuk ketaatan beragama, tetapi juga sebagai identitas sosial dan sarana ekspresi diri. Transformasi tersebut memberikan dampak positif berupa berkembangnya inovasi fashion Muslim, meningkatnya kreativitas remaja, serta meluasnya dakwah Islam melalui media digital. Namun, perkembangan tersebut juga menimbulkan tantangan berupa pergeseran standar berpakaian Islami, budaya konsumtif akibat fast fashion, fenomena tabarruj, dan krisis identitas religius. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pendidikan agama, literasi digital, peran keluarga, dan lingkungan pendidikan untuk membantu remaja Muslim mengikuti perkembangan zaman tanpa mengabaikan nilai-nilai syariat Islam.