Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Model Prediktor Karakteristik Orang Tua dan Status Gizi Terhadap Perkembangan Anak Menggunakan Skrining Denver II Ika Fitria Elmeida; Endang Achadi; Monica Dara Delia Suja
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 15, No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkmsaw.v15i1.3368

Abstract

Latar Belakang: Nutrisi diperlukan untuk perkembangan otak yang mempengaruhi perkembangan anak. Masa balita merupakan masa krisis sehingga diperlukan stimulasi agar berkembang secara optimal. Skrining perkembangan Denver II mempunyai reliability yang cukup tinggi untuk mendeteksi gangguan perkembangan pada anak. Tujuan: Untuk memperoleh model prediktor karakteristik orang tua dan status gizi terhadap perkembangan anak umur 36–60 bulan dengan menggunakan skrining perkembangan Denver II. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang dilaksanakan di wilayah Sukamaju, Kota Bandar Lampung, sejak bulan Februari hingga April 2021. Jumlah subyek penelitian sebesar 123 anak yang dipilih berdasarkan metode cluster random sampling. Perkembangan anak dinilai dari DDST dengan kriteria normal dan suspek jika terdapat ≥1 delay dan/atau ≥2 caution. Status nutrisi anak diukur berdasarkan pengukuran antropometri untuk berat berdasarkan tinggi dengan skala dari WHO-CGS. Analisis data menggunakan chi-square, korelasi phi dan multiple logistic regression. Hasil:. Terdapat hubungan yang sangat bermakna antara status gizi dan perkembangan anak. Anak yang kurus sebagian besar mengalami perkembangan suspek.  Anak kurus mempunyai risiko keterlambatan perkembangan sebesar 9,1 kali (95% CI: 2,068–40,166) dibandingkan dengan anak gizi normal. Hasil dari analisi multivariable menunjukkan bahwa faktor paling dominan yang paling berhubungan dengan perkembangan anak adalah pekerjaan ibu. Simpulan: Perkembangan anak umur 36–60 bulan lebih baik pada status gizi normal dan pada ibu tidak bekerja. Orang tua diharapkan selalu memantau status gizi anak agar perkembangan anak optimal.Background: Nutrients are necessary for brain development, which obviously affects the child's development. Under five children is critical period so that the necessary stimulation for development optimal. Denver development screening test (DDST), has reability high enough to detect the presence of developmental disorders in children. Purpose: To obtain the model predictor of parents characteristic and nutritional status in children development in children aged 36–60 months with using the Denver II screening development test. Methods: The cross sectional study was conducted in the region of Sukamaju BandarLampung, Lampung Province, from February to April 2021. Subjects were 123 children selected using cluster random sampling. Child development was determined by DDST with the normal criteria and suspect if obtained ≥1 delay and/or ≥2 caution. Nutritional status of children in the measure based on anthropometric examination weight for height by the WHO–CGS. The data analysis was processed using chi-square, phi correlation, and multiple logistic regression. Results: The results obtained that in children with suspected developmental nutritional status of normal and wasted, respectively 24.3% and 75%. In working mothers 56.3% had children with suspected developmental and mothers did not work 14.7%. The results of multivariable analysis showed the most dominant factor related to child development was the work of mothers (p0.001; had greatest prevalence ratio 11.6; 95% CI: 3.809–35.221). The nutritional status of children associated with the development of children (p0.003; prevalence ratio 9.1; 95% CI: 2.068–40.166). Conclusion: The development of children aged 36-60 months is better in normal nutritional status and the mother does not work. Parents should be monitoring their children nutritional status in order to have optimal children development.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Gerakan Tanam, Konsumsi Kacang-Kacangan, Daun Kelor dan Daun Katuk (GERTAK KAKEK) di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Anyar, Lampung Selatan Sudarmi Sudarmi; Winarni Nanang Ermanto; Warjidin Aliyanto; Ika Fitria Elmeida
Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Vol 3, No 3 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Volume 3 Nomor 3 Desember 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jpk.v3i3.181

Abstract

Gerakan Tanam Konsumsi Kacang-kacangan, daun Kelor dan Katuk (GERTAK KAKEK), merupakan bentuk kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi capaian cakupan ASI eksklusif yang rendah. Kegiatan ini juga merupakan upaya penguatan ketahanan pangan keluarga yang hasilnya dapat meningkatkan nilai ekonomi keluarga, dalam pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil dan menyusui. Permasalahan berupa capaian cakupan ASI eksklusif di wilayah kerja PKM Karang Anyar hanya sebesar 59,1% (548 orang) dari jumlah ibu menyusui, sedangkan jumlah cakupan ASI Eksklusif di desa Karang Anyar hanya mencapai 46,4%. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap peserta untuk memberikan ASI eksklusif dan menanam, mengkonsumsi tanaman lagtogoge (Kacang-kacangan, daun kelor dan daun katuk) dalam upaya memperbanyak Air Susu Ibu. Metode pelaksanaan adalah memberdayakan masyarakat dalam bentuk sosialisasi, pencanangan dan aksi menanam serentak dengan pembagian bibit tanaman lagtogoge pada ibu hamil dan menyusui. Waktu pelaksanaan selama empat bulan pada bulan September s/d Desember 2022. Hasil diperoleh tingkat pengetahuan dan sikap peserta setelah sosialisasi meningkat, pengetahuan dalam katagori baik mencapai 31 (88.6%) dan sikap mendukung 33 (94.3%). Tertanamnya tanaman lagtogoge di 100 rumah perkarangan ibu hamil dan menyusui dan di delapan kebun PKK Desa Karang Anyar. Kesimpulan bahwa pemberdayaan masyarakat dengan GERTAK KAKEK membantu mengatasi permasalahan pemberian ASI eksklusif pada bayi.
Program Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Purwoadi melalui Pengembangan Budidaya, Bantuan Bibit dan Pakan Lele sebagai Usaha Mengatasi Stunting Ika Fitria Elmeida; Sugiarti Sugiarti; Wibowo Ady Sapta; Filia Yuniza
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12349

Abstract

ABSTRAK Budidaya ikan lele merupakan suatu usaha yang menjanjikan untuk di geluti saat ini, dikarenakan kebutuhan ikan yang tinggi di pasaran. Budidaya ikan lele termasuk ke dalam industri rumahan yang memiliki potensi besar dalam memperkuat ketahanan keluarga, baik dari aspek ekonomi, kesehatan, dan pendidikan, serta relasi anggota keluarga yang lebih harmonis. Desa Purwoadi, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah merupakan salah satu desa yang berpotensi untuk dilakukan budidaya ikan lele.  Sebagian dari masyarakat Desa Purwoadi memiliki kolam ikan lele dibelakang rumahnya, namun warga masih awam dengan perawatan serta kesehatan ikan lele. Ikan lele memiliki banyak manfaatnya salah satunya adalah perbaikan gizi protein anak dan ibu. Sebagian Balita di Desa Purwoadi terkena stunting. Oleh karena itu, adanya budidaya ikan lele diharapkan mampu menambah protein gizi anak, sehingga mampu mengatasi stunting di desa tersebut. Untuk membina kelompok pembudidaya ikan dalam membudidayakan ikan lele guna meningkatkan kualitas ekonomi, kualitas kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat Desa Purwoadi, sehingga mampu mengatasi masalah stunting. Sosialisasi budidaya lele dan produk olahan lele pada kelompok peternak ikan, pembuatan dan pengembangan kolam ikan lele, serta pemberian bantuan bibit dan pakan lele. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian, di Desa Purwoadi saat ini telah terbentuk kolam ikan lele dengan ukuran 17x8x1 meter dan telah dilakukan pengembangan beberapa kolam milik warga. Saat pengabdian telah juga telah dilakukan pembagian bibit ikan lele dan pakan lele. Masyarakat juga telah mendapat sosialisasi tentang budidaya ikan lele yang benar, serta sosialisasi pembuatan olahan makanan dari ikan lele. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan telah berhasil membina kelompok peternak ikan dalam membudidayakan ikan lele untuk meningkatkan kualitas ekonomi, status kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat desa Purwoadi. Kata Kunci: Budidaya Lele, Pemberdayaan Ekonomi, Stunting  ABSTRACT Currently, catfish cultivation is a promising business to be involved in due to the high market demand for fish. Catfish cultivation is a home-based industry with significant potential to enhance family resilience in terms of economics, health, education, and fostering harmonious family relationships. Purwoadi Village, located in the Trimurjo District of Central Lampung, is a community with great potential for catfish cultivation. While some residents in Purwoadi Village have catfish ponds behind their houses, there remains a lack of knowledge regarding proper catfish care and health management. Catfish offers numerous advantages, notably in enhancing the protein intake for both children and mothers. Unfortunately, some toddlers in Purwoadi Village are experiencing stunting issues. Therefore, it is our hope that promoting catfish cultivation will contribute to improving children's protein nutrition. To develop a community of catfish farmers in cultivating catfish to enhancing economic prosperity, health standards, and nutritional of the Purwoadi village community. Socialization of catfish cultivation among catfish farmer, facilitated the establishment and expansion of catfish pond, and offered support by providing catfish seeds and feed. After conducting community service activities in Purwoadi village, a 17x8x1 meter catfish pond has been established, and several ponds owned by residents have been developed. Additionally, catfish seeds and feed were distributed during the service. The community also received training on proper catfish cultivation techniques and processing catfish into food products. The community service activities undertaken have provided guidance to fish farmer groups in catfish cultivation, with the goal of enhancing the economic well-being, health, and nutritional fulfillment of the Purwoadi village community. Keywords: Catfish Seed, Economic Empowerment, Stunting.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG TANDA BAHAYA PADA KEHAMILAN DAN PENCEGAHAN ANEMIA PADA IBU HAMILDI KELAS IBU DESA MARGA AGUNG KEC. JATI AGUNG LAMPUNG SELATAN Ika Fitria Elmeida; Yeyen Putriana; Risneni Risneni
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, September 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i1.20

Abstract

Kematian ibu di Indonesia sebagian besar terjadi pada saat kehamilan, persalinan dan nifas sebesar 90% pada tahun 2009. Penyebab langsung kematian ibu adalah perdarahan sebesar 28%, eklamsia sebesar 24%, infeksi sebesar 11%. Penyebab tidak langsung adalah kurang energi kronik selama kehamilan sebesar 37% dan anemia kehamilan sebesar 40% (Depkes RI, 2014). Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan di kelas Ibu Desa Marga Agung yang merupakan kelas ibu di wilayah kerja desa Marga agung kec Jatiagung Kabu Lampung Selatan, yang dilaksanakan pada tanggal 10 Januari 2022 yang berfokus pada Ibu-ibu hamil yang tinggal berada di desa Marga Agung Kec Jati Agung. kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dan pencegahan anemia pada ibu hamil, di Kelas Ibu Desa Marga Agung yang berada di tengah Desa Marga Agung Kec Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan seluruh pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya pada kehamilan dan pencegahan anemia selama kehamilan
Hubungan Dukungan Keluarga dan Tenaga Kesehatan dengan Pemanfaatan Buku KIA pada Ibu Hamil saat Pandemi COVID-19 di Puskesmas Iringmulyo Ika Fitria Elmeida; Diah Meirawati
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 3 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/asjn.v3i2.917

Abstract

Latar belakang: Masih ada 30% ibu hamil di Indonesia yang tidak memiliki buku KIA, dan 10% tidak dapat menunjukkan buku KIA, kondisi ini mengakibatkan risiko peningkatan angka kematian ibu. Beberapa faktor terkait dengan pemanfaatan buku KIA diantaranya adalah dukungan keluarga dan tenaga kesehatan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan tenaga kesehatan dengan pemanfaatan buku KIA pada Masa Pandemi Covid-19 di Wilayah kerja Puskesmas Iringmulyo. Metode: Penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan bulan November - Desember 2021 di wilayah kerja Puskesmas Iringmulyo.  Populasi semua ibu hamil trimester III, dengan sampel sebanyak 78 orang yang diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner, analisis data menggunakan kai kuadrat. Hasil: Ada hubungan dukungan keluarga dengan pemanfaatan buku KIA dari segi kelengkapan pencatatan (p value: 0,027; OR; 3,268) dan fungsi edukasi (p value; 0,002; OR: 5,133). Ada hubungan dukungan tenaga kesehatan dengan pemanfaatan buku KIA dari segi kelengkapan pencatatan (p value: 0,006; OR; 4,602 dan fungsi edukasi (p value; 0,000; OR: 12,100). Kesimpulan: Tenaga kesehatan harap selalu mengingatkan ibu untuk membawa buku KIA setiap kali memeriksakan kehamilannya, serta memberikan edukasi yang ada di dalam buku KIA dengan metode yang menarik seperti permainan game atau tanya jawab.
Overview of Delivery Complications Using IKAlin Instruments in Bandar Lampung Octaviana, Amrina; Roslina, Roslina; Elmeida, Ika Fitria; Nurlaila, Nurlaila; Indrasari, Nelly; Rosmadewi, Rosmadewi
Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v15i1.4316

Abstract

The maternal mortality rate (MMR) in Lampung Province in 2020 has increased compared to 2019, namely from 110 cases to 115 cases. Bandar Lampung City is one of the regions in Lampung Province with the third highest MMR, 10 cases (8.69%). This research aims to determine the description of childbirth complications experienced by postpartum mothers using the IKAlin instrument (Labour Complications Instrument) in Bandar Lampung in 2023. This type of research uses a descriptive survey method with random sampling. A sample of 222 postpartum mothers with labor complications. This research method involves interviews with postpartum mothers using the IKAlin instrument. The average results of mothers' answers show that the complication of preeclampsia that is felt is high blood pressure, the bleeding complication that is most often felt during labor is experiencing heavy bleeding, and the complication of dystocia that is most often felt is undergoing a prolonged second stage. The advice given is to encourage education about early detection in the community so that people, especially pregnant women, are aware of the importance of monthly pregnancy checks at health facilities to detect birth complications as early as possible.
Promosi Kesehatan untuk Deteksi Dini Komplikasi Persalinan Menggunakan Instrumen IKA-LIN Elmeida, Ika Fitria; Purwaningsih, Dewi; Risneni, Risneni; Suja, Monica Dara Delia
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v4i1.628

Abstract

Komplikasi kehamilan/persalinan dan risiko tinggi yang diperkirakan terjadi pada 15 – 20% ibu hamil, belum semuanya terdeteksi secara dini. Untuk yang terdeteksi, belum semuanya tertangani secara tepat waktu dan memadai. Di salah satu provinsi di Indonesia, yaitu di Lampung masih banyak wanita melahirkan di rumah, hasil penelitian berupa informasi yang berbasis populasi tentang komplikasi persalinan pada ibu harus mengandalkan pelaporan tentang pengalaman ibu melalui wawancara. Puskesmas telah melakukan kegiatan promosi kesehatan baik secara periodik maupun insidental tentang kesehatan ibu dan bayi. Namun, sangat disayangkan ternyata masyarakat belum memahami benar tentang tanda bahaya dan cara deteksi dini persalinan sehingga penanganannya masih banyak terlambat. Sasaran dalam kegiatan ini adalah ibu hamil dan menyusui yang datang ke Posyandu berjumlah 30 orang. Adapun jenis kegiatan yang dilakukan meliputi pemberian edukasi tentang mengenal tanda tanda bahaya kehamilan dan persalinan dan penggunaan booklet IKA-LIN sebagai instrumen untuk mendeteksi komplikasi persalinan. Seluruh peserta pengabdian masyarakat ini diberikan pre-test setelah itu dilanjutkan pemberian presentasi terkait tanda bahaya kehamilan seteleah itu booklet diberikan kepada seluruh peserta, dan tahapan terakhir adalah post-test. Sesi terakhir juga dilakukan tanya jawab seputar pengalaman ibu saat persalinan. Terdapat kenaikan pengetahuan ibu berdasarkan hasil pre-test dan post-test.
Faktor yang Mempengaruhi Komplikasi Persalinan di Provinsi Lampung Elmeida, Ika Fitria; Nurlaila, Nurlaila; Nurchairina, Nurchairina
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i2.328

Abstract

Berdasarkan Data Profil Kesehatan Provinsi Lampung tahun 2022 kasus kematian ibu disebabkan oleh Perdarahan sebesar (24 kasus), hipertensi sebesar (25 kasus), infeksi sebesar (1 kasus), kelainan jantung dan pembuluh darah sebesar (9 kasus), dan lain-lain (33 kasus). Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya hubungan perdarahan postpartum primer di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan cross sectional, dilakukan dibulan Mei 2024 tahun 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu bersalin di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek tahun 2023. Sampel penelitian ini yaitu 186 Orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Data yang diambil adalah data sekunder (Rekam Medik), alat pengumpulan data berupa lembar rekap. Analisis yang digunakan univariat dengan presentase, bivariat dengan Chi Square. Hasil penelitian didapatkan adanya hubungan dari ketiga faktor ini dengan frekuensi ibu perdarahan postpartum primer dengan kejadian atonia uteri sebanyak 40 Ibu (21,5%), retensio plasenta 9 ibu (4,8%), dan Laserasi Jalan Lahir sebanyak 42 ibu (22,6%). Hasil uji statistik diperoleh p value = 0,001. Saran agar petugas kesehatan khususnya bidan dapat meningkatkan kualitas pelayanan secara komprehensif, melakukan upaya deteksi dini dengan penjaringan risiko tinggi dan pemeriksaan ANC minimal 4 kali selama hamil, serta meningkatkan penanganan kegawatdaruratan pada ibu hamil dan bersalin khususnya dalam kasus perdarahan postpartum sehingga kematian ibu dan bayi dapat dicegah sedini mungkin.
Refresing Penggunaan Partograf dan Kuesioner IKAlin Pada TPMB Untuk Menurunkan Angka Persalinan dengan Operasi Seksio Sessarea di PMB Wirahayu Tahun 2024 Nurlalila, Nurlalila; Elmeida, Ika Fitria; Nurchairina, Nurchairina
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v2i1.330

Abstract

Bidan Praktik Mandiri di wilayah kerjanya merupakan ujung tombak dalam pelayanan persalinan normal tanpa penyulit yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Ketidaktahuan dan kesulitan dalam tata cara penggunaan dan pengisian partograf menyebabkan bidan tidak dapat memperkirakan ada tidaknya penyulit dan kapan waktunya merujuk atau menunggu. Partograf yang berisi pemantauan keadaan ibu, janin dan kemajuan persalinan merupakan patokan penting seorang bidan dalam menangani proses persalinan. Kesalahan dalam pengisian dapat menyebabkan pasien terlalu cepat dimasukkan dalam fase persalinan atau justru semakin lama sehingga meningkatkan angka rujukan ke Rumah Sakit dan secara tidak langsung berperan dalam meningkatnya angka tindakan Seksio Sessarea. Tingginya angka seksio sessarea menimbulkan komplikasi yang lebih berat di kemudian hari baik jangka pendek maupun jangka panjang sampai dengan dapat menyebabkan kematian kemudian hari baik jangka pendek maupun jangka panjang sampai dengan dapat menyebabkan kematian.
Pentingnya Partograf Sebagai Alat Deteksi Dini Kegawatdaruratan Pada Persalinan Untuk Menurunkan Angka Sectio Caesarea di TPMB Wirahayu Panjang, Bandar Lampung Elmeida, Ika Fitria; Nurlaila, Nurlaila; Nurchairina, Nurchairina
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v2i2.538

Abstract

Partograf adalah alat yang digunakan untuk memantau proses persalinan secara sistematis dan komprehensif. Penggunaan partograf yang tepat dapat membantu bidan dalam mendeteksi dini adanya komplikasi pada persalinan, sehingga memungkinkan penanganan yang cepat dan tepat. Di Bandar Lampung, tingkat persalinan dengan prosedur sectio caesarea (SC) yang relatif tinggi menjadi salah satu perhatian utama dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah dengan melakukan pelatihan dan penyuluhan kepada para bidan. Hasil pengabdian mengungkapkan bahwa penggunaan partograf untuk bidan terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam melakukan pemantauan persalinan sehingga dapat membantu menurunkan angka sectio caesarea di tempat praktik bidan di Bandar Lampung.