Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PKM Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Aplikasi Junio Smart di SD dan SMP Kemala Bhayangkari Makassar Nur Rahmah; Khaidir Rahman; Nurmila Nurmila
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Mitra Program Kemitraan Komunitas (PKM) ini adalah guru SD dan SMP Bhayangkari. Tujuan dari PKM ini adalah untuk membantu masyarakat sasaran dalam mengembangkan sistem pembelajaran berbasis digital untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pengelolaan administrasi, pemantauan aktifitas siswa dan lainnya, Hal ini dalam rangka meningkatkan pelaksanaan pembelajaran yang efektif dan efisien, mewujudkan sekolah unggulan berbasis teknologi yang terintegrasi. Masalah mitra adalah (1) koneksi internet yang kurang stabil seringkali dialami saat proses pembelajaran (2) Mitra belum pernah mengaplikasikan Junio Smart dalam pembelajaran daring (3) Kemampuan mengaplikasikan Junio Smart yang masih kurang (4) Membutuhkan pendampingan dalam mengaplikasikan Junio Smart dan memahami fitur fiturnya (5) Sebagian besar guru SD dan SMP Kemala Bhayangkari belum pernah mengikuti pelatihan berbasis e-learning. Metode yang digunakan adalah ceramah, demonstrasi, diskusi, tanya jawab, dan pendampingan mitra.. Hasil dari pelaksanaan program kemitraan masyarakat adalaht: (1) peningkatan pengetahuan dan keterampilan terkait dengan pengaplikasian Junio Smart (2) peningkatan kemampuan dalam mengaplikasi Junio Smart oleh guru SD dan SMP Kemala Bhayangkari, (3) pendampingan yang intensif dilakukan kepada guru SD dan SMP Kemala Bhayangkari untuk dapat lebih mahir dalam pengaplikasian Junio Smart.Kata Kunci : kompetensi, guru,  Junio Smart
Analisis Keterampilan Dasar Mengajar Melalui Praktek Microteaching Pada Mahasiswa Pendidikan Teknologi Pertanian Ervi Novitasari; Khaidir Rahman; Nunik Lestari
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 9, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v9i1.44348

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat penguasaan keterampilan dasar mengajar mahasiswa Pendidikan Teknologi Pertanian melalui kegiatan microteaching. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode kualitatif menggunakan desain deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 30 mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Pertanian. Teknik analisis data menggunakan langkah reduksi, penyajian, dan penarikan data. Hasil penelitian yang diperoleh diantara lain: Keterampilan dalam membuka dan menutup kegiatan belajar mendapatkan nilai dengan kriteria sangat baik; Keterampilan dalam menjelaskan mendapatan hasil penilaian dengan kriteria baik; Keterampilan dalam memberikan penguatan dengan nilai kriteria sangat baik; Keterampilan untuk mengadakan varisi berada pada kriteria penilaian baik ; Keterampilan dalam mengelola kelas berada pada kriteria penilaian baik ;Keterampilan dalam membimbing diskusi kelompok kecil berada pada kriteria penilaian baik; dan Keterampilan dalam bertanya berada pada kriteria penilaian baik. Dari hasil analisis keseluruhan keterampilan dasar mengajar disimpulkan bahwa mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Pertanian memiliki penguasaan keterampilan yang baik dalam melakukan praktek microteaching.
Diseminasi Teknologi Pengomposan Jerami Padi untuk Menuju Zero Waste Production Management di Desa Ulugalung Kabupaten Bantaeng Nunik Lestari; Ervi Novitasari; Khaidir Rahman; Muhammad Nur Jumadil; Samsuar Samsuar
Madaniya Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.437

Abstract

Limbah jerami padi dapat diubah menjadi pupuk organik, sehingga dapat membantu masalah keterbatasan pupuk di Desa Ulugalung. Penerapan teknologi dibutuhkan agar proses fermentasi jerami padi menjadi lebih cepat. Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan pelatihan dan bantuan alat tabung fermentasi berbasis teknologi kepada kelompok tani Pullauweng Desa Ulugalung agar dapat memproduksi pupuk organik dalam waktu yang lebih singkat. Program ini dilaksanakan melalui proses belajar dan praktik secara partisipatif pembuatan pupuk organik menggunakan alat tabung fermentasi. Dari pelaksanaan program ini mitra telah berhasil memproduksi 154 liter POC dan 101 kg kompos dalam waktu 6 minggu, yang normalnya adalah 16 minggu. Jika hasil tersebut dikomersialkan, maka keuntungan dari penjualan pupuk organik tersebut dapat mencapai Rp.5.690.000,-. Dapat disimpulkan bahwa diseminasi teknologi yang telah dilakukan telah berhasil memberikan manfaat dan solusi untuk penyediaan pupuk organik bagi kelompok tani Pullauweng, serta berdampak baik terhadap keberlanjutan pertanian di Desa Ulugalung.
Pengembangan dan Penerapan Trainer Berbasis Atmega 2560 dalam Menunjang Pembelajaran di Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar Jamaluddin Jamaluddin; Husain Syam; Muhammad Rais; Khaidir Rahman
Seminar Nasional LP2M UNM SEMNAS 2019 : PROSIDING EDISI 8
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.719 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian bertujuan untuk melakukan pengembangan, kevalidan dan melihat respon mahasiswa terhadap penerapan trainer berbasis Atmega 2560 di program studi pendidikan teknologi pertanian fakultas teknik universitas negeri Makassar. Jenis penelitian yaitu research dan development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE dengan melalui tahap analysis, design, development, implementation dan evaluation. Objek penelitian adalah trainer hasil pengembangan yang telah divalidasi oleh ahli media dan ahli materi. Validasi oleh ahli media dilakukan untuk menilai dan memberi masukan terhadap trainer dan validasi oleh ahli materi dilakukan untuk menilai dan memberi masukan terhadap buku petunjuk penggunaan trainer. Responden penelitian terdiri dari 5 orang mahasiswa sebagai kelompok kecil dan 30 orang mahasiswa sebagai kelompok besar. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu penggunaan angket. Skala pengukuran data menggunakan skala likert. Pengolahan data terdiri dari analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan trainer meliputi pengembangan dan penambahan sistem wahana pesawat tanpa awak pada rangkaian trainer sehingga profesionalisme mahasiswa di bidang keteknikan pertanian dapat dimaksimalkan. Validasi trainer yang dilakukan ahli media memperoleh nilai rata-rata 3,72 yang berarti sangat valid digunakan, sedangkan validasi buku petunjuk yang dilakukan ahli materi memperoleh nilai rata-rata 3,61 yang berarti sangat valid. Respon peserta didik terhadap trainer menunjukkan nilai rata-rata 3,70 yang berarti sangat baik digunakan dalam proses pembelajaran.      Kata kunci : Trainer, Pengembangan, Respon, Robotika, Pertanian
Application of the Discovery Learning Model to Increase the Activeness and Learning Outcomes of Class X Students in the Basic Subject of Handling Agricultural Materials at SMKN 3 Takalar Iin Novianti Nur; Andi Sukainah; Khaidir Rahman
Indonesian Journal of Educational Science and Technology Vol. 2 No. 2 (2023): May, 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.386 KB) | DOI: 10.55927/nurture.v2i2.4399

Abstract

This research is a classroom action research that aims to increase the activeness and learning outcomes of students in class X APHP SMKN 3 Takalar. The independent variable in this study is the application of the discovery learning model, while the dependent variable is the activity and student learning outcomes in basic subjects handling agricultural products. The population in this study were all students of class X SMKN 3 Takalar who had basic subjects handling agricultural products, while the sample was class X APHP 1 SMKN 3 Takalar. The research data were obtained by observing student activity using an activity observation sheet, and learning outcomes tests in the form of pre-test and post-test. Based on the data analysis, it can be concluded that the application of the discovery learning model can increase the activeness and learning outcomes of class X APHP SMKN 3 Takalar students.
Pelatihan Pengolahan Sirup Air Kelapa di Dusun Kandemeng Desa Batulaya Kabupaten Tinambung Sulawesi Barat Reski Praja Putra; Nur Rahmah; Indrayani Indrayani; Khaidir Rahman; Amiruddin Hambali
INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2023): INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/inovasi.v3i2.56879

Abstract

Abstrak - Kandemeng merupakan salah satu dusun di Desa Batulaya, Kecamatan Tinambung, salah satu kecamatan di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Observasi merupakan tahap awal dari kegiatan pengabdian ini. Melalui tahapan ini, permasalahan pada mitra di Dusun Kandemeng dapat diketahui. Masyarakat di Dusun Kandemeng berharap informasi mengenai pengolahan kelapa menjadi produk yang dapat meningkatan nilai ekonomis komoditas kelapa. Solusi masalah yang ditawarkan dalam kegiatan ini adalah pengolahan air kelapa menjadi sirup air kelapa. Kegiatan dilakukan melalui metode penyuluhan dan pemberian materi, demonstrasi, pendampingan, dan evaluasi. Bahan utama yang digunakan dalam pelatihan ini adalah air kelapa tua. Selanjutnya, proses bahan diolah dengan suhu tinggi hingga mendidih serta dilakukan penambahan bahan-bahan lainnya yaitu gula pasir, sari jeruk nipis, dan perisa cocopandan. Berdasarkan evaluasi, masyarakat di Dusun Kandemeng telah mampu membuat sirup air kelapa secara mandiri. Kata Kunci: Dusun Kandemeng, Desa Batulaya, Kecamatan Tinambung, Air Kelapa, Sirup Air Kelapa
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI ATPH SMK Negeri 4 Gowa Ismar Prepty Kombong; Patang; Khaidir Rahman
COMPASS: Journal of Education and Counselling Vol. 1 No. 3 (2024): Compass: Journal of Education and Counselling, February 2024
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/compass.v1i3.460

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk mengetahui mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Agribisnis Tanaman Buah (ATB) di kelas XI ATPH SMK Negeri 4 Gowa. Data penelitian diperoleh dari angket motivasi yang diberikan pada akhir siklus 2 dan dan tes hasil belajar siswa (pretest) yang diberikan pada awal siklus 1 dan (posttest) yang diberikan pada setiap akhir siklus 1 dan siklus 2. Hasil penelitian setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray (TSTS) yaitu peningkatan motivasi belajar siswa kelas XI ATPH 2 SMK Negeri 4 Gowa pada mata pelajaran Agribisnis Tanaman Buah (ATB), hal ini dapat dilihat dari tingginya persentase indikatorindikator angket motivasi belajar yang diisi oleh siswa yaitu 87,5% dan masuk dalam kategori sangat Tinggi, dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI ATPH 2 SMK Negeri 4 Gowa, hal ini dapat dilihat dari nilai hasil belajar, rata-rata, dan ketuntasan belajar siswa yang diperoleh dari hasil pretest dan posttest pada siklus I hingga siklus II yang mengalami peningkatan dan masuk kategori sangat Tinggi.
PKM PENERAPAN KONSEP SMART FARMING DI KWT CARA’DE DALAM MENSUKSESKAN PROGRAM LORONG WISATA KOTA MAKASSAR Muhlis Muhlis; Khaidir Rahman; Fatmawati Fatmawati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38831

Abstract

Kelompk Wanita Tani (KWT) Seruni yang beralamat di Perumahan Bumi Tamalanrea Permai Blok G Kelurahan Buntusu Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar dibentuk pada tanggal 12 Maret 2013, KWT ini diketuai oleh Hj. Hartinawati yang dibantu oleh A. Emilda sebagai Sekertaris dan Hj. Zaenab sebagai bendahara serta 27 orang anggota lainnya dibentuk dari program ketahanan Pangan dengan maksud mewujudkan swasembada pangan. KWT ini memanfaatkan lahan kosong yang merupakan fasilitas umum (Lapangan ) yang ada di kompleks perumahan BTP Bloh H. KWT seruni memfokuskan tanaman hortikultura khususnya sayur-sayuran mengingat areal pertanaman tidak begitu luas hanya menggunakan green house. Menurut hasil wawancara dengan ketua KWT Hj. Hartinawati bahwa KWT seruni adalah sifatnya urban farming karena berada di tengah-tengah pemukiman di perkotaan dengan beranggotakan ibu rumah tangga yang mempunyai rutinitas lain sehingga belum terkelola secara optimal. Permasalah utama adalah terkait produksi yaitu aspek budidaya dari segi pemeliharaan, kurangnya tenaga yang bertugas melakukan pemeliharaan khususnya penyiraman. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan mitra terkait pemeliharaan yang berkesinambungan yaitu pembuatan irigasi springkler berbasis IoT untuk penyiraman dengan maksud untuk mengefisienkan penggunaan air, waktu dan tenaga kerja Metode pendekatan untuk menyelesaikan permasalahan adalah penyampaian materi secara teoritis tentang penggunaan irigasi sprinkler berbasis IoT, dan teknik pemasaran dan dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktek mendesain sistem irigasi sprinkler berbasis IoT yang dilakukan oleh anggota KWT. Target yang diharapkan dari kegiatan ini adalah : mitra dapat meningkatkan hasil usaha taninya dan menjadi pilot project bagi kegiatan urban farming.
PKM Sosialisasi Capaian Pembelajaran Pada Kurikulum Merdeka Di Sekolah Yayasan Kemala Bhayangkari Makassar Ervi Novitasari; Muhammad Rais; Hartini Ramli; Khaidir Rahman; Andi Alamsyah
Vokatek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1: Issue 3 (Oktober 2023)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/vokatekjpm.v1i3.234

Abstract

The independent curriculum is a new policy first launched by the Minister of Education, Nadiem, which aims to hone children's interests and talents from an early age, by focusing on essential material, character development and student competencies. There are changes to the subject structure and the way the learning process is carried out in the Independent Curriculum. With these changes, the teaching staff at Kemala Bhayangkari Foundation schools still need guidance regarding the implementation of learning outcomes (CP) in the independent curriculum. To optimize curriculum implementation, the FT UNM Agricultural Technology Education PKM team carries out outreach and assistance to teaching staff. This activity aims to provide knowledge to teaching staff regarding the urgency and implications of the independent curriculum as well as the implementation of learning outcomes in the independent curriculum. Implementation of socialization is carried out using discussion and question and answer methods, where the socialization process carried out by teaching staff shows high interest and enthusiasm so that it has an impact on improving knowledge. This, supported by the questionnaire data that has been analyzed, shows that the category is very good (satisfactory) compared to the unsatisfactory category before the socialization was carried out.
PKM Pelatihan Penyusunan Sintaks Pembelajaran pada Perangkat Kurikulum Merdeka di Sekolah Yayasan Kemala Bhayangkari Makassar Khaidir Rahman; Nurmila; Akmal Hidayat; Lahming; Ervi Novitasari
Vokatek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1: Issue 3 (Oktober 2023)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/vokatekjpm.v1i3.244

Abstract

The application of the independent curriculum in learning activities is mandatory at every independent level, which requires teachers to be able to develop their instruments and innovate learning strategies or syntax so that the learning atmosphere becomes more enjoyable, both indoors and while working on projects outdoors. The aim of this service is to provide understanding and skills to teachers in compiling the syntax of learning activities, starting with introductory activities, core activities, and closing activities. In this service activity, there are 3 stages carried out, namely: (1) preparation stage; (2) implementation stage; and (3) evaluation stage. After the training activities, it was seen that the teachers were very enthusiastic and understood the flow in creating learning syntax on the independent synchronization instrument. This made it easier for each teacher to design their learning activities to be more fun and measurable