p-Index From 2021 - 2026
7.715
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Tahkim (Jurnal Peradaban dan Hukum Islam) Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Profetika AL-Hikmah: Jurnal Studi Agama-agama Islamika Inside: Jurnal Keislaman dan Humaniora Al-Hikmah TAHKIM Jurnal Yudisial Nizham Journal of Islamic Studies Madinah: Jurnal Studi Islam Ulumuddin : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Refleksi Pembelajaran Inovatif Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Mutawasith: Jurnal Hukum Islam Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab Holistic Al-Hadis : Jurnal Studi Hadis, Keindonesiaan, dan Integrasi Keilmuan The International Journal of Pegon Islam Nusantara Civilization Santri: Journal of Pesantren and Fiqh Sosial Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia ISLAM NUSANTARA: Journal for the Study of Islamic History and Culture Jurnal Pemikiran Islam (JPI) Hunafa: Jurnal Studia Islamika Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Akademika : Jurnal Pemikiran Islam Al Hurriyah : Jurnal Hukum Islam At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Millah: Journal of Religious Studies al-Mawarid Jurnal Syariah dan Hukum (JSYH) Peradaban Journal of Religion and Society QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Islamika Inside: Jurnal Keislaman dan Humaniora Jurnal Sejarah Peradaban Islam Eduslamic: Jurnal Pendidikan Islam dan Keagamaan El Dusturie: Jurnal Hukum dan Perundang-undangan Indonesian Journal of Interdisciplinary Islamic Studies (IJIIS) MASADIR: Jurnal Hukum Islam As-Salam: Journal Islamic Social Sciences And Humanities Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Munazzama Journal of Islamic Management and Pilgrimage SiRad: Pelita Wawasan Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory KOLABORASI: Journal of Multidisciplinary ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab Profetika: Jurnal Studi Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Nizham Journal of Islamic Studies

The Meaning of the Word Patience in the Study of Tafsir Maudhu'i Alhakimi, Imam Mujaddid; Imawan, Dzulkifli Hadi
Nizham Jurnal Studi Keislaman Vol 11 No 02 (2023): Nizham: Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/nizham.v11i02.7554

Abstract

Abstract One of the purposes behind the revelation of the Qur'an is to serve as a guiding light for humanity. However, the content of the Qur'an, including its verses and passages, often possesses a universal nature, necessitating specialized expertise in interpreting it through various methodologies, among which is the maudhu'i interpretation. The term "patience," as an illustration, is prominently present in numerous verses of the Qur'an, expressed in diverse linguistic forms. This term is frequently associated with other concepts such as 'iffah (self-restraint), hilm (forbearance), qana'ah (contentment), and zuhud (asceticism). Beyond these facets, patience embodies a disposition of embracing all provisions from God, encompassing both favorable and unfavorable circumstances. Even in the realm of blessings that originate from the divine, a sense of patience is indispensable, mirroring the patience demonstrated in acts of devotion. For instance, when an individual diligently engages in acts of worship like prayer and fasting, the essence of patience extends to persistently upholding these acts, notwithstanding the array of temptations that might undermine one's commitment. Keyword: Patient, Interpretation, Maudhu’i Abstrak Salah satu sebab diturunkannya al-Qur’an adalah sebagai petunjuk bagi umat manusia. Akan tetapi, ayat dan surat yang terkandung di dalam al-Qur’an adakalanya bersifat global, sehingga dibutuhkanlah keahlian dari menafsirkan al-Qur’an dengan berbagai metode, salah satunya dengan tafsir maudhu’i. Kata sabar dalam al-Qur’an contohnya, terdapat banyak dalam ayat-ayat al-Qur’an dalam berbagai bentuk kata. Kata sabar juga sering diidentifikasikan sama dengan kata ‘iffah, hilm, qana’ah dan zuhud. Terlepas dari semua itu, sabar merupakan sikap menerima semua ketentuan Allah, baik itu ketentuan baik maupun ketentuan buruk. Karena dalam hal baik yang dikaruniakan Allah pun kita juga harus bersabar, seperti halnya sabar dalam ketaatan. Ketika seseorang sudah berbuat taat dalam beribadah, contohnya dalam shalat dan berpuasa, maka konsep sabar yang harus dilaksanakan adalah senantiasa berupaya untuk konsisten dalam menjaga ketaatan tersebut, meskipun terdapat berbagai macam godaan yang akan melemahkan taatnya seseorang tersebut. Keyword: Sabar, Tafsir, Maudhu’i