Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Uji Parameter Spesifik Simplisia Umbi Sarang Semut Asal Kalimantan Tengah: Specific Parameters Test of Sarang Semut Tubers Simplicia of Central Kalimantan Rinaldy, Yunantan; Handayani, Rezqi
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.12043

Abstract

Umbi Sarang Semut asal Kalimantan Tengah dikenal dan dimanfaatkan secara turun temurun sebagai obat tradisional diolah dalam bentuk seduhan dan rebusan. Secara empiris tumbuhan ini dipercaya dapat mencegah penyakit seperti asma, katarak, diabetes, rematik, migrain, wasir dan kangker. Simplisia umbi Sarang Semut asal Papua positif mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan polifenol, serta memiliki efek sebagai antibiotik dan antivirus untuk HIV dan herpes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran farmakognostik simplisia umbi Sarang Semut berdasarkan uji parameter spesifik. Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimental dengan pendekatan laboratorium. Metode yang digunakan dengan cara pengujian parameter simplisia umbi Sarang Semut. Hasil parameter spesifik simplisia umbi Sarang Semut meliputi pemeriksaan identitas simplisia umbi Sarang Semut yang masih dilakukan proses determinasi, pemeriksaan organoleptis serbuk simplisia bentuk serbuk kasar, warna cokelat, bau khas dan rasa pahit, makroskopik umbi Sarang Semut Asal Kalimantan Tengah, daun bulat atau oval berwarna hijau, batang keras dan berpori-pori berwarna cokelat, akar memiliki serat-serat, keras dan berwarna cokelat, dan umbi berbentuk bulat atau oval dengan permukaan yang kasar, sebelum dikupas umbi berduri berwarna putih cokelat, dan setelah dikupas berwarna cokelat, berpori-pori dan bagian luar sedikit berdaging, tinggi umbi 17 cm dan lebar 10 cm, mikroskopik simplisia yaitu identifikasi sel-sel jaringan bagian tumbuhan dan metabolit sekunder simplisia umbi Sarang Semut positif mengandung Alkaloid dan Flavonoid.
Edukasi Gizi dan Pelatihan Pembuatan Makanan Pendamping ASI (MPASI) Berbasis Labu Kuning untuk Mendukung Tumbuh Kembang Balita Dian Ana Mutriqah; Handayani, Rezqi; Basuki, Liagustri Maulisazen; Angelia, Savira; Siregar, Leli Khairani; Pratiwi, Vini Rima; Rahmah, Windya Nazmatur; Yuliantri, Risqika; Delvita, Devi; Astuti, Sri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i1.944

Abstract

Masa balita merupakan periode emas pertumbuhan yang sangat dipengaruhi oleh asupan gizi, terutama pada masa transisi pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI). Permasalahan stunting dan kurangnya pengetahuan ibu mengenai variasi menu MPASI menjadi latar belakang utama kegiatan ini. Labu kuning memiliki potensi besar sebagai pangan lokal yang kaya akan beta-karoten dan serat, namun pemanfaatannya belum optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam mengolah labu kuning menjadi MPASI yang inovatif dan bergizi. Metode yang digunakan meliputi edukasi gizi melalui ceramah interaktif serta pelatihan pembuatan menu MPASI berbasis labu kuning. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi yang aktif dari peserta selama mengikuti kegiatn. adanya peningkatan signifikan pada skor post-test pengetahuan peserta mengenai gizi seimbang. Kesimpulannya, optimalisasi pangan lokal melalui edukasi dan pelatihan praktis merupakan langkah strategis dalam mendukung tumbuh kembang balita serta mencegah masalah gizi di tingkat keluarga.
Edukasi Penyakit Tuberculosis (TBC) Pada Santri Di Pesantren Hidayatullah Kota Palangka Raya Sartika, Fera; Handayani, Rezqi; Hariati Ramdhani, Fitria; Purbayanti, Dwi; Ardina, Rinny; Rahmah, Windya Nazmatur; Hidayani, Al; Fadillah, Noor; Suhartati, Sri; Wijayanti, Nira Meirita
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 1 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i1.985

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kalimantan Tengah. Peningkatan kasus TBC menunjukkan pentingnya upaya edukasi sejak usia sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri Pesantren Hidayatullah Kota Palangka Raya tentang penyakit TBC. Metode yang digunakan adalah penyuluhan secara luring melalui ceramah, tanya jawab, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diawali dengan pembagian pre-test, dilanjutkan penyampaian materi dan sesi diskusi, kemudian diakhiri dengan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan. Jumlah peserta sebanyak 39 santri. Hasil menunjukkan rata-rata nilai pre-test sebesar 73,8 dan meningkat menjadi 85,1 pada post-test, dengan selisih peningkatan sebesar 11,3 poin. Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi. Dengan demikian, kegiatan penyuluhan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman santri mengenai TBC, sehingga diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan dan pengendalian TBC di lingkungan pesantren.
Formulasi Masker Peel Off Ekstrak Etanol Batang Saluang Belum Sebagai Antioksidan Rezqi Handayani; Nurul Qamariah
Journal of Pharmascience Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i2.7352

Abstract

ABSTRAK Salah satu tumbuhan yang mempunyai manfaat yang besar terutama sebagai antikosidan adalah Saluang Belum.Tumbuhan ini merupakan Tumbuhan Hutan Berkhasiat Obat (THBO) asal Kalimantan Tengah yang secara empiris digunakan oleh masyarakat Dayak terutama pada daerah Kabupaten Katingan sebagai obat awet muda. Hasil uji identifikasi simpisia Batang Saluang Belum menunjukkan hasil positif pada uji senyawa kimia tanin dan saponin. Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti bermaksud untuk mengembangkan produk masker peel off dari ekstrak etanol batang saluang belum yang dapat meningkatkan nilai ekonomi dari THBO. Terdapat 4 (empat) formulasi masker peel off ekstrak etanol batang saluang belum yang berbeda konsentrasi, mulai dari 0%; 1%; 5%; dan 15%. Dari keempat formula masker peel off ekstrak etanol batang Saluang belum yang dihasilkan, formula 1 merupakan formulasi terbaik berdasarkan hasil uji fisik yang dilakukan.  Kata Kunci : Antioksidan, Masker peel off, Saluang Belum  ABSTRACT One of the plants that has great benefits as antioxidant is Saluang Belum. This plant is Medicinal Forest Plants from Central Kalimantan which used by Dayak community, especially in the Katingan Regency area as a youthful medicine. The results of the chemical compound identification test of Batang Saluang Belum have shown positive results on the test of tannin and saponin. Based on this, the research conducted to develop skin mask products from ethanol extracts of Saluang Belum stems which can increase the economic value of medicinal forest plants. There are 4 (four) peel off mask formulations of ethanol extracts of saluang stem which have different concentrations, starting from 0%; 1%; 5%; and 15%. Of the four peel off mask formulas of ethanol extract of Saluang stem that have not been produced, formula 1 is the best formulation based on the results of physical tests conducted. Keywords: Antioxidants, Peel Masks, Saluang Belum
Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Batang Saluang Belum (Luvunga sarmentosa Kurz) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Rezqi Handayani; Nurul Qamariah; Muhammad Izmiansyah
Journal of Pharmascience Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v8i1.9111

Abstract

Saluang Belum (Luvunga sarmentosa Kurz) adalah tumbuhan yang dikenal sebagai obat tradisional di Kalimantan Tengah. Batang L. sarmentosa Kurz dipercayai memiliki manfaat secara empiris sebagai antioksidan yang dimanfaatkan sebagai anti-aging (anti penuaan dini). Batang L. sarmentosa Kurz mengandung metabolit sekunder yaitu tanin, saponin, steroid dan flavonoid yang diduga memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Berdasarkan khasiat empiris dan kandungan metabolit sekunder yang ada dalam tumbuhan L. sarmentosa Kurz, maka dilakukan penelitian tentang aktivitas daya hambat ekstrak etanol tumbuhan ini terhadap bakteri P. acnes yang merupakan salah satu bakteri penyebab jerawat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas daya hambat ekstrak etanol batang L. sarmentosa Kurz terhadap bakteri P.acnes. Metode penelitian yang dilakukan pada penelitian ini dimulai dari pengambilan simplisia, pembuatan ekstrak etanol dengan metode perkolasi dan uji daya hambat dengan menggunakan metode Disk Difusion yang menggunakan kontrol positif antibiotik klindamicin. Analisis data dilakukan dengan membandingkan lebar zona hambat dari ekstrak etanol batang L. sarmentosa Kurz  dengan kategori penghambatan antimikroba klindamisin berdasarkan diameter zona hambat dari Clinical and Laboratory Standards Institute.  Hasil uji daya hambat didapatkan zona hambat ekstrak etanol batang Saluang Belum pada semua konsentrasi 0,5%, 1%, 5%, 10% dan 15% secara berturut-turut yaitu  Intermediate, Resistant, Intermediate, Susceptible dan Susceptible dan hasil dari zona hambat klindamicin pada semua konsentrasi 0,5%,1%,5%,10%,dan 15% adalah susceptible. Simpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol batang L. sarmentosa Kurz mempunyai kemampuan dalam menghambat pertumbuhan bakteri P.acnes.           Kata Kunci: Obat Tradisional, Jerawat, Uji Daya Hambat, Propionibacterium acnes, Batang Saluang Belum Saluang belum (Luvunga sarmentosa Kurz) is one of traditional medicine in Central Kalimantan. The stem of L. sarmentosa Kurz is believed to have empirical benefits as an antioxidant which is used as anti-ageing (anti-ageing). The stem of L. sarmentosa Kurz contains secondary metabolites, namely tannins, saponins, steroids and flavonoids which are thought to have antibacterial activity. Based on the empirical properties and the content of secondary metabolites in L. sarmentosa Kurz, a study was conducted on the inhibitory activity of this plant's ethanol extract against P. acnes, which is one of the bacteria that causes acne. The purpose of this study was to determine the inhibitory activity of the ethanol extract of L. sarmentosa Kurz stem against P.acnes bacteria. The research method carried out in this study started from taking simplicia, making ethanol extract using the percolation method and the inhibition test using the disk diffusion method which used a positive control of the clindamycin antibiotic. Data analysis was performed by comparing the inhibition zone width of the ethanol extract of L. sarmentosa Kurz stem with the clindamycin antimicrobial inhibition category based on the inhibition zone diameter of the Clinical and Laboratory Standards Institute. The results of the inhibition test obtained the inhibition zone of Saluang Belum stem ethanol extract at all concentrations of 0.5%, 1%, 5%, 10% and 15% respectively, Intermediate, Resistant, Intermediate, Susceptible and Susceptible and the results of the inhibition zone. Clindamycin at all concentrations of 0.5%, 1%, 5%, 10%, and 15% are susceptible. This research concludes that the ethanol extract of L. sarmentosa Kurz stem can inhibit the growth of P.acnes bacteria.
Edukasi dan Penguatan Kapasitas Remaja dalam Pengendalian dan Pencegahan Dini Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) di SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya Windya Nazmatur Rahmah; Fera Sartika; Fitria Hariati Ramdhani; Al Hidayani; Rezqi Handayani
Journal of Community Development Vol. 6 No. 1 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i1.1680

Abstract

Penyakit nfeksi menular seksual (PIMS) merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Prevalensi PIMS tertinggi terjadi pada kelompok remaja dan dewasa muda akibat perilaku seksual berisiko. Perilaku seksual berisiko seperti berganti-ganti pasangan tanpa proteksi merupakan penyebab utama meningkatnya kasus PIMS di kalangan remaja dan dewasa muda di Indonesia. Upaya pencegahan dan pengendalian melalui peningkatan edukasi dan akses layanan kesehatan reproduksi penting untuk dilakukan guna memutus rantai penularan IMS di kalangan remaja. Metode kegiatan dilakukan dengan memberikan edukasi terkait PIMS dan memberikan pelatihan kepada siswa SMA 1 Muhammadiyah Palangkaraya untuk membuat promosi kesehatan terkait PIMS dengan memanfaatkan platform media social. Pada kegiatan ini juga dilakukan pengukuran tingkat pengetahuan siswa terhadap PIMS dengan melakukan evaluasi melalui pemberian pretest dan postest. Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan siswa tentang PIMS khususnya pada remaja setelah dilakukannya edukasi. Selain itu kegiatan ini menghasikan produk media sosial sebagai bentuk promosi kesehatan terkait PIMS yaitu platform media sosial TikTok dan Instagram. Kegiatan edukasi dan penguatan kapasitas remaja tentang pengendalian dan pencegahan dini PIMS di SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya telah berhasil dilaksanakan dengan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa mengenai risiko, cara penularan, pencegahan, dan dampak PIMS.
Formulasi dan Uji Karakteristik Sediaan Gel Ekstrak Etanol Umbi Hati Tanah (Angiopteris evecta) Rezqi handayani; Nurul Qamariah
JURNAL FARMASI DAN MAKANAN Vol 7 No 1 (2023): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jops.v7i1.4129

Abstract

Gel is a semisolid topical preparation that provides a cool sensation, easy to clean easy to spread, and has good absorption on the skin. Hati Tanah tuber (Angiopteris evecta) contain Flavonoids, Tannins, and Saponins compounds that act as antibacterials. This study aims to determine whether the ethanol extract of Hati Tanah tuber can be formulated into an anti-acne gel preparation and whether the physical properties of the gel preparation meet the physical standards. The method used in this study was experiment by making gel preparations of ethanol extract of Hati Tanah tuber with variations in extract concentrations of 0%, 0,5%, 1%, and 5% and testing the physical properties of organoleptic, homogeneity, adhesion, dispersion, and pH. The results obtained showed that the gel preparation formulation add with ethanol extract of Hati Tanah tuber had a distinctive smell and color from ethanol extract of Hati Tanah tuber. The physical properties of gel preparations of ethanol extracts of Hati Tanah tuber, namely F1, F2, and F3 in the adhesion test meet the requirements, in the homogeneity test only F2 meets the requirements. While in the dispersion test, only F1 meets the requirements, and in the pH test only F2 and F3 have pH values that meet the requirements.
Uji Parameter Spesifik Ekstrak Etanol Umbi Sarang Semut Asal Kalimantan Tengah: Specific Parameter Testing of Ethanol Extract of Sarang Semut Tubers from Central Kalimantan Rezqi Handayani; Fera Sartika; Eky Agus Setiawawan
JURNAL FARMASI DAN MAKANAN Vol 8 No 2 (2025): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jops.v8i2.6128

Abstract

Standardization is a series of parameters, procedures, and measurement methods whose results constitute elements related to the pharmaceutical quality paradigm. The standardization stage begins with the preparation of sample extracts by establishing specific parameters. Based on chemical screening tests of Sarang Semut plants originating from Papua and Aceh, they contain phenolic and flavonoid compounds as antioxidants, while those from Central Kalimantan have antibacterial properties. The aim of this research is to identify and determine the pharmacognostic profile based on specific parameters of the ethanol extract of Sarang Semut tubers originating from Central Kalimantan. This research uses an experimental method with specific parameter procedures including extract identity, organoleptic examination, determination of water-soluble and ethanol-soluble compound content, and identification tests for secondary metabolite chemical compounds. The extraction of Sarang Semut tubers in this study used the Soxhlet extraction method. Based on the results of specific parameter tests, it is known that the ethanol extract of Sarang Semut tubers contains chemical compounds, namely alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, steroids, triterpenoids, and quinones. The results of the water-soluble compound content test were 16.03%, and the ethanol-soluble compound content was 41.57%. The results obtained from this study can be concluded that the ethanol extract of Sarang Semut tubers has secondary metabolites with pharmacological effects, one of which is as an antibacterial agent, so it can be developed into a raw material for traditional medicine.