Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Edukasi Body Health During Transition dan Pengecekan Kesehatan Gratis di Kota Palangka Raya Handayani, Rezqi; Mulyani, Evi; Satrio P, Guntur; Suryadini, Halida; Chusna, Nurul; Adawiyah, Rabiatul; Mulia, Dewi Sari; Ternate, Agustinawati Umi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v2i1.596

Abstract

Musim pancaroba merupakan musim peralihan antara musim hujan ke musim kemarau atau kebalikannya. Disaat peralihan dua musim tersebut terjadi perbedaan tekanan udara sehingga berpengaruh terhadap daya imunitas tubuh dan dapat mengakibatkan beberapa penyakit. Sehingga perlu dilakukan edukasi terhadap masyarakat terutama para lansia untuk menjaga kesehatan tubuh terutama dalam masa pancaroba. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara menjaga kesehatan tubuh pada masa pancaroba, peningkatan kesehatan pada lansia serta peningkatan sistem imun tubuh. Kegiatan ini dilaksanakan di Bundaran Besar Kota Palangka Raya dan diikuti oleh masyarakat umum. Metode kegiatan dilaksanakan dengan pemberian informasi kepada masyarakat sebagai peserta pengabdian terkait Body Health During Transition melalui media leaflet, pengecekan kesehatan gratis terutama pada lansia serta pemberian jamu beras kencur kepada masyarakat. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan terkait menjaga kesehatan tubuh pada masa pancaroba, peningkatan derajat kesehatan lansia melalui pengecekan kesehatan gratis, serta peningkatan sistem imun tubuh dengan sediaan obat tradisional.
Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian di RSUD Sukamara: Level of Patient Satisfaction with Pharmaceutical Service at Sukamara Hospital Handayani, Rezqi; Qamariah, Nurul; Putri, Beliana
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7722

Abstract

Kepuasan adalah tingkat perasaan konsumen setelah membandingkan antara kinerja dan hasil yang dirasakan dari suatu pelayanan. Indikator yang digunakan untuk mengetahui mutu pelayanan kesehatan adalah dengan melakukan pengukuran kepuasan konsumen jasa pelayanan kesehatan. RSUD Sukamara memberikan pelayanan kefarmasian kepada masyarakat meliputi pelayanan obat dengan resep dokter. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di RSUD Sukamara. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yaitu penelitian deskriptif dengan menggunakan lima indikator yaitu meliputi kemampuan (reliability), daya tanggap (responsiveness), perhatian (emphaty), bukti fisik (tangible) dan jaminan (assurance). Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 96 orang yang diambil menggunakan metode accidental sampling. Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pasien sangat puas terhadap pelayanan kefarmasian di RSUD Sukamara yaitu dengan 5 dimensi yang meliputi dimensi kemampuan (reliability), daya tanggap (responsiveness), perhatian (emphaty), bukti fisik (tangible) dan jaminan (assurance) memiliki rata-rata skor 1.182 dengan persentase (82,19%).
Uji Parameter Spesifik Simplisia Umbi Sarang Semut Asal Kalimantan Tengah: Specific Parameters Test of Sarang Semut Tubers Simplicia of Central Kalimantan Rinaldy, Yunantan; Handayani, Rezqi
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.12043

Abstract

Umbi Sarang Semut asal Kalimantan Tengah dikenal dan dimanfaatkan secara turun temurun sebagai obat tradisional diolah dalam bentuk seduhan dan rebusan. Secara empiris tumbuhan ini dipercaya dapat mencegah penyakit seperti asma, katarak, diabetes, rematik, migrain, wasir dan kangker. Simplisia umbi Sarang Semut asal Papua positif mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan polifenol, serta memiliki efek sebagai antibiotik dan antivirus untuk HIV dan herpes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran farmakognostik simplisia umbi Sarang Semut berdasarkan uji parameter spesifik. Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimental dengan pendekatan laboratorium. Metode yang digunakan dengan cara pengujian parameter simplisia umbi Sarang Semut. Hasil parameter spesifik simplisia umbi Sarang Semut meliputi pemeriksaan identitas simplisia umbi Sarang Semut yang masih dilakukan proses determinasi, pemeriksaan organoleptis serbuk simplisia bentuk serbuk kasar, warna cokelat, bau khas dan rasa pahit, makroskopik umbi Sarang Semut Asal Kalimantan Tengah, daun bulat atau oval berwarna hijau, batang keras dan berpori-pori berwarna cokelat, akar memiliki serat-serat, keras dan berwarna cokelat, dan umbi berbentuk bulat atau oval dengan permukaan yang kasar, sebelum dikupas umbi berduri berwarna putih cokelat, dan setelah dikupas berwarna cokelat, berpori-pori dan bagian luar sedikit berdaging, tinggi umbi 17 cm dan lebar 10 cm, mikroskopik simplisia yaitu identifikasi sel-sel jaringan bagian tumbuhan dan metabolit sekunder simplisia umbi Sarang Semut positif mengandung Alkaloid dan Flavonoid.
Edukasi Gizi dan Pelatihan Pembuatan Makanan Pendamping ASI (MPASI) Berbasis Labu Kuning untuk Mendukung Tumbuh Kembang Balita Dian Ana Mutriqah; Handayani, Rezqi; Basuki, Liagustri Maulisazen; Angelia, Savira; Siregar, Leli Khairani; Pratiwi, Vini Rima; Rahmah, Windya Nazmatur; Yuliantri, Risqika; Delvita, Devi; Astuti, Sri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i1.944

Abstract

Masa balita merupakan periode emas pertumbuhan yang sangat dipengaruhi oleh asupan gizi, terutama pada masa transisi pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI). Permasalahan stunting dan kurangnya pengetahuan ibu mengenai variasi menu MPASI menjadi latar belakang utama kegiatan ini. Labu kuning memiliki potensi besar sebagai pangan lokal yang kaya akan beta-karoten dan serat, namun pemanfaatannya belum optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam mengolah labu kuning menjadi MPASI yang inovatif dan bergizi. Metode yang digunakan meliputi edukasi gizi melalui ceramah interaktif serta pelatihan pembuatan menu MPASI berbasis labu kuning. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi yang aktif dari peserta selama mengikuti kegiatn. adanya peningkatan signifikan pada skor post-test pengetahuan peserta mengenai gizi seimbang. Kesimpulannya, optimalisasi pangan lokal melalui edukasi dan pelatihan praktis merupakan langkah strategis dalam mendukung tumbuh kembang balita serta mencegah masalah gizi di tingkat keluarga.
Edukasi Penyakit Tuberculosis (TBC) Pada Santri Di Pesantren Hidayatullah Kota Palangka Raya Sartika, Fera; Handayani, Rezqi; Hariati Ramdhani, Fitria; Purbayanti, Dwi; Ardina, Rinny; Rahmah, Windya Nazmatur; Hidayani, Al; Fadillah, Noor; Suhartati, Sri; Wijayanti, Nira Meirita
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 1 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i1.985

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kalimantan Tengah. Peningkatan kasus TBC menunjukkan pentingnya upaya edukasi sejak usia sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri Pesantren Hidayatullah Kota Palangka Raya tentang penyakit TBC. Metode yang digunakan adalah penyuluhan secara luring melalui ceramah, tanya jawab, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diawali dengan pembagian pre-test, dilanjutkan penyampaian materi dan sesi diskusi, kemudian diakhiri dengan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan. Jumlah peserta sebanyak 39 santri. Hasil menunjukkan rata-rata nilai pre-test sebesar 73,8 dan meningkat menjadi 85,1 pada post-test, dengan selisih peningkatan sebesar 11,3 poin. Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi. Dengan demikian, kegiatan penyuluhan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman santri mengenai TBC, sehingga diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan dan pengendalian TBC di lingkungan pesantren.
Formulasi Masker Peel Off Ekstrak Etanol Batang Saluang Belum Sebagai Antioksidan Rezqi Handayani; Nurul Qamariah
Journal of Pharmascience Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i2.7352

Abstract

ABSTRAK Salah satu tumbuhan yang mempunyai manfaat yang besar terutama sebagai antikosidan adalah Saluang Belum.Tumbuhan ini merupakan Tumbuhan Hutan Berkhasiat Obat (THBO) asal Kalimantan Tengah yang secara empiris digunakan oleh masyarakat Dayak terutama pada daerah Kabupaten Katingan sebagai obat awet muda. Hasil uji identifikasi simpisia Batang Saluang Belum menunjukkan hasil positif pada uji senyawa kimia tanin dan saponin. Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti bermaksud untuk mengembangkan produk masker peel off dari ekstrak etanol batang saluang belum yang dapat meningkatkan nilai ekonomi dari THBO. Terdapat 4 (empat) formulasi masker peel off ekstrak etanol batang saluang belum yang berbeda konsentrasi, mulai dari 0%; 1%; 5%; dan 15%. Dari keempat formula masker peel off ekstrak etanol batang Saluang belum yang dihasilkan, formula 1 merupakan formulasi terbaik berdasarkan hasil uji fisik yang dilakukan.  Kata Kunci : Antioksidan, Masker peel off, Saluang Belum  ABSTRACT One of the plants that has great benefits as antioxidant is Saluang Belum. This plant is Medicinal Forest Plants from Central Kalimantan which used by Dayak community, especially in the Katingan Regency area as a youthful medicine. The results of the chemical compound identification test of Batang Saluang Belum have shown positive results on the test of tannin and saponin. Based on this, the research conducted to develop skin mask products from ethanol extracts of Saluang Belum stems which can increase the economic value of medicinal forest plants. There are 4 (four) peel off mask formulations of ethanol extracts of saluang stem which have different concentrations, starting from 0%; 1%; 5%; and 15%. Of the four peel off mask formulas of ethanol extract of Saluang stem that have not been produced, formula 1 is the best formulation based on the results of physical tests conducted. Keywords: Antioxidants, Peel Masks, Saluang Belum
Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Batang Saluang Belum (Luvunga sarmentosa Kurz) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Rezqi Handayani; Nurul Qamariah; Muhammad Izmiansyah
Journal of Pharmascience Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v8i1.9111

Abstract

Saluang Belum (Luvunga sarmentosa Kurz) adalah tumbuhan yang dikenal sebagai obat tradisional di Kalimantan Tengah. Batang L. sarmentosa Kurz dipercayai memiliki manfaat secara empiris sebagai antioksidan yang dimanfaatkan sebagai anti-aging (anti penuaan dini). Batang L. sarmentosa Kurz mengandung metabolit sekunder yaitu tanin, saponin, steroid dan flavonoid yang diduga memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Berdasarkan khasiat empiris dan kandungan metabolit sekunder yang ada dalam tumbuhan L. sarmentosa Kurz, maka dilakukan penelitian tentang aktivitas daya hambat ekstrak etanol tumbuhan ini terhadap bakteri P. acnes yang merupakan salah satu bakteri penyebab jerawat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas daya hambat ekstrak etanol batang L. sarmentosa Kurz terhadap bakteri P.acnes. Metode penelitian yang dilakukan pada penelitian ini dimulai dari pengambilan simplisia, pembuatan ekstrak etanol dengan metode perkolasi dan uji daya hambat dengan menggunakan metode Disk Difusion yang menggunakan kontrol positif antibiotik klindamicin. Analisis data dilakukan dengan membandingkan lebar zona hambat dari ekstrak etanol batang L. sarmentosa Kurz  dengan kategori penghambatan antimikroba klindamisin berdasarkan diameter zona hambat dari Clinical and Laboratory Standards Institute.  Hasil uji daya hambat didapatkan zona hambat ekstrak etanol batang Saluang Belum pada semua konsentrasi 0,5%, 1%, 5%, 10% dan 15% secara berturut-turut yaitu  Intermediate, Resistant, Intermediate, Susceptible dan Susceptible dan hasil dari zona hambat klindamicin pada semua konsentrasi 0,5%,1%,5%,10%,dan 15% adalah susceptible. Simpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol batang L. sarmentosa Kurz mempunyai kemampuan dalam menghambat pertumbuhan bakteri P.acnes.           Kata Kunci: Obat Tradisional, Jerawat, Uji Daya Hambat, Propionibacterium acnes, Batang Saluang Belum Saluang belum (Luvunga sarmentosa Kurz) is one of traditional medicine in Central Kalimantan. The stem of L. sarmentosa Kurz is believed to have empirical benefits as an antioxidant which is used as anti-ageing (anti-ageing). The stem of L. sarmentosa Kurz contains secondary metabolites, namely tannins, saponins, steroids and flavonoids which are thought to have antibacterial activity. Based on the empirical properties and the content of secondary metabolites in L. sarmentosa Kurz, a study was conducted on the inhibitory activity of this plant's ethanol extract against P. acnes, which is one of the bacteria that causes acne. The purpose of this study was to determine the inhibitory activity of the ethanol extract of L. sarmentosa Kurz stem against P.acnes bacteria. The research method carried out in this study started from taking simplicia, making ethanol extract using the percolation method and the inhibition test using the disk diffusion method which used a positive control of the clindamycin antibiotic. Data analysis was performed by comparing the inhibition zone width of the ethanol extract of L. sarmentosa Kurz stem with the clindamycin antimicrobial inhibition category based on the inhibition zone diameter of the Clinical and Laboratory Standards Institute. The results of the inhibition test obtained the inhibition zone of Saluang Belum stem ethanol extract at all concentrations of 0.5%, 1%, 5%, 10% and 15% respectively, Intermediate, Resistant, Intermediate, Susceptible and Susceptible and the results of the inhibition zone. Clindamycin at all concentrations of 0.5%, 1%, 5%, 10%, and 15% are susceptible. This research concludes that the ethanol extract of L. sarmentosa Kurz stem can inhibit the growth of P.acnes bacteria.