Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS BUDAYA LOKAL (STUDI KASUS PADA SMA NEGERI 1 WERA KAB.BIMA) INTAN NURAINI; ANDI ACO AGUS
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 2, Juni 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.873 KB)

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk mengetahui :1) penerapan pendidikan karakter berbasis budaya lokal pada SMA Negeri 1 Wera Kab.Bima,2) faktor  pendukung dan penghambat pendidikan karakter berbasis budaya lokal pada SMA Negeri 1 Wera Kab.Bima,3) hasil penerapan pendidikan karakter berbasis  budaya lokal  pada SMA Negeri 1 Wera Kab.Bima. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif .lokasi penelitian yaitu Di SMA Negeri 1 Wera Kab.Bima menggunakan sumber data primer dan skuder yaitu teknik menganalisis data yang di guanakan wawancara  dan dokumentasi,Analisi datanya adalah analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1. Penerapan Pendidikan karakter berbasis budaya lokal (studi kasus pada SMA Negeri 1 Wera Kab.Bima meliputi: 1.Penerapan pendidikan karakter dalam proses pembelajaran atau intrakurekuler yaitu a). takut melanggar tata tertib sekolah, b).komitmen guru terhadap siswa, c).intergeritas kejujuran guru disekolah. 2. Penerapan pendidikan karakter dalam kegiatan ekstrakurikuler yaitu. a.) bidang kesenian, b).pembinaan akhlak dan kemasyarakatan.2. Faktor Pendukung dan Penghabat Penerapan pendidikan karakter berbasis budaya lokal meliputi: 1.faktor pendukung yaitu.a) faktor keteladan guru, b). keteladanan orang tua, c). keteladan tokoh masyarakat, d). faktor pembiasaan. 2.faktor penghambat yaitu a). kemajuan teknologi seperti HP dan TV, b).kurangnya komunikasi guru dan orang tua.3. Hasil Penerapan Pendidikan karakter berbasis budaya lokal yaitu: a. siswa belum disiplin b. siswa tidak menghargai guru.Kata Kunci: Penerapan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya  Local.This study aims to determine: 1) the implementation of character education based on local culture at SMA Negeri 1 Wera Kab.Bima, 2) supporting and inhibiting factors of character education based on local culture at SMA Negeri 1 Wera Kab.Bima, 3) the results of the implementation of education the character of the local culture based on SMA Negeri 1 Wera Kab.Bima. This research is a qualitative descriptive study .The location is at SMA Negeri 1 Wera Kab.Bima using primary data sources and skuder which is a technique to analyze the data Guanakan interviews and documentation, Analysis of data is qualitative analysis. The results showed that: 1. The implementation of character education based on local culture (the case study in SMA Negeri 1 Wera Kab.Bima include: 1.Penerapan character education in the learning process or intrakurekuler namely a). fear of violating school rules, b) .komitmen the student teachers, c) .intergeritas honesty school teacher. 2. The implementation of character education in extracurricular activities viz. a.) the arts, b) .pembinaan character and kemasyarakatan.2. Supporting factors and Penghabat Application of local culture-based character education include: supporting 1.faktor yaitu.a) factors keteladan teachers, b). exemplary parents, c). keteladan community leaders, d). habituation factors. 2.faktor inhibitors namely a). technological advances such as HP and TV, b) The lack of communication of teachers and the tua.3. Results Implementation of local culture-based character education, namely: a. the student has not discipline b. students do not respect the teacher.Keywords: Application of Local Culture-Based Character Education.
PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA SISWA DI SMP NEGERI 1 SINJAI Andi Kasmawati; Andi Aco Agus; Nurul Izzah Bahri
Jurnal Tomalebbi Volume 10, Nomor 4 (Desember 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : This research ains to find out : (1) planning implementation and evaluation in implementing the project to form a pancasila student profile for student at SMP Negeri 1 Sinjai, (2) inhibiting factors in implementing the project to form a pancasila student profile for student at SMP Negeri 1 Sinjai. The type of research used in this research is descriptive research with a qualitative. Data collection techniques include observation, interviewsan documentation using research intruments in the forms of interview guides, recording equipment and documentation. Triangulation and member checking are used as procedures to check the validity of the data, as well as using data reduction, data presentation, and drawing conclusions as data analysis techniques. The research results show that (1) (a) planning the project to strengthen the profile of pancasila student at SMP Negeri 1 Sinjai goes through several tages, namely designing time allocation and dimensions forming a facilitator team, determining a theme, (b) implementation of the project to strengthen the profile of pancasila students at SMP Negeri 1 Sinjai is carried out in four ways, namely orientation, contextualizaton, action, reflection and follow-up, (c) evaluation of the project to strengthen the profile of pancasila students at SMP Negeri 1 Sinjai, namely evaluating the process during project implementation, (2) The inhibiting factor in implementing the project to strengthen the profile of pancasila student at SMP Negeri 1 Sinjai is the lack of teacher understanding regarding the project to strengthen the profile of pancasila students, the different characteristics of students.Keywords : Project, Pancasila student profileAbstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam pelaksanaan projek penguatan profil pelajar pancasila pada siswa di SMP Negeri 1 Sinjai. (2) faktor penghambat dalam pelaksanaan projek penguatan profil pelajar pancasila pada siswa di SMP Negeri 1 Sinjai. Adapun jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan menggunakan instrument penelitian berupa pedoman wawancara, alat rekam dan dokumentasi. Adapun triagulasi dan member check digunakan sebagai prosedur pengecekan keabsahan data, dan penarikan kesimpulan sebagai teknik analisis data.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1), (a) perencanaan projek penguatan profil pelajar pancasila di SMP Negeri 1 Sinjai melalui beberapa tahapan yaitu merancang alokasi waktu dan dimensi, membentuk tim fasilitator, menentukan tema, (b) pelaksanaan projek penguatan profil pelajar pancasila di SMP Negeri 1 Sinjai dilakukan dengan empat alur yaitu orientasi, kontekstualisasi, aksi, refleksi dan tindak lanjut (c) evaluasi projek penguatan profil pelajar pancasila di SMP Negeri 1 Sinjai yaitu mengevaluasi proses selama pelaksanaan projek. (2) faktor penghambat dalam pelaksanaan projek penguatan profil pelajar pancasila di SMP Negeri 1 Sinjai yaitu kurangnya pemahaman guru terkait projek penguatan profil pelajar pancasila, karakteristik siswa yang berbeda-beda.Kata kunci : Projek, Profil Pelajar Pancasila     
PENERAPAN DIMENSI BERNALAR KRITIS PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SMP ISLAM TERPADU WAHDAH ISLAMIYAH KOTA MAKASSAR Manan Sailan; Andi Aco Agus; Muhammad Haerul Imam
Jurnal Tomalebbi Volume 10, Nomor 4 (Desember 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to: (1) Knowing the teacher's strategy in implementing the critical reasoning dimension of the Pancasila student profile at Wahdah Islamiyah Integrated Islamic Junior High School Makassar and (2) inhibiting factors in implementing the critical reasoning dimension of the Pancasila student profile at Wahdah Islamiyah Integrated Islamic Junior High School Makassar. The approach used in this research is a qualitative approach with descriptive analysis research type. The data collection techniques used are observation, interview, and documentation. The data sources used are primary and secondary data. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation with data analysis using an inductive model.The results of this study indicate that: (1) the teacher's strategy in implementing the critical reasoning dimension is discussion, reflection, and motivation. The discussion method used by the teacher is group discussion and pro and contra discussion. Reflection aims to get feedback from the learning that has been carried out and provide opportunities for students to evaluate the learning process. Giving motivation aims to provide external encouragement to students in order to increase learning motivation. (2) The inhibiting factors for teachers in implementing the critical reasoning dimension are the lack of understanding of the implementation mechanism of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) and inconsistent students.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui strategi guru dalam menerapkan dimensi bernalar kritis profil pelajar pancasila di SMP IT Wahdah Islamiyah Makassar dan (2) faktor penghambat Penerapan dimensi bernalar kritis profil pelajar pancasila di SMP Islam Terpadu Wahdah Islamiyah Makassar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data yang diperoleh pada penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) strategi guru dalam menerapkan dimensi bernalar kritis adalah diskusi, refleksi, dan pemberian motivasi. Metode diskusi yang digunakan guru yaitu diskusi kelompokdan diskusi pro dan kontra. Refleksi bertujuan untuk mendapatkan umpan balik dari pembelajaran yang telah dilaksanakan dan memberikan kesempatan peserta didik untuk mengevaluasi proses pembelajaran. Pemberian motivasi bertujuan untuk memberikan dorongan ekternal kepada peserta didik agar dapat meningkatkan motivasi belajar. (2) Faktor penghambat guru dalam menerapkan dimensi bernalar kritis adalah kurangnya pemahaman guru tentang mekanisme pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan peserta didik tidak konsisten.
Penerapan Project Based Learning Pada Mata Kuliah Pancasila Dalam Memperkuat Civic Engagement Mahasiswa Aina Nurdiyanti; Andi Aco Agus; Mirwan Fikri Muhkam; Asep Ikbal
Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 15 No. No Special - 1 (2023): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol 15 Nomor Sp
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jpips.v15iNo Special - 1.12222

Abstract

The commitment to Pancasila is being tested again in the midst of the development of science and technology and Society 5.0. The tendency of behavior and the rush of alternative cultures that are not in line with Pancasila must be balanced with efforts to strengthen Pancasila itself. The education sector, especially Pancasila education, is at the forefront of optimizing and preparing participatory human resources, namely graduates who are capable of maintaining national development and maintaining the resilience of the nation's ideology. The current reality shows that Pancasila education is not fully optimal in creating participatory citizens in challenging times. This research was conducted as an effort to strengthen Pancasila depreciation which is more contextual in the curricular domain through project-based learning in Pancasila courses. The type of project-based learning model that is applied is the project citizen model initiated by the Center for Civic Education (2008). This research uses a qualitative approach with a descriptive study design. The research subjects were students of Elementary School Teacher Education Study Program, Faculty of Education, State University of Gorontalo. The determination of research subjects is by purposive sampling technique. Data collection was carried out through observation, literature study, and questionnaires in the form of student response rubrics. The results of the study show that the application of Project Based Learning in Pancasila courses is able to strengthen student sociability as indicated by: (1) stimulating student sensitivity to social and national issues as well as problem solving abilities from class studies (2) students gain experience in Pancasila that is more contextual through direct field visits and carrying out impactful activities; and (3) habituation of research-based learning and research methodology as a form of implementing the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) education policy.
Pancasila Sebagai Dasar Etika Ilmiah Membangun Kesadaran Nilai Dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Andi Aco Agus; Muh. Khaedir; Fediyatun Muntazarah
SEMINAR NASIONAL DIES NATALIS 62 Vol. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional UNM ke-63 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat membawa dampak yang sangat signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan manusia. Mulai dari cara kita berkomunikasi, bekerja, hingga berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Namun, di balik kemajuan teknologi yang pesat, terdapat tantangan besar yang perlu dihadapi, yaitu bagaimana kita dapat memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab tanpa mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan dan lingkungan. Pada penelitian ini digunakan jenis metode penelitian dengan menggunakan tinjauan pustaka yang memiliki keterkaitan dengan permasalahan yang telah diteliti. Referensi yang digunakan oleh penulis dalam tinjauan pustaka adalah sumber-sumber penelitian terdahulu berupa jurnal-jurnal yang berkaitan dengan masalah yang dibahas dan penulis juga menggali konsep ataupun teori yang berkaitan dengan penelitian tersebut. Penyusunan artikel didasarkan pada pendekatan kualitatif. Perubahan adalah proses beralihnya sesuatu keadaan dari yang sebelumnya hingga sekarang. Setiap hal pasti akan mengalami perubahan kerena perubahan tidak dapat kita hindari dan akan terus terjadi seiring dengan perkembangan masa. Salah satu bentuk perubahan yang paling nyata adalah globalisasi. Interaksi yang terjadi antarindividu, antarkelompok, hingga antarbangsa terjadi dengan mudah dan cepat. Dunia terhubung dengan akses yang sangat mudah dan hanya disekat oleh batas maya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia memberikan dampak negatif seperti dapat menyebabkan turunnya kepribadian yang mencerminkan warga yang berbangsa dan bernegara Indonesia. peranan Pancasila sangat dibutuhkan untuk melestarikan serta memelihara eksistensi kepribadian bangsa Indonesia. Pancasila merupakan ideologi negara yang diwarisi dari para pendiri negara. Pentingnya Pancasila dalam menjadi ideologi negara yaitu untuk membimbing moral dalam kehidupan sebagai warga negara.
Konsep Pendidikan dalam Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat Dalam Kerangka Pendidikan Nilai dan Karakter Daniel, Daniel; Andi Muhammad Fadhal Hiqh.T Pangera; Fila Sasmita; Andi Aco Agus; Najamuddin
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 3 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i3.3172

Abstract

This study aims to understand and analyze the role and contribution of each educational environment of family, school, and community in instilling moral values ​​and forming the character of students in an integrated and sustainable manner. This qualitative study uses library research, the research method is carried out by collecting and analyzing various relevant written sources. These sources can be in the form of scientific journals, books, online articles, research reports, or official publications that discuss the concept of education in families, schools and communities within the framework of value and character education. The results of the study show that: 1) Value and character education is most effective when there is synergy between family, school, and community; these three environments complement each other in forming the personality and morals of students. 2) Lack of consistency in instilling values ​​between the three environments can cause value confusion in children, so intensive communication and cooperation are needed between parties to achieve the goals of complete character education. Why impact why the results are like that because family, school, and community have an important role in shaping children's character. If all three are in harmony and support each other.
Penguatan Pembelajaran Nilai-Nilai Kebhinekaan bagi Guru PKn melalui Sosialisasi Kurikulum Sekolah Damai di Kota Parepare Firman Umar; Andi Aco Agus; Asriadi, Muhammad; Hadyan Hashfi MS
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat (AbdiMas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v3i1.8486

Abstract

Kebhinekaan merupakan nilai fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Namun, tantangan intoleransi, diskriminasi, dan radikalisme yang berkembang dalam masyarakat menuntut adanya penguatan pendidikan nilai-nilai kebhinekaan sejak dini, khususnya melalui jalur pendidikan formal. Artikel ini memaparkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) SMP dan SMA di Kota Parepare dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis nilai kebhinekaan melalui pendekatan Kurikulum Sekolah Damai. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi pembelajaran, serta pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep kebhinekaan dalam berbagai skala, baik personal, sekolah, nasional, maupun global. Selain itu, kegiatan ini juga mampu membangun kesadaran reflektif guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai toleransi, anti-diskriminasi, dan perdamaian dalam pembelajaran PKn. Simulasi data pre-post test memperlihatkan peningkatan signifikan terhadap pemahaman peserta setelah pelatihan. Kesimpulan dari kegiatan ini menegaskan pentingnya dukungan berkelanjutan dalam penguatan kapasitas guru agar mampu menjadi agen perdamaian di lingkungan sekolah. Kata Kunci: Kebhinekaan; Pendidikan Kewarganegaraan; Sekolah Damai; Guru PKn; Pengabdian kepada Masyarakat; Pendidikan Multikultural.
Strategy To Improve Restorative Justice Services To The Community Of Makassar City (Case Study Of The Makassar District Prosecutor's Office) A Thirta Massaguni D; Herman H; Andi Aco Agus; Ismail
International Journal Of Public Policy and Bureaucracy Vol. 2 No. 3 (2025): Internation Journal of Public Policy and Bureaucracy
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze strategies for improving restorative justice services in Makassar City, focusing on the implementation of Prosecutor Regulation Number 15 of 2020. Using a qualitative descriptive approach, the research adopts Edward III’s policy implementation theory and De Vreye’s service improvement strategy model. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the implementation of restorative justice faces several obstacles, including ineffective communication, limited human resources, lack of empathetic disposition among officials, and inadequate bureaucratic support. Service strategies have not been fully effective due to low public awareness and the suboptimal application of empowerment and expectation fulfillment indicators. Strengthening regulations, enhancing coordination, and building the capacity of justice officials are essential to ensure a fair, humanistic, and sustainable restorative justice service.
Musik dan Pendidikan: Menggali Peran Lagu dalam Meningkatkan Pembelajaran dan Keterhubungan Sosial Buhari, Bustan; Patahuddin; Andi Aco Agus
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.13341

Abstract

Penggunaan lagu dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan memperkuat pemahaman konsep melalui pengulangan lirik yang memuat nilai-nilai pendidikan. Dalam konteks ini, hubungan antara medium musik dan pembelajaran telah menjadi objek studi yang signifikan, terutama dalam cara lagu dapat membantu pengajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengkaji, menganalisis, dan mensintesis berbagai studi, artikel, dan sumber lainnya yang berkaitan dengan penerapan media lagu dalam pembelajaran sejarah. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa memanfaatkan pengajaran yang berbasis lagu, dapat mengatasi tantangan yang ada dalam lingkungan belajar yang kaku