Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Self-Determination as a Predictor of Career Decision-Making among Senior High School Students Ismiati Ismiati; Juli Andriyani; Rofiqa Duri; Reza Muttaqin
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 8 No. 1 (2026): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/002026081774000

Abstract

This study aims to analyze the relationship between self-determination and career decision-making ability among senior high school students. The research is grounded in a global and national context showing that many adolescents, including Indonesian high school graduates, continue to experience uncertainty in choosing a career path. The study was conducted with Grade XII students of SMA Negeri 3 Banda Aceh using a quantitative, correlational design. The population comprised 346 students, and a sample of 177 was selected through simple random sampling based on the Issac and Michael table with a 5% margin of error. Instruments included the Self-Determination Scale covering autonomy, competence, and relatedness—and the Career Decision-Making Scale, which measures the stages of exploration, crystallization, choice, and clarification. Content validity was examined using the Content Validity Ratio (CVR), while reliability was assessed with Cronbach’s alpha, yielding high coefficients (α self-determination = 0.871; α career decision-making = 0.867). The analysis revealed that most students demonstrated moderate levels of both self-determination and career decision-making ability. Pearson’s product–moment correlation produced a coefficient of r = 0.533 with p = 0.000 (p < 0.05), indicating a positive and highly significant relationship between self-determination and career decision-making. In other words, the higher the students’ autonomy, competence, and relatedness, the more mature their educational and occupational choices. This research underscores that fulfilling the basic psychological needs of autonomy, competence, and relatedness plays a crucial role in preparing students for the transition to higher education or the workforce. The findings recommend implementing school-based career guidance programs that foster intrinsic motivation, encouraging parental involvement to support adolescents’ exploratory freedom, and providing broader access to career information.
MEMAHAMI KESIAPAN MENTAL CALON PENGANTIN: STUDI KASUS EFEKTIVITAS PROGRAM BIMBINGAN PRANIKAH Jessica Amanda Putri; Jarnawi Jarnawi; Reza Muttaqin Reza Muttaqin
Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Iktibar Nusantara
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62901/j-ikhsan.v3i1.116

Abstract

Bimbingan Pra-Nikah yang masih belum benar-benar memahami tugasnya sebagai suami istri setelah menikah. Tujuan dari penelitian ini pertama, untuk mengetahui proses pelaksanaan Bimbingan Pra-Nikah di kantor urusan agama (KUA). Kedua untuk mengetahui kemampuan Calon Pengantin dalam memahami materi Bimbingan Pra-Nikah di KUA. Ketiga untuk mengetahui apa saja faktor dukungan dan hambatan pelaksanaan Bimbingan Pra-Nikah di KUA Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Metedologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode dektiptif analisis. Pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara secara langsung dengan informan dalam penelitian ini, yaitu peserta Bimbingan Pra-Nikah. Subjek dari penelitian ini sebanyak 11 responden, terdiri dari satu orang Kepala KUA, dua orang penyuluh agama dan delapan orang Catin Bimbingan Pra-Nikah di KUA Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bimbingan Pra-Nikah sangat penting untuk dilaksanakan bagi para calon pengantin yang akan menikah. Bimbingan Pra-Nikah ini sangat memudahkan para peserta catin untuk mengetahui tugas-tugasnya berumah tangga. Bimbingan merupakan pemberian bantuan kepada seseorang atau kelompok dalam membuat pilihan-pilihan secara bijaksana dalam penyesuaian diri terhadap tuntunan hidup.
Pendekatan Konseling Komunitas Sebagai Strategi Pemberdayaan Gen Z Dalam Meningkatkan Ekowisata Di Kota Sabang Maulana Devandra Faja; Rofiqa Duri; Reza Muttaqin
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Vol 20 No. 01 APRIL 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v20i1.7896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendekatan pemberdayaan Generasi Z melalui konseling komunitas dan pelatihan digital dalam meningkatkan promosi ekowisata di Kota Sabang. Permasalahan utama yang diangkat adalah belum optimalnya pemanfaatan media sosial serta rendahnya keterlibatan generasi muda sebagai agen promosi berbasis komunitas. Metode penelitian menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan desain deskriptif evaluatif. Subjek penelitian terdiri dari 30 orang Generasi Z yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, serta pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan kompetensi peserta. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan peserta, ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata dari 61,70 menjadi 88,03 dengan selisih 26,33 poin. Uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah pelatihan. Selain itu, nilai N-Gain sebesar 68,46% mengindikasikan bahwa program berada pada kategori cukup efektif. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis partisipatif mampu meningkatkan literasi digital, keterampilan pembuatan konten, serta pemahaman etika digital peserta. Kesimpulannya, pemberdayaan Generasi Z melalui pendekatan komunitas merupakan strategi yang efektif dalam mendukung promosi ekowisata berkelanjutan. Program ini juga berkontribusi dalam membangun kesadaran terhadap pelestarian lingkungan dan budaya lokal melalui media digital.Kata Kunci: konseling komunitas, pemberdayaan Gen Z, ekowisata