Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Sistem Pentanahan Di Universitas Pamulang Aripin Triyanto; Ari Haryanto
EPIC (Journal of Electrical Power Instrumentation and Control) Vol 5, No 1 (2022): EPIC
Publisher : Universitas Pamulang, Prodi teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/epic.v5i1.18443

Abstract

Sistem pentanahan merupakan faktor yang mempengaruhi kinerja dari sistem rangkaian karena berfungsi memproteksi area sensitif pada sebuah rangkaian kelistrikan yang terjadi gangguan akibat dari sambaran petir, tegangan listrik yang mengalami kebocoran dan berfungsi untuk menetralisir noise. Oleh karena itu perlu dilakukan pembuatan sistem pentanahan pada sebuah bangunan. Penelitian ini berfokus pada titik sistem pentanahan (grounding) yang digunakan sebagai bak kontrol grounding. Tujuannya adalah untuk mengukur nilai tahanan tanah, menentukan nilai terendah tahanan tanah. Penggunaan metode penelitian ini yaitu dengan melakukan pemasangan elektroda batang sesuai dengan tiga titik yang telah ditentukan (A, B, dan C). Pengukuran sebelum penanaman batang elektroda dilakukan pengukuran dahulu menggunakan earthh tester pada titik A, B, C dan gardu induk yang ada di gedung kampus 2 Universitas Pamulang, lalu dibandingkan dengan standar Peraturan Umum Instalasi Listrik tahun 2000 (PUIL 2000). Dari hasil pengukuran sistem pentanahan pada gardu induk yang ada didapatkan hasil bahwa pada titik A dengan hasil terbaiknya yaitu 46 Ohm, sedangkan pada titik B didapatkan hasil terbaiknya yaitu 69 Ohm dan titik C menghasilkan nilai terbaik 27 Ohm. Gardu induk gedung A mempunyai nilai tahanan 0,98 Ohm, Gardu induk gedung B setelah pengukuran didapatkan nilai tahanan 1 Ohm dan gardu induk gedung C didapatkan nilai tahanannya 0,15 Ohm. Kesimpulan dari hasil pengukuran tersebut adalah bahwa nilai tahanan pentanahan di Kampus 2 Universitas Pamulang yang paling baik dan sesuai dengan standar PUIL 2000 terdapat pada gardu induk gedung C yaitu 0.15 Ohm.
KEGIATAN GOTONG ROYONG DAN PERBAIKAN FASILITAS UMUM BERSAMA WARGA SG BERUA MALAYSIA Aripin Triyanto; Hadi Zakaria; Alvino Oktaviano; Khatijah Omar
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan terkait dengan kesehatan dan kebersihan lingkungan masyarakat masih menjadi kendala saat ini. Perlunya penerapan reboisasi untuk mendapatkan cadangan oksigen untuk pernafasan. Penggunaan metode dalam penyelesaian masalah yaitu dengan melakukan kegiataan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) gotong royong bersama masyarakat sekitar berupa kebersihan lingkungan sekitar, memperbaiki fasilitas umum dan menanam kembali pohon untuk menghasilkan oksigen yang lebih banyak sehingga baik untuk pernafasan. Proses pelaksanaan kegiatan yaitu penyusunan proposal dan dokumen, penyusunan anggaran biaya, breafing, persiapan peralatan sebelum ke area kegiatan. Tujuan kegiatan antara lain memberikan wawasan mengenai pentingnya kebersihan untuk kesehatan diri sendiri dan lingkungan sekitar, memberikan materi mengenai reboisasi untuk penghasil oksigen dan menyampaikan fungsi ilmu elektro dalam kehidupan sehari-hari melalui sosialisasi. Hasil dari kegiatan adalah penerapan kebersihan lingkungan dengan pengumpulan sampah, penanaman pohon dan perapihan fasilatas umum.
Desain dan Rancang Bangun Panel Surya 100 WP Terhadap Pengaruh Radiasi dan Beban Motor DC Aripin Triyanto; Larasati Dewi; Salma Salsabila
TRANSISTOR Elektro dan Informatika Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ei.5.1.%p

Abstract

Persediaan energi merupakan salah satu masalah yang dihadapi Indonesia dengan ketersediaan sumber daya alam yang melimpah terutama adalah sumber untuk tenaga lisrik. Masalah energi menjadi lebih kompleks karena negara-negara di dunia memiliki permintaan energi yang terus meningkat untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Jarak matahari dari bumi adalah 149 x 106 km sedangkan total radiasi global antara 2,111,9 - 2,427,53 W /m2/tahun dan rata-rata harian iradiasi sekitar 5,86 kWh/m2. Wilayah indonesia beriklim tropis sehingga menimbulkan potensi pemanfaatan surya dikonversi menjadi energi listrik. Fotovoltaik adalah sebuah energi surya sistem dengan memanfaatkan radiasi sel surya sehingga menghasilkan listrik. Desain dan rancangan panel surya dengan menggunakan prototipe agar dapat menentukan besar radiasi yang diterima panel surya dari beberapa arah. Beban penggunaan adalah motor DC dengan simulasi langsung dari output panel surya dan perbedaan dari output baterai charger. Tujuan penelitian adalah mendapatkan nilai radiasi yang maksimal dari penyerapan tenaga surya, mengetahui drop voltage dari penggunaan panel surya terhadap beban langsung dan backup baterai. Hasil yang didapatkan dari rancangan panel surya yaitu tegangan input 12 Volt. Berdasarkan tabel pengujian panel surya tanpa beban, hasil tertinggi yang didapatkan panel surya selama lima hari terdapat pada hari kedua percobaan pada tanggal 13 Juni 2022 pada pukul 12.25 WIB yaitu sebesar 13,7 Volt.
Perancangan Sistem Monitoring Tegangan Baterai 110 VDC Berbasis Bylnk Pada Gardu Induk Aripin Triyanto; Wahyu Syaepudin
Jurnal Teknik Elektro Indonesia Vol 4 No 1 (2023): JTEIN: Jurnal Teknik Elektro Indonesia
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtein.v4i1.358

Abstract

Transmission equipment at 150 kV substations needs to be maintained for system reliability, especially equipment with a DC voltage supply because it plays an important role in 150 kV substations. DC source monitoring equipment is used to determine the value of the voltage flowing and the source that comes from the rectifier or battery. The problems encountered in this research are related to the voltage drop that occurs in the battery. The cause of damage to the battery is due to the reduced value of the input voltage and there is no supply voltage source. The solution to the problem is using hardware, making simulations using Blynk and NodeMCU software for battery conditions. The purpose of this study is to determine the value of the input voltage under undervoltage, normal and overvoltage conditions. The research results obtained on the use of a multimeter show that there is a difference of 0.3 Volts when undervoltage occurs. Software on the dashboard display made with notifications on the Blynk application if undervoltage occurs, namely the voltage is below 90 volts with email notifications and display on the Blynk application. Under normal conditions, the battery voltage is 126.9 Volts and there is no notification. During the overvoltage condition, the voltage is above 130 volts, causing the 110 VDC battery unit voltage monitoring equipment to send the result data from the measurements that have been installed on the 110 VDC battery unit fuse box to Blynk
IMPLEMENTASI TRAINER PANEL SURYA 50 WP SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI LABORATORIUM SMK NEGERI 4 KOTA TANGERANG Aripin Triyanto; Ojak Abdul Rozak; Juhana Juhana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15538

Abstract

Matahari merupakan salah satu bintang raksasa pada alam semesta. Matahari ini menyediakan berbagai macam energi tidak terbatas di dalamnya. Dengan perkembangan teknologi, energi matahari dapat dimanfaatkan sebagai alternatif sumber energi listrik yang banyak dibutuhkan oleh umat manusia, yang artinya matahari menghasilkan energi listrik dengan menggunakan teknologi panel tenaga surya. Panel surya sebagai alat yang mampu mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Perlu dilakukan suatu terobosan dalam upaya peningkatan minat masyarakat akan penerapan panel surya tersebut. SMK merupakan instansi pendidikan khusus kejuruan yang sangat memerlukan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam sistem pembelajarannya. Dengan diberikan informasi melalui pengenalan teknologi panel surya diharapkan siswa memiliki skil tambahan sehingga mampu bersaing di dunia kerja setelah lulus nanti. Pengenalan sistem panel surya ini juga diharapkan agar masyarakat dapat memiliki pemahaman akan pentingnya penerapan sumber energi panel surya sebagai sumber energi bersih dan ramah lingkungan. Bentuk pengenalan teknologi panel surya ini berupa trainer panel surya 50 Wp yang saat ini di wilayah Tangerang Raya khususnya SMKN 4 Tangerang belum ada trainer panel surya. Metode yang digunakan adalah perancangan dan penerapan komponen utama sistem panel surya ini seperti: fotovoltaik sebagai pembangkit energi listrik, solar charger controller sebagai kontrol pengisian energi baterai untuk penyimpanan energi dan inverter sebagai konversi dari sumber arus searah menjadi arus bolak balik. Implementasi dan sosialisai trainer panel surya.
IMPLEMENTASI TRAINER PANEL SURYA 50 WP SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI LABORATORIUM SMK NEGERI 4 KOTA TANGERANG Aripin Triyanto; Ojak Abdul Rozak; Juhana Juhana
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023): Edisi Mei
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/al-jpkm.v4i2.30950

Abstract

Matahari merupakan salah satu bintang raksasa pada alam semesta. Matahari ini menyediakan berbagai macam energi tidak terbatas di dalamnya. Dengan perkembangan teknologi, energi matahari dapat dimanfaatkan sebagai alternatif sumber energi listrik yang banyak dibutuhkan oleh umat manusia, yang artinya matahari menghasilkan energi listrik dengan menggunakan teknologi panel tenaga surya. Panel surya sebagai alat yang mampu mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Potensi energi surya di Indonesia sangat besar yakni sekitar 4.8 kWh/m2 atau setara dengan 112.000 GWp, namun yang sudah dimanfaatkan baru sekitar 10 MWp. Saat ini pemerintah telah mengeluarkan roadmap pemanfaatan energi surya yang menargetkan kapasitas PLTS terpasang hingga tahun 2025 adalah sebesar 0.87 GW atau sekitar 50 MWp/tahun. Jumlah ini merupakan gambaran potensi pasar yang cukup besar dalam pengembangan energi surya di masa datang. Akan tetapi penerapan panel surya saat ini masih terbatas pada bidang industri dan perumahan menengah ke atas, hal ini dikarenakan investasi awal yang cukup mahal sehingga penerapan teknologi panel surya masih terbatas. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu terobosan dalam upaya peningkatan minat masyarakat akan penerapan panel surya tersebut. SMK merupakan instansi pendidikan khusus kejuruan yang sangat memerlukan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam sistem pembelajarannya. Dengan diberikan informasi melalui pengenalan teknologi panel surya diharapkan siswa memiliki skil tambahan sehingga mampu bersaing di dunia kerja setelah lulus nanti. Dampak lain dari keahlian tambahan ini siswa dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. Pengenalan sistem panel surya ini juga diharapkan agar masyarakat dapat memiliki pemahaman akan pentingnya penerapan sumber energi panel surya sebagai sumber energi bersih dan ramah lingkungan. Bentuk pengenalan teknologi panel surya ini berupa trainer panel surya 50 Wp yang saat ini di wilayah Tangerang Raya khususnya SMKN 4 Tangerang belum ada trainer panel surya. Metode yang digunakan adalah perancangan dan penerapan komponen utama sistem panel surya ini seperti: fotovoltaik sebagai pembangkit energi listrik, solar charger controller sebagai kontrol pengisian energi baterai untuk penyimpanan energi dan inverter sebagai konversi dari sumber arus searah menjadi arus bolak balik. Implementasi dan sosialisasi trainer panel surya.Kata Kunci : Trainer Panel Surya, Media Pembelajaran, Laboratorium
Analisa Penggunaan Batang Elektroda Jenis Tembaga dan Aluminium Sebagai Sistem Pengaman Pembumian di Universitas Pamulang Koes Indrakoesoema; Aripin Triyanto; Andriyanto Andriyanto
EPIC (Journal of Electrical Power Instrumentation and Control) Vol 6, No 1 (2023): EPIC
Publisher : Universitas Pamulang, Prodi teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/epic.v6i1.28501

Abstract

Semakin tinggi bangunan gedung perlu diperhatikan penggunaan pengaman atau proteksinya. Saat ini universitas pamulang sedang mengembangkan bangunan di daerah viktor disebut dengan kampus tiga. Sistem proteksi yang akan dipasang dan diaplikasikan dalam gedung memerlukan nilai pembumian sesuai standar yang ditetapkan pada PUIL 2011. Penggunaan metode dalam penelitian adalah dengan menentukan titik pemasangan batang elektroda grounding yang terdiri dari titik A, B dan C dengan menggunakan bahan tembaga dan aluminium untuk mencari nilai terbaik. Tujuan dari penelitian adalah menentukan titik penanaman batang elektroda dan menentukan bahan batang elektroda dari tembaga dan aluminium dengan nilai tahanan tanah terendah. Hasil penelitian didapatkan nilai pengukuran kedalaman dengan variasi kedalaman 30 cm, 60 cm, 90 cm, 120 cm dan 150 cm. Hasil perbedaan nilai tahanan dari pengukuran dengan kedalaman didapatkan selisih dengan nilai tahanan terbaik sebesar 22,8% pada kedalaman 150 cm titik C dengan nilai tahanan 43 Ohm untuk almunium dan 35 Ohm untuk jenis tembaga dan diketahui aluminium berpotensi dijadikan sistem pembumian dengan batang elektroda Universitas Pamulang Viktor dengan perbandingan kedalaman 14,70%.
Pengaruh Nilai Misalignment Pada Motor Tiga Fasa Terhadap Unit Chiller Water Pump Di Menara BCA Aripin Triyanto; Edy Sumarno; Oky Supriadi; Jan Setiawan
EPIC Journal of Electrical Power Instrumentation and Control Vol 5, No 2 (2022): EPIC
Publisher : Universitas Pamulang, Prodi teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/epic.v5i2.25337

Abstract

Alignment adalah sebuah pengaruh yang ditimbulkan oleh konstruksi dari mesin listrik dengan prinsip mekanik yaitu kondisi motor induksi yang digunakan untuk penggerak dan unit yang akan digerakkan. Permasalahan yang ditemukan adalah getaran dan nilai arus yang dapat mempengaruhi kinerja mesin pada saat teraliri arus listrik. Penggunaan analisa menggunakan peralatan dial indicator, penggunaan standar getaran yang dilakukan dengan vibration meter serta penggunaan tang ampere untuk mengetahui nilai arus listrik. Tujuan didalam melakukan analisa adalah untuk mengetahui berapa nilai getaran dan arus pada unit mesin sehingga jika digunakan dalam jangka panjang tetap aman dari kerusakan. Hasil akhir dari pengukuran dan analisa  pada mesin motor induksi kondisi sebelum dan kondisi setelah dilakukan penambahan shim sehingga nilai penyimpangan sumbu simetrisnya adalah 0,03 mm. Penggunaan standar nilai toleransi normal sebuah getaran pada motor dan arus yaitu 0,5 mm/s dengan nilai arus 51 A. Kondisi mesin pada saat pengukuran didapatkan data misalignment  0,13 mm dan 0,23 mm. Getaran yang dihasilkan memiliki nilai lebih dari standarnya yaitu 9,3  mm/s dan 30,8 mm/s. Kesimpula dari kondisi misalignment dari penelitian ini adalah pada saat mesin dihidupkan masih dalam batas toleransi normal dengan nilai 57 A dan 68 A.
Prototype Sistem Penyiram Tanaman Otomatis dengan PLC OMRON CP1E-E20 Aripin Triyanto
EPIC (Journal of Electrical Power Instrumentation and Control) Vol 6, No 1 (2023): EPIC
Publisher : Universitas Pamulang, Prodi teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/epic.v6i1.30506

Abstract

Kurangnya monitoring dan kelalaian dalam penyiraman tanaman mengakibatkan tanaman layu hingga mati. Terdapat beberapa tanaman hias yang layu dan mati, sehingga menimbulkan kerugian finansial yang tinggi. Penelitian bertujuan untuk membantu manusia dalam bekerja secara terus menerus khusunya dalam hal penyiraman tanaman. Penggunaaan metode penelitian adalah pembuatan prototipe dengan menggunakan PLC, kontrol dan motor DC sebagai beban yang mengatur debit air yang keluar dari nozzle. Penggunaan modul soil moisture sebagai pendeteksi tingkat kelembaban tanah, sehingga dapat memberikan sinyal pada saat kondisi tanah kering untuk mentriger pompa hidup. Tahapan yang digunakan dalam penelitian yaitu mendesain prototipe dengan board, menginstalasi PLC dan menyiapkan tiga pot serta tanaman sebagai media penyiraman. Hasil penelitian didapatkan data penyiraman tiga tanaman pada masing-masing pot dengan diameter 12 cm dan tinggi 10 cm penyiraman pada tingkat kelembaban terbaca pada modul soil moisture sebesar 20% dan memanggil pompa untuk bekerja melalui kontrol sampai dengan mencapai kelembaban 60%. Sehingga desain dan kinerja dari prototipe untuk penyiram tanaman pada tiga pot bekerja dengan baik sesuai kontrol dan keadaan tanah. Nilai standar deviasi yang didapatkan sebesar 2,7 detik sedangkan koefisien variasi 0,27%.
Analisa Kompor Biomasa Sebagai Pembangkit Listrik Dengan Model 3 Thermoelektrik Woro Agus Nurtiyanto; Perani Rosyani; Ariyawan Sunardi; Fatakhu naim; Aripin Triyanto
OKTAL : Jurnal Ilmu Komputer dan Sains Vol 1 No 02 (2022): OKTAL : Jurnal Ilmu Komputer Dan Sains
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the alternative energy sources with great opportunities to develop its utilization in Indonesia is biomass energy. Biomass energy can be obtained from nature, Indonesia has abundant sources of biomass so that the potential can be used as a very large energy source. Writing this caria aims to describe the use of biomass materials so that they can be useful for the community which is produced for power generation from biomass stoves by utilizing the heat generated. It conducts research using the library method, selecting reference books according to the title, as well as design methods (design procedures) and testing methods (tool testing). From the results of these studies, the results obtained were using 3 different electric thermoelectric modules produced. From the experiments that have been carried out, we can conclude that by using 3 types of thermoelectric the largest time voltage generated from these experiments ranges from 1.5 minutes to 3.5 minutes at a temperature of 970C using a thermoelectric type 27145 and using a heatsink 10, namely the voltage generated by the produce 2 volts in 3 minutes to 3.5 minutes. By generating electricity generated during cooking by utilizing heat that is delivered to the thermoelectric.
Co-Authors Abdurahman . Aditya Aditya Aditya Aditya Agus Kurniawan Akhmad Sulkhan Ali Imron Hamzah Alvino Oktaviano Andi Alimundien Andreansyah, Dicky Andriyanto Andriyanto Anggi Ariyani Putra Ari Haryanto Ariyawan Sunardi Ariyawan Sunardi Athilla, Zidane Taqi Bakar, Maharani Abu Brika Bayu Pringgo Utomo Budiman Darmawan, Yusron Dwi Dian Pratama Dinandro Neno, Rafael Donie Agus Ardianto Edwar Mualim Edwar Mualim Edwar Mualim Edy Sumarno Effendi, Fadli Elfirza Rosiana Fajar Wahyu Saputra Fatakhu naim Firmansyah, Zulfy Rizal Gaguk Firasanto Giovani Toldo Giovani Toldo Hadi Permana, Hadi Hadikusuma, Ridwan Satrio Hedy Aditya Baskhara Heru Kuswanto Heru Kuswanto Insani, Muhammad Fikri Irsalinda, Nursyiva Jan Setiawan Jasir, Abib Dzaki Mu`Afa Johan Prasetyo Juhana Juhana Juhana Karyanto, Luthfi Rangga Putra Khatijah Omar Koes Indrakoesoema Kusnadi, Heri Kusuma, Dumung Weling Larasati Dewi M. Syekhurohim M. Syekhurohim Mardiansah Marfin Marfin Marfin Marfin Marfin Marfin, Marfin Mirza Firdaus Mualim, Edwar Muchib, Abdul Nenobais, Fatrianus Nurkahfi Irwansyah Nurkahfi Irwansyah Nurtiyanto, Woro Agus Nuryana, Muhammad Risqi Ojak Abdul Rozak Oky Supriadi Palawa, Danur Kusuma Perani Rosyani R Fenny Syafariani Rendra Sasmita Rizal Maulana, Rizal Rodemtus nong romi Salma Salsabila Seflahir Dinata simanjuntak, Refor mangasi Sunardi SunardI Sunardi Sunardi Syahfitri Hermansyah, Adelia Syaiful Anam Pratama Syaprudin Toto Raharjo Utomo, Luki Vandanu Adiputra Wahyu Sepriyo Wahyu Syaepudin Wasripin Woro Agus Nurtiyanto Woro Agus Nurtiyanto Woro Agus Nurtiyanto Yonda Nugraha Zakaria, Hadi Zhafran, Ahmad Zulfa Adam, Rio