Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Borneo Journal of Medical Laboratory Technology

Perbedaan Angka Khamir Saliva Perokok Aktif Konvensional dan Elektrik pada Pekerja Tambang Merrydian S, Gladys; Azahra, Sresta; Harlita, Tiara Dini; Wahyutri, Endah
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10769

Abstract

Kebiasaan merokok dapat mempengaruhi kesehatan rongga mulut, termasuk meningkatkan risiko pertumbuhan jamur seperti Candida albicans yang menyebabkan kandidiasis oral. Rokok menghasilkan asap konvensional dari pembakaran tembakau yang mengandung nikotin, tar, karbon monoksida dan logam berat, sedangkan rokok elektrik menghasilkan uap dari cairan nikotin tanpa proses pembakaran. Perbedaan utama pada komposisi kimia dan mekanisme kerja kedua jenis rokok tersebut dapat memberikan dampak yang berbeda terhadap kolonisasi khamir dalam air liur. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan angka khamir air liur perokok aktif konvensional dan elektrik pada pekerja tambang. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berupa 50 orang air liur pekerja tambang, terdiri dari 25 orang perokok konvensional dan 25 orang perokok elektrik, yang diambil menggunakan teknik total sampling. Sampel dianalisis di laboratorium menggunakan media Sabouraud Dextrose Agar (SDA), kemudian dihitung dalam satuan CFU/ml. Analisis data menggunakan uji Mann-whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden usia dewasa awal sebanyak 24 (48%), lama pemakaian rokok ≥ 1 tahun berjumlah 42 (84%). Angka khamir positif lebih banyak ditemukan pada perokok konvensional dengan rata-rata koloni sebesar 431,304 CFU/ml, sedangkan pada perokok elektrik hanya sebesar 0,6 CFU/ml. Pertumbuhan khamir lebih banyak ditemukan pada kelompok dewasa awal sebanyak 10 (20%) dan merokok ≥ 1 tahun sebanyak 21 (42%). Hasil Mann-Whitney menunjukkan nilai p = 0.022 (p<0,05) yang terdapat perbedaan signifikan antara perokok konvensional dan elektrik, dengan angka khamir lebih tinggi ditemukan pada perokok konvensional.
Co-Authors Abdul Syukur, Nursari Abri, Nur Ainin, Sri Aminah Toaha Ananingtyas, Desita Annisa Nurrachmawati Apriliani, Adinda Tria Nur Aransyah, Muhammad Fikry Arinda Bella Pratiwi Kinasih Astri Ayu Novaria Azahra, Sresta Danzu, Liza Danzu Desi Hariyati Diah Puspita Ulan Dwi Hendriani Edi Sukamto Ega Ersya Urnia Ega Ersya Urnia Endang Suryani Tahir Erma Putri Ersya Urnia Farhany Diah Rahayu Farpina, Eka Firdaus, Rivan Grace Carol Sipasulta Grasiana, Gabriela Hairiyah, Saibatul Hesti Prawita Widiastuti Hilda Hilda Hilda Hilda I Wayan Mardika Idris, Sayid Muhammad Ike Anggraeni Jamilah Jamilah Jannung, Orpa Jasmawati, Jasmawati Jasmawati, Jasmawati Kalalo, Lily Pertiwi Leolita, Elsa Merrydian S, Gladys Muhammad Arifin Mujenah Mujenah Mujenah, Mujenah Nailufar, Farida Nida Fatimatuz Zahra nilam noorma Nilam Noorma Nilam Noorma Noorma, Nilam Nur Abri Nur Abri Joto Nur Rohmah Nursari Abdul Syukur Nursari Abdul Syukur Orpa Jannung Parellangi, Parellangi Prihandono, Dwi Setiyo Putri, Rosalin Ariefah Ratna Wati Ratna Wati Ratnawati Ratnawati Riska Mayang Saputri Ginting Rosalin Ariefah Putri Satriani Satriani Satriani Satriani Sayid Muhammad Idris Sepsina Reski Shoufiah, Rahmawati Siti Raihanah Sitti Chalimathul Adnin Sitti Zakiah Sitti Zakiah Ma’Mun Sri Ainin Sripatima - Supriadi Supriadi Suprihatin, Kusmini Syarifah Mutia Khairunissa Alkaf Tahir, Endang Suryani Tiara Dini Harlita Urnia, Ega Ersya Utami, Kurniati Dwi Veronika, Desi Winda Kurniawati Yanti Novalia Zahra, Nida Fatimatuz