Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Rasionalisasi Jaringan Pos Hidrologi Menggunakan Data Pos Hujan, Data Satelit CHIRPS, dan Data Pos Duga Air dengan Metode Stepwise di DAS Kedunglarangan Mifta'ul Iza Salsabila; Ery Suhartanto; Sri Wahyuni
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.030

Abstract

Pada dasarnya nilai suatu data sangatlah penting dan berharga. Begitu pula data hujan maupun debit memiliki peran penting dalam mengelola sumber daya air seperti halnya mengendalikan banjir dan kekeringan. Akan tetapi, terkadang perletakan pos hujan di suatu DAS cukup berdekatan membuat nilai curah hujan antar pos tidak jauh berbeda. Dengan melakukan rasionalisasi menggunakan metode Stepwise diharapkan dapat mengetahui pos hujan mana saja yang berpengaruh pada pos duga air. Hasil rekomendasi menunjukkan pada Stepwise-Enter dengan empat kombinasi yaitu Pos Hujan Prigen, Bareng, Tanggul, dan Wilo yang memiliki nilai R = 0,773 dengan kategori “Kuat” dan secara perletakan juga telah tersebar pada wilayah hulu, tengah, dan hilir. Setelah didapatkan rekomendasi dilanjutkan dengan validasi menggunakan satelit CHIRPS yang menunjukkan ke empat pos hujan tersebut menghasilkan nilai NSE kategori “Memenuhi” dan “Baik”. Sementara untuk koefisien korelasinya, semua pos hujan menunjukkan hasil “Sangat Kuat”.
Pemetaan Sebaran Indeks Bahaya Erosi dan Arahan Penggunaan Lahan di Sub DAS Brantas Hulu Kota Batu Berbasis Sistem Informasi Geografis Deny Ainur Rosidin; Ery Suhartanto; Ussy Andawayanti
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.018

Abstract

SubDAS Brantas Hulu termasuk dalam salah satu area DAS yang mengalami perubahan terhadap berkurangnya kemampuan DAS dari segi menyimpan air dan semakin besarnya laju erosi maupun sedimentasi. Terkait dengan penanganan yang akan dilakukan, perlu dilakukan adanya analisis terhadap besaran laju erosi dan sedimentasi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui nilai indeks bahaya erosi (IBE) oleh Hammer (1981) yang merupakan salah satu parameter untuk mengukur kepekaan tanah dan lahan terhadap kemungkinan erosi yang akan terjadi. Metode MUSLE dipilih sebagai metode utama dalam penentuan laju sedimentasi dengan kombinasi Sedimen Delivery Ratio (SDR) sebagai sarana untuk mendapatkan nilai erosi ditinjau dari hasil analisis sedimentasi. Hasil analisis menunjukkan rerata sedimentasi eksisiting adalah 22.97 mm/tahun. Sedangkan hasil IBE Eksisiting diperoleh indeks kriteria sedang (1.0 – 4.0) seluas 350.660 ha (2.19%), indeks kriteria tinggi (4.01 – 10.00) seluas 589.059 ha (3.68%) dan indeks kriteria sangat tinggi (>10.01) seluas 15053.150 ha (94.12%). Hasil dari skenario baru yang mengusung arahan penggunaan lahan berdasarkan ketentuan RLKT dan perubahan pengelolaan lahan (Faktor P) menunjukkan penurunan sedimentasi sebesar 88.30% menjadi 2.69 mm/tahun. Hasil IBE skenario baru diperoleh indeks rendah sampai tinggi (0.01 – 10.00) seluas 14820.89 ha (92.67%) dan indeks sangat tinggi (>10) seluas 1171.97 ha (7.33%). Selain itu diusulkan checkdam pada lahan skenario baru dengan IBE sangat tinggi dengan efektifitas reduksi sedimentasi sebesar 13.46%.
Pengembangan Alih Ragam Hujan menjadi Debit Menggunakan Metode Fj. Mock dan Algoritma Genetik di DAS Kedunggaleng Kabupaten Probolinggo Ummah, Fina Nafisatul; Ery Suhartanto; Sri Wahyuni
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.23

Abstract

Alih ragam hujan menjadi debit merupakan metode pemodelan untuk mengetahui besarnya debit di Daerah Aliran Sungai menggunakan data hujan. Adanya data debit digunakan untuk mengetahui potensi ketersediaan air pada suatu DAS yang bisa untuk memenuhi kebutuhan air disekitarnya. Akan tetapi, data debit sering tidak lengkap. Oleh karena itu, metode FJ. Mock dengan konsep algoritma genetik digunakan untuk menghitung alih ragam hujan menjadi debit di DAS Kedunggaleng. Pada hasil penelitian didapatkan bahwa uji kalibrasi pada debit model dan debit AWLR yang paling bagus adalah pada data 10 tahun dengan NSE=0,832 dan R=0,965. Lalu, untuk uji validasi yang paling bagus adalah pada data 5 tahun dengan NSE=0,458 dan nilai R=0,700. Pada hasil pengklasifikasian tahun kering, basah dan normal terhadap debit model dan debit AWLR terdapat sedikit perbedaan klasifikasi pada tahun 2011 dan 2019 sedangkan untuk analisis debit andalan pada debit model dan debit AWLR memiliki nilai yang berbeda dimana untuk debit AWLR cenderung lebih rendah dari pada debit Model.
Alih Ragam Hujan Menjadi Debit Menggunakan Metode NRECA dan Algoritma Genetik di DAS Rejoso Kabupaten Pasuruan Dermawan, Muhammad Ridzky Arif; Ery Suhartanto; Sri Wahyuni
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.16

Abstract

DAS Rejoso di Kabupaten Pasuruan memiliki peran strategis dalam penyediaan air bersih, irigasi, dan kebutuhan industri. Namun, daerah ini menghadapi masalah kekeringan di musim kemarau dan banjir di musim hujan. Penelitian ini bertujuan mengonversi data curah hujan menjadi debit menggunakan metode NRECA yang dioptimasi dengan Algoritma Genetik. Tahapan dimulai lewat pengujian kualitas data curah hujan dan debit melalui uji konsistensi, tren, persistensi, dan stasioneritas. Curah hujan rata-rata dihitung memakai metode Poligon Thiessen, sedangkan evapotranspirasi potensial dianalisis melalui metode Penman Modifikasi, Penman Monteith dengan aplikasi Cropwat 8.0, dan Panci Evaporasi. Simulasi debit dilakukan menggunakan metode NRECA dengan parameter PSUB dan GWF yang dioptimasi oleh Algoritma Genetik. Hasil model dievaluasi menggunakan uji kalibrasi dan validasi berdasarkan nilai NSE (Nash-Sutcliffe Efficiency) dan Koefisien Korelasi (R). Model terbaik saat kalibrasi diperoleh pada komposisi 18:2 dengan NSE 0,998 dan R 0,9994. Validasi terbaik terjadi pada komposisi 19:1 dengan NSE 0,942 dan R 0,861. Analisis debit bulanan selama 20 tahun menghasilkan debit andalan Q80 sebesar 7,86 m³/det dan Q90 sebesar 6,30 m³/det. Model ini efektif untuk perencanaan pengelolaan air di DAS Rejoso.
Analisis Laju Erosi Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) pada Sub DAS Waduk Saguling Kabupaten Bandung Jawa Barat Putra, Qhemal Pratama; Ussy Andawayanti; Ery Suhartanto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.35

Abstract

Abstrak: Sub-DAS Waduk Saguling yang merupakan bagian dari DAS Citarum Hulu mengalami perubahan penggunaan lahan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan ini memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan laju erosi dan sedimentasi, yang berdampak pada kerusakan material dan potensi ancaman terhadap keselamatan jiwa. Untuk menanggulangi ermasalahan tersebut, diperlukan pendekatan hidrologis melalui analisis laju erosi dan sedimentasi menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan metode ArcSWAT (Soil and Water Assessment Tool). Analisis dilakukan berdasarkan data penggunaan lahan tahun 2013, 2017, dan 2022, serta peta jenis tanah, kemiringan lereng, dan data klimatologi. Proses dalam ArcSWAT mencakup delineasi batas DAS, pembentukan HRU (Hydrologic Response Unit), pembangunan basis data ArcSWAT, serta simulasi model yang dikalibrasi menggunakan data lapangan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa laju erosi dan sedimentasi mengalami peningkatan dari tahun 2013 ke tahun 2017, namun menurun pada tahun Rata-rata laju erosi dan sedimentasi pada tahun2013 masing-masing sebesar 69,58 ton/ha/tahun dan 47,65 ton/ha/tahun. Pada tahun 2017, terjadi peningkatan menjadi 86,26 ton/ha/tahun dan 54,64 ton/ha/tahun. Kemudian pada tahun 2022, terjadi penurunan menjadi 68,76 ton/ha/tahun dan 53,64 ton/ha/tahun. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan sangat berpengaruh terhadap dinamika erosi dan sedimentasi di wilayah Sub-DAS Waduk Saguling.