Claim Missing Document
Check
Articles

Pemetaan Sebaran Indeks Bahaya Erosi dan Arahan Penggunaan Lahan di Sub DAS Brantas Hulu Kota Batu Berbasis Sistem Informasi Geografis Deny Ainur Rosidin; Ery Suhartanto; Ussy Andawayanti
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.018

Abstract

SubDAS Brantas Hulu termasuk dalam salah satu area DAS yang mengalami perubahan terhadap berkurangnya kemampuan DAS dari segi menyimpan air dan semakin besarnya laju erosi maupun sedimentasi. Terkait dengan penanganan yang akan dilakukan, perlu dilakukan adanya analisis terhadap besaran laju erosi dan sedimentasi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui nilai indeks bahaya erosi (IBE) oleh Hammer (1981) yang merupakan salah satu parameter untuk mengukur kepekaan tanah dan lahan terhadap kemungkinan erosi yang akan terjadi. Metode MUSLE dipilih sebagai metode utama dalam penentuan laju sedimentasi dengan kombinasi Sedimen Delivery Ratio (SDR) sebagai sarana untuk mendapatkan nilai erosi ditinjau dari hasil analisis sedimentasi. Hasil analisis menunjukkan rerata sedimentasi eksisiting adalah 22.97 mm/tahun. Sedangkan hasil IBE Eksisiting diperoleh indeks kriteria sedang (1.0 – 4.0) seluas 350.660 ha (2.19%), indeks kriteria tinggi (4.01 – 10.00) seluas 589.059 ha (3.68%) dan indeks kriteria sangat tinggi (>10.01) seluas 15053.150 ha (94.12%). Hasil dari skenario baru yang mengusung arahan penggunaan lahan berdasarkan ketentuan RLKT dan perubahan pengelolaan lahan (Faktor P) menunjukkan penurunan sedimentasi sebesar 88.30% menjadi 2.69 mm/tahun. Hasil IBE skenario baru diperoleh indeks rendah sampai tinggi (0.01 – 10.00) seluas 14820.89 ha (92.67%) dan indeks sangat tinggi (>10) seluas 1171.97 ha (7.33%). Selain itu diusulkan checkdam pada lahan skenario baru dengan IBE sangat tinggi dengan efektifitas reduksi sedimentasi sebesar 13.46%.
Pengembangan Alih Ragam Hujan menjadi Debit Menggunakan Metode Fj. Mock dan Algoritma Genetik di DAS Kedunggaleng Kabupaten Probolinggo Ummah, Fina Nafisatul; Ery Suhartanto; Sri Wahyuni
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.23

Abstract

Alih ragam hujan menjadi debit merupakan metode pemodelan untuk mengetahui besarnya debit di Daerah Aliran Sungai menggunakan data hujan. Adanya data debit digunakan untuk mengetahui potensi ketersediaan air pada suatu DAS yang bisa untuk memenuhi kebutuhan air disekitarnya. Akan tetapi, data debit sering tidak lengkap. Oleh karena itu, metode FJ. Mock dengan konsep algoritma genetik digunakan untuk menghitung alih ragam hujan menjadi debit di DAS Kedunggaleng. Pada hasil penelitian didapatkan bahwa uji kalibrasi pada debit model dan debit AWLR yang paling bagus adalah pada data 10 tahun dengan NSE=0,832 dan R=0,965. Lalu, untuk uji validasi yang paling bagus adalah pada data 5 tahun dengan NSE=0,458 dan nilai R=0,700. Pada hasil pengklasifikasian tahun kering, basah dan normal terhadap debit model dan debit AWLR terdapat sedikit perbedaan klasifikasi pada tahun 2011 dan 2019 sedangkan untuk analisis debit andalan pada debit model dan debit AWLR memiliki nilai yang berbeda dimana untuk debit AWLR cenderung lebih rendah dari pada debit Model.
Alih Ragam Hujan Menjadi Debit Menggunakan Metode NRECA dan Algoritma Genetik di DAS Rejoso Kabupaten Pasuruan Dermawan, Muhammad Ridzky Arif; Ery Suhartanto; Sri Wahyuni
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.16

Abstract

DAS Rejoso di Kabupaten Pasuruan memiliki peran strategis dalam penyediaan air bersih, irigasi, dan kebutuhan industri. Namun, daerah ini menghadapi masalah kekeringan di musim kemarau dan banjir di musim hujan. Penelitian ini bertujuan mengonversi data curah hujan menjadi debit menggunakan metode NRECA yang dioptimasi dengan Algoritma Genetik. Tahapan dimulai lewat pengujian kualitas data curah hujan dan debit melalui uji konsistensi, tren, persistensi, dan stasioneritas. Curah hujan rata-rata dihitung memakai metode Poligon Thiessen, sedangkan evapotranspirasi potensial dianalisis melalui metode Penman Modifikasi, Penman Monteith dengan aplikasi Cropwat 8.0, dan Panci Evaporasi. Simulasi debit dilakukan menggunakan metode NRECA dengan parameter PSUB dan GWF yang dioptimasi oleh Algoritma Genetik. Hasil model dievaluasi menggunakan uji kalibrasi dan validasi berdasarkan nilai NSE (Nash-Sutcliffe Efficiency) dan Koefisien Korelasi (R). Model terbaik saat kalibrasi diperoleh pada komposisi 18:2 dengan NSE 0,998 dan R 0,9994. Validasi terbaik terjadi pada komposisi 19:1 dengan NSE 0,942 dan R 0,861. Analisis debit bulanan selama 20 tahun menghasilkan debit andalan Q80 sebesar 7,86 m³/det dan Q90 sebesar 6,30 m³/det. Model ini efektif untuk perencanaan pengelolaan air di DAS Rejoso.
Analisis Laju Erosi Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) pada Sub DAS Waduk Saguling Kabupaten Bandung Jawa Barat Putra, Qhemal Pratama; Ussy Andawayanti; Ery Suhartanto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.35

Abstract

Abstrak: Sub-DAS Waduk Saguling yang merupakan bagian dari DAS Citarum Hulu mengalami perubahan penggunaan lahan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan ini memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan laju erosi dan sedimentasi, yang berdampak pada kerusakan material dan potensi ancaman terhadap keselamatan jiwa. Untuk menanggulangi ermasalahan tersebut, diperlukan pendekatan hidrologis melalui analisis laju erosi dan sedimentasi menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan metode ArcSWAT (Soil and Water Assessment Tool). Analisis dilakukan berdasarkan data penggunaan lahan tahun 2013, 2017, dan 2022, serta peta jenis tanah, kemiringan lereng, dan data klimatologi. Proses dalam ArcSWAT mencakup delineasi batas DAS, pembentukan HRU (Hydrologic Response Unit), pembangunan basis data ArcSWAT, serta simulasi model yang dikalibrasi menggunakan data lapangan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa laju erosi dan sedimentasi mengalami peningkatan dari tahun 2013 ke tahun 2017, namun menurun pada tahun Rata-rata laju erosi dan sedimentasi pada tahun2013 masing-masing sebesar 69,58 ton/ha/tahun dan 47,65 ton/ha/tahun. Pada tahun 2017, terjadi peningkatan menjadi 86,26 ton/ha/tahun dan 54,64 ton/ha/tahun. Kemudian pada tahun 2022, terjadi penurunan menjadi 68,76 ton/ha/tahun dan 53,64 ton/ha/tahun. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan sangat berpengaruh terhadap dinamika erosi dan sedimentasi di wilayah Sub-DAS Waduk Saguling.
Kajian Genangan Banjir Menggunakan IRIC Nays 2D Flood pada DAS Konaweha Bagian Hilir Kabupaten Konawe dan Upaya Mitigasinya Andriyanto, Dwi; Dian Sisinggih; Ery Suhartanto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.2.68

Abstract

Banjir merupakan permasalahan hidrologi yang sering terjadi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Konaweha bagian hilir, khususnya di Kecamatan Sampara dan Kecamatan Bondoala, Kabupaten Konawe, yang dipengaruhi oleh tingginya curah hujan, kondisi topografi dataran rendah, berkurangnya daerah resapan, serta aktivitas manusia di bantaran sungai yang menurunkan kapasitas alur sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik genangan banjir Sungai Konaweha bagian hilir serta menyusun peta bahaya banjir dan rencana mitigasi non-struktural di wilayah terdampak. Metode penelitian meliputi analisis hidrologi untuk menentukan debit banjir rancangan kala ulang 2 hingga 100 tahun melalui uji kualitas data, analisis curah hujan daerah, distribusi frekuensi, dan pembentukan hidrograf satuan sintetis, yang selanjutnya digunakan sebagai input pemodelan hidraulika dua dimensi menggunakan IRIC Nays 2D Flood. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa peningkatan kala ulang debit banjir menyebabkan luapan Sungai Konaweha dengan kedalaman dan luas genangan yang semakin besar, terutama pada kawasan permukiman di Kecamatan Sampara dan Kecamatan Bondoala. Berdasarkan hasil tersebut, disusun peta bahaya banjir serta upaya mitigasi non-struktural berupa penentuan titik kumpul, lokasi pengungsian, dan jalur evakuasi yang mempertimbangkan kondisi genangan dan aksesibilitas wilayah guna mendukung perencanaan kebencanaan di masa mendatang.
Penanggulangan Genangan Berwawasan Lingkungan di SMP Negeri 11 Kota Malang Ussy Andawayanti; Dian Sisinggih; Very Dermawan; Ery Suhartanto; Sri Wahyuni; Rahmah Dara Lufira
UN PENMAS (Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri) Vol 5 No 2 (2025): UN PENMAS Vol 5 No 2
Publisher : LPPM Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29138/un-penmas.v5i2.3227

Abstract

Pengelolaan air hujan dan drainase yang kurang optimal dapat menyebabkan genangan serta pemborosan sumber daya air. Program pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi genangan air hujan di SMP Negeri 11 Kota Malang melalui pembuatan sumur resapan, penanaman pohon penyerap air, serta memanfaatkan sistem penjernihan air menggunakan tandon untuk mendaur ulang air drainase agar dapat digunakan kembali. Metode yang diterapkan mencakup survei lokasi, perencanaan desain sumur resapan, serta perencanaan instalasi sistem penjernihan air berbasis filtrasi. Sumur resapan berfungsi sebagai media infiltrasi untuk mengurangi limpasan air hujan, sementara sistem penjernih memungkinkan air drainase yang terkumpul di tandon dapat diolah menjadi air layak guna, seperti untuk keperluan menyiram tanaman dan keperluan lainnya. Hasil dari implementasi program ini adalah dapat mengurangi 75% volume genangan, meningkatkan 90% kesadaran lingkungan siswa, dan estetika sekolah menjadi lebih baik dan lebih nyaman dalam kegiatan belajar mengajar. Program ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada siswa dan tenaga pendidik mengenai pentingnya konservasi air dan teknologi pengolahan air sederhana.
Pemodelan Erosi dan Sedimen Berbasis ArcSWAT untuk Perencanaan Check Dam di DAS Welang, Kabupaten Pasuruan Firsanathania P, Laluna; Ery Suhartanto; Ussy Andawayanti
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.2.75

Abstract

DAS Welang di Kabupaten Pasuruan mengalami perubahan tata guna lahan di wilayah hulu selama periode studi. Kondisi tersebut menyebabkan pendangkalan sungai akibat material hasil erosi, sehingga menurunkan kapasitas tampung sungai dan meningkatkan risiko banjir di wilayah hilir DAS. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya laju erosi dan sedimen serta pengelolaan DAS yang belum optimal. Studi ini menggunakan analisis hidrologi, pemodelan ArcSWAT, kalibrasi dan validasi hasil pemodelan, analisis Indeks Bahaya Erosi (IBE), serta perencanaan bangunan pengendali sedimen berupa check dam. Hasil studi menunjukkan bahwa model yang terkalibrasi memiliki peningkatan akurasi dan hubungan yang lebih baik berdasarkan nilai NSE dan r, dibandingkan dengan model sebelum kalibrasi. Laju erosi tertinggi pada tahun 2024 sebesar 56,14 ton/ha/tahun, sedangkan laju sedimen tertinggi pada tahun 2024 mencapai 28,29 ton/ha/tahun. Analisis IBE menunjukkan bahwa klasifikasi IBE tinggi mendominasi dengan luas 62,76% dari wilayah DAS Welang. Sebanyak tujuh lokasi prioritas direncanakan untuk pembangunan check dam, dengan volume tampungan terbesar sebesar 87.451,75 m³ dan rencana anggaran biaya tertinggi sebesar Rp 7,12 miliar. Studi ini memberikan rekomendasi pengendalian sedimen dan pengelolaan DAS yang lebih efektif serta berkelanjutan di DAS Welang.
Pemanfaatan ArcSWAT dalam Analisis Erosi, Sedimen, serta Perencanaan Bangunan Pengendali Sedimen di DAS Kedunggaleng Probolinggo fatikha, aisha; Ery Suhartanto; Ussy Andawayanti
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Kedunggaleng, Kabupaten Probolinggo, sering mengalami banjir pada musim hujan akibat tingginya erosi dan angkutan sedimen yang menyebabkan pendangkalan sungai serta menurunkan kapasitas tampungnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis erosi dan sedimen menggunakan model SWAT (Soil and Water Assessment Tool) dengan pendekatan MUSLE (Modified Universal Soil Loss Equation). Hasil pemodelan tahun 2024 menunjukkan laju erosi sebesar 94,542 ton/ha/tahun dan laju sedimen 23,832 ton/ha/tahun. Analisis Indeks Bahaya Erosi (IBE) menunjukkan 40,11% wilayah DAS berada pada kategori bahaya erosi tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, direncanakan delapan bangunan pengendali sedimen (check dam) pada area dengan tingkat bahaya erosi tinggi hingga sangat tinggi. Volume tampungan setiap bangunan berkisar 5120,00 m3 hingga 30913,75 m3 dengan total estimasi biaya pembangunan sebesar Rp49.589.281.400.
Estimasi Batimetri Berbasis Satelit di Perairan Dangkal Pantai Clungup Kabupaten Malang Jawa Timur Arwanda Maulana Rijal Al Fatah; Ery Suhartanto; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan data batimetri di perairan dangkal Pantai Clungup masih terbatas karena survei akustik menghadapi kendala akses, keselamatan, waktu, dan biaya. Penelitian ini bertujuan mengestimasi kedalaman menggunakan Satellite-Derived Bathymetry berbasis citra Sentinel-2 Level-2A serta menentukan model terbaik untuk merepresentasikan variasi kedalaman di Pantai Clungup. Sebanyak 226 titik pemeruman dikoreksi terhadap draft transduser, pasang surut, dan Mean Sea Level, kemudian diagregasi pada resolusi 10 m menjadi 119 titik kalibrasi dan 29 titik pengujian. Citra Sentinel-2 tanggal 4 Mei 2026 diproses melalui subsetting, resampling, masking NDWI, koreksi sunglint, dan Dark Object Subtraction. Estimasi dilakukan menggunakan Stumpf, Lyzenga, dan Random Forest Regression dengan kombinasi B2, B3, dan B4. Random Forest B2–B3–B4 menghasilkan kinerja terbaik dengan R= 0,939, NSE= 0,872, Kappa= 0,722, serta seluruh titik uji memenuhi ambang TVU Special Order. Model ini konsisten merepresentasikan kedalaman 1,178–2,109 m, namun memerlukan validasi lebih lanjut.
Penerapan Metode Quantile Mapping–Random Forest untukKoreksi Bias Data Curah Hujan Satelit GPM di DAS Gending Orin Kamelia; Ery Suhartanto; Ussy Andawayanti
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data curah hujan satelit Global Precipitation Measurement (GPM) dapat menjadi alternatif dalam penyediaan data hujan, namun masih memiliki bias terhadap data hasil pengamatan di lapangan sehingga diperlukan proses koreksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan metode Quantile Mapping–Random Forest (QM-RF) dalam mengoreksi bias data curah hujan satelit GPM terhadap data observasi pada pos hujan di DAS Gending. Kinerja hasil koreksi dievaluasi menggunakan parameter Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE) dan koefisien korelasi (R) pada skala waktu harian dan bulanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada skala harian diperoleh nilai NSE sebesar 0,721 dan R sebesar 0,863, sedangkan pada skala bulanan diperoleh nilai NSE dan R masing-masing sebesar 0,955. Hasil tersebut menunjukkan bahwa data GPM terkoreksi memiliki tingkat kesesuaian yang baik terhadap data observasi, dengan performa yang lebih tinggi pada skala bulanan dibandingkan skala harian. Dengan demikian, metode QM-RF dapat digunakan secara efektif untuk memperbaiki bias dan meningkatkan kualitas data curah hujan satelit GPM pada DAS Gending.