Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Perencanaan Bangunan Pengendali Sedimen Berdasarkan Nilai Laju Erosi dan Sedimen Pada DAS Bringin Kota Semarang Az Zahrah Tsaniyah Permata; Ussy Andawayanti; Ery Suhartanto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.098

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Bringin di wilayah Sistem Sungai Semarang Barat mengalami penurunan fungsi akibat perubahan penggunaan lahan, yang memicu terjadinya limpasan permukaan, dan laju erosi serta sedimen. Kondisi ini meningkatkan risiko banjir, sehingga diperlukan upaya pengelolaan dan konservasi. Penelitian ini menggunakan metode Modified Universal Soil Loss Equation (MUSLE) dengan pemodelan ArcSWAT untuk menganalisis tingkat erosi dan penyebaran sedimen di DAS Bringin. Hasil simulasi tahun 2023 menunjukkan rata-rata laju erosi sebesar 36.540 ton/ha/tahun dan sedimen sebesar 6.808 ton/ha/tahun. Berdasarkan Indeks Bahaya Erosi (IBE) diperoleh dua kriteria IBE yaitu wilayah DAS dengan peringkat sedang sebesar 21.082 ha (72,67%) dan tinggi sebesar 7.927 ha (27,32%). Dari hasil simulasi tersebut, direncanakan pembangunan Check Dam di sub-DAS 21, 22, 23, 24, dan 25 yang memiliki tingkat indeks bahaya erosi tinggi. Anggaran pembangunan Check Dam area 1 sebesar Rp1.419.747,00 dan area 2 sebesar Rp519.732.000, dengan efektivitas penurunan sedimen masing-masing sebesar 136,25% dan 120,21%. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi dasar perencanaan konservasi dan pengendalian sedimen di DAS Bringin.
Pendugaan Laju Erosi dan Sedimen Serta Perencanaan Bangunan Pengendali Sedimen di DAS Guritwesi Kabupaten Pasuruan Ghania Nur Aisyiyah; Ussy Andawayanti; Ery Suhartanto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.085

Abstract

DAS Guritwesi di Kabupaten Pasuruan mengalami permasalahan banjir yang disebabkan oleh erosi dan sedimen akibat perubahan tutupan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat erosi dan sedimen di DAS Guritwesi dengan menggunakan model Soil Water Assessment Tool (SWAT) untuk memberikan arahan konservasi yang tepat. Hasil pemodelan ArcSWAT 2012 menunjukkan bahwa laju erosi dan sedimen masing-masing sebesar 30,746 ton/ha/tahun dan 12,064 ton/ha/tahun. Indeks Bahaya Erosi menunjukkan bahwa 12% wilayah DAS masuk kategori rendah, 64% kategori sedang, dan 24% kategori tinggi. Untuk mitigasi dampak erosi dan sedimen, dilakukan perencanaan pembangunan check dam dengan volume tampungan bervariasi antara 9.537,82 m³ hingga 11.353,57 m³, usia guna antara 1,19 hingga 1,32 tahun, serta tinggi bendung utama antara 10,00 m hingga 12,00 m. Total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan check dam sebesar Rp14.008.016.000. Studi ini memberikan rekomendasi konservasi yang efektif dalam mengurangi risiko banjir di DAS Guritwesi.
Pengendalian Erosi dan Sedimen Berbasis SIG dengan Perencanaan Check Dam di DAS Parangan Kabupaten Pasuruan Almadilla Setya Putri, Jihan; Ussy Andawayanti; Ery Suhartanto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.099

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Parangan di Kabupaten Pasuruan mengalami degradasi akibat perubahan penggunaan lahan yang tidak terkendali, yang berkontribusi terhadap peningkatan erosi dan sedimen. Studi ini bertujuan untuk menganalisis laju erosi dan sedimen menggunakan model Soil and Water Assessment Tools (SWAT) yang terintegrasi dengan perangkat lunak ArcGIS. Hasil analisis menunjukkan bahwa laju erosi pada tahun 2023 mencapai 42.70 ton/ha/tahun dengan laju sedimen sebesar 4.25 ton/ha/tahun. Indeks Bahaya Erosi (IBE) mengindikasikan bahwa 17.30% wilayah DAS berada dalam kategori bahaya erosi sangat tinggi. Untuk mengurangi dampak erosi dan sedimen, dirancang tiga bangunan pengendali sedimen tipe Check Dam yang ditempatkan pada lokasi dengan IBE tinggi dan sangat tinggi. Estimasi biaya pembangunan keseluruhan Check Dam adalah Rp7.88 miliar.
Penerapan Metode NRECA dalam Analisis Alih Ragam Hujan Satelit CHIRPS Menjadi Debit pada DAS Gembong Athaya Oktavianisa; Ery Suhartanto; Ussy Andawayanti
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.102

Abstract

Pemantauan hidrologi yang akurat menjadi poin penting dalam pengelolaan sumber daya air, terutama pada wilayah yang memiliki keterbatasan data pengamatan. Namun, tidak semua Daerah Aliran Sungai (DAS) memiliki data debit dan curah hujan yang lengkap karena keterbatasan alat pengamatan dan kelalaian pencatatan. Untuk mengatasi permasalahan ini, sudah banyak dimanfaatkan data satelit, salah satunya yaitu Climate Hazards Center InfraRed Precipitation with Station data (CHIRPS) yang dapat menjadi solusi alternatif dalam melengkapi data hujan yang tidak tersedia. Dalam penelitian ini, data curah hujan satelit CHIRPS digunakan sebagai input dalam pemodelan National Rural Electric Cooperative Association (NRECA) untuk mengestimasi debit air di DAS Gembong, Kabupaten Pasuruan, yang rawan kekeringan dan memiliki keterbatasan data hidrologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kalibrasi data curah hujan satelit CHIRPS menghasilkan nilai NSE sebesar 0.683, yang dikategorikan sebagai "Baik", dan Koefisien Korelasi sebesar 0.832, yang dikategorikan sebagai "Sangat Kuat". Sementara itu, hasil kalibrasi dan validasi debit model NRECA dengan data debit AWLR menunjukkan bahwa skenario terbaik diperoleh pada komposisi 15:5 (15 tahun untuk kalibrasi dan 5 tahun untuk validasi) dengan nilai NSE sebesar 0.999 untuk kalibrasi (kategori "Sangat Baik") dan 0.538 untuk validasi (kategori "Memenuhi"), serta Koefisien Korelasi masing-masing sebesar 0.999 dan 0.718 (kategori "Sangat Kuat" dan "Kuat"). Dengan demikian, NRECA dapat digunakan sebagai alternatif dalam memperkirakan debit pada DAS yang memiliki data pengamatan yang kurang atau bahkan tidak punya sama sekali. Hal ini berpotensi meningkatkan efektivitas pengelolaan sumber daya air di DAS terkait.
Alih Ragam Hujan Menjadi Debit Menggunakan Metode NRECA Pada DAS Laweyan Kabupaten Pasuruan Kaia Qanita Zahra; Ery Suhartanto; Donny Harisuseno
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.101

Abstract

Pada analisis hidrologi dibutuhkannya data yang lengkap baik spasial atau temporal. Namun, pada kondisi di lapangan sering ditemui data hidrologi yang kurang lengkap. Pada DAS Laweyan terdapat stasiun hujan yang memiliki data kurang lengkap. Maka dari itu diperlukannya sumber data alternatif lain seperti Satelit GPM. Data hujan pengamatan dan data hujan Satelit GPM memiliki bias, sehingga diperlukannya perhitungan faktor koreksi dengan metode Linear Scaling. Setelah itu dilakukan analisis kalibrasi dengan hasil NSE 0,993 dan Koefisen Korelasi yaitu 1,000. Hal ini berarti bahwa penggunaan hujan Satelit GPM terkoreksi baik dan dapat digunakan untuk analisis alih ragam hujan. Parameter PSUB dan GWF dibutuhkan penyesuaian dengan jenis tanah di DAS Laweyan. Pada penelitian ini parameter yang digunakan yaitu dengan rentang 0,05 – 0,99. Hasil dari penggunaan parameter tersebut didapat bahwa kalibrasi paling baik yaitu 19 tahun dengan NSE 0,540 dan Koefisien Korelasinya yaitu 0,818. Serta validasi 1 tahun dengan nilai NSE bernilai 0,506 dan Koefisien Korelasi 0,792. Apabila diperoleh nilai debit model NRECA, kemudian data tersebut diolah menjadi debit andalan. Debit andalan sesuai peruntukan dengan probabilitas 80% selama 20 tahun yaitu sebesar 1,50 m3/det, selain itu debit dengan probabilitas 90% yaitu 0,89 m3/det, dan debit dengan probabilitas 95% yaitu 0,56 m3/det.
Analisis Curah Hujan Menjadi Debit Menggunakan Metode NRECA dengan Algoritma Genetik pada DAS Pekalen Humau, Joerghi William; Ery Suhartanto; Linda Prasetyorini
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.104

Abstract

DAS Pekalen di Kabupaten Probolinggo merupakan sumber utama air bersih bagi masyarakat setempat, namun ketidakseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air menyebabkan permasalahan kekurangan pasokan. Peningkatan kebutuhan air tidak diimbangi dengan pasokan yang memadai, sementara tidak semua sungai memiliki pos duga air, dan data debit yang tersedia sering kali terbatas atau terganggu akibat kerusakan alat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis data curah hujan menjadi debit menggunakan model NRECA dengan Algoritma Genetik serta menganalisis debit andalan di DAS Pekalen. Hasil kalibrasi selama 15 tahun (2004–2018) menunjukkan performa sangat baik dengan NSE 0,999 dan koefisien korelasi (R) 0,999, sedangkan validasi selama 5 tahun (2019–2023) memperoleh NSE 0,577 dan R 0,768. Debit andalan selama 20 tahun menunjukkan Q80% sebesar 5,46 m³/det, Q90% 4,50 m³/det, dan Q95% 3,97 m³/det. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam memahami karakteristik debit di DAS Pekalen serta mendukung upaya perencanaan dan pengelolaan sumber daya air, khususnya di DAS yang tidak memiliki AWLR.
Pemanfaatan Data Hujan CORDEX-SEA untuk Perhitungan Debit menggunakan Metode NRECA Di DAS Kedunggaleng Kabupaten Probolinggo Erika Ayu Puspitasari; Ery Suhartanto; Sri Wahyuni
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.106

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Kedunggaleng termasuk dalam Wilayah Sungai Welang Rejoso yang terletak di Kabupaten Probolinggo. DAS ini berperan penting dalam penyediaan air bersih untuk Kabupaten Probolinggo. Akan tetapi DAS ini mengalami masalah kekeringan. Maka untuk mengatasi masalah tersebut perlu diketahui potensi air di DAS Kedunggaleng melalui besarnya debit aliran sungai. Dikarenakan terbatasnya data debit dan data curah hujan maka perlu dilakukan proses alih ragam hujan menjadi debit. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui dan menganalisis kalibrasi dan validasi untuk data curah hujan CORDEX-SEA serta data debit dari model NRECA. Kemudian dilanjutkan dengan analisis debit andalan dari data debit model NRECA. Data curah hujan CORDEX-SEA digunakan karena data curah pengamatan seringkali terkendala terkait dengan ketersediaan data. Data curah hujan perlu dilakukan kalibrasi dengan menggunakan metode linear scaling dan menghasilkan nilai NSE sebesar 0,648 “Baik” serta koefisien korelasi 0,819 “Sangat Kuat”. Hasil tersebut dilakukan untuk perhitungan debit dengan model NRECA. Setelah debit model NRECA didapatkan maka perlu dilakukan analisis kalibrasi dan validasi serta dilanjutkan dengan analisis debit andalan. Hasil perhitungan debit menunjukkan akurasi tinggi, dengan komposisi kalibrasi-validasi data debit terbaik pada komposisi 17:3. Dengan nilai NSE sebesar 0,999991 “Sangat Baik” dan korelasi 0,999996 “Sangat Kuat” untuk kalibrasi, serta validasi dengan NSE 0,531 “Memenuhi” dan korelasi 0,520 “Sedang”. Debit andalan yang diperoleh antara lain Q80% sebesar 0,58 m3/dt, Q90% sebesar 0,32 m3/dt, dan Q95% sebesar 0,15 m3/dt.
Pengalihragaman Data Hujan dari Cordex-SEA Menjadi Debit Menggunakan Metode NRECA di DAS Petung, Kabupaten Pasuruan Faradhila Najma Rahayu; Ery Suhartanto; Sri Wahyuni
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.107

Abstract

Ketersediaan data hidrologi yang terbatas kerap kali menjadi suatu masalah dalam analisis hidrologi, contohnya data debit aliran. Oleh karena itu, perlu adanya pengalihan ragam curah hujan menjadi debit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alih ragam curah hujan Cordex-SEA menjadi debit sungai yang berada di DAS Petung. Data curah hujan Cordex-SEA tersebut perlu dilakukan kalibrasi dan validasi terlebih dahulu untuk mengetahui kesesuaian data curah hujan Cordex-SEA dengan curah hujan rerata daerah. hasil tersebut akan dilanjutkan dengan analisis debit model menggunakan metode NRECA serta debit andalan. Berdasarkan hasil penelitian, uji kalibrasi antara debit NRECA dan debit AWLR selama periode bulanan menunjukkan bahwa nilai terbaik pada periode data 15 tahun. Hasil nilai NSE tersebut diperoleh sebesar 0,9999916 yang diinterpretasikan sangat baik dan nilai R sebesar 0,9999981 yang diinterpretasikan sangat kuat. Pada uji validasi, nilai terbaik didapatkan pada periode data 5 tahun, yaitu nilai NSE sebesar 0,541 yang diinterpretasikan memenuhi dan nilai R sebesar 0,796 yang diinterpretasikan kuat. Hasil perhitungan debit andalan diperoleh nilai Q80% sebesar 0,65 m3/detik, Q90% sebesar 0,50 m3/detik, dan Q95% sebesar 0,38 m3/detik.
Penerapan Metode NRECA untuk Estimasi Debit Menggunakan Data Curah Hujan CHIRPS di DAS Rejoso Zahrani, Nafisah; Ery Suhartanto; Ussy Andawayanti
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.117

Abstract

DAS Rejoso yang terletak di Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu daerah yang mengalami fluktuasi debit sungai, sehingga diperlukan pengelolaan sumber daya air yang tepat. Namun, terbatasnya data hujan aktual di DAS ini menjadi kendala dalam perencanaan dan pengelolaan sumber daya air. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pemodelan alih ragam hujan menjadi debit sungai menggunakan data hujan satelit sebagai solusi atas keterbatasan data hujan aktual di wilayah tersebut. Pemodelan alih ragam hujan menjadi debit dilakukan menggunakan data hujan satelit CHIRPS yang dikalibrasi dan dikonversi menjadi debit sungai dengan metode NRECA. Penelitian ini menggunakan data hujan harian CHIRPS periode 2004 – 2023 serta data debit sungai dari pos duga air (AWLR) di DAS Rejoso. Parameter utama metode NRECA, yaitu PSUB dan GWF diperoleh melalui proses kalibrasi menggunakan Algoritma Genetik. Validasi dilakukan dengan membandingkan hasil debit model dengan debit observasi menggunakan indikator Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE) dan Koefisien Korelasi (R). Hasil uji menunjukkan nilai NSE sebesar 0,522 dan R sebesar 0,724 yang diinterpretasikan sebagai “memenuhi” dan “kuat”. Selain itu, debit andalan yang dihitung dengan distribusi probabilitas Weibull menunjukkan potensi ketersediaan air yang cukup stabil.
Studi Penyusunan Dan Penentuan Sempadan Situ Jatijajar Untuk Pengendalian Banjir Di Kota Depok Provinsi Jawa Barat Wolok, Karlieza Stephiani; Ery Suhartanto; Ussy Andawayanti
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.050

Abstract

Situ yang tersebar di wilayah Bogor, Depok, Bekasi dan Tanggerang mengalami penurunan luas, serta mengalami penurunan daya tampung dikarenakan pendangkalan, ekspansi areal pertanian, sampah, ekspansi gulma, alih fungsi lahan daerah tangkapan situ. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sempadan Situ Jatijajar dan memperoleh efektifitas pengendalian banjir pada area sempadan situ. Analisis yang digunakan pada studi yaitu analisis spasial dan analisis profil muka air aliran steady dengan menggunakan data bathimetri, DEM, debit banjir, foto udara, serta RTRW Kota Depok. Hasil studi menunjukkan area sempadan Situ Jatijajar memiliki luas sebesar 19,10 ha dengan tingkat efektifitas pengendalian banjir 21,93 % untuk debit puncak, dan 12,39 % untuk luas genangan di luas situ.