Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Surya Abdimas

Digital Creative Promotion Melalui Pembuatan Video Pendek Sebagai Strategi Promosi Kampung Sejarah “Kayutangan Heritage” Kota Malang Hasna Bararah Mufidah; Rohmatin Alfianistiawati; Pramana Herjati Putra Dionchi; Megasari Noer Fatanti
Surya Abdimas Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v6i2.1686

Abstract

Kampung Heritage Kayutangan (KHK) ditetapkan sebagai Kampung Wisata oleh Walikota Malang, sejak tahun 2018, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisata ke Kota Malang. Berdasarkan observasi lapang, tim pengabdian mendokumentasikan beberapa spot atraksi seperti bangunan bercorak art deco, kuburan tandak, pasar krempyeng, galeri barang-barang antik, pameran foto-foto tempo dulu yang menjadi daya tarik dari KHK. Tercatat sudah ribuan pengunjung baik domestik maupun mancanegara yang datang untuk menikmati suasana tempo dulu dengan berswafoto di beberapa spot di KHK. Namun, banyaknya jumlah wisatawan tidak diimbangi dengan pemeliharaan citra pariwisata yang autentik. Kondisi tersebut semakin terasa ketika pandemi Covid-19 melanda sejak 2020 yang mana jumlah wisatawan menurun drastis ditambah dengan rendahnya kesadaran warga lokal merawat spot wisata di KHK. Tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu merevitalisasi brand KHK berbasis AISAS melalui pembuatan konten digital berupa vieo pendek bekerjasama dengan Pokdarwis Kampung Kayutangan sebagai mitra pengabdian. Metode pelaksanaan kegiatan berupa pembuatan video yang memuat tutur sejarah dari warga lokal sebagai salah satu strategi dalam menguatkan tourism destination, terutama konsep wisata sejarah dan tayangan beberapa spot unggulan di KHK. Video pendek The History of Kayutangan Heritage kemudian diunggah melalui YouTube dan media sosial dengan target capaian dari video ini yaitu mempromosikan kembali KHK sebagai destinasi wisata yang tidak hanya kekinian, namun juga memiliki nilai historis terkait perubahan sosial di Kota Malang. Selain itu, video pendek ini juga dapat digunakan sebagai sarana promosi wisata sejarah di Kota Malang.
“Gara-Gara Pagebluk” Film Pendek Dialek Jawa Timur-an sebagai Media Sosialisasi Protokol Kesehatan Pencegahan Penularan Covid-19 Rani Prita Prabawangi; Megasari Noer Fatanti; Kun Sila Ananda
Surya Abdimas Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v5i4.1364

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta kewaspadaan masyarakat terhadap penyebaran virus Covid-19 yang semakin bertambah setiap harinya. Berdasarkan data statistik dari John Hopkins University, tercatat 203 juta kasus positif Covid-19 sejak tahun 2020 dengan jumlah kematian mencapai 4.29 juta jiwa. Hingga artikel ini ditulis, pemerintah pusat bersama dengan pemerintah daerah telah melakukan sosialisasi pencegahan dan penularan virus Covid-19 melalui berbagai media, seperti iklan layanan masyarakat, poster, siaran radio, dan publisitas media. Sejauh ini, materi sosialisasi masih menggunakan bahasa ilmiah sehingga tak jarang masyarakat kesulitan memahami makna dari pesan yang disampaikan. Berdasarkan kondisi tersebut, tim pengabdian merancang bentuk sosialisasi pencegahan Covid-19 melalui media film pendek dengan menggunakan dialek atau logat Jawa Timur- an dengan konsep humor. Tujuannya agar pesan terkait protokol kesehatan dapat diterima, diingat, dan dipraktikkan oleh warga Jawa Timur. Penggunaan dialek Jawa Timur juga bertujuan untuk mengurangi kesenjangan pengetahuan dalam pesan kesehatan yang dikelola oleh pemerintah pusat melalui Gugus Tugas Nasional Covid-19 dengan warga biasa. Dari hasil pre-test dan post-test, kami menemukan bahwa film pendek mampu menjadi sarana edukasi kesehatan, dimana jumlah responden yang berada dalam kategori sangat paham meningkat secara bervariasi dari 35 – 80% dalam setiap kategori. Hasil positif ini kami harap dapat menjadi langkah awal pengembangan dan penggunaan konten-konten kreatif yang diproduksi baik untuk kepentingan selama pandemi Covid-19 maupun tujuan edukatif lainnya.