Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Rancang Bangun Sistem Informasi Tracer Study di SMKN 1 Tanjung Raya Erika Pratiwi; Lativa Mursyida; Vera Irma Delianti; Delvi Asmara
Voteteknika (Vocational Teknik Elektronika dan Informatika) Vol 12, No 3 (2024): Vol. 12, No 3, September 2024
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/voteteknika.v12i3.128867

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem informasi tracer study di SMKN 1 Tanjung Raya menggunakan framework Laravel dan PHP, serta menerapkan metodologi pengembangan waterfall dengan pendekatan UML (Unified Modeling Language). Sistem ini bertujuan untuk memantau perkembangan karir lulusan dengan efektif, mengintegrasikan fitur-fitur penting seperti login pengguna, pengisian kuesioner oleh lulusan, manajemen data lulusan, dan pelaporan statistik. Metodologi pengembangan waterfall digunakan untuk mengatur proses pengembangan sistem secara terstruktur, sementara UML digunakan untuk merancang dan menggambarkan model sistem secara visual. Hasil dari penelitian ini menghasilkan sistem informasi alumni untuk mempermudah tracer study alumni di SMKN 1 Tanjung Raya.Kata kunci : Tracer Study, Kuisioner, Sistem Informasi. This research aims to design and develop a tracer study information system at SMKN 1 Tanjung Raya using the Laravel and PHP framework, as well as applying the waterfall development methodology with the UML (Unified Modeling Language) approach. This system aims to monitor graduates' career development effectively, integrating important features such as user login, completing questionnaires by graduates, graduate data management, and statistical reporting. The waterfall development methodology is used to organize the system development process in a structured manner, while UML is used to design and describe system models visually. The results of this research produce an alumni information system to facilitate alumni tracer studies at SMKN 1 Tanjung Raya.Keywords: Tracer Study, Questionnaires, Information Systems
Pengembangan E-Jobsheet Berbasis Project Based Learning Meggunakan Flipbook Maker Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Videografi Peserta Didik Kelas XI Animasi Di SMK N 4 Padang Hilmi Asri; Resmi Darni; Lativa Mursyida
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4467

Abstract

Hasil belajar mata pelajaran Videografi kelas XI Animasi di SMK N 4 Padang masih rendah (73,3% peserta didik belum tuntas), salah satunya karena metode dan media pembelajaran yang kurang bervariasi dan belum sepenuhnya menerapkan pendekatan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas e-jobsheet berbasis Project Based Learning (PjBL) menggunakan Flipbook Maker sebagai solusi inovatif dalam pembelajaran Videografi. Penelitian pengembangan ini berfokus pada pengembangan e-jobsheet yang selaras dengan prinsip PjBL untuk mata pelajaran Videografi di kelas XI Animasi SMK N 4 Padang. Diharapkan pengembangan e-jobsheet PjBL ini dapat meningkatkan variasi media pembelajaran dan secara signifikan meningkatkan hasil belajar serta pemahaman konsep peserta didik dalam Videografi.
Development of a CBT Application Using a Prototype Method for Major Determination Based on Talents and Interests Musdalipa Mahyeandra; Ika Parma Dewi; Rizkayeni Marta; Lativa Mursyida; Hafizul Fahri Hanafi
Bigint Computing Journal Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : Ali Institute of Reseach and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/bigint.v3i1.1049

Abstract

Computer-Based Test (CBT) is a computer-based examination system used as a medium for administering tests. The presentation and selection of questions are computerized so that each participant receives a different set of questions. This system is developed to minimize cheating, question leaks, limited number of questions, and damage to questions, as well as to ensure more accurate exam results. The problem faced in this study is the inaccuracy in determining the majors for several new students at SMKN 1 Sitiung. This study aims to develop a CBT application that can help determine the majors of new students based on their talents and interests. The research method used is the prototype method, which includes three stages: Listening to the Customer, Building or Revising the Mock-up, and Testing. The results of the study show that the developed CBT application is able to help schools determine student majors more accurately, minimize errors in major placement, and ensure that students are placed according to their talents and interests.
PELATIHAN NAIL ART & DIGITAL MARKETING BAGI GURU SMK KECANTIKAN SE SUMATERA BARAT UNTUK MENDUKUNG KURIKULUM MERDEKA Vici Syahril Chairani; Murni Astuti; Lativa Mursyida; Rima Agustia Utami; Rani Kartika; Siti Hajar Thaitami
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.41562

Abstract

Guru-guru SMK Kecantikan di Sumatera Barat menghadapi tantangan dalam mengajarkan mata pelajaran Perawatan Tangan dan Kaki serta Merias Kuku (Nail Art) yang diperkenalkan dalam Kurikulum Merdeka. Kesulitan ini muncul karena para guru belum memiliki keterampilan dalam nail art dan belum mendapatkan pelatihan khusus terkait teknik merias kuku. Padahal, mata pelajaran ini telah dimasukkan dalam Kurikulum Merdeka dan harus dipelajari oleh seluruh siswa SMK Tata Kecantikan, termasuk yang ada di Sumatera Barat. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru SMK Kecantikan dalam mengajarkan mata pelajaran perawatan tangan, kaki dan merias kuku, serta meningkatkan kompetensi digital guru dalam memanfaatkan media sosial untuk promosi jasa-jasa kecantikan yang ada di salon SMK Kecantikan. Metode pelaksanaan PkM ini menggunakan sosialisasi, demonstrasi dan praktek, yang dilakukan dalam tiga tahapan yakni persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil PkM ini menunjukan bahwa kegiatan pelatihan perawatan tangan, kaki dan merias kuku serta pelatihan digital marketing untuk pembuatan konten promosi salon SMK kecantikan memberikan manfaat dan sangat berguna bagi guru.
PELATIHAN HENNA PENGANTIN, VIDEO CONTENT CREATOR DAN DIGITAL MARKETING UNTUK MENDUKUNG TEACHING FACTORY BAGI GURU-GURU SMK KECANTIKAN DI KOTA PADANG Vici Syahril Chairani; Murni Astuti; Lativa Mursyida; Rahmi Fadilah; Ringga Novelni; Annisa Hasna Fauzia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Inpress Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.57860

Abstract

Henna pengantin semakin diminati di Sumatera Barat dan menjadi jasa bernilai tinggi dalam industri kecantikan. Namun, kompetensi dalam bidang ini masih rendah karena kurangnya keterampilan guru dalam mengajarkan materi henna pengantin, mengingat mata pelajaran ini baru ditambahkan dalam Kurikulum Merdeka. Selain itu, kemampuan video editing dan digital marketing juga menjadi aspek penting dalam meningkatkan promosi jasa henna di salon kecantikan sekolah. Keahlian ini tidak hanya berguna untuk menarik minat pelanggan terhadap layanan teaching factory di SMK, tetapi juga dapat diajarkan kepada siswa guna mendukung keterampilan kewirausahaan mereka serta memperluas jangkauan pasar di industri kecantikan. Oleh karena itu, pelatihan henna pengantin, video content creator, dan digital marketing bagi guru SMK kecantikan sangat diperlukan agar pembelajaran lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan industri. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengajarkan henna pengantin sehingga dapat menghasilkan lulusan yang lebih siap kerja. Selain itu, pelatihan video content creator dan digital marketing diberikan agar guru dapat memanfaatkan media digital dalam mempromosikan salon kecantikan sekolah. Dengan demikian, diharapkan daya tarik masyarakat terhadap layanan yang disediakan di teaching factory SMK Kecantikan semakin meningkat. Metode yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi, dan praktik, yang dilakukan dalam tiga tahapan yakni persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil PkM ini menunjukan bahwa kegiatan pelatihan henna pengantin,  video content creator dan digital marketing untuk mendukung teaching factory bagi  guru-guru smk kecantikan di kota padang perawatan tangan  memberikan manfaat dan sangat berguna bagi guru.