Claim Missing Document
Check
Articles

Perbandingan Arcgis Dengan Google My Maps dalam Membantu Pembelajaran Sistem Informasi Geografis Rahmat Al Fauzi; Erika Octyana Dewi; Arcita Rizara; Riki Ridwana; Ahmad Yani
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v10i2.46378

Abstract

Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah suatu sistem pada perangkat komputer yang selanjutnya digunakan untuk mengumpulkan, mengelola, memanipulasi dan menghasilkan data geografis. Materi pembelajaran mengenai SIG merupakan salah satu materi yang wajib dipelajari di sekolah. Namun, disisi lain proses pembelajaran mengenai materi ini masih sering mengalami hambatan, salah satunya diakibatkan kurangnya penguasaan terhadap sarana dan prasarana pembelajaran SIG, terutama pada penggunaan teknologi aplikasi pendukung. Tujuan dari penelitian ini untuk menangani masalah penguasaan teknologi SIG, yakni dengan memberikan penjelasan dan perbandingan penggunaan aplikasi yang termasuk kedalam sarana dan prasaran SIG. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah deskripsi dan juga perbandingan dalam menggunakan aplikasi ArcGIS dan Google My Maps untuk mengetahui tingkat kompleksitas penggunaan kedua aplikasi tersebut. Temuan dalam penelitian ini diketahui bahwa Google My Maps lebih mudah digunakan dibandingkan ArcGIS untuk pembelajaran Sistem Informasi Geografis di sekolah.
IDENTIFIKASI KERAPATAN TUTUPAN MANGROVE PULAU GUSUNG MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 Ghina Yusriyyah Salma; Adhil Nur Muhammad; Raihan Cahara Winaya Adiwiria; Riki Ridwana; Lili Somantri
Jurnal Sains Informasi Geografi (J SIG) Vol 5, No 1 (2022): Edisi Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jsig.v5i1.1301

Abstract

Mangrove forest is one of the ecosystems that live in coastal areas and has a muddy substrate. Mangroves have an important role in maintaining water productivity and supporting the life of Indonesia's coastal areas. However, the increasing desire to convert or exploit mangrove forests can trigger a periodic decline in the number of mangrove forests, which will result in changes in the environment of coastal ecosystems, and have an impact on physical, biological and economic decline. This research objective is to analyze changes in mangrove forests using remote sensing data. The study used data for 2015 and 2019, which are located in the coastal mangrove forest of Gusung Island Bontoharu Subdistrict, Selayar Islands Regency, South Sulawesi Province. Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) formula is used to calculate and classify in obtaining land cover. The results showed that the mangrove forest in the coastal area of Gusung Island experienced an increase in vegetation density. This can be an example for other areas so that mangrove forests need to be preserved and protected from damage.
Pemanfaatan Citra Sentinel untuk Pemetaan Perubahan Kerapatan Vegetasi di Desa Jambudipa Kecamatan Cisarua Astri Indriyani; Adilla Musyafa; Keylila Hanan Zhafrani; Riki Ridwana; Lili Somantri
GEOGRAPHIA : Jurnal Pendidikan dan Penelitian Geografi Vol. 3 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/gjppg.v3i2.4983

Abstract

Vegetation is a group of plants, or all plant species found in a given area, with distinct patterns of temporal and spatial distribution. The presence of plants in a certain area helps to maintain the balance of the ecosystem. This study aims to determine the level of vegetation density in Jambudipa Village, Cisarua District, Bandung Regency in 2019 and 2022 using the Resistant Vegetation and Atmospheric Index (MSARVI) method. In 2019 there is still a lot of vegetation, but in 2022 the density will decrease. The amount of vegetation decreases due to several factors, such as the construction of settlements and public facilities such as urban developments and public services, which contribute to the decline in vegetation.
PEMANFAATAN CITRA LANDSAT 8 UNTUK PEMETAAN SEBARAN DAN KERAPATAN EKOSISTEM MANGROVE DI KECAMATAN CIJULANG KABUPATEN PANGANDARAN Fakhra Annaba Piawai; Arry Sakti Al Faridzi Permana; Agung Mi'raj Fajar; Riki Ridwana; Lili Somantri
JURNAL GEOGRAFI Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/geografi/vol11-iss1/2552

Abstract

The use of technology and methods in mapping continues to develop. Remote sensing images from the Landsat 8 satellite can be used for mapping mangrove vegetation. The advantages of mapping using remotely sensed imagery are that it is better in terms of time, cost, and effort, but the level of accuracy is quite small compared to terrestrial mapping. The purpose of this study was to determine the distribution and extent of mangrove vegetation in the administrative area of ​​Cijulang District, Pangandaran Regency. The composite used in this mapping is the RGB 563 composite in the Landsat 8 image because it is considered to highlight the different aspects of mangrove vegetation with non-mangrove vegetation. Classification of mangrove vegetation density classes using the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) and Modified Soil and Atmospheric Resistant Vegetation Index (MSARVI) methods which are divided into sparse, medium, and dense classes. It is known that the mangrove ecosystem in the Cijulang District, Pangandaran Regency is only found in Cijulang Village, Kondangjajar Village, and Batukaras Village. From the results of the calculation of the area of ​​​​the mangrove ecosystem in Cijulang District, Pangandaran Regency, it is about 260 hectares
ANALISIS PERUBAHAN KERAPATAN VEGETASI MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT-8 MULTITEMPORAL DI KABUPATEN BANDUNG BARAT Andien - Rahmalia; Muhamad Aditya Nugraha; M Yusup; Mochammad Fauzan Mutawally; Riki Ridwana; Lili Somantri
JURNAL GEOGRAFI Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/geografi/vol11-iss1/2560

Abstract

The rate of deforestation in Indonesia is known to be very fast, Indonesia is ranked third where deforestation in Indonesia reaches 1.6 -2.1 million hectares. Information about deforestation is very important to know because it is the main factor causing the destruction. This study aims to determine the vegetation density and the map of vegetation density in West Bandung Regency, West Java Province based on a web-based multitemporal time in 2015 and 2020. Which includes vegetation density with NDVI (Normalized Difference Index) value and its area in West Bandung Regency in 2015 and 2020 The data processing process uses the NDVI sturgess transformation which produces 5 classes, namely unvegetated land, very low, medium, and high. Technical analysis used is the overlay method and descriptive analysis method. The results of the research are articles that are used as sources of information related to changes in vegetation in West Bandung Regency. Changes in the level of vegetation and its area in West Bandung Regency in 2015 and 2020, namely the non-vegetated class has an area of ​​change of 151,681 Ha/year, the very low density area has an area of ​​change of 623.5 Ha, the low density area has an area of ​​change of 263.12 Ha , the area of ​​medium vegetation density has an area of ​​change of 1918.91 Ha, and the area of ​​high density has an area of ​​change of 2957 Ha. Keywords : Density of vegetation; NDVI; Landsat 8 Imagery
Pengembangan media digital untuk meningkatkan minat siswa dan kualitas pembelajaran Geografi di sekolah Riki Ridwana; Vina Aulia Nafisyah; Ahmad Yani; Iwan Setiawan; Bagja Waluya; Asep Mulyadi; Melina Rosyana
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 18 No. 2 (2022): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v18i2.5501

Abstract

[Bahasa]: Media pembelajaran berkembang seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Namun pemanfaatan IPTEK dalam pembelajaran belum optimal disebabkan keterbatasan pengetahuan dan keterampilan guru terhadap Informasi Teknologi (IT). Pengabdian kepada masyarakat melalui program pelatihan ini bertujuan agar guru dapat membuat media pembelajaran digital untuk meningkatkan minat siswa dalam belajar. Pelatihan ini menawarkan enam media digital yang dapat diterapkan dalam pembelajaran yaitu Google Earth Engine, Google My Maps, Google Earth Pro, Android, Augmented Reality, dan Website.  Metode pelaksanaan program ini adalah analisis situasi, pemberian materi, dan praktik pembuatan produk media digital melalui pendampingan trainer terlatih. Hasil dari program pengabdian ini menunjukkan bahwa belum semua guru geografi mampu menerapkan media digital di dalam pembelajaran. Namun tidak semua guru mampu untuk membuat media digital secara mandiri karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan serta faktor usia. Program pengabdian melalui pelatihan media digital ini membantu guru geografi dalam membuat dan mengembangkan media digital untuk pembelajaran geografi. Kata Kunci: guru geografi, media digital, pelatihan, pembelajaran [English]: Learning media develops along with the rapid development of information and communication technology. However, the utilization of science and technology in learning still needs to be improved due to the limitations of teachers' knowledge and skills in Information Technology (IT). This community service program aimed to help teachers create digital learning media to increase students' interest in learning. This program offered six digital media: Google Earth Engine, Google My Maps, Google Earth Pro, Android, Augmented Reality, and Website. The method used was situation analysis, material provision, and practice of making digital media products through the assistance of trained trainers. The results of this program show that not all geography teachers applied digital media in learning, and not all teachers can create digital media due to limitations of knowledge and skills. Thus, this program can help geography teachers to create and develop digital media for geography learning. Keywords: geography teacher, digital media, training, learning
Karakteristik Spektral Vegetasi di Gunung Api Galunggung Berdasarkan Hasil Pengolahan Citra Multispektral dan Hiperspektral Shafira Himayah, S.Pd., M.Sc.; Riki Ridwana; Setio Galih Mariyono; Riko Arrasyid; A. Sediyo Adi Nugraha
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v10i1.15548

Abstract

Galunggung merupakan gunung berapi aktif dengan ketinggian 2168 meter di atas permukaan laut.. Hutan Gunung Galunggung merupakan ekosistem yang sangat penting dalam menunjang lingkungan hidup di Kabupaten Tasikmalaya. Kawasan hutan ini juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan air untuk konsumsi, pertanian, perkebunan, pariwisata, dan lain-lain. Fungsi hutan Gunung Galunggung dalam bidang ekologi, hidrorologi, konservasi keanekaragaman hayati sangat ditentukan oleh kondisi hutan saat ini, terutama kondisi vegetasinya. Karakteristik spektral dari vegetasi dapat diamati menggunakan teknologi penginderaan jauh melalui band infra merah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik spectral vegetasi di Gunung Galunggung berdasarkan zona ketinggian. Penelitian ini menggunakan citra Landsat 8, citra Aster GDEM, dan citra Hyperion. Disimpulkan bahwa terdapat perbedaan transformasi NDVI menggunakan Landsat 8 dan Hyperion. Nilai NDVI pada Landsat memiliki rentang nilai -0.2 hingga 0.62, sedangkan pada Hyperion memiliki rentang nilai -0.3 hingga 0.66. Hasil NDVI citra Hyperion pada zona hutan hujan bagian bawah memiliki nilai tertinggi (0,63) yang merepresentasikan kehijauan pada vegetasi dengan kerapatan tinggi. Sedangkan nilai terendah terdapat pada hasil NDVI citra Hyperion pada zona hutan hujan tengah dengan nilai 0,1 yang secara umum dikategorikan sebagai objek non-vegetasi. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut untuk menganalisis bagaimana penggunaan citra yang berbeda dan kondisi fisik daerah penelitian dapat mempengaruhi hasil penelitian.
PEMANFAATAN PENGINDERAAN JAUH DAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK ANALISIS PEMETAAN LAHAN KRITIS DI KECAMATAN BELINYU KABUPATEN BANGKA Syahrial Fahmi; Lili Somantri; Riki Ridwana
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i1.13914

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memetakan persebaran wilayah lahan kritis secara spasial, dan mengkaji parameter fisik yang mempengaruhi lahan kritis dengan memanfaatkan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Forest Canopy Density. Data penginderaan jauh yang digunakan, yaitu citra sentinel-2A. Pengolahan dan analisis data menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan cara pembobotan (scoring) dan overlay sehingga menghasilkan sebaran wilayah lahan kritis. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini meliputi parameter tutupan lahan (kerapatan tajuk), erosi, kemiringan lereng, dan manajemen lahan. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh wilayah Kecamatan Belinyu didominasi klasifikasi lahan agak kritis dengan luas sebesar 26808.931 Ha. Adapun klasifikasi lahan kritis yang terdapat di Kecamatan Belinyu terdiri dari lahan yang terkategori tidak kritis seluas 3325.71 Ha, potensial kritis seluas 21945.27 Ha, agak kritis seluas 26808.931 Ha, klasifikasi lahan kritis seluas 1617.08 Ha, dan klasifikasi lahan sangat kritis seluas 30.22 Ha di Kecamatan Belinyu. Wilayah dengan tingkat lahan kritis dan sangat kritis paling tinggi berlokasi di Desa Riding Panjang dengan luas lahan kritis dan sangat kritis sebesar 561.78 Ha dan 20.29 Ha. Hasil analisis peta lahan kritis di Kecamatan Belinyu diharapkan dapat memberikan rekomendasi kepada berbagai pihak sebagai arah prioritas rehabilitasi lahan kritis.  Abstract: This study aims to map the spatial distribution of critical land areas and examine the physical parameters that affect critical land by utilizing Remote Sensing and Geographic Information Systems. The method used in this research is method Forest Canopy Density. The remote sensing data used is sentinel-2A imagery. Processing and analysis of data using Geographic Information System (GIS) by way of weighting(scoring) andoverlay thus producing a distribution of critical land areas. The parameters used in this study include land cover parameters (canopy density), erosion, slope, and land management. Based on the analysis results obtained, the Belinyu District area is dominated by the classification of rather critical land with an area of 26,808,931 Ha. The classification of critical land in Belinyu District consists of 3325.71 Ha of non-critical land, 21945.27 Ha of potential critical, 26808.931 Ha of moderately critical, 1617.08 Ha of critical land classification, and 30.22 Ha of very critical land classification in Belinyu District. Areas with the highest levels of critical and very critical land are located in Riding Panjang Village with critical and very critical land areas of 561.78 Ha and 20.29 Ha. The results of the analysis of critical land maps in Belinyu District are expected to provide recommendations to various parties as a priority direction for rehabilitation of critical lands. 
Perbandingan Hasil Metode Algoritma Backscattering dan Otsu Thresholding dalam Identifikasi Genangan Banjir di Kota Bogor Sri Sumiati; Elva Ni’matal Ummah; M. Farizi Fernanda; Riki Ridwana
Media Komunikasi Geografi Vol. 24 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v24i1.56080

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia setiap tahunnya, sehingga menimbulkan berbagai permasalahan yang terjadi akibat adanya banjir. Hujan dengan intensitas tinggi kerap terjadi di Kota Bogor. Dengan kondisi topografi yang berada pada kemiringan lereng relatif landai dan terletak pada dataran rendah, pada pertengahan bulan Oktober 2022 hujan dengan intensitas tinggi ini, menyebabkan adanya genangan banjir di sejumlah wilayah di Kota Bogor.  Dalam penelitian ini, daerah sebaran genangan banjir dapat diidentifikasi dengan metode Otsu thresholding dan metode Backscattering dengan menggunakan data citra satelit Sentinel-1. Dengan tujuan untuk membandingkan hasil dari kedua algoritma metode ini dalam mengidentifikasi genangan banjir di Kota Bogor. Google Earth Engine (GEE) merupakan salah satu platform yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan sebuah peta banjir dengan cakupan spasial dan temporal yang baik. Didapatkan hasil perbandingan visualisasi sebaran genangan yang berbeda. Berdasarkan pengolahan serta akurasi, metode Backscattering cukup baik dalam mengidentifikasi genangan banjir yang terjadi pada bulan Oktober 2022 dikarenakan algoritma ini mampu membedakan objek badan air serta genangan banjir. Adapun untuk wilayah yang tidak tergenang yaitu Tanah Sareal, Bogor Utara dan Bogor Tengah.
Model Pembelajaran Penginderaan Jauh Di Sekolah Menengah Atas Lili Somantri; Riki Ridwana
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 5 No. 2 (2021): Edisi Bulan Juli
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v5i2.6890

Abstract

Pembelajaran penginderaan jauh di sekolah menengah atas belum mampu dilakukan secara maksimal. Dikarenakan berbagai keterbatasan diantaranya guru kurang memahami materi yang behubungan dengan penerapan atau aplikasi dari konsep penginderaan jauh, guru kurang menguasai penggunaan perangkat lunak penginderaan jauh, guru masih menggunakan metode ceramah dan tugas, dan guru menggunakan media pembelajaran yang kurang lengkap. Untuk memberikan solusi pada permasalahan pembelajaran penginderaan jauh di sekolah, maka artikel ini akan mencoba memaparkan hasil penelitian tentang model pembelajaran penginderaan jauh yang paling tepat agar dapat diterapkan oleh guru dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Artikel ini memaparkan model pembelajaran penginderaan jauh di sekolah dengan metode mengulas beberapa hasil penelitian. Analisis pembahasan dilakukan dengan cara mendeskripsikan model pembelajaran penginderaan jauh, pendekatan pembelajaran, dan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi kurikulum 2013. Hasil kajian menunjukkan bahwa model pembelajaran untuk materi penginderaan jauh kelas X paling tepat menggunakan model pembelajaran berbasis proyek (project based learning), kelas XI menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning), dan kelas XII paling tepat menggunakan model pembelajaran berbasis penelitian (research based learning). Hasil temuan model pembelajaran ini dapat diterapkan pada materi penginderaan jauh berdasarkan jenjang Pendidikan.
Co-Authors A Sediyo Adi Nugraha Abyan Hilmy Adhil Nur Muhammad Adi Firmansyah Adi Syahrul Mubarik Adifa, Safitri Fara Adilla Musyafa Aditya Candra Taruna Agil Akbar Fahrezi Agung Dwi Rahmawan Agung Mi'raj Fajar Ahmad Lugina, Izma Maulana ahmad yani Ahmad Yani Ahmad Yani Al Kautsar, Azhari Aliyan, Silmi Afina Alvian Aji Purboyo Alvien Hanif Ramadhan Alya Sekar Hapsari Andara Aulia Andien - Rahmalia Anisa Dalilah Anisa Dalilah Anita Widia Sari ANNISA JOVIANI ASTARI Annisa Nurjanah Ar'rafi Malika Ardy Arcita Rizara Arif Ismail Arrasyid, Riko Arry Sakti Al Faridzi Permana Asep Mulyadi Assem Abdelmonem Ahmed Mohamed Astri Indriyani Athiyyah Al Habibah Atikah, Siti Ayi Sopandi Ayi Susandi Ayu Innadya Azhari Al Kautsar Bagja Waluya bagja waluya, bagja Bella Melania Damanik Budhi L.S, Chandra Dalilah, Anisa Dede Rohmat Dede Sugandi Dini Adha Pawestri Dwi Yanti Dwi Yanti Efri Triana Nur Arifin Eka Wahyu Ningsih El Syifa Putri Elva Ni’matal Ummah Enok Maryani Erika Octyana Dewi Ervika Putri Wulandari Eva Safitri Fahmi Subhan Fauzan Fakhra Annaba Piawai Fakhriyah, Rafifah Adinda Fauzan Fajarrahman Zulfikri Fauzia, Alda Febriansyah Dharma Fahreza Ferryandy, Muhamad Ghina Yusriyyah Salma Habibah, Athiyyah Al Habibie Daud Syafaat Pasha Hakiki, Fikri Nurwan Hangga Aria Rahmawan Tisna Harum Khusnul Khotimah Hilman Tampubolon Himayah, Shafira Ihsan, Ashlah Afdlalul Ilham Maulana Ilham Nurfalah Indri Megantara Ismail, Jalu Rafli Iwan Setiawan Izma Maulana Ahmad Lugina Jalu Rafli Ismail Jupri Jupri Jupri Jupri Kamaluddin, Muhammad Rinaldi Karim, Rizal Aldian Keylila Hanan Zhafrani Khansa, Tasya Alifah Leo Widdyusuf Lili Somantri Lu’lu’ Izzatul Fawziah M Yusup M. Dede Sugandi M. Farizi Fernanda Mega Nurzihan, Yanti Melina Rosyana miftah Kurnia Hayu Mochammad Fauzan Mutawally Mochammad Rizky Miftah Fauzan Muh Fiqri Abdi Rabbi Muhaimin F. Rohman Muhamad Aditya Nugraha Muhamad Akbar Muhamad Ferryandy Muhammad Arrafi Muhammad Arrafi Muhammad Ihsan Nandi Nandi, Nandi Naufal Azmi Nisvi Nur’adqiah Nulhakim, Diki Lukman Paramita, Qorry Pradnya Pasha, Habibie Daud Syafaat Pawestri, Dini Adha Putri, El Syifa Putri, Indri Megantara Qorry Pradnya Paramita Rabbi, Muh Fiqri Abdi Rafifah Adinda Fakhriyah Rahma, Isma Yullia Rahmat Al Fauzi Rahmawan, Agung Dwi Raihan Cahara Winaya Adiwiria Ramadhan, Zidan Reza Pahlawan Ridwan Saidi Rinzani, Alayka Rizal Aldian Karim Roihan Muhammad Derajat Ruhby Ilham Sabila Meiwanda Sakti, Anjar Dimara Salma, Ghina Yusriyyah Sari, Anita Widia Sephana, Rafi'i Diva Setio Galih Mariyono Shafira Fairuz Siti Atikah Sri Sumiati Sudrajat, Daffa Rizal Fauzan Sugito, Nanin Trianawati Supriadi, Apip Syahnie Pratama Syahrial Fahmi Syahrial Fahmi Syauqi Izzul Syifa Aprilianti Tampubolon, Hilman Tia Ardiani, Gusti Udin Wahrudin Ummah, Elva Ni'matal Vina Aulia Nafisyah Wahrudin, Udin Wijaya, Muhamad Akbar Wina R. Dewi Yakub Malik, Yakub Yanti Yohana Sinambela Yesi Sopariah Yusifa Muzri