Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENDAMPINGAN PELABELAN DAN PEMBUATAN WEBSITE UNTUK PEMASARAN PRODUK HASIL PENGOLAHAN SAMPAH DI TPS-3R KELURAHAN TALANG KELAPA KECAMATAN ALANG-ALANG LEBAR Eka Sri Yusmartini; Mardwita Mardwita; Innike Abdillah Fahmi
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 3 No 4 (2020): APTEKMAS Volume 3 Nomor 4 2020
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.068 KB) | DOI: 10.36257/apts.v3i4.2955

Abstract

Waste generated by households can have economic value using the 3R method by the TPS. TPS-3R of the Maju Jaya Self-Help Group (KSM) is a pilot TPS in household waste management in Talang Kelapa Village, Alang-alang Lebar Subdistrict. The products produced are compost, liquid organic fertilizer and handicrafts from used goods. The obstacle faced is ineffective and efficient marketing. This is due to not having the correct label and ineffective marketing. So that assistance is needed in making product labels to be attractive and training in making websites to expand the marketing of processed waste products from TPS-3R KSM Maju Jaya. From the results of this activity, TPS-3R KSM Maju Jaya was able to create a logo that presented the values of TPS-3R KSM Maju Jaya and produced a more attractive product label. In addition, TPS-3R Maju Jaya has a website to increase sales of its products.
KONVERSI SAMPAH ORGANIK DAPUR MENJADI CAIRAN MULTIGUNA GARBAGE ENZYMES DI WILAYAH SIRING AGUNG KOTA PALEMBANG Dian Kharismadewi; Innike Abdillah Fahmi; Sri Martini; Muhammad Andika Mandala Putra
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i4.18616

Abstract

Environmentalism efforts by performing the household waste management that carried out the 4R (reduce, reuse, recycle, and replace), go green, back to nature. Zero waste concepts must continue to be encouraged and disseminated to the broader community. One of those possible efforts is to convert the organic wastes from the household kitchen into multipurpose liquid garbage enzymes. Garbage enzyme is a liquid containing extract from the fermentation process of the vegetable’s dregs and fruit’s peels, with brown sugar/molasses as a substrate and water as a ripening medium. Fermentation processes proceed for three months and are stored in an airtight container. Garbage enzyme is then used as a liquid cleaner and fertilizer for plants. Siring Agung sub-urban district in Kota Palembang is a densely populated area that has faced a problem of many organic wastes that burden the environment as a result of the overloaded work of garbage dumpsites. Through socialization in the form of a presentation and demonstration of making a multipurpose liquid garbage enzyme, the community in Siring Agung of Palembang city could implement the environmentally-friendly organic waste processing concepts and provide solutions to waste problems in this area. The specific purpose of this community service is to determine the level of public understanding regarding the conversion and utilization of household organic waste and assess the program's benefits in solving problems in this target area. Besides, to reduce the burden of landfills in Palembang city, maintain environmental sustainability, and spread the benefits of garbage enzymes. The analysis results of the public understanding of waste management are 76% understanding after the socialization. This activity has offered an advantage to the community as new applicable knowledge. This activity has provided benefits to the community in the form of new knowledge that can be applied and the reduction of household organic waste, which is a problem in this area. --- Upaya pelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah rumah tangga yang mengusung konsep 4R (reduce, reuse, recycle, dan replace), go green, back to nature, dan zero waste harus terus digalakkan dan disosialiasikan ke masyarakat luas. Salah satu upaya yang mungkin dilakukan adalah dengan mengubah sampah organik dari dapur rumah tangga menjadi cairan multiguna Garbage Enzyme. Garbage enzyme adalah cairan yang berisi ekstrak dari proses fermentasi potongan sayuran sisa dan kulit buahan, yang telah ditambahkan dengan substrat gula merah dan air sebagai media pematangannya. Proses fermentasi dilakukan selama 3 bulan dan disimpan didalam wadah kedap udara. Garbage enzyme yang dihasilkan dimanfaatkan menjadi cairan pembersih dan pupuk cair tanaman. Kelurahan Siring Agung Kota Palembang merupakan wilayah yang padat penduduk yang memiliki permasalahan sampah organik yang mengganggu lingkungan dari beban penampungan sampah yang berlebihan. Melalui sosialisasi dalam bentuk pemaparan dan demo pembuatan cairan multiguna garbage enzyme, masyarakat wilayah Siring Agung Kota Palembang dapat menerapkan konsep pengolahan sampah organik yang ramah lingkungan dan mengatasi permsalahan sampah di wilayahnya. Tujuan khusus dari kegiatan PkM ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat mengenai pengkonversian dan pemanfaatan sampah organik rumah tangga serta menilai kebermanfaatan program yang dilaksanakan terhadap penyelesaian masalah yang ada diwilayah sasaran. Selain untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir sampah di Kota Palembang, menjaga kelestarian lingkungan, dan menebarkan manfaat garbage enzyme. Dari hasil analisa tingkat pemahaman masyarakat dalam pengelolaan sampah didapatkan 76% paham setelah dilakukan sosialisasi. Kegiatan ini telah memberikan manfaat kepada masyarakat berupa pengetahuan baru yang dapat diterapkan dan pengurangan sampah organik rumah tangga yang menjadi permasalahan di wilayah ini.
Analisis Manfaat yang Diperoleh Masyarakat dalam Perspektif Gender pada Pengelolaan Agroforestry (Studi kasus: kawasan reboisasi Program JIFPro di Kabupaten Solok, Sumatera Barat) Mutiara, Vonny Indah; Febriamansyah, Rudi; Fahmi, Innike Abdillah
Buletin Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo Vol 12, No 22 (2010)
Publisher : Department of Agribusiness Halu Oleo University Kendari Southeast Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.708 KB) | DOI: 10.33772/bpsosek.v12i22.5835

Abstract

This research was conducted in Jorong Subarang, Kanagarian Paninggahan, Junjung Sirih Suburb, Solok, West Sumatera where JIFRO program has been implemented in that area. The research aims to (1) analyze men and women contribution in terms of productive, reproductive and social activity; (2) analyze gender perception on benefit and cost of managing agroforestry in JIFPro program. A case study method is used in this research. The result shows that men are rarely involved in reproductive activities. Men manage most of their productive activities. On the other hand, women are not only spending more time on reproductive activities but also involved in productive activities. In addition, men and women equally spend their time on social activities.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI KOTORAN SAPI Erni Hawayanti; Ahmad Sofian; Rosmiah; Iin Siti Aminah; Nurbaiti Amir; Yopie Molyohadi; Innike Abdillah Fahmi
Jurnal Abditani Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v6i2.252

Abstract

Pemberdayaan kelompok tani dengan sasaran Kelompok Tani Cemerlang Desa Panca Mulya, Kecamatan Air Kumbang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh LPPM Universitas Muhammadiyah Palembang melalui skema Bina Desa dengan mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh kelompok tani Cemerlang yang berada di Desa Panca Mulya, kecamatan Air Kumbang, Kabupaten Banyuasin antara lain masih rendahnya ketrampilan petani dalam membuat pupuk organik cair denga bahan baku kotoran sapi serta terjadinya kelangkaan pupuk anorganik. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjawab permasalahan kelompok tani tersebut yaitu dengan kegiatan pelatihan pemanfaatan kotoran sapi sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik cair. Pupuk organik cair memanfaatkan sumber daya alam sekitar karena bahan baku yang digunakan relatif banyak di desa tersebut. Dengan adanya kegiatan pemberdayaan kelompok tani ini, anggota kelompok tani Cemerlang Desa Panca Mulya menjadi lebih terampil dan mampu membuat pupuk organik cair.
STUDI NILAI TAMBAH SINGKONG MENJADI TEPUNG MOCAF DI KWT GEMILANG KECAMATAN ILIR TIMUR II KOTA PALEMBANG Sepriani, Dina; Fahmi, Innike Abdillah
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jsct.v13i2.9232

Abstract

ABSTRACTThe aim of this research is to find out how much added value and profit is made from cassava into mocaf flour in KWT Gemilang, Ilir Timur II District, Palembang City. This research was carried out in Kelurahan 2 Ilir, Ilir Timur II District, Palembang City from February to April 2024. The research method used was a descriptive method. The sampling method used was purposive sampling. The data collection methods used were observation, interviews and documentation. The processing methods used are editing, coding, and tabulating and the data analysis used is the Hayami method. From the research results, the results of processing cassava into mocaf flour carried out at KWT Gemilang are quite good. This can be seen from the added value obtained, namely Rp. 6,394/Kg with a value added ratio of 67,2%, which means that the ratio of processing cassava into mocaf flour at KWT Gemilang has a high added value. And the total profit obtained from the business of processing cassava into mocaf flour at KWT Gemilang is IDR 4,680/Kg. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar nilai tambah dan keuntungan singkong menjadi tepung mocaf di KWT Gemilang Kecamatan Ilir Timur II Kota Palembang.  Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan 2 Ilir Kecamatan Ilir Timur II Kota Palembang pada bulan Februari sampai dengan April 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah dengan cara sengaja (purposive sampling). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode pengolahan yang digunakan yaitu editing, coding, dan tabulating dan analisis data yang digunakan yaitu metode hayami. Dari hasil penelitian pengolahan singkong menjadi tepung mocaf yang dilakukan di KWT Gemilang nilai tambah yaitu sebesar  Rp 6.394/Kg dengan rasio nilai tambah sebesar 67,2% yang artinya rasio pengolahan singkong manjadi tepung mocaf di KWT Gemilang memiliki nilai tambah yang tinggi. Dan Jumlah keuntungan yang didapatkan dari usaha pengolahan singkong menjadi tepung mocaf di KWT Gemilang yaitu sebesar Rp 4.680/Kg.
Profit Analysis and Marketing Strategy of Sagarurung Fish at MSMEs Suka Rasa in Talang Ubi District, Penukal Abab Lematang Ilir Regency Afriyatna, Sisvaberti; Fahmi, Innike Abdillah; Elviera, Billa
INVEST : Jurnal Inovasi Bisnis dan Akuntansi Vol. 4 No. 1 (2023): INVEST : Jurnal Inovasi Bisnis dan Akuntansi
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/invest.v4i1.463

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine fresh Fish's advantages and marketing strategy in MSMES Suka Rasa Talang Ubi District, Penukal Abab Lematang Ilir Regency. The research method used is the case study method, for which purposive and quota sampling are used. Data collection methods used in this study are observation, interviews and documentation. Th,e results of the study found that the profitabilityof the Suka Rasa MSMEs were Rp. 8,486,329 / month and the IFAS and EFAS diagrams are in quadrant 4, the meeting between IFAS at point 0.85 and EFAS at point -0.47. So that is an alternative marketing strategy that can be done is to guarantee the quality of fresh fish products according to the criteria set by the company, and to increase product distribution, such as expanding the marketing reach by utilizing social media to promote products.
SOSIALISASI PENGOLAHAN LINDI MENJADI PUPUK CAIR DI TPS-3R KELURAHAN TALANG KELAPA KECAMATAN ALANG-ALANG LEBAR PALEMBANG SUMATERA SELATAN Yusmartini, Eka Sri; Mardwita, Mardwita; Fahmi, Innike Abdillah
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.682 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v10i1.27968

Abstract

Meningkatnya pertumbuhan penduduk  dan aktifitasnya, memberi kontribusi significan pada peningkatan sampah. Bank Sampah merupakan usaha masyarakat bersama dengan pemerintah memiliki fungsi sebagai media edukasi bagi masyarakat bagaimana memelihara lingkungan dan mengelola sampah Metode yang digunakan dalam program kemitraan masyarakat (PKM) adalah dengan pendekatan terhadap mitra untuk memberikan pandangan tentang perlunya diversifikasi produk untuk pengolahan lindi. Diversifikasi produk dengan memberikan sosialisasi mengolah lindi yang dihasilkan dari proses pengomposan menjadi pupuk cair yang juga dapat dimanfaatkan sebagai EM4 dalam proses pengomposan. Pemasangan alat yang sudah diterapkan pada TPS 3 – R, lindi yang dihasilkan terkumpul dengan baik dan akan dapat digunakan untuk pemrosesan lanjut menjadi pupuk cair.
POTENSI DAN CURAHAN TENAGA KERJA PADA USAHATANI CABAI RAWIT DI DESA TIRTOSARI KECAMATAN BANYUASIN 1 KABUPATEN BANYUASIN Hafidin, Hafidin; Fahmi, Innike Abdillah
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 14, No 1 (2025): Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jsct.v14i1.10096

Abstract

This study aims to determine the potential of labor in the families of cayenne pepper farmers in Tirtosari Village, Banyuasin 1 District, Banyuasin Regency and to determine the amount of labor input in cayenne pepper farming in Tirtosari Village, Banyuasin 1 District, Banyuasin Regency. This research was conducted in Tirtosari Village, Banyuasin 1 District, Banyuasin Regency in December 2024 - February 2025. The research method used in this study was the survey method. The sampling method used in this study was the purposive sampling method. Data collection methods, Observation, Interviews, Documentation. Data processing methods, Editing, Coding, Tabulating and data analysis methods using quantitative descriptive methods. The total potential for labor in cayenne pepper farmers is 1,283 and the total labor input is 64.35 HKSP / MT and 128.23 HKSP / Year. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar potensi tenaga kerja dalam keluarga petani usahatani cabai rawit di Desa Tirtosari Kecamatan Banyuasin 1 Kabupaten Banyuasin dan untuk mengetahui besar curahan tenaga kerja pada usahatanni cabai rawit di Desa Tirtosari Kecamatan Banyausin 1 Kabupaten Banyuasin. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Tirtosari Kecamatan Banyuasin 1 Kabupaten Banyuasin pada blan Desember 2024 – Februari 2025.  Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ni yaitu metode survey. Metode penarikan contoh yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling, metode pengumpulan data, Observasi, Wawancara, Dokumentasi. Metode pengolahan data, Editing, Coding, Tabulating dan metode analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Total besar potensi kerja dalam keluarga petani usahatani cabai rawit sebesar 1.283 dan untuk total curahan tenaga kerja sebesar 64,35 HKSP/MT dan 128,23 HKSP/Thn.
ANALISIS POLA TANAM DAN PENDAPATAN PETANI HORTIKULTURA DENGAN MENGGUNAKAN METODE IRIGASI TETES DI DESA BUDI MULYA KECAMATAN AIR KUMBANG KABUPATEN BANYUASIN ANALYSIS OF CROPPING PATTERNS AND INCOME OF HORTICULTURAL FARMERS USING THE DRIP IRRIGATION METHOD IN BUDI MULYA VILLAGE, AIR KUMBANG DISTRICT, BANYUASIN REGENCY Febriansyah, Jodhi; Fahmi, Innike Abdillah
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jsct.v12i1.6311

Abstract

ABSTRACTThis study was conducted to determine the types of cropping patterns and income of horticultural farmers who use the drip irrigation method.  This research was conducted in Budi Mulya Village, Air Kumbang Subdistrict, Banyuasin Regency from March to May 2022.The research method used was the survey method. The sampling method used was Purposive Sampling, where in this study the sampling process was carried out deliberately with consideration of farmers who used the drip irrigation method in horticultural business activities. Data collection methods used in this research are observation and direct interviews to respondents using tools in the form of a list of questions that have been prepared in advance.  Data processing methods used are editing, and tabulating. and data analysis used is descriptive qualitative and quantitative analysis. The results showed that the cropping pattern used by horticultural farmers who use drip irrigation method is a monoculture cropping pattern with rotating cropping rotation starting with chili farming in August to January, then continued with melon farming in February to April and watermelon farming in May to July. The average income of farmers in one year is IDR 150.666.429. Keyword: Cropping Patterns, Income, Drip Irrigation ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui jenis pola tanam dan pendapatan petani hortikultura yang menggunakan metode irigasi tetes.  Penelitian ini dilaksanakan di Desa Budi Mulya Kecamatan Air Kumbang Kabupaten Banyuasin pada bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2022.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah Purposive Sampling, dimana dalam penelitian ini proses pengambilan sampel dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan petani yang menggunakan metode irigasi tetes dalam kegiatan usahatai hortikultura.Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara langsung kepada responden dengan menggunakan alat bantu berupa daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya.  Metode pengolahan data yang digunakan adalah editing, dan tabulating. dan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menjukkan bahwa pola tanam yang digunakan oleh petani hortikultura yang menggunakan metode irigasi tetes yaitu pola tanam monokultur dengan rotasi tanam bergilir yang dimulai dengan usahatani cabai pada bulan Agustus sampai dengan bulan Januari, kemudian dilanjutkan dengan usahatani melon pada bulan Februari sampai dengan bulan April dan usahatani semangka pada bulan Mei sampai dengan Bulan Juli. Pendapatan rata-rata petani dalam satu tahun yaitu Rp 150.666.429. Kata Kunci: Pola Tanam, Pendapatan, Irigasi Tetes
ANALISIS PERBANDINGAN USAHATANI PADI SAWAH MENGGUNAKAN COMBINE HARVESTER DAN POWER THRESHER DI DESA SUKANEGARA KECAMATAN MADANG SUKU II KABUPATEN OKU TIMUR Pangindoman, Deo Yahendra Anada; Fahmi, Innike Abdillah
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jsct.v12i2.7749

Abstract

ABSTRACTThis study aims to analyze differences in labor output in harvesting lowland rice using a combine harvester and power thresher and to analyze differences in farmer income in lowland rice farming using a combine harvester and power thresher in Sukanegara Village, Madang Suku II District, Ogan Komering Ulu Timur Regency. The research method used is survey method and sampling method in this study using Disproportionate Stratified Random Sampling, data collection method using observation, interview, and documentation methods. and the power thresher is processed manually then grouped and tabulated, then a T-test (t-test) is carried out and to answer how are the differences in farmers' income in lowland rice farming using a combine harvester and power thresher, the data obtained in the field is processed manually and then coded and tabulated, then a T-test (t-test) is performed to determine the difference between each layer. The results showed that the average labor force of farmers using a combine harvester was 5,2 HKP, while farmers using a power thresher were 18,4 HKP, which was greater than that of a farmer using a combine harvester. After the T test, the value of sig. (2-tailed) < (0.05), meaning that there is a significant difference between the labor outpouring of lowland rice harvesting using a combine harvester and a power thresher. Meanwhile, the average income of farmers who use a combine harvester is Rp. 25,036,842 is greater than the average income of farmers who use a power thresher, which is Rp. 20,415,811. After the T test, the value of sig. (2-tailed) < (0.05) means that there is a significant difference between farmers' income on farming lowland rice using a combine harvester and a power thresher. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan curahan tenaga kerja pada pemanenan padi sawah dengan menggunakan combine harvester dan power thresher dan untuk menganalisis perbedaan pendapatan petani pada usahatani padi sawah dengan menggunakan combine harvester dan power thresher di Desa Sukanegara Kecamatan Madang Suku II Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei dan metode penarikan contoh pada penelitian ini menggunakan Disproportionate Stratified Random Sampling, metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi Dalam menjawab masalah yang pertama yaitu Bagaimana perbedaan curahan tenaga kerja pada pemanenan padi sawah dengan menggunakan combine harvester dan power thresher di olah secara manual lalu dikelompokkan dan tabulasi, selanjutnya dilakukan Uji T (t-test) dan untuk menjawab Bagaimana perbedaan pendapatan petani pada usahatani padi sawah dengan menggunakan combine harvester dan power thresher data yang diperoleh dilapangan diolah secara manual kemudian diberi kode dan di tabulasi, selanjutnya dilakukan Uji T (t-test) untuk mengetahui perbedaan dari masing-masing lapisan. Hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata curahan tenaga kerja petani yang menggunakan combine harvester sebesar 5,2 HKP sedangkan petani yang menggunakan power thresher yaitu 18,4 HKP lebih besar dibandingkan curahan tenaga kerja petani yang menggunakan combine harvester. Setelah dilakukan Uji T nilai sig. (2-tailed) < ? (0,05) , artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara curahan tenaga kerja pada pemanenan padi sawah menggunakan combine harvester dan power thresher. Sementara Pendapatan rata-rata petani yang menggunakan combine harvester sebesar Rp. 25,036,842 lebih besar dari pada rata-rata pendapatan petani yang menggunakan power thresher yaitu Rp. 20,415,811. Setelah dilakukan Uji T nilai sig. (2-tailed) < ? (0,05) artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan petani pada usahatani padi sawah menggunakan combine harvester dan power thresher.