Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Retention of Tegal Language as Introdoctury Language in Binlandik Kindergarten Level Kodim 0712 Tegal, Central Java Jatut Yoga Prameswari; Dewi Indah Susanti; Siti Jubei
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2018): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.066 KB) | DOI: 10.30998/jh.v2i2.66

Abstract

Regional languages have an important role in people's lives because their existence is highly respected by the state as one of national wealth. This paper aims to describe the understanding of the language of the Tegal area as the language of instruction at Binladik Kindergarten Level Unit Kodim 0712 Tegal, Central Java. This research is descriptive qualitative research and the method used is the literature method and the observation method. The results showed that Tegal language retention occurred in teaching and learning activities between teachers and students.
The Symbol of Caring for the Environment on a Poster Image by Grade 6 Students at SDIT Nurul Yaqin Jakarta Jatut Yoga Prameswari; Yulianto Hadiprawiro; Dewi Indah Susanti
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2022): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1308.315 KB) | DOI: 10.30998/jh.v6i2.1358

Abstract

Poster as a medium of informative artwork to convey information to the public. In educational institution, poster as a medium is used for delivering messages, due to the spesific subject or thematic topics. In this paper, poster was designed by elementary student as assignments in the subject of Arts, Culture and Crafts (SBdP) in schools. This study aims to describe the symbols and meanings of posters created by students. This research method used descriptive qualitative research method with research instrument using Pierce. The results of the study show that indexically, apart from appreciating students work, the function of the poster is actually used by the school or teacher, especially as a campaign media in schools that can be directly seen by school residents. Where in the poster also has a persuasive function, connotative and denotative meanings that invite the audience to take part in protecting and saving the environment.Keywords: Semiotic, persuasive, poster, environment, student’s drawing.
NILAI BUDAYA SEBAGAI UNSUR EKSTRINSIK DALAM KUMPULAN CERPEN ROKAT TASE KARYA MUNA MASYARI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Ayu Holizah Suhaeri; Jatut Yoga Prameswari; Maman Paturahman
Alegori: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2023): Alegori: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/alegori.v3i1.8615

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai budaya pada kumpulan cerpen Rokat Tase karya Muna Masyari, dan mendeskripsikan implikasi hasil penelitian terhadap pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskripsi, sumber data berupa buku kumpulan cerpen Rokat Tase karya Muna Masyari. Teknik penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif analisis. Hasil penelitian dalam kumpulan cerpen Rokat Tase karya Muna Masyari yaitu terdapat nilai budaya berupa hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan alam, hubungan manusia dengan masyarakat, hubungan dengan manusia lain, hubungan manusia dengan diri sendiri. Secara keseluruhan ditemukan sebanyak 72 data nilai budaya dalam kumpulan cerpen Rokat Tase karya Muna Masyari. Masing-masing nilai budaya tersebut yakni 15 atau (20,83%) nilai budaya hubungan manusia dengan Tuhan, 6 atau (8,33%) nilai budaya hubungan manusia dengan alam, 19 atau (26,83%) hubungan manusia dengan masyarakat, 13 atau (18,05%) hubungan manusia dengan manusia lain dan 19 atau (26,83%) data hubungan manusia dengan diri sendiri. Hasil persentase tersebut berperan dalam masalah pokok nilai budaya. Hal ini disebabkan nilai budaya merupakan nilai kehidupan dan nilai-nilai pendukung pada kumpulan cerita pendek yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
SOSIALISASI IMPLEMENTASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI SMP AL FALAH, JATIRAHAYU, PONDOK MELATI, BEKASI Jatut Yoga Prameswari; Bambang Sumadyo; Dewi Indah Susanti
Presisi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 01 (2022): Reguler Issue
Publisher : Lancar Media Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literacy is no longer a new thing in our world of education. Where literacy should have become a culture not only for students, but also for educators. Literacy itself is an activity of habitual thinking which is also followed by a reading-writing process and will eventually lead to critical thinking, problem solving, scientific development, and the creation of a work. The school literacy movement (GLS) itself is an implementation of the Minister of Education and Culture Regulation Number 23 of 2015 concerning "Business Character Development". Based on the Minister of Education Regulation, this GLS activity is certainly very important for the progress of education in schools. In addition, GLS provides many positive impacts for the students themselves. Progress of critical thinking and being able to create a scientific work. For this reason, socialization about GLS needs to be done to help teachers know more about GLS itself so that they are able to optimally implement literacy movement activities at Al Falah Junior High School. Keywords: Implementation, Literacy Movement, School
OPTIMALIASI PROGRAM GLS MELALUI PROGRAM INOVATIF LITERGUSI (LITERASI GURU DAN SISWA) DI SMP AL FALAH, JATIRAHAYU, PONDOK MELATI, BEKASI Jatut Yoga Prameswari; Dewi Indah Susanti; Slamet Hamid
Presisi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 01 (2023): Reguler Issue
Publisher : Lancar Media Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia dalam literasi dapat dikatakan tertinggal jauh oleh negara-negara lain di dunia, tahun 1997, Program for International Students Assessment (PISA) menyebutkan bahwa Indonesia—menempati peringkat ke-40 dari 41 negara. Kementerian Pendidikan saat itu menerbitkan Permendikdud terkait gerakan literasi sekolah (GLS). GLS tidak hanya menyiapkan ruang baca saja, tapi juga perlu merancang dan mengondisikan situasinya agar tujuan dan manfaat GLS dapat terwujud. Saat ini, sekolah belum dapat melaksanakan GLS dengan optimal karena minimnya informasi GLS yang diketahui. Situasi tersebut juga dirasakan oleh guru di SMP Al Falah Jatirahayu, Pondok Melati, Bekasi. Para guru merasa perlu untuk diadakannya sosialisasi dan edukasi mengenai Optimaliasi Program GLS Melalui Program Inovatif Litergusi (Literasi Guru dan Siswa) agar dapat konsisten dan memahami dengan baik amanat dari permendikbud terkait GLS yang akan diterapkan di SMP Al Falah ini. Untuk itu, sosialisasi ini perlu dilakukan untuk meningkatkan kemajuan program GLS di SMP Al Falah Jatirahayu, Pondok Melati, Bekasi.
Comparasional Speaking of INGKAR Boy Candra’s Novel on Indonesia Language Instructional: Febrianti Sulistiya, Jatut Yoga Prameswari, Ahmad Khoiril Anam Febrianti Sulistiya; Jatut Yoga Prameswari; Ahmad Khoiril Anam
Journal of Instructional Development, Innovation, and Evaluation Vol. 1 No. 01 (2022): Reguler ISSUE | 2022
Publisher : PT. Lancar Media Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to interpret the types of comparative figure of speech used in Boy Candra's novel “Ingkar” and their implications for learning Indonesian. This study uses a qualitative descriptive research method. This research as a whole utilizes interpretation in presenting data in descriptive form. The research method in this study uses documentation techniques. The instrument in this research is the researcher himself as a human instrument. The findings of comparative figure of speech in Boy Candra's novel Ingkar found 250 data with 68 sentences of comparative figure of speech, 27 sentences of metaphorical figure of speech, 62 sentences of personification figure of speech, 40 sentences of depersonification figure of speech, 12 sentences of allegorical figure of speech, 22 sentences of antithesis figure of speech , figure of speech pleonasm and tautology as many as 11 sentences, figure of speech periphrasis as many as 3 sentences, and figure of speech anticipation as much as 5 sentences. The dominant comparative figure of speech in Boy Candra's novel Ingkar , namely the comparison figure of speech for the category of parables as many as 68 sentences with a percentage. Key words: Figurative Language, Comparative Figure Of Speech, Refusing Novel, Indonesia language Instructional
Cohesion Analysis in the Short Story of Lukisan Bergetar by S Prasetyo Utomo: Jatut Yoga Prameswari dan Dewi Indah Susanti Jatut Yoga Prameswari; Dewi Indah Susanti
Journal of Instructional Development, Innovation, and Evaluation Vol. 1 No. 01 (2022): Reguler ISSUE | 2022
Publisher : PT. Lancar Media Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literary works in the form of prose fiction presented in the form of narrative text in short written language are referred to as short stories. This short story itself certainly contains both cohesiveness and unity between sentences and between paragraphs and makes the short story interesting to read and research. The focus and purpose of this research is to find and describe the form of cohesion found in the short story of Lukisan Bergetar by S Prasetyo Utomo. This research is a type of qualitative research with the research technique used is contentanalysis. The short story of the Lukisan Bergetar by S Prasetyo Utomo is the main data source in this research. Meanwhile, the number of sentence pairs included in lexical cohesion is 8 pairs of sentences. However, from the sentence pairs that have been analyzed, it is also found that sentence pairs contain mixed cohesion consisting of grammatical cohesion and also lexical cohesion. Keywords: Analysis, Cohesion, Short Story
Analisis Kesalahan Morfologi pada Unggahan Instagram @raffinagita1717: Analysis of Morphological Errors in Instagram Uploads @raffinagita1717 Prameswari, Jatut Yoga; Susanti, Dewi Indah
Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran Vol 4 No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1012.657 KB) | DOI: 10.29407/jbsp.v4i2.15357

Abstract

Penyampaian informasi atau pesan tersebut tentunya dengan menggunakan kata pada unggahan media sosial dalam bahasa tulis. Maka, agar pesan yang disampaikan oleh penutur dapat diterima oleh penerima hendaknya perlu memerhatikan penyusunan kata dengan baik dan benar. Fenomena komunikasi yang banyak ditemui saat ini satu diantaranya adalah melalui media sosial akun Instagram. Pada Instagram, umumnya mengabaikan dan sering memperlihatkan kesalahan berbahasa. Akun salah satu figur masyarakat, yang memiki jumlah pengikut terbesar di Indonesia, yaitu akun Raffi Ahmad dan Nagita Slavina (@raffinagita1717) layak untuk diteliti. Unggahan yang terdapat pada Instagram Rafii Ahmad dan Nagita Slavina ini akan dianalisis kesalahan berbahasa dari sisi kesalahan morfologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan ada tidaknya kesalahan morfologi pada unggahan akun instagram @raffinagita1717. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif deskriptif dengan tempat tidak terikat yang menganalisis bentuk deskripsi yang tidak berupa angka atau koefisien tentang hubungan variabel, menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Hasil dari temuan pada unggahan instagram @raffinagita1717 ditemukan adanya kesalahan morfologi, yaitu berupa kesalahan yang ditemukan dalam bentuk afiksasi adalah kesalahan penggunaan sufiks, prefiks, dan konfiks, sedangkan pada kesalahan reduplikasi adalah kesalahan penggunaan reduplikasi seluruh.
Penerapan Literasi Baca-Tulis dan Literasi Numerasi di Kelas Bawah Sekolah Dasar: Implementation of Reading-Writing Literacy and Numeracy Literacy in Lower Grades of Elementary School Susanti, Dewi Indah; Prameswari, Jatut Yoga; Anawati, Sudiyah
Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran Vol 6 No 1 (2022): JURNAL WACANA: JURNAL BAHASA, SENI, DAN PENGAJARAN
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbsp.v6i1.18330

Abstract

Dalam budaya literasi kaitanya sangat erat dengan dunia pendidikan. Untuk meningkatkan prestasi generasi muda dalam mencapai kesuksesan penguasaan literasi merupakan indikator yang sangat. Kurangnya bahan bacaan dan praktik literasi yang belum sesuai dinilai sebagai faktor penyebab rendahnya literasi masyarakat Indonesia. Mendeskripsikan penerapan literasi di sekolah dasar merupakan tujuan dari penelitian ini. Pada penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan program gerakan literasi di sekolah yang sudah dilaksanakan secara konsisten yaitu: (1) Program literasi ada 3 kali dalam sepekan. (2) Litarsi baca-tulis berbahasa Indonesia dan Inggris. (3) literasi numerasi.
Kajian Semiotika pada Poster Tema Perundungan Karya Siswa Kelas 6 SD: Semiotic Study on Bullying-Themed Posters Created by 6th Grade Elementary School Students Susanti, Dewi Indah; Prameswari, Jatut Yoga
Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran Vol 6 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbsp.v6i2.18931

Abstract

Gambar merupakan karya seni yang tak terbatasm diantaranya adalah poster. Poster merupakan bagian dari reklame nonkomersial di mana dalam poster dapat memuat pesan melalui gambar dan tulisan. Pesan atau infomasi tersebut disampaikan dengan menarik melalui gambar yang dilengkapi oleh sebuah tulisan untuk memperjelas isi pesan. Di sekolah poster dipelajari dalam silabus mata pelajaran seni budaya dan prakarya KD 3.1 dan 4.1. Guru melalui tugas dapat meminta siswa untuk menggambar sebuah poster tentang tema yang sedang sering terjadi di sekitar. Tema perundungan menarik untuk penulis teliti karena hal ini banyak terjadi di sekolah dan secara langsung dirasakan oleh siswa. Penelitian ini ingin mengungkapkan dan mendeskripsikan isi dari poster karya siswa kelas 6 SD yang bertema perundungan melalui kajian semiotika. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis semiotika. Ditemukan adanya hubungan antara penanda (signifier) dan petanda (signified) di dalam sebuah tanda, sehingga menjelaskan secara nyata sebuah tataran denotatif. Terdapat interaksi antara tanda dengan perasaan atau emosi pembaca serta nilai-nilai kebudayaan dan kemanusiaan di dalam poster, sehingga membawa kepada tataran konotasi yang memberikan makna tersendiri dan memiliki pengaruh kepada kerangka berpikir dari pembaca.