Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pelanggaran Prinsip Kerja Sama pada Unggahan Akun Instagram @Dennysiregar (Kajian Prakmatik) Elisa Anandari; Yona Rantika Tanjung; Jatut Yoga Prameswari
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v4i4.950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelanggaran prinsip kerja sama pada unggahan akun instagram Denny Siregar (@dennysiregar) bulan Juni—Agustus 2024. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka yang menggunakan teknik catat. Dalam penelitian ditemukan pelanggaran-pelanggaran prinsip kerja sama dari takarir yang ditulis oleh Denny Siregar pada unggahannya di akun instagram. Bentuk Pelanggaran yang ditemukan berupa pelanggaran pada maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan maksim cara. Adapun hasil penelitian menunjukkan adanya pelanggaran prinsip kerja sama yang ditemukan dalam takarir unggahan akun Instagram @dennysiregar. Pelanggaran ini mencakup 2 pelanggaran maksim kuantitas, 6 pelanggaran maksim kualitas, 12 pelanggaran maksim relevansi, dan 10 pelanggaran maksim cara. Terjadinya pelanggaran maksim prinsip kerja sama dalam takarir akun Instagram @dennysiregar sengaja dilakukan untuk menciptakan kelucuan dan situasi humor serta bentuk sindiran pada berita tertentu sebagai bentuk fungsi ekspresif dan direktif.
Perwujudan Cinta terhadap Bahasa Indonesia Melalui Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Anandari, Elisa; Prameswari, Jatut Yoga; Sumadyo, Bambang
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2025): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v9i1.3865

Abstract

Tindakan komunikasi merupakan proses dalam penukaran ide, gagasan, pesan, dan interaksi sosial. Penerapan bahasa dalam komunikasi ini selalu menitikberatkan kepada penggunaan bahasa dan penerapan penggunaan bahasa oleh masyarakat sebagaimana teknologi dan informasi mempengaruhi perilaku bahasa penuturnya. Arus teknologi dan informasi yang begitu pesat memberikan dampak hebat bagi masyarakat penutur Bahasa Indonesia. Persoalan bangga dan cinta terhadap penggunaan bahasa tetap tidak diindahkan juga oleh masyarakat Indonesia itu sendiri. Globalisasi tentu memberikan berbagai dampak, tidak terkecuali terhadap bahasa dan penuturnya. Hal ini dapat diimbangi dengan meminimalisir pengaruh sifat mimikri terhadap bahasa dengan penanaman pendidikan karakter siswa di sekolah melalui pembelajaran bahasa Indonesia. Pendidikan karakter dapat menjadi solusi dalam kegiatan pembelajaran untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa yang lemah lembut, sopan santun, sistematis, teratur, jelas, dan lugas mencerminkan pribadi penutur yang baik dan berpendidikan. Jelaslah dengan melibatkan pendidikan karakter dalam pembelajaran bahasa Indonesia adalah hal sangat penting. Dengan demikian, maka cinta terhadap bahasa Indonesia melalui pendidikan karakter dalam pembelajaran bahasa Indonesia dapat diwujudkan dengan melibatkan pendidikan karakter dalam kegiatan belajar Bahasa Indonesia di kelas. Melalui kegiatan pembelajaran dengan mengajarakan terkait kesantunan berbahasa, norma berbahasa, dan contoh dalam kegiatan berbahasa melalui pemilihan diksi, penyesuaian bahasa dengan lawan tutur dan situasi tutur.
Sosialisasi implementasi gerakan literasi sekolah di SMP Al Falah, Pondok Melati,  Bekasi Prameswari, Jatut Yoga; Sumadyo, Bambang; Susanti, Dewi Indah
Presisi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2022): November 2022
Publisher : PT. Lancar Media Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literacy is no longer a new thing in our world of education. Where literacy should have become a culture not only for students, but also for educators. Literacy itself is an activity of habitual thinking which is also followed by a reading-writing process and will eventually lead to critical thinking, problem solving, scientific development, and the creation of a work. The school literacy movement (GLS) itself is an implementation of the Minister of Education and Culture Regulation Number 23 of 2015 concerning "Business Character Development". Based on the Minister of Education Regulation,this GLS activity is certainly very important for the progress of education in schools. In addition, GLS provides many positive impacts for the students themselves. Progress of critical thinking and being able to create a scientific work. For this reason, socialization about GLS needs to be done to help teachers know more about GLS itself so that they are able to optimally implement literacy movement activities at Al Falah Junior High School. 
Majas Perbandingan pada Novel Ingkar Karya Boy Candra (Kajian Stilistika) Sulistiya, Febrianti; Prameswari, Jatut Yoga; Anam, Ahmad Khoiril; Purnama, Yogi; Mulyani, Sri
MARDIBASA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.747 KB) | DOI: 10.21274/jpbsi.2022.2.1.1-18

Abstract

The purpose of this study is to interpret the types of comparative compounds in the novel Ingkar by Boy Candra. This research uses qualitative description research methods. The study as a whole utilizes interpretation in presenting data in descriptive form. The research methods in this study use documentation techniques. The instrument in this study is the researcher himself as a human instrument. The results of comparative compound findings in the novel Ingkar by Boy Candra found as many as 250 data with comparative comparison of parables as many as 68 sentences (27.2%), metaphorical majas as many as 27 sentences (10.8%), majas personification as many as 62 sentences (24.8%), majas depersonification as many as 40 sentences (16%), allegory majas as much as 12 sentences (4.8%), antithesis majas as many as 22 sentences (8.8%), majas pleonasme and tautology as many as 11 sentences (4.4%), majas perifrasis as many as 3 sentences (1.2%), and majas anticipation as many as 5 sentences (2%). Majas comparison is dominant in the novel Ingkar by Boy Candra, which is a comparison of parable categories as much as 68 sentences with a percentage of 27.2%.
Sosialisasi Kesantunan Berbahasa di Lingkungan RW 007 Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan Sumadyo, Bambang; Purnama, Syahfitri; Anandari, Elisa; Prameswari, Jatut Yoga
Darma Cendekia Vol. 4 No. 2 (2025): Darma Cendekia
Publisher : CV Buana Prisma Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60012/dc.v4i2.181

Abstract

Perkembangan Iptek memengaruhi cara berinteraksi di masyarakat. Penyimpangan bahasa membuat pola interaksi yang tidak selaras dengan kesantunan para penutur Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia juga memiliki nilai luhur yang berperan membentuk budaya sopan santun dalam interaksi keseharian masyarakat. Penggunaan bahasa Indonesia merepresentasikan tata krama dan budi pekerti yang menjadi identitas dalam bermasyarakat. Tujuan dalam hal ini merupakan penanaman kesadaran dalam pengoptimalan dan perbaikan kesadaran anak dalam menerapkan kesantunan berbahasa di lingkungan keluarga dan masyarakat. Metode ceramah dan edukasi langsung (direct learning) melalui pemaparan konsep, pendekatan dari penerapan kesantunan berbahasa anak, praktek dalam penerapan kesantunan berbahasa dan pemanfaatan media dalam memupuk kesantunan berbahasa anak. Hasil kegiatan ini yaitu: 1) Peran orang tua dalam pendidikan bahasa, 2) Memahami konsep kesantunan berbahasa di lingkungan masyarakat.
Sosialisasi implementasi gerakan literasi sekolah di SMP Al Falah, Pondok Melati, Bekasi Sumadyo, Bambang; Susanti, Dewi Indah; Prameswari, Jatut Yoga
Presisi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): November 2022
Publisher : PT. Lancar Media Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literacy is no longer a new thing in our world of education. Where literacy should have become a culture not only for students, but also for educators. Literacy itself is an activity of habitual thinking which is also followed by a reading-writing process and will eventually lead to critical thinking, problem solving, scientific development, and the creation of a work. The school literacy movement (GLS) itself is an implementation of the Minister of Education and Culture Regulation Number 23 of 2015 concerning "Business Character Development". Based on the Minister of Education Regulation, this GLS activity is certainly very important for the progress of education in schools. In addition, GLS provides many positive impacts for the students themselves. Progress of critical thinking and being able to create a scientific work. For this reason, socialization about GLS needs to be done to help teachers know more about GLS itself so that they are able to optimally implement literacy movement activities at Al Falah Junior High School.