Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Model Konseptual Sistem Irigasi Padi Sawah Otomatis Menggunakan Arduino Berbasis Android Rosda Syelly; Intan Hati; Indra Laksmana; Syamsyida Rozi
Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer Vol 17, No 2: Agustus 2021
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.253 KB) | DOI: 10.35889/progresif.v17i2.647

Abstract

ABSTRACTAvailability of water is a major factor in determining cropping patterns in irrigated rice fields. This study aims to develop a microcontroller-based automation concept that can later be applied to ensure the availability of irrigation water needed for plants. The application designed was an automatic irrigation system of paddy rice using a water pump irrigation method. This system consists of an Arduino as a data processor, Bluetooth, a smartphone and a water level sensor as a water detector. The software uses MIT App Inventor as a smartphone programming medium and Arduino IDE as a whole series programming. The pump will turn on when the on button on the smartphone and when the water has reached the height specified by the water level sensor, the water level sensor will decide the pump voltage.Keywords: Irrigation, Arduino, Bluetooth, MIT App Inventor ABSTRAKKetersediaan air merupakan faktor utama dalam penentuan pola tanam pada daerah pengairan padi sawah. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan konsep otomasi berbasis mikrokontroler yang nantinya bisa diaplikasikan untuk menjamin ketersediaan air irigasi yang dibutuhkan untuk tanaman. Aplikasi yang dibuat berupa sistem otomatis pengairan padi sawah yang menggunakan metode irigasi pompa air. Sistem ini terdiri dari arduino sebagai pengolah data, bluetooth, smartphone dan sensor water level sebagai pendeteksi air. Perangkat lunaknya menggunakan MIT App Inventor sebagai media pemograman smartphone dan arduino IDE sebagai pemograman rangkaian keseluruhan. Pompa akan menyala apabila tombol on pada smartphone dan apabila air sudah mencapai ketinggian yang ditentukan sensor water level, maka sensor water level akan memutuskan tegangan pompa.Kata Kunci: Irigasi, Arduino, Bluetooth, MIT App Inventor.
Genetic Programming for Medicinal Plant Family Identification System Indra Laksmana; Yeni Herdiyeni; Ervizal A.M. Zuhud
Journal of ICT Research and Applications Vol. 7 No. 3 (2013)
Publisher : LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/itbj.ict.res.appl.2013.7.3.4

Abstract

Information about medicinal plants that is available in text documents is generally quite easy to access, however, one needs some efforts to use it. This research was aimed at utilizing crucial information taken from a text document to identify the family of several species of medicinal plants using a heuristic approach, i.e. genetic programming. Each of the species has its unique features. The genetic program puts the characteristics or special features of each family into a tree form. There are a number of processes involved in the investigated method, i.e. data acquisition, booleanization, grouping of training and test data, evaluation, and analysis. The genetic program uses a training process to select the best individual, initializes a generate-rule process to create several individuals and then executes a fitness evaluation. The next procedure is a genetic operation process, which consists of tournament selection to choose the best individual based on a fitness value, the crossover operation and the mutation operation. These operations have the purpose of complementing the individual. The best individual acquired is the expected solution, which is a rule for classifying medicinal plants. This process produced three rules, one for each plant family, displaying a feature structure that distinguishes each of the families from each other. The genetic program then used these rules to identify the medicinal plants, achieving an average accuracy of 86.47%.
Pelatihan Instalasi Listrik Bagi Pemuda Putus Sekolah dan Pengangguran Perdana Putera; Edi Syafri; Irwan A; Trianto Trianto; Indra Laksmana
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 1, No 2: Mei (2020)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.386 KB) | DOI: 10.36596/jpkmi.v1i2.31

Abstract

Abstrak: Pelatihan instalasi listrik ini bertujuan untuk melatih kelompok masyarakat usia produktif untuk memiliki keterampilan dibidang instalasi listrik. Kegiatan ini diselenggarakan di labor instrumentasi dan kelistrikan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh yang bekerjasama dengan Nagari Gurun. Pelatihan ini dilaksanakan dengan metode pemahaman teori dibidang instalasi listrik satu fasa dan tiga fasa sedangkan untuk praktek, peserta melakukan instalasi listrik satu fasa yang biasa dipakai untuk kelistrikan rumah tangga. Dari hasil evaluasi setelah pelatihan peserta dianggap memahami prinsip instalasi listrik, menghitung kebutuhan daya listrik serta mampu melakukan instalasi listrik satu fasa untuk rumah tangga. Namun demikian peserta masih perlu dibawah supervisi pekerja instalasi yang berpengalaman untuk bekerja secara profesional.Abstract: The objective of fhis electrical installation training is to train productive age community groups to have skills in the field of electrical installations. This activity was held in the labor instrumentation and electricity of Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh in collaboration with Nagari Gurun. This training was carried out with a theoretical understanding method of one-phase and three-phase electrical installations while for practice, participants conducted a one-phase electrical installation that is commonly used for household electricity. From the evaluation after the training the participants were considered to understand the principles of electrical installation, calculate electricity needs and be able to carry out single-phase electrical installations for households. However, participants still need to be supervised by experienced installation workers to work professionally.
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN KELAYAKAN FINANSIAL INDUSTRI MINYAK SERAI WANGI Yuni Ernita; Sri Aulia Novita; Jamaluddin Jamaluddin; Indra Laksmana; Rildiwan Rildiwan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 3 No 1 (2019): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jaast.v3i1.79

Abstract

Kelompok Tani Minyak Serai Wangi Berkat Yakin merupakan kelompok tani penggerak diDesa Balai Batu Sandaran yang mengelola industri penyulingan minyak serai wangi. Pengolahan serai wangi harus memperhatikan aspek efisiensi dan efektifitas agar mampu memberikan keuntungan yang maksimal dan meningkatkan nilai tambah pada serai wangi. Tujuan penelitian adalah menentukan nilai tambah dan kelayakan finansial usaha minyak serai wangi pada Industri Minyak Serai Wangi Berkat Yakin Desa Balai Batu Sandaran. Analisis data dilakukan dengan Metode Hayami dan parameter kuantitatif dalam analisis kelayakan finansial ditunjukkan oleh indikator seperti: Benefit Cost Ratio (B/C),Internal Rate of Return (IRR), Net Present Value (NPV) dan Payback Periods (PBP). Hasil analisis nilai tambah yang diperoleh dari hasil pengolahan serai wangi dengan bahan baku 25.000kg menjadi minyak serai wangi sebanyak 400 kg adalah Rp.3.080/kg. Sedangkan rasio nilai tambah produk minyak serai wangi adalah sebesar 84%, artinya 84% dari nilai output (produk minyak serai wangi) merupakan nilai tambah yang diperoleh dari proses pengolahan serai wangi menjadi minyak serai wangi. Hasil perhitungan analisis kelayakan finansial industri minyak serai wangi didapatkan NPV Rp. 1.635.698.925,- IRR 37,60%,B/C Ratio 1,45, dan PBP adalah 3 tahun 6,5 bulan. Ditinjau dari aspek ekonomi, usaha produksi minyak serai wangi dapat dikatakan layak dan menguntungkan.
Development of Coconut Dehusker Machine for Small Scale Industry Fithra Herdian; Sri Aulia Novita; Indra Laksmana; Mohammad Riza Nurtam; Rildiwan Rildiwan; Zulnadi Zulnadi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 3 No 2 (2019): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jaast.v3i2.125

Abstract

West Sumatra-Indonesia has potential to plant coconut due to the coastal location, sunshine level with average temperature 27oC. Coconut is a very productive plant. Coconut dehusking is one of the process that takes a lot of time and energy. Most of the farmer still using human manual labour with the help of tools made of iron or wooden crowbar that is mounted standing vertically with the blade facing upward about 80 cm from the ground. To increase the number of coconut products, it is designed the coconut dehusker machine. The main component of the machine were two rollers that rotate each other in opposite directions with each roller embedded iron-shaped nails that work to tear the coconut husk. Each roller has a different rotational speed. This machine has dimensions of 98 cm x 51 cm x 95 cm. Roller length is 50 cm and diameter 4 inches. The power source of the machine is a 2 HP electric motor, the speed was reduced by using 2 speeds reducer with the ratio of 1:20 and 1:30 respectively. From the performance test of this machine can dehusk 100 coconuts per hour. The operational basic cost of the machine equal to Rp 129.89 per coconut (about 1 cent) and Break Event Point is 12.387 coconut per year from the result of the performance test. From the economic analysis machine can be concluded that the use of this machine is better when compared to human labour which has limitation to duration and capacity.
Identification of Tropical Plants Leaves Image Base on Principal Component Analysis Indra Laksmana; Hendra Hendra; Sri Aulia Novita; Fithra Herdian; Mohamad Riza Nurtam; Perdana Putera; Rosda Syelly
Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 4 No 1 (2020): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jaast.v4i1.156

Abstract

Difference and variation of leaves shape is usually used as primary identifier of the plant species. But some plants may have a similar leaf shape and thus require another more accurate identifier. This study applied principal component analysis (PCA) methods for identifying tropical plant species from the shape of the leaves. This method simplified the observed variables by reducing the dimensions of the information that is stored as much as 75%, so it did not eliminate important information and can save the data processing time. There were 100 images of leaves taken from several sides of the leaf in JPEG format with which the shape of leaves were look similar, like citrus (Citrus aurantifolia), durian (Durio zibethinus), guava (Psidium guajava), mango (Mangifera indica), jackfruit (Artocarpus heterophyllus), avocado (Persea americana), rambutan (Nephelium lappaceum), sapodilla (Manilkara zapota), red betel (Piper crocatum) and soursop (Annona muricata). Identification of those 10 kind plant leaves produced 97% accuracy rate. Measurement systems were designed using the K-fold Cross Validation with k = 10, the results of experiments shown omission error occurs on the leaves of guava, jackfruit and red betel while twice commission error were found on the leaves sapodilla and once on citrus leaves.
APLIKASI DAN UJI KINERJA DISKSAW CHOPPER UNTUK PEMBUATAN PUPUK ORGANIK Elvin Hasman; Jamaluddin Jamaluddin; Fithra Herdian; Indra Laksmana; Rodesri Mulyadi
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.563 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.19.1.34-38.2015

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan mesin disksaw chopper (pencacah pisau piringan) untuk mencacah sampah organik. Mesin ini menghasilkan bahan cacahan yang akan dijadikan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik. Keberadaan mesin ini dapat memanfaatkan limbah sampah organik yang menumpuk di sekitar areal pertanian  menjadi pupuk organik  agar  masalah kekurangan ketersediaan pupuk bagi petani dapat teratasi. Pembuatan pupuk organik merupakan pekerjaan yang berat dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memproduksinya  sampai pupuk siap untuk digunakan jika dikerjakan secara manual. Untuk itu diupayakan membuat   mesin pencacah bahan baku  pupuk organik dengan pisau tipe piringan. Diharapkan mesin ini  berkapasitas tinggi, efisien dan  sesuai kebutuhan. Kegiatan  ini menggunakan pendekatan fungsional dan struktural untuk menentukan penggunaan komponen mesin yang tepat. Hasil evaluasi kinerja mesin didapat bahwa kapasitas mesin  sebesar 626,4 kg/jam pada Rpm mesin 198,2. Hasil analisa ekonomis didapat biaya pokok (BP)  Rp. 35,34/kg, BEP  4013,067 kg dan  BC ratio 1,414 dan  NPV 28.474.600. Untuk bahan dekomposer digunakan mikro organisme lokal produk dari kelompok tani  yang menjadi mitra kegiatan  ini. Keberhasilan kegiatan  ini juga akan memacu perkembangan industri pupuk organik dan industri alsitan di Sumbar serta dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat seperti tumbuhnya bengkel alsitan baru dan  jadi pengusaha pupuk organik.Kata Kunci : Pencacah, pisau piringan, pupuk, sampah organik.
Rancang Bangun Pendeteksi Curah Hujan Menggunakan Tipping Bucket Rain Sensor dan Arduino Uno Muhammad Syahbeni; Arif Budiman; Rosda Syelly; Indra Laksmana; Hendra
Agroteknika Vol 1 No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/agtk.v1i2.22

Abstract

Curah hujan merupakan salah satu parameter hujan yang dapat diukur. Dimana curah hujan menyatakan seberapa besar tinggi air yang ditimbulkan oleh hujan di suatu daerah. Alat untuk megukur jumlah curah hujan yang turun kepermukaan tanah per satuan luas, disebut Penakar Curah Hujan. Curah hujan 1 (satu) milimeter, artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi 1 (satu) milimeter atau tertampung air sebanyak 1 (satu) liter atau 1000 ml. Penakar hujan Tipping Bucket, nilai curah hujannya tiap bucket berjungkit tidak sama, serta luas permukaan corongnya beragam, misalnya ada yang 0.1 mm, 0.2 mm, 0.5 mm dan lain-lain. Dalam perancangan alat ini resolusi Tipping Bucket yang digunakan ialah 0.2 mm, dan juga memakai Modul Sensor Reed Switch. Reed Switch akan bekerja ketika magnet yang di tempel pada bagian tengah Tipping Bucket mendekati sensor Reed Switch, yang dimana Tipping Bucket akan bergerak disaat curah hujan masuk ke dalam corong dan akan ditampung pada Tipping Bucket yang membuat Tipping Bucket akan berjungkit. Kemudian Reed Switch akan mendeteksi magnet yang ada pada Tipping Bucket. Mikrokontroler berfungsi untuk membaca data dari Modul Sensor Reed Switch yang tiap kali ada sentuhan dari magnet.
Rancang Bangun dan Analisis Mesin Pengupas Kulit Kacang Tanah Tipe Silinder Horizontal Muhammad Anwar; Aldi Pratama; Rio Andria Saputra; Nur Kholilah; Naufal Alfayyadh; Muhammad Riza Nurtam; Indra Laksmana
Agroteknika Vol 3 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/agroteknika.v3i2.46

Abstract

Proses pemisahan biji dan kulit kacang tanah dapat dilakukan secara tradisional atau menggunakan mesin. Pengupasan kacang tanah secara tradisional dilakukan dengan menggunakan tangan (tanpa alat bantu) atau tongkat. Pengupasan kacang secara tradisional ini tanah dengan menggunakan tangan membutuhkan banyak tenaga dan waktu walaupun hasil pengupasan sangat bagus. Sedangkan pengupasan kacang tanah dengan menggunakan tongkat membuat kualitas kacang tanah hasil kupasan buruk dengan kapasitas kupasan kacang tanah yang juga kecil. Penelitian ini bertujuan membuat mesin pengupas kulit kacang tanah untuk skala industri rumah tangga dan melakukan analisis kinerja serta analisis ekonomi. Metode penelitian dimulai dari identifikasi masalah, penyempurnaan ide rancangan, dilakukan pembuatan alat, uji fungsional, uji kinerja dan terakhir dilakukan analisis ekonomi. Hasil uji kinerja mesin pengupas kulit kacang tanah tipe silinder horizontal diperoleh kapasitas alat 15,22 kg/jam, persentase kacang tidak terkupas 50%, rendemen 33,5%, dan persentase kerusakan hasil 2,15%. Hasil analisis ekonomi teknik diperoleh biaya tetap Rp. 1.654.853,36/tahun, biaya tidak tetap Rp. 27.648,13/jam, biaya pokok Rp. 1.879,48/kg, dan BEP sebanyak 1.732,03 kg/tahun. Mesin ini sangat cocok untuk skala industri rumah tangga karena mempunyai kapasitas 15,22 kg/jam dengan biaya listrik yang kecil sebesar Rp. 272,91/jam.
Rancang Bangun Sistem Pakar Diagnosa Alergi Susu Sapi Pada Anak Arif Rizki Marsa; Rosda Syelly; Sri Tria Siska; Noviardi; Indra Laksmana
Technologica Vol. 1 No. 1 (2022): Technologica
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1413.715 KB) | DOI: 10.55043/technologica.v1i1.30

Abstract

Alergi merupakan salah satu masalah yang umum dalam dunia medis, khususnya alergi yang disebabkan oleh susu sapi pada anak. Penelitian ini membuat sebuah aplikasi yang mampu mendiagnosa penyakit alergi susu sapi pada anak-anak, menerapkan sistem pakar menggunakan metode inferensi yang di kenal dengan backward chaining. Backward chaining menerapkan teknik pelacakan dimulai dengan pendekatan Akibat Alergi, senanjutnya akan mencari gejala-gejala yang memiliki kesimpulan yang mengarah pada penyakit, kemudian dicocokkan menggunakan rule IF-Then. Berdasarkan gejala yang di kumpulkan maka akan didapatkan outputnya berupa alergi berat, alergi sedang dan alergi ringan. Aplikasi yang dibuat berbasis web yang terhubung dengan jaringan internet sehingga dapat membantu user/pengguna untuk mengetahui jenis alergi dengan mudah