Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENYULUHAN DAN PEMERIKSAAN IVA (INFEKSI VISUAL ASETAT) PADA WANITA USIA SUBUR SETELAH MENIKAH DI DESA PAKU KEC.GALANG simamora, Debora; Sinaga, Elvalini Warnelis; Gultom, Risa Tantry; Hafifah, Rizky
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/ji-somba.v3i1.1133

Abstract

Tes IVA adalah sebuah pemeriksaan skrinning pada kanker serviks dengan menggunakan asam asetat 3-5% pada inspekulo dan dapat dilihat dengan pengamatan secara langsung (Nasution et al., 2018). Pemeriksaan IVA memberikan hasil 84%, spesifisitas 89%, nilai duga positif 87%, dan nilai duga negatif 88% berdasarkan hasil uji diagnostik. Sedangkan pemeriksaan Pap smear memberikan hasil sensitivitas 55%, spesifisitas 90%, nilai prediksi positif 84%, dan nilai prediksi negatif 88%. Dari temuan ini terlihat jelas bahwa penilaian IVA lebih cepat dan memberikan hasil dengan tingkat sensitivitas yang tinggi karena estimasi negatifnya sebesar 69% (Wahyuni, 2020). Metode IVA ini merupakan sebuah metode skrinning yang praktis dan murah, sehingga diharapkan temuan kanker serviks dapat diketahui secara dini (Rasjidi, 2012). Metode yang digunakan deskriptif observasional dengan 30 partisipan yang berada di Desa Galang. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sample. Sedangkan pengambilan data melalui evaluasi instrument pertanyaan yang dilaksanakan dengan daftar check list tentang Pemeriksaan IVa test. Tim pengabdian masyarakat memberikan materi tentang pentingnya pemeriksaan IVA secara langsung dengan mematuhi protokol kesehatan. Berdasarkan hasil evaluasi, pemahaman peserta terhadap manfaat pemeriksaan IVA meningkat dari rata-rata skor 48 menjadi 85. Pengetahuan merupakan domain penting dan faktor pertama dalam menentukan perilaku seseorang. Peserta semakin percaya diri karena pengetahuannya dan bersedia melakukan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA).
PEMBERIAN EDUKASI PERSONAL HYGIENE SELAMA “MENSTRUASI” Warnelis Sinaga, Elvalini; Simamora, Debora Lestari; Hutabarat, Eva Nirwana; Sebayang, Wellina; Mutiara, Della
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/ji-somba.v3i2.1678

Abstract

Personal hygiene saat menstruasi termasuk dalam hal penting untuk menentukan Kesehatan organ reproduksi pada remaja putri agar terhindar dari infeksi. Masalah yang akan muncul akibat kurangnya menjaga kebersihan personal hygiene saat menstruasi yaitu timbulnya masalah Kesehatan seperti keputihan, infeksi, serta dapat menimbulkan penyakit yang serius yaitu penyakit kanker serviks. Metode penyuluhan menggunakan metode deskriptif observasional dengan 30 partisipasi yang berada di SMP Swasta Bina Siswa. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampel. Sedangkan pengambilan data melalui evaluasi instrument tanya jawab yang dilakukan dengan materi tentang bagaimana menjaga kebersihan hygiene Selama menstruasi. Berdasarkan hasil evaluasi, pemahaman para siswa pemberian edukasi manfaat dalam menjaga kebersihan personal hygiene mengalami peningkatan pengetahuan siswa dari 36,6 % menjadi 81, 5 % berpengetahuan baik.Pengetahuan merupakan dominan penting dan faktor utama dalam menentukan perilaku seseorang. Siswa putri mampu memiliki kebiasaan yang baik dalam menjaga Kesehatan diri
Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin dengan Lilitan Tali Pusat Elvalini Warnelis Sinaga; Tasya Nur Aulia
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 04 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i04.1502

Abstract

Kehamilan, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir dan pemilihan alat kontrasepsi merupakan serangkaian proses fisiologis yang berkesinambungan. Lilitan tali pusat dapat mengakibatkan hal fatal yaitu kematian pada bayi, hal tersebut dikarenakan puntiran tali pusat yang berulang-ulang ke suatu arah dan dapat mengakibatkan aliran darah dari ibu ke janin terhambat total. Tujuan penelitian adalah melakukan Asuhan Kebidanan Berbasis Continuty of Care dilakukan dengan pendekatan manajemen 7 langkah Helen Varney dan SOAP. Metode penelitian dilakukan dengan studi kasus. Penatalaksanaan dilakukan dengan pendekatan Continiue Of Care yaitu asuhan kebidanan pada Ny. A G1P0A0. Asuhan kebidanan komperensif pada Ny ”A” di dapat keluhan yang di rasakan masih dalam hal fisiologis dan telah di lakukan penatalaksanan sesuai dengan keluhan dan sesuai dengan hasil fisiologis dan dilakukan penatalaksanaan sesuai dengan kondisi pada pasien pada masa hamil, bersalin, nifas, neonatus, dan KB. Kala I persalinan Ny”A” berjalan normal, dengan Kala II dilakukan dengan menunda pemotongan tali pusat dalam waktu 60 menit. Penatalaksaannya yang di lakukan yaitu melakukan mengobservasi kemajuan persalinan dan keadaan janin dan berjalan dengan baik dan tidak mengalami masalah. Masih banyaknya ibu yang melahirkan dengan tanpa menunda pemotongan tali pusat yang disebabkan masih sedikit pilihan tempat melahirkan dengan penundaan pemotongan tali pusat.
Systematic Review Relationship Between Cesarean Section Delivery And Asphycia Incidence Simamora, Debora Lestari; Sinaga, Elvalini Warnelis
Jurnal Kesehatan, Rekam Medis dan Farmasi (JUK-Medifa) Vol. 1 No. 02 (2023): JUK-Medifa (Jurnal Kesehatan, Rekam Medis dan Farmasi), Mey 2023
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/juk-medifa.v1i02.78

Abstract

We reviewed the outcome for 211 women undergoing a planned en caul (within intact membranes) cesarean section and for 836 control women with conventional lower segment section, in the period 2001–2010 at a university-affiliated hospital in China, where the former technique has been practiced. Of the intended en caul sections there were 141 successful deliveries (66.8%), and 70 that failed and were converted to conventional lower segment cesarean section. Maternal blood loss was similar for both operation types, but the rate of asphyxia was significantly lower among preterm infants delivered by the en caul method than in the control cases. Multivariate logistic regression revealed that the volume of amniotic fluid, a low Bishop score and high birthweight were associated with failed en caul deliveries. Cesarean section en caul can be a safer option than lower segment section when preterm delivery is required. Aretrospective cohort study was conducted inasingle tertiary center, between January 1st, 2007, and December 31st, 2017. The study included 62330 singleton pregnancies delivered after 24 0/7 weeks gestation. Multivariable analyses compared trauma atbirth cesarean sectin, birth hypoxia and birth asphyxia interm and preterm deliveries, stratified by mode ofbirth, VD versus CS. Main outcome measure was trauma atbirth including intracranial laceration and haemorrhage, injuries toscalp, injuries tocentral and peripheral nervous system, fractures toskeleton, facial and eye injury.
Ganas (Gerakan Aku Anak Sehat) Dalam Meningkatkan Promosi Kesehatan Sejak Dini di SD Penuai Medan BR. Sebayang, Wellina; Warnelis Sinaga, Elvalini; Indrayani, Mira; Melati Hutauruk, Puput; Putri, Muliana; Azmi, Aulia
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v4i1.709

Abstract

Promosi Kesehatan sejak dini merupakan salah satu bentuk pencegahan masalah kesehatan yang efektif. Kesadaran akan pentingnya kesehatan harus ditanamkan sejak dini. Promosi kesehatan di sekolah yang dicanangkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia menggunakan model holistik yang meliputi hubungan antar aspek fisik, mental, sosial dan lingkungan. Saat ini masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak usia sekolah adalah infeksi pernapasan, infeksi pencernaan dan masalah tumbuh kembang. Masalah kesehatan tersebut sangat berkaitan erat dengan perilaku anak dan pola makan. Perilaku hidup bersih sehat (PHBS), jajanan sehat dan Tumbuh kembang dalam Gerakan Aku Anak Sehat (GANAS) merupakan tiga pilar penting dalam meningkatkan kesehatan anak usia sekolah. Gerakan aku anak sehat ini merupakan Gerakan melakukan pola hidup sehat yang mengajarkan anak-anak untuk mekakukan hal yang positif untuk dirinya sendiri dan orang lain. Perilaku pola hidup sehat merupakan perilaku yang dapat mempengaruhi keadaan gizi anak-anak dan sikapnya dalam belajar. Bentuk Promosi kesehatan akan dikemas dalam kegiatan yang menarik dan interikatif, menggunakan media video edukasi, poster dan disajikan dalam bentuk diskusi dan bermain, sehingga anak usia sekolah tidak merasa bosan, dan pesan bisa tersampaikan maksimal. Gerakan aku anak sehat ini bertujuan untuk anak-anak supaya terbiasa melakukan pola hidup sehat dan disekolah memilikilingkungan yang nyaman untuk anak-anak belajar.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan sempel simple random sampling dengan melakukan wawancara secara langsung dan pertanyaan yang tidak terencana. Metode yang digunakan juga menggunakan alat seperti poster ,ppt untuk menarik perhatian siswa dan siswi SD Penuai Medan.Dari penelitian ini peneliti memiliki sampel 100 siswa dan siswi pada saat sebelum dilakukannya penyuluhan nilai rata-rata dari penyuluhan 48,32% dan setelah penyuluhan menjadi 89,78, yang semulanya siswa banyak yang tidak mengetahui bangai mana pola hidup bersih dan sehat menjadi tau bahwa pentingnya hidup bersih dan sehat.
GWANCANA (Women's Movement to Prevent Anemia) in Improving Adolescent Health Independence at PAB 8 Middle School Sampali Medan: GWANCANA (Gerakan Wanita Cegah Anemia) Dalam Peningkatan Kemandirian Kesehatan Remaja di SMP PAB 8 Sampali Medan Warnelis Sinaga, Elvalini; Gultom, Risatantry; Samgryce Siagian, Hartika; Christy, Johanna; Veronika, Ida; Priscillia, Prilly
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v5i1.1200

Abstract

One of the nutritional problems faced by adolescents is anemia. Anemia is defined as a decrease in blood hemoglobin (Hb) levels below normal values for age and gender. Common Hb values are <13.5 g/dL in adult men and <11.5 g/dL in adult women. Several factors that influence adolescents to experience anemia are unhealthy eating patterns, limited sources of knowledge and skills, lack of commitment from the school, and lack of student understanding of the dangers of anemia. The implementation of the GWANCANA program is to increase the independence of adolescent girls in preventing anemia by utilizing and reactivating the School Health Unit by forming a women's movement to prevent anemia. The target of community service counseling is adolescent girls at SMP PAB 8 SAMPALI Junior High School, Jl. Pasar Hitam No.69, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, Sumatra Province, this aims to increase the independence of adolescent girls in preventing anemia by utilizing and reactivating the School Health Unit by forming a women's movement to prevent anemia (GWANCANA). Respondents from the counseling activities were all 124 young women. The method used was to measure knowledge first to see the increase in knowledge before and after the counseling was carried out using several media such as: questionnaires, posters, ppt and leaflets to attract the attention of female students of SMP PAB 8 SAMPALI. The knowledge of young women where the average previous knowledge value was 45.2 and after being given counseling increased to 89.1 This women's movement to prevent anemia plays a very important role in increasing the independence of young women in improving their health.
PENATALAKSANAAN ASUHAN PADA IBU POSTPARTUM BLUES DI KLINIK MANDA MEDAN Warnelis Sinaga, Elvalini; Gultom, Risa Tantry; Hutabarat, Eva Nirwana
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikebi.v10i1.1614

Abstract

Postpartum blues Approximately 70-80% of post-partum mothers experience mood or feeling disorders, in general this condition is still considered normal, is felt from 2-3 days after giving birth and normally disappears after 2 weeks postpartum. This study provides comprehensive midwifery care for pregnant women, maternity, postpartum, BBL, neonates and family planning using a midwifery management approach to Ny. “D” with the case of the ASI Dam. Care in this study with observation and evaluation. The subject of this care is Mrs. “D” with POSTPARTUM BLUES at Manda Clinic. This research activity is about the handling of POSTPARTUM BLUES in postpartum mothers. The study conducted observations and evaluations of mothers on a regular basis. Observations and evaluations were carried out not only assessing but knowing and assessing the conditions and support for mothers. Husbands and parents are also needed to support mothers. This research was conducted at the Manda Clinic.Factors that cause the appearance of signs and symptoms of the postpartum blues. The results showed that age and parity were not always the triggering factors for postpartum blues symptoms, the causes of postpartum blues were worrying about the baby, maternal fatigue factor, comments from people around about the mother, husband's support and presence, adaptation to the baby's presence.
HUBUNGAN PERILAKU IBU TERHADAP HIGIENITAS BOTOL SUSU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI KLINIK NASYWA KISARAN KABUPATEN ASAHAN Mahyunidar, Mahyunidar; Tanjung, Wilda Nurafdila; Warnelis Sinaga, Elvalini
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikebi.v11i2.1832

Abstract

PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PENCEGAHAN ANEMIA MELALUI EDUKASI KESEHATAN DI SMK “PAB 2 HELVETIA” Warnelis Sinaga, Elvalini; Nirwana, Eva; Zahra, Fanisa; Anastasya, Niken
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jisomba.v5i1.1925

Abstract

Anemia masih menjadi masalah kesehatan yang cukup signifikan di Indonesia, khususnya pada kelompok remaja putri. Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup remaja karena menurunkan kemampuan belajar, aktivitas fisik, dan daya tahan tubuh. Edukasi kesehatan merupakan salah satu pendekatan strategis dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja terhadap pentingnya pencegahan anemia. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kegiatan penyuluhan dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang pencegahan anemia. Penyuluhan dilakukan pada 29 siswi kelas perkantoran di SMK PAB 2 Helvetia pada tanggal 9 Mei 2025. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif, diskusi tanya jawab, interaktif games sebagai penguat pemahaman, pendekatan ini bertujuan agar proses belajar menjadi lebih menyenangkan, meningkatkan partisipasi aktif peserta, serta membantu mereka mengingat informasi penting dengan cara yang mudah dan menarik. serta pembagian leaflet, dengan evaluasi menggunakan pengisian kuisioner pretest dan posttest. Materi yang disampaikan mencakup definisi anemia, gejala, faktor risiko, dampak jangka panjang, serta strategi pencegahan melalui asupan gizi, konsumsi tablet tambah darah (TTD), dan kebiasaan hidup sehat. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan tingkat pengetahuan siswa sebelum dan sesudah edukasi. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pengetahuan peserta. Sebelum edukasi, rata-rata pengetahuan peserta berada pada angka 58%, dan meningkat menjadi 85% setelah penyuluhan. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan yang dilakukan memiliki dampak positif dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang pencegahan anemia. Dengan demikian, kegiatan edukasi kesehatan yang dilakukan secara rutin dan terarah sangat penting untuk membangun kesadaran dan membentuk perilaku sehat pada remaja, terutama dalam mengatasi masalah anemia yang masih tinggi prevalensinya di Indonesia.
PENYULUHAN PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMP PERSATUAN AMAL BAKTI (PAB) 2 simamora, Debora; Sinaga, Elvalini Warnelis; Nirwana, Eva; Kartika, Diah; Yucika, Zenny
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jisomba.v5i1.1930

Abstract

Selama menstruasi rentan sekali mengalami masalah dari yang sederhana yang jika tidak dikelola dengan baik akan berdampak serius, seperti keputihan, rasa tidak nyaman, infeksi jamur hingga kanker serviks. Bekal pengetahuan yang baik tentang personal hygiene menstruasi sangat berkaitan dengan perubahan perilaku, sikap maupun kebiasaan individu dalam menjaga kebersihan dirinya selama menstruasi. Hal ini bisa mendorong sikap positif remaja untuk menerapkan praktik kebersihan yang benar. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang personal hygiene menstruasi. Metode penyuluhan merupakan strategi efektif untuk memperoleh pengetahuan yang melibatkan komunikasi dua arah sehingga lebih mudah dipahami dan diterima remaja. Metode ini menggunakan desain kuasi eksperimental dengan pendekatan pre-test and post-test without control group yang melibatkan 18 siswi SMP Persatuan Amal Bakti (PAB 2). Metode yang digunakan dimulai dengan mengisi pretest, pemberian leaflet, penyampain materi penyuluhan yang dipadukan dengan pemberian souvenir berupa yoghurt, pembalut dan tablet Fe sebagai media pemaparan materi yang efektif dan mudah di ingat, sesi tanya jawab dan mengisi postest. Hasil dari penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja putri, sebelumnya hanya 5 orang (27,78%) menjadi 14 orang (77,78%), tingkat pengetahuan remaja putri meningkat signifikan dengan rata-rata hasil nilai pertest yang awalnya 5,8 (58,89%) menjadi 7,8 (78,33%) pada nilai postest. Dapat disimpulkan strategi ini terbukti efektif untuk meningkatkan pengetahuan personal hygiene menstruasi pada remaja putri SMP PAB 2.