Claim Missing Document
Check
Articles

العوامل المؤثرة في تطبيق البيئة العربية لتنمية مهارة الكلام في جامعة شيخنا محمد خليل بنكلان Hindun Hindun
Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab No 7 (2021): Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab VII
Publisher : Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

البيئة العربية احدى الإستيراتيجيات في جامعة شيخنا محمد خليل الإسلامية بنكلان لممارسة الكلام باللغة العربية لتنمية مهارة الكلام، لكن كثيرا من الطلاب لم يستيطيعوا التكلم بطلاقة. و لهذا الحال صدرت العوامل الإيجابية و السلبية في إقامة البيئة العربية التي يواجهها الطلاب. و من هذه الناحية حاولت الباحثة في توضيح تطبيق البيئة العربية لتنمية مهارة الكلام في جامعة شيخنا محمد خليل الإسلامية بنكلان وما يحول حول العوامل المؤثرة في تطبيقها. والمدخل المتبع هو المدخل الوصفي التحليلي و أهم نتائج البحث هي: أن أداء البيئة العربية لا تجري كما يرام لأن بعض الطلاب لا يتكلمون باللغة العربية جيدا ولو كانوا يعرفون الكثير من المفردات و القواعد العربية. ومن العوامل المؤثرة هي العوامل تحفيز المدرسين والمدبرين في رابطة طلاب قسم تعليم اللغة العربية بالأنشطة الإيضافية العربية والوسائل التعليمية التي تدعو إلى تطبيق البيئة العربية و فهم القواعد العربية أي النحو والصرف. والعوامل السلبية منها قلة التدريبات وقلة المفردات والظن أو الشعور بأن اللغة العربية صعبة. الكلمة الأساسية: البيئة العربية، العوامل المؤثرة.
Abstract Improving Students’ Mathematic Achievement By Using Task Method At The Third Grade Students In Sd Negeri 07 Pinang Sebatang Barat, Kecamatan Tualang Kabupaten Siak In Academic Year 2015/2016 Hindun Hindun
Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.33 KB) | DOI: 10.36057/jips.v2i1.312

Abstract

Elementary school level, basic skills, reading, writing and arithmetic are given on the subjects of mathematics and Indonesian language.Math and Indonesian lessons are very useful and fundamental lessons.But the condition of learning in class III SDN 07 Pinang Sebatang Barat these two subjects have not achieved maximum results.This is evident from the results of mathematics and Indonesian replication given only 10 students (42%) of 32 students the total number of students in class III SDN 07 pinang a western trunk that get the value in accordance with KKM.Berarti than 50% of students' mathematics learning results are still below minimum completeness criteria (KKM), which has been determined by the school.The KKM has been determined by the school for mathematics ≥ 60, while the Indonesian language is ≥ 65 Based on the identification and analysis of the above problems found many problems: 1) is giving task method can improve learning outcomes of mathematics to the subject of simple fractions in Class III SD Negeri 07 Pinang Sebatang Barat Kecamatan Tualang in Academic Year 2015/2016? 2) Does the process skills approach can improve learning outcomes Indonesian Listen to the story on the subject of the third grade students of SDN 07 Pinang Sebatang Barat Kecamatan Tualang in academic year 2015/2016? As subject in this Classroom Action research is a third grade students of SD Negeri 0 7Pinang SebatangKecamatan Tualang Siak in the academic year 201 5/201 6 with the total number of students 32 people consisting of 18 male students - male and 18 female students with ability to understand the different subjects.This study uses learning tools consisting of: syllabus, learning implementation plan (RPP), Student Worksheet (LKS), and further training. The conclusion that: 1) Application of the method of assignment in the learning process can improve the results of teaching and learning mathematics at third grade students of SD Negeri 07 Pinang Sebatang Barat Kecamatan Tualang in academic Year 201 5/201 6, with the average results of students in cycle 1 reaches 63, 78 and in cycle 2 reaches 70.78. 2) Implementation other Method in the learning process can improve student Indonesian learning outcomes at third grade students in SD Negeri 07 Pinang Sebatang Barat Kecamatan Tualang in academic year 2015/2016, with the average student learning outcomes in cycle 1 reached 64.06 and in cycle 2 reaches 71.71.
Pemakaian Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar Dalam Penyelesaian Kasus Persidangan Perdata Putri Sarah; Hindun Hindun
Jurnal Pembahsi (Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia) Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Pembahsi (Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/pembahsi.v11i2.6727

Abstract

Masih banyak orang yang terkesan terjebak saat mereka berhadapan dengan hukum hanya karena penggunaan bahasa Indonesia yang belum tepat. Hal ini dapat ditemui dalam sebuah penyelesaian kasus persidangan perdata.  Pada penyelesaian perkara perdata sering ditemui pada istilah yang hanya diketahui oleh lembaga peradilan. Misalnya pada kata paten atau penggunaan bahasa asing seperti force majeure dan seiendes-sollen yang membuat orang awam sulit mengerti arti kata tersebut sehingga mengkibatkan maksud lain dari arti yang sebenarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menginventarisasi dan mendeskripsikan karakteristik bahasa yang baik dan benar dalam bidang hukum yang digunakan dalam penyelesaian kasus persidangan perdata serta pengaruhnya terhadap dunia hukum. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan campuran, yaitu menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif, dengan teknik penyebaran angket dan studi pustaka.  Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa ciri khas penggunaan tuturan bahasa hukum, struktur bahasa indonesia yang baik dan benar,dan pengaruh dari penggunaan bahasa hukum terhadap hasil penyelesaian perkara. Karakteristik tersebut diantaranya : pertama, penggunaan istilah asing oleh para praktisi hukum. Kedua, penerapan penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar yang perlu diterapkan oleh semua rakyat indonesia. Sehingga kelak akhirnya , suatu perkara dapat diselesaikan dengan menciptakan keadilan bagi semua pihak Kata Kunci : Bahasa Indonesia, Hukum,Mediasi,Perdata
Penafsiran Pemakaian Bahasa Indonesia Sebagai Alat Komunikasi Hukum Marsha Salsabila; Hindun Hindun
Jurnal Pembahsi (Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia) Vol 12, No 1 (2022): Jurnal Pembahsi (Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/pembahsi.v12i1.6730

Abstract

Indonesia merupakan negara hukum. Sebagai suatu negara, bahasa nasional negara Indonesia adalah bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia merupakan bahasa komunikasi seluruh masyarakat Indonesia. Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan bahasa untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya. Kedudukan bahasa Indonesia memiliki peran penting dalam beberapa bidang pemerintahan, salah satunya dalam bidang hukum. Keduanya memiliki sebuah keterkaitan erat, hal tersebut dilihat dari produk hukum yang dihasilkan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar. Hal tersebut berlaku pula dengan hukum peninggalan kolonial yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini ditujukan untuk menjelaskan kegunaan bahasa Indonesia dilihat dari aspek hukum serta menjelaskan pentingnya bahasa Indonesia dalam  hukum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka. Dari penelitian yang sudah dilakukan, terungkap bahwa bahasa Indonesia memiliki peran penting dalam bidang hukum. Mengingat bahasa yang digunakan dalam produk hukum merupakan bahasa Indonesia, dijelaskan bahwa bahasa Indonesia yang baik dan benar memegang peran penting dalam terciptanya penegakan hukum yang baik dan adil sesuai dengan hukum yang dicita-citakan.
PENGEMBANGAN LAMAN AUTOPROCTOR SEBAGAI DESKRIPSI TRUST SCORE DAN REAL SCORE PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN JARAK JAUH Imron Maulana; Hindun Hindun
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v9i2.29131

Abstract

The problem in this study is to determine the level of honesty and students' trust scores. This can be known by implementing the Autoproctor page. Of course, with interesting features on the page, be it the camera, audio, and tab switches, it will show concretely the extent to which the level of honesty and trust scores of students takes tests that have been designed by an educator beforehand. The research and development method for this page is a mix method, which emphasizes the integration of quantitative data with descriptions of each data presented. The results of the study show that the effectiveness of the Autoproctor page in representing the trust score and actual scores in the PJJ system is concretely credible and effective. This can be seen from each percentage of the trust score of students who commit acts of fraud. (3) the protection system from Autoproctor shows the score difference between the (temporary) exam result scores and the actual result scores (final grades). Therefore, the presence of the Autoproctor page through its various features, namely camera, audio, and tab switches, can provide answers to the concerns of educators and students, especially regarding the giving of "actual scores that have been avoided from various deviant actions" of students, especially when evaluating online learning is carried out. Keywords: learning evaluation; PJJ; autoproctor; trust score; real score
PENGEMBANGAN LAMAN AUTOPROCTOR SEBAGAI DESKRIPSI TRUST SCORE DAN REAL SCORE PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN JARAK JAUH Imron Maulana; Hindun Hindun
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v9i2.29614

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini untuk mengetahui tingkat kejujuran dan skor kepercayaan peserta didik. Oleh karena itu, pendidik akan selalu bersentuhan dengan istilah evaluasi pembelajaran seperti tes. Akan tetapi, dalam realitas implementasinya dari pelaksanaan tes tersebut masih ditemui tindak penyimpangan yang dilakukan oleh peserta didik. Pendidik urgensi sekali untuk mengetahui segala proses kegiatan belajar mengajar, terutama perihal pelaksanaan ujian. Ketidakjujuran dalam penerapan ujian daring merupakan salah satu masalah yang terjadi di Indonesia selama sistem pembelajaran jarak jauh. Dalam penelitian ini, penulis akan memberikan solusi atas problematika tersebut. Tentunya, dengan fitur-fitur yang menarik dalam laman Autoproctor, baik itu kamera, audio, dan tab switch akan memperlihatkan secara konkret perihal sejauh mana tingkat kejujuran dan skor kepercayaan peserta didik dalam mengerjakan tes yang telah dirancang oleh seorang pendidik sebelumnya. Metode penelitian dan pengembangan laman ini adalah mix method. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas laman Autoproctor dalam merepresentasikan trust score dan skor sesungguhnya pada sistem PJJ dapat dikatakan kredibel dan efektif. Oleh karena itu, hadirnya laman Autoproctor melalui beragam fiturnya, yakni camera, audio, dan tab switch, dapat memberikan jawaban atas kegelisahan pendidik maupun peserta didik, terutama mengenai pemberian “skor sesungguhnya yang sudah terhindar dari berbagai tindakan menyimpang” peserta didik, terutama ketika evaluasi pembelajaran online dilakukan.
PENERAPAN STRATEGI EVERY ONE IS A TEACHER HERE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 5 MERANGIN hindun hindun; agusmizal
Islamic Education Studies : an Indonesia Journal Vol. 5 No. 2 (2022): Islamic Education Studies: An Indonesian Journal
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.639 KB) | DOI: 10.30631/ies.v5i2.41

Abstract

Everyone is a Teacher Here (Setiap orang adalah guru) merupakan model pembelajaran yang menyenangkan dimana siswa akan terlibat secara aktif dan berperan sebagai guru dalam proses pembelajaran. Model Everyone is a Teacher Here merupakan model pembelajaran yang ; mengajak siswa untuk dapat menerangkan kepada siswa lain, dapat mengeluarkan ide-ide yang ada dipikirannya sehingga dapat memahami materi, melatih siswa untuk dapat meningkatkan kemampuan saling bertukar pendapat secara objektif, rasional guna menemukan suatu kebenaran, mendorong tumbuhnya keberanian mengutarakan pendapat secara terbuka serta memperluas wawasan melalui kegiatan saling bertukar informasi, pendapat, dan pengalaman. Pendekatan penelitian ini penulis menggunakan Penelitian Tindakan Kelas atau Classroom Action Research. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik; observasi, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan pada penelitian ini adalah sebagai berikut:1. Data yang diperoleh dari instrument angket motivasi belajar diolah dengan cara menjumlah, mencari rata-rata, mencari presentase diatas skor rata-rata, serta presentase dibawah skor rata-rata.2. Data yang diperoleh dari tes hasil belajar diolah dengan cara mencari rata- rata dan prosentase keberhasilan belajar, serta dibandingkan dengan nilai KKM nya.3. Data yang diperoleh dari hasil observasi diolah dengan cara mencari prosentase tiap indikator, mencari prosentase rata-rata dari tiap pertemuan kemudian mencari skor rata-ratanya. Hasil penelitian penerapan model Every one is a teacher Here dapat meningkatkan motivasi belajar mata pelajaran Akidah Akhlak peserta didik, selain itu penerapan model Every one is a teacher Here juga dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Akidah Akhlak. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan skor rata-rata hasil angket motivasi belajar pada mata pelajaran Akidah Akhlak sebesar 60,52 meningkat menjadi rata-rata sebesar 81,58 dan rata-rata hasil belajar dari 67,85 meningkat menjadi 74,11 serta prosentase ketuntasan belajar dari 53% meningkat menjadi 76%.
Peran: Ruang Guru Sebagai Aplikasi Berbasis Mobile Dalam Pekembangan Belajar Bahasa Indonesia Pada Siswa MTS Viona Nurafiani; Hindun Hindun
PUSTAKA: Jurnal Bahasa dan Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024): Januari : Jurnal Bahasa dan Pendidikan
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/pustaka.v4i1.1073

Abstract

Ruang Guru is an application Ruang Guru is a popular educational application and has many benefits. Ruang Guru provides a positive role in the use of technology. This research uses a qualitative description method which describes students' experiences in developing their learning abilities and students' responses regarding the application. Data were collected by listening and interviews. MTS students are inseparable from gadgets, they need to know the benefits of gadgets that are good for them. The aim of this research is to describe the benefits of the Ruang Guru application in developing students' learning of Indonesian.
Penerapan Ice Breaking Sebagai Efektivitas Belajar Mengajar pada Siswa Kelas II di SD Negeri 02 Bintaro Mawar Dwi Aprillia Firdaus; Hindun Hindun
PUSTAKA: Jurnal Bahasa dan Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024): Januari : Jurnal Bahasa dan Pendidikan
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/pustaka.v4i1.1075

Abstract

This research aims to describe the application of ice breaking as the effectiveness of teaching and learning in elementary schools. This research was carried out at SDN 02 Bintaro in November 2023. The research approach used was qualitative using interview and observation techniques. The data source was taken from the author's interview with a class II B teacher. This research involved a class II B teacher at SDN 02 Bintaro and students in that class. Data collected from interviews and observations shows that the class II B teacher has implemented ice breaking before learning begins and in the middle of learning with the aim of raising students' enthusiasm and re-optimizing the learning situation which was initially not conducive. The results of the effectiveness of implementing ice breaking in the classroom are that it can increase students' enthusiasm for learning, foster students' interest in learning, and increase concentration in the learning process. Keywords: ,,,
Efektivitas Metode Pendekatan Multidisipliner dalam Pembelajaran di Tingkat Sekolah Dasar Indah Fadilah Pelupessy; Hindun Hindun
Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa Vol. 3 No. 1 (2024): Maret : Jurnal Penelitian Mahasiswa
Publisher : Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/populer.v3i1.1665

Abstract

A multidisciplinary approach is a method in education that combines various disciplines to create a better understanding. This approach recognizes that the real world is not divided into separate categories of knowledge, therefore it tries to bring together various disciplines so that students can see the connections between concepts. This study aims to evaluate the effectiveness of the multidisciplinary approach method in the context of learning at the primary school level. The background of this research is based on the need to develop a holistic learning approach that suits the needs of today's children. A literature study was conducted to determine the concept of multidisciplinary approach and its impact on learning achievement and development of primary school children. The literature study method was used to collect, review and synthesize related research findings. This research is expected to provide in-depth insight into the potential application of the multidisciplinary approach in learning at the primary school level. The practical implications of the findings can provide direction for the development of more effective curriculum and teaching methods at the primary school level.