Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

KONSTRUKSI ROOTS VERBA MENURUT IBNU FARIS DALAM MU’JAM MAQĀYĪS AL-LUGHAH Afnan Arummi; Reza Sukma Nugraha; Tri Yanti Nurul Hidayati
Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab No 6 (2020): Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab VI
Publisher : Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan pendapat di antara nuhāt (linguis Arab) yang sering terjadi berkenaan dengan konstruksi dasar verba dalam bahasa Arab adalah apakah terdapat bentuk tsuna’i, ruba’i dan khumasi?. Pengetahuan tentang konstruksi dasar verba ini menjadi sangat urgen untuk menetapkan unsur mana yang menjadi kata dasar dan mana yang menjadi bagian dari proses afiksasi. Untuk itu, tulisan ini akan menelusuri satu pemikiran yang dikembangkan oleh Ibnu Faris melalui karya monumentalnya Mu’jam Maqāyis Al-Lughah terkait konstruksi roots verba dalam bahasa Arab. Beberapa kesimpulan yang dapat dirangkum dalam tulisan ini antara lain: pertama, ketelitian Ibnu Faris dalam mengembangkan teori-teori kebahasaan ditandai dengan munculnya teori al-ushūl wal maqāyis, sebuah teori yang mendobrak stagnasi teknik pencarian makna kata yang berlandaskan taqlibul-kalimah yang biasa digunakan dalam kamus-kamus fonetik sejak era Khalil bin Ahmad Al-Farahidi, gurunya. Kedua, roots verba dalam bahasa Arab menurutnya hanya terdiri dari satu bentuk saja yaitu tsulatsi. Bentuk-bentuk selainnya, harus dikembalikan kepada bentuk asalnya yaitu tsulatsi.  Kata Kunci: Konstruksi Roots, Verba, Ibnu Fāris, Mu’jam Maqāyis Al-Lughah
KONSTRUKSI APODOSIS DALAM SUSUNAN KONDISIONAL BAHASA ARAB (A’T-TARKĪB A’SY-SYARTHIY) AFNAN ARUMMI
Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab No 2 (2016): Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab II
Publisher : Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: Penelitian ini difokuskan pada dua rumusan masalah. Pertama, Apa definisi apodosis dalam susunan kondisional bahasa Arab? Kedua, bagaimana pola apodosis dalam susunan tersebut?. Untuk mendapatkan jawaban dari dua rumusan di atas, peneliti menggunakan dua metode penelitian, yaitu metode deskriptif analitik dan metode distribusional. Metode deskriptif analitik digunakan untuk menjelaskan definisi apodosis. Sedangkan metode distribusional digunakan untuk memilah dan menentukan identitas satuan kebahasaan yang terdapat dalam konstruksi apodosis. Dari penelitian ini didapatkan dua kesimpulan utama. Pertama, apodosis merupakan unsur yang menyatakan akibat atau jawaban dalam susunan kondisional. Dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah jawāb a’s-syarthiy. Kedua, konstruksi apodosis dalam bahasa Arab tidak terbatas pada satu bentuk saja, akan tetapi terdiri dari beberapa varian dan pola. Diantaranya; klausa verbal, klausa nominal, al-jumlah a’th-thalabiyyah, verba primitif (fi’l jāmid), apodosis yang diawali dengan penanda-penanda seperti partikel negasi, partikel qad, partikel sa dan saufa, partikel rubba, interjektif (ismu-l-fi’l), partikel juratif (charfu-l-qasam), susunan apodosis yang bermakna ketakjuban serta bentuk apodosis yang mengalami elipsis (pelesapan). Kata kunci: apodosis, susunan kondisional, bahasa Arab
Hak-hak Anak dan Ideologi Orang Dewasa: Kajian Mitos Roland Barthes dalam Novel Grafis Salma Ta’rifu Huquuqaha Reza Sukma Nugraha; Afnan Arummi; Tri Yanti Nurul Hidayati
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 17, No 2 (2020): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v17i2.10095

Abstract

Sebagai bacaan anak, novel grafis Salma Ta’rifu Huquuqahaa (STH) karangan Fathimah al-Ma’dul menunjukkan karakteristik yang relevan dengan sastra anak. Selain ditampilkan dengan ilustrasi yang dapat menarik perhatian pembaca anak, narasinya pun menunjukkan unsur didaktik yang jelas, yaitu kesadaran akan hak-hak anak dan kepedulian terhadap lingkungan sosial. Moral tersebut ditampilkan melalui karakter anak bernama Salma. Akan tetapi, permasalahan muncul dalam karakterisasi Salma yang menjadi tokoh utama sekaligus penyampai moral. Selain itu, representasi moral di dalamnya perlu dibaca secara kritis agar maknanya dapat ditangkap oleh pembaca, baik pembaca anak-anak maupun pembaca umum. Oleh karena itu, dilakukan penelitian kualitatif dengan menggunakan teori Semiotika Roland Barthes sebagai pendekatan. Dengan melakukan pembacaan bertahap (signifikansi) terhadap tanda-tanda yang ada di dalam teks, diperoleh hasil bahwa teks STH menampilkan moral terkait kesadaran akan hak-hak anak dalam rangka melakukan sosialisasi Konvensi Hak-hak Anak PBB sebagai pedoman hak-hak anak secara global. Selain itu, mitos yang diungkapkan melalui sosialisasi itu adalah kampanye terhadap hak-hak anak di Mesir yang digagas oleh Suzanne Mubarak pada saat teks diterbitkan (2016).
THE INFORMATION STRUCTURE IN ARABIC-JAVANESE TRANSLATION: CASE STUDY IN THE BOOK OF BIDAYAH AL-HIDAYAH Muhammad Yunus Anis; Eva Farhah; Afnan Arummi
ADDIN Vol 11, No 2 (2017): ADDIN
Publisher : LPPM IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/addin.v11i2.2317

Abstract

Communication involves the actual use of language in real. As we have known that language is the main medium for communication. One of the important thing to develop the effective communication is by packaging the structure of information. There are two basic elements in the information, they are: theme and rheme. Theme had been considered as the known information and the rheme absolutely had been considered as new information. This paradigm based on the Systemic Functional Linguistics (SFL). Halliday considers language as having three main functions: (1) the ideational function; (2) the interpersonal function; and (3) the textual function. This paper will focus in the textual function and “clause as a message”. Arabic language has a unique structure of clauses, we can find two basic notions (mubtada’+khabar) and (fi’l+fa’il), in the other hand, semantically, we can find (musnad+musnad ilaih), so this article tried to find the correlation between the structure of Arabic clauses with (theme+rheme) construction. This article also will find out the kinds of theme in Arabic language (multiple themes, clause as themes, and predicated themes). Theme as an initial element in SFL should be described by looking the rheme in the text. The method in this research was divided into three parts: (1) collecting the data from the book of Modern Written Arabic and also some articles in the Arabic-Javanese translation book Bidayah al-Hidayah, the data is the clauses with nominal and verbal initial; (2) analysis data, using the descriptive analysis and distributional method; and (3) reporting the data (formal and informal). The result of this article had concluded that there is a near connection between (mubtada’+khabar), (fi’l+fa’il), and (musnad+musnad ilaih) with the theme and rheme construction based on the SFL theory.
PELATIHAN PENYUNTINGAN TEKS SASTRA TERJEMAHAN ARAB-INDONESIA BAGI SISWA MAN 1 KARANGANYAR JAWA TENGAH Reza Sukma Nugraha; Eva Farhah; Muhammad Yunus Anis; Afnan Arummi; Tri Yanti Nurul Hidayati
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2022): ADI WIDYA Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v6i1.6655

Abstract

Dalam pembelajaran bahasa Arab, keterampilan bahasa, yaitu menyimak (istima’), membaca (qira`ah), menulis (kitabah), dan berbicara (kalam) berkaitan dengan keterampilan penerjemahan. Penerjemahan sebagai proses pengalihan makna dari bahasa sumber ke bahasa sasaran perlu dimiliki oleh pembelajar bahasa, termasuk siswa-siswa madrasah yang mempelajari Bahasa Arab sebagai mata pelajaran wajib. Namun demikian, dalam proses pembelajaran dan praktiknya, pembelajar kerap menemukan masalah, yaitu kurangnya pemahaman mengenai ragam teks dan keterampilan penyuntingan teks. Hal tersebut yang dialami oleh siswa-siswa MAN 1 Karanganyar sehingga dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, yaitu pelatihan penyuntingan teks sastra terjemahan Arab-Indonesia oleh Tim Research Group Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret (UNS). Kegiatan berlangsung secara sinkron melalui media Google Meet dan Google Form dengan metode ceramah, demonstrasi, drilling, dan problem based learning (PBL). Melalui kegiatan pelatihan ini, peserta yang terdiri atas siswa kelas X IPA mempelajari teknik penerjemahan dan praktik menerjemahan teks cerita pendek. Setelah itu, mereka mempelajari penyuntingan teks berdasarkan hasil praktik penerjemahan yang dilakukan. Dengan demikian, para peserta mampu menerjemahkan teks sekaligus menyunting terjemahan tersebut.
Penerapan Metode Eklektik dalam Pelatihan Peningkatan Skor Toafl Guru SMP Islam Al-Hadi Khabibi Muhammad Luthfi; Eva Farhah; Abdul Malik; Arifuddin; Afnan Arummi
Shaut al Arabiyyah Vol 10 No 1 (2022): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v10i1.25198

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menerapkan metode eklektik untuk meningkatkan skor Toafl guru SMP Islam Al-Hadi Sukoharjo. Ini karena, para guru tersebut merasa hanya menjadi subjek yang memberikan materi-materi bahasa Arab kepada siswa sehingga tidak update terhadap perkembangan mutakhir bahasa Arab, khususnya Toafl. Secara teoretis, penelitian ini menggunakan pendekatan linguistik edukasional dengan teori metode pembelajaran eklektik dan secara metodologis, menggunakan pendekatan kuantilatif melalui rancangan penelitian tindakan kelas berjumlah dua siklus dengan model Kurt Levin. Sumber datanya diperoleh dari guru SMP Al-Hadi, tutor atau tim peneliti sendiri, dan peristiwa pembelajaran di kelas melalui tes, observasi, wawancara, kuesioner dan FGD yang dianalisis secara deskriptif-kuantitatif dengan persentase dan deskriptif-kualitatif menggunakan model Milles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan metode eklektik berhasil meningkatkan Toafl guru dengan baik hingga mencapai rerata skor 507 (63%) dengan rerata kenaikan 18% di skor keseluruhan, 9% di fahm al-masmu’, 24% di tarakib wa asalib, dan 21% di fahm al-maqru’
Perempuan, Islam, dan Wacana Kolonial: Pembacaan Pascakolonial terhadap Novel Ratu yang Bersujud (2013) Karya Mahdavi Dwi Susanto; Rianna Wati; Afnan Arummi
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.348 KB) | DOI: 10.30872/diglosia.v4i4.278

Abstract

Representations of women, Islam, and colonial discourses appear in the Ratu yang Bersujud (2013). The novel is a counter discourse towards the representation of women and Islam in global discourse. The main problem of this research is the representation of Islam and women towards the Western world within the perspective of the author's subject. The purpose is to show the representation of Islam and women according to the author's subject view. This research uses a post-colonial perspective, especially the way colonized subjects present re-representation or overwriting. The objects are the Ratu yang Bersujud (2013) and the views of colonized subjects on the representation of Islamic identity (women and Islam). This research data consists of text narrative structure, thematic ideas of the text, social context of the author or colonized society, and discourse of modern colonialism. The result of the research is that the author's subject carries out a deconstruction that leads to the defense or resistance to the image or representation of Islam and women in the global discourse. However, it is trapped in ambiguity, which is trapped in colonial discourse and does not voice women in Islam but Islamic identity in the perspective of the patriarchal subject. It is proven as a representation of women as objects of misfortune.
Translating Al-Hikam Aphorisms: Evaluating Unmarked Topical Themes through Theme-Rheme Structure Analysis Anis, Muhammad Yunus; Arifuddin, Arifuddin; Khabibi Muhammad Luthfi; Reza Sukma Nugraha; Afnan Arummi; Eva Farhah; Tri Yanti Nurul Hidayati
REiLA : Journal of Research and Innovation in Language Vol. 6 No. 2 (2024): REiLA : Journal of Research and Innovation in Language
Publisher : The Institute of Research and Community Service (LPPM) - Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/reila.v6i2.16091

Abstract

Aphorisms are unique literary works known for their memorability, concision, and ambiguity. They have an information structure divided into theme (known information) and rheme (new information), with the "unmarked topical theme" playing a crucial role. This study examines the impact of translation techniques on these unmarked topical themes and their influence on translation quality, focusing on an unexplored area in Arabic discourse. The research design is descriptive qualitative. Data were collected from the aphoristic text of Al-Hikam in Arabic (L1) and its translations into Indonesian (L2a) and Javanese (L2b). The research problems addressed are: (1) What translation techniques do translators employ when dealing with the "unmarked topical theme" in Al-Hikam's aphoristic text? Do translators favor the source language or the target language? (2) How can the translation of unmarked topical themes in Al-Hikam's aphorisms be assessed in terms of accuracy, readability, and acceptability?. The study finds that translation techniques, including conventional equivalent, compensation, modulation, and reduction, significantly impact the translation quality of unmarked topical themes. The conventional equivalent technique is particularly effective in maintaining the position of the unmarked topical theme from the source language to the target language. This research contributes to developing an Arabic translation model based on Systemic Functional Linguistics (SFL) analysis. It also provides a comparative analysis of the distinctive discourse topic development elements in Arabic, Indonesian, and Javanese texts, highlighting the implications of various translation techniques on the quality of aphoristic translations.
Resepsi Penonton Terkait Konflik Israel-Palestina Dalam Film Omar Karya Hany Abu Assad Rafi' Husaini Habibi; Arummi, Afnan
Middle Eastern Culture & Religion Issues Vol 3 No 2 (2024): Edisi 2 - 2024
Publisher : Middle Eastern Studies Program, Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mecri.v3i2.15836

Abstract

Konflik Israel-Palestina sampai sekarang masih menjadi sorotan internasional. Media, termasuk film, dapat mempengaruhi dan menggiring persepsi penonton terhadap konflik Israel-Palestina. Demikian halnya dengan penggambaran yang disuguhkan melalui film Omar. Film ini membahas mengenai kehidupan kedua kelompok masyarakat ketika terjadinya konflik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengungkapkan resepsi penonton terkait konflik Israel-Palestina dalam film Omar. Dengan demikian, akan diuraikan deskripsi respons penonton terhadap representasi dalam film tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik penelitian yang digunakan adalah teknik kuesioner mencakup data berupa respons penonton. Analisis dilakukan menggunakan teknik resepsi sastra untuk menganalisis respons penonton. Hasil penelitian ini adalah penonton diklasifikasikan menjadi tiga macam, yaitu superreader yang mempunyai pengalaman di bidang teater, informed reader yang telah berinteraksi dengan masyarakat Mesir sehingga ia memiliki informasi mengenai konflik Israel-Palestina, dan awam yang tidak mempunyai pengalaman seperti superreader dan informed reader. Responden superreader memandang bahwa film Omar merupakan film yang tidak memperlihatkan keberpihakannya baik itu pihak Israel ataupun Palestina meskipun sutradara dari film tersebut merupakan warga Palestina. Responden informed reader memandang bahwa film Omar merupakan film yang berpihak kepada Palestina, dan responden awam memandang bahwa film Omar tidak menunjukkan keberpihakkannya dalam keberjalanan ceritanya baik itu pihak Israel maupun pihak Palestina.
Inovasi Game Bisik Berantai Berbasis Media Daring Sebagai Strategi Pembelajaran Kemahiran Menyimak Bahasa Arab Hidayati, Triyanti Nurul; Farhah, Eva; Arumi, Afnan; Sukmana, Reza; M. Yunus A
Shaut al Arabiyyah Vol 13 No 1 (2025): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v13i1.50909

Abstract

The current technological developments, which are all online, require innovations in the teaching methods for the Arabic language, especially listening skills (maha>ratul-istima'), which are usually conducted offline in the classroom or language laboratory by directly listening to the pronunciation from the lecturer or native speaker via recording or video, then imitating and writing down the transcription results. Considering the current technological developments that cover all aspects, including education and teaching, there is a need for innovations in the teaching methods for language skills, especially listening skills, which, first in the form of face-to-face (offline) practice, became online practice. This research aims to provide alternative teaching in the form of innovations in learning Arabic, especially listening skills, for students through online media-based gaming strategies. This research is qualitative experimentation. Data collection was conducted using three methods: (1) collecting scores using documentation, (2) conducting the gaming process using observation, and (3) obtaining student feedback using interviews. Fifty-eight participants in the game were divided into two classes, namely Class A and Class B. There were 29 people in each class. Each class was divided into five groups, with 5-6 members per group. The game is divided into four scenarios, namely (1) word groups, (2) sentence groups, (3) paragraphs, and (4) character instructions. The game is played entirely online through Zoom Meeting. In this study, five indicators were used to assess listening skills: (1) ability to recognize letters in words (IHK), (2) ability to distinguish similar letter sounds (BBH), (3) understanding sentences (PK), (4) understanding paragraphs (PW), (5) understanding the meaning of vocabulary, phrases, sentences, and discourses (PAK). From the chain whispering game, the average scores per indicator were obtained as follows: CPI (72.8), BBH (72.5), PK (75.2), PW (72.5), and PAK (68). Based on these results, it can be concluded that this online-based chain whispering game can directly train listening skills and, due to the feedback received, is an interactive, memorable, and entertaining form of learning for the students. Keywords: Listening Skill, game, online, Online-Chain Whispers