Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal TAMBORA

AGROEKOLOGI : MODEL PERTANIAN BERKELANJUTAN MASA DEPAN Yulianto, Kiki
Jurnal TAMBORA Vol 1 No 3 (2016): EDISI 2
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.532 KB)

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan yang terletak di daerah khatulistiwa termasuk wilayah yang sangat rentan terhadap perubahan iklim. Perubahan pola curah hujan, kenaikan muka air laut, dan suhu udara, serta peningkatan kejadian iklim ekstrim berupa banjir dan kekeringan merupakan beberapa dampak serius perubahan iklim yang dihadapi Indonesia. Perubahan iklim akan menyebabkan: (a) seluruh wilayah Indonesia mengalami kenaikan suhu udara, dengan laju yang lebih rendah dibanding wilayah subtropis; (b) wilayah selatan Indonesia mengalami penurunan curah hujan, sedangkan wilayah utara akan mengalami peningkatan curah hujan. Perubahan pola hujan tersebut menyebabkan berubahnya awal dan panjang musim hujan. Di wilayah Indonesia bagian selatan, musim hujan yang makin pendek akan menyulitkan upaya meningkatkan indeks pertanaman (IP) apabila tidak tersedia varietas yang berumur lebih pendek dan tanpa rehabilitasi jaringanirigasi. Meningkatnya hujan pada musim hujan menyebabkan tingginya frekuensi kejadian banjir, sedangkan menurunnya hujan pada musim kemarau akan meningkatkan risiko kekekeringan. Sebaliknya, di wilayah Indonesia bagian utara, meningkatnya hujan pada musim hujan akan meningkatkan peluang indeks penanaman, namun kondisi lahan tidak sebaik di Jawa. Trend perubahan ini tentunya sangat berkaitan dengan sektor pertanian.
STRATEGI PENINGKATAN MUTU SUSU KUDA DI KABUPATEN SUMBAWA Yulianto, Kiki; Saputri, Dinar Suksmayu
Jurnal TAMBORA Vol 2 No 3 (2017): EDISI 5
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.398 KB)

Abstract

Susu kuda sumbawa merupakan produk pangan bergizi hasil perahan kuda yang diternak secaraekstensif dengan pemanfaatan lar oleh para peternak. Susu yang terkumpul kemudian dijual langsungtanpa proses pengolahan oleh peternak. Biasanya peternak menjual dan mengemas susu kuda dalambotol bekas air mineral. Proses pengolahan dan kemasan yang tidak sesuai standard dapat berakibatpada penurunan daya saing dan mutu produk. Menurut SNI 01-6054-1999, syarat mutu susu kudameliputi keadaan bau asam menyengat, rasa asam, warna putih, penampakan cair; tidak terdapat bendaasing; bobot jenis minimal 1,020; lemak minimal 1,3%; protein minimal 2%; pH minimal 3; tidak adapati; bahan padatan tanpa lemak minimal 5,5%; cemaran logam meliputi timbal (Pb) maksimalmaksimal 0,3 mg/kg, tembaga (Cu) maksimal 20 mg/kg, seng (Zn) maksimal 40 mg/kg, timah (Sn)maksimal 40 mg/kg, raksa (Hg) maksimal 0,03 mg/kg; arsen maksimal 0,1 mg/kg; cemaran mikrobabacteri coliform < 3 APM/ml; tidak ada bahan tambahan makanan. Tujuan penelitian ini adalah (1).Mengidentifikasi atribut-atribut mutu susu kuda di Kabupaten Sumbawa yang menjadi kebutuhan danharapan konsumen. (2). Mengevaluasi kesesuaian mutu susu kuda di Kabupaten Sumbawa denganStandard Nasional Indonesia (SNI). (3). Merumuskan strategi peningkatan mutu susu kuda yang tepatuntuk mencapai keunggulan daya saing susu kuda dari Kabupaten Sumbawa. Berdasarkan penelitianini dihasilkan atribut-atribut mutu susu kuda di Kabupaten Sumbawa terdapat 10 atribut mutu yangmenjadi kebutuhan dan harapan konsumen diantaranya, yaitu: (1). Benda Asing, (2). Bau, (3). Rasa,(4). Warna, (5). Penampakan, (6). Harga, (7). Desain kemasan, (8). Daya tahan, (9). Mudah Didapatkan,(10). Keaslian Susu. Kemudian Hasil Evaluasi kesesuaian karakteristik mutu dengan membandingkansetiap nilai karakteristik mutu produk susu kuda sumbawa dengan SNI, diperoleh bahwa karakteristikmutu produk susu kuda sumbawa masih tinggi karena dari 12 karakteristik persyaratan mutu hanya 1yang belum memenuhi standar yang ditetapkan yaitu cemaran mikroba bakteri coliform. Prioritasalternative strategi dalam peningkatan mutu susu kuda di Kabupaten Sumbawa, yaitu: (1). Penyesuaianmutu produk dengan harapan konsumen dengan bobot penilaian 0,352, (2). Melakukan TransferTeknologi dengan bobot penilaian 0,252, (3). Meningkatkan proses pengolahan yang hygienis denganbobot penilaian 0,249 dan, (4). Pengujian dan pemeliharaan mesin serta alat produksi dengan bobot0,147.