Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Harga Diri dan Perundungan Siber pada Remaja Risana Rachmatan; Rayyan Rayyan
INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 2 (2017): INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental
Publisher : Airlangga University Press, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpkm.V2I22017.120-126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan perundungan siber pada remaja di Kota Banda Aceh. Sebanyak 102 remaja (55 perempuan dan 47 laki-laki) dipilih dengan menggunakan metode non-probability sampling dengan teknik quota sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale (RES) dan Student Needs Assessment Survey (SNAS). Analisis data menggunakan teknik korelasi Spearman’s rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi yang berarti antara harga diri dengan perundungan siber pada remaja di Kota Banda Aceh (r=.077, nilai p=.443). Hasil penelitian ini juga mendapatkan bahwa sebagian besar partisipan penelitian memiliki harga diri dalam kategori tinggi (59.89%) dan perundungan siber dalam kategori rendah (94.11%).
Perbandingan Model Tingkat Kepuasan Perwalian Online Mahasiswa Berdasarkan Tahun Masuk di FMIPA Universitas Syiah Kuala Miftahuddin Miftahuddin; Risana Rachmatan; Marlindawati Marlindawati
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jstat.v18i2.4544

Abstract

Tingkatan kepuasan mahasiswa adalah bervariasi untuk setiap tahun masuk Perguruan Tinggiterutama dalam penggunaan sistem perwalian online. Tujuan penelitian ini untuk membandingkanmodel tingkat kepuasan mahasiswa berdasarkan tahun masuk di FMIPA Universitas Syiah Kualadengan menggunakan metode regresi logistik ordinal. Dalam penelitian ini digunakan data primeryang berasal dari penyebaran kuesioner pada 135 responden yang merupakan mahasiswa aktif diFMIPA Universitas Syiah Kuala tahun angkatan 2013, 2014 dan 2015. Untuk penelitian inidigunakan 9 variabel prediktor dan variabel respons yaitu: variabel kemudahan, efisiensi, kesalahan,mudah diingat, jenis kelamin, asal daerah, tahun angkatan, IPK, waktu tunggu dan tingkatkepuasan mahasiswa dalam penggunaan sistem perwalian online. Berdasarkan hasil penelitiandiketahui bahwa model terbaik adalah model terbaik terdapat pada model tingkat kepuasanmahasiswa angkatan 2013 dengan nilai AIC terkecil yaitu 78,25% dan ketepatan klasifikasi tertinggiyaitu 80,5%. Dengan satu variabel yang berpengaruh pada taraf signifikan sebesar 0,1 yaitu variabelkesalahan.
Perbedaan penyesuaian diri pensiunan yang mendapatkan training pra- pensiun dengan yang tidak mendapatkan training pra-pensiun Humaira Humaira; Risana Rachmatan
Jurnal Ecopsy Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.101 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v4i1.3409

Abstract

ABSTRAKMasa pensiun merupakan masa dimana individu kehilangan aktivitas bekerja di kantor dan mulai mencari kegiatan baru untuk mengganti aktivitas formal tersebut. Dibutuhkan penyesuaian diri untuk melalui masa-masa tersebut, salah satunya dengan mengikuti training pra pensiun. Training pra pensiun merupakan sebuah pelatihan yang diberikan kepada karyawan yang akan memasuki masa pensiun. Melalui training pra pensiun, pensiunan dapat merubah sikap menjadi lebih positif dalam menghadapi masa pensiun. Penyesuaian diri pensiunan yang baik adalah menerima keterbatasan-keterbatasan yang tidak bisa berubah dan secara aktif memodifikasi keterbatasan yang masih bisa diubah. Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penyesuaian diri pensiunan pada pensiunan yang mendapatkan training pra pensiun dengan yang tidak mendapatkan training pra pensiun. Hipotesis penelitian adalah adanya perbedaan penyesuaian diri pensiunan yang mendapatkan training pra pensiun dengan yang tidak mendapatkan training pra pensiun. Sampel penelitian adalah pensiunan yang mendapatkan training pra pensiun, yaitu PT PLN Persero yang berjumlah 24 orang, dan 24 orang PT POS Indonesia dan PT Kimia Farma yang tidak mendapatkan training pra pensiun. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala Penyesuaian Diri Pensiunan yang disusun berdasarkan teori Habber dan Runyon (1984). Hasil analisis data menggunakan teknik komparasi Independent Sample T-Test menunjukkan terdapat perbedaan penyesuaian diri pensiunan yang signifikan antara pensiunan yang mendapatkan training pra pensiun dengan yang tidak mendapatkan training pra pensiun.Kata kunci : Penyesuaian Diri, Pensiunan, Karyawan, Training Pra Pensiun ABSTRACTRetirement is a period in which the individual loses work activity in the office and starts to look the new activities to replace the formal activity. Adjustment is needed to get through this time, one of it is by following the pre-retirement training. Pre-retirement training is a training given to employees who will retire. Through pre-retirement training, retirees will have more positive attitude toward retirement by following the retirement preparation seminars. An effective adjustment of retirees is to accept the limitations that cannot be changed and to modify actively the limitations that can be changed. Based on this background, the aim of this study is to determine the difference of adjustment between retirees who receive pre-retirement training and did not receive pre-retirement training. Hypothesis of this research is there is the difference of adjustment between retirees who receive pre-retirement training and did not receive pre-retirement training. The participant were 24 retirees who get pre-retirement training of PT PLN Persero and 24 retirees of PT POS Indonesia and PT Kimia Farma who did not receive pre-retirement training. The data was collected using Retirees Adjustment scale which is based on Habber and Runyon (1984) theory. The results of the data analysis using comparative techniques Independent Sample T-Test showed there is a significant difference of adjustment between retirees who receive pre-retirement training and did not receive pre-retirement training.Keywords: Adjustment, Retireess, Employees, Pre-Retirement Training.
HUBUNGAN_RELIGIUSITAS DENGAN PEMBELIAN IMPULSIF DALAM BELANJA ONLINE PADA PEREMPUAN YANG BEKERJA DI BANDA ACEH Rahma Syahira; Khatijatusshalihah Khatijatusshalihah; Risana Rachmatan; Afriani Afriani
Psikoislamedia : Jurnal Psikologi Vol 6, No 1 (2021): PSIKOISLAMEDIA : JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : State Islamic University (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/psikoislamedia.v6i1.8026

Abstract

Perkembangan teknologi membuat banyak hal menjadi lebih mudah termasuk dalam hal jual-beli yang mulai beralih secara online. Kemudahan ini sering kali membuat individu menjadi impulsif dalam membelanjakan uangnya. Namun, ada salah satu faktor yang dapat menahan individu untuk tidak menjadi impulsif, yaitu religiusitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Subjek pada penelitian sebanyak 345 perempuan yang bekerja atau memiliki penghasilan di Banda Aceh. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Muslim Daily Religiosity Assesment Scale (MUDRAS) yang dikembangkan oleh Olufadi (2016) dan Impulsive Buying Tendency yang dikembangkan oleh Verplanken Herabadi (2001). Hasil penelitian menunjukkan bahwa diterimanya hipotesis pada penelitian ini, karena terdapat hubungan yang negatif dengan nilai korelasi (r)=-0,133 dan signifikan dengan nilai (p)=0,014 antara religiusitas dengan perilaku impulsif dalam belanja online, artinya adalah semakin tinggi tingkat religiusitas individu maka akan semakin rendah pembelian impulsifnya, begitu pula sebaliknya.
CYBERBULLYING PADA REMAJA SMA DI BANDA ACEH Risana Rachmatan; Shella Rizky Ayunizar
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ins.v13i2.811

Abstract

Remaja menggunakan internet sebagai salah satu contoh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Efek yang muncul dengan adanya kemajuan teknologi bisa berdampak positif dan negatif, salah satu dampak negatif yang ditimbulkan adalah cyberbullying. Pengakses internet di Indonesia saat ini didominasi oleh remaja sebanyak 64%, hal ini menyebabkan semakin banyaknya perilaku cyberbullying yang terjadi di kalangan remaja Indonesia. Dalam membahas cyberbullying isu gender merupakan salah satu yang banyak dibicarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perilaku cyberbullying ditinjau dari jenis kelamin pada remaja di kota Banda Aceh. Sampel pada penelitian ini sebanyak 364 siswa SMA yang terdiri dari 182 siswa lakilaki dan 182 siswa perempuan. Sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan metode probability sampling dengan teknik Multi-Stage Cluster dan Nonpropotionate Stratified Random Sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Student Needs Assessment Survey (SNAS) diajukan oleh Willard (2007). Hasil analisa menggunakan Mann-Whitney U yang menunjukkan nilai Z sebesar 0,627 (p=0,474). Hasil penelitian menyatakan tidak terdapat perbedaan perilaku cyberbullying antara remaja laki-laki dan remaja perempuan di Banda Aceh. Dengan demikian jelas bahwa laki-laki maupun perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk melakukan cyberbullying.
Developing Communication Book for Schizophrenia in Aceh: Prospects and Challenges Maya Khairani; Rizanna Rosemary; Risana Rachmatan; Lely Safrina
Jurnal Ilmu Perilaku Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Perilaku
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jip.5.1.76-91.2021

Abstract

he lack of media information about Schizophrenia in Aceh explains caregivers’ limited understanding of mental disorders. Research on patient discharge systems found that communication media about Schizophrenia were still limited, mostly in the form of posters, flyers, or booklets. There was no specific information about the mental illness needed by the family or caregivers after the patient's discharged from the hospital. This study aims to develop and test a communication medium that can support the recovery process of post-discharge patients from the Mental Health Hospital or Rumah Sakit Jiwa (RSJ) in Aceh. This action research was carried out through focus group discussions (FGDs), interviews, and surveys to health practitioners (mental health nurses, psychiatrists, psychologists, community leaders) and family or caregivers of Patients with Schizophrenia (PWS). The study found that messages about Schizophrenia which are developed through a community-based approach are likely to be better accepted than the expert-led information.
Critical thinking ability and information literacy in identifying fake news on social media users Ina Hayatun Niza; Marty Mawarpury; Arum Sulistyani; Risana Rachmatan
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol 4, No 1 (2022): Mei
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jptp.v4i1.23357

Abstract

Information literacy is an ability that a person needs to be able to use information correctly and identify fake news on social media. Critical thinking skills are skills related to information literacy that can help information consumers identify reliable sources while denying fake news (hoax). The purpose of this study was to determine the relationship between critical thinking skills and information literacy in identifying fake news on social media users. This study uses a quantitative approach with a sample size of 348 people with early adults characterisctics living in Aceh aged 20-34 years and using social media. Data analysis used the Pearson Correlation technique which showed the correlation coefficient r=0.589 with a significance value p=0.000 (p<0.05). The results of the study concluded that there was a positive relationship between critical thinking skills and information literacy on social media users. The majority of the research samples are in the high category for their critical thinking skills and information literacy.
Dukungan Sosial Dengan Fear of Failure Pada Foodpreneur Yugi Murdafasmi; Risana Rachmatan; Haiyun Nisa; Irin Riamanda
IJIP : Indonesian Journal of Islamic Psychology Vol 2, No 2 (2020): Indonesian Journal of Islamic Psychology
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/ijip.v2i2.199-224

Abstract

Abstract Social support is an exchange of resources between two individuals that are felt byboth the giver and the recipient with the aim of improving the welfare of the recipient. The social support received by entrepreneurs will certainly affect the smooth running of the business being run. One of the biggest fears that are owned by entrepreneurs, especially foodpreneurs, is fear of failure. The research objective was to determine the relationship between social support and fear of failure in foodpreneurs. The measuring instruments used in this study were the Multidimensional Scale Of Perceived Social Support (α = 0.81) and The Performance Failure Appraisal Inventory (α = 0.87). The sample was obtained by using quota sampling technique with the criteria of entrepreneurs in the culinary field aged 18-34 years, having their own culinary business with a total sample of 342 people. The analysis results showed that there was a negative relationship between social support and fear of failure in foodpreneurs. So the higher the social support, the lower the fear of failure. Likewise, on the other hand, the lower the social support, the higher the fear of failure. AbstrakDukungan sosial merupakan pertukaran sumber daya antara dua individu yangdirasakan oleh pemberi maupun penerima dengan tujuan meningkatkan  kesejahteraan bagi penerima. Dukungan sosial yang diterima oleh para pengusaha tentunya akan memengaruhi kelancaran dari usaha yang dijalankan. Salah satu ketakutan terbesar yang dimiliki oleh pengusaha terutama foodpreneur yaitu ketakutan akan kegagalan atau fear of failure. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan fear of failure pada foodpreneur. Alat ukur yang digunakan penelitian ini adalah Multidimensional Scale Of Perceived Social Support (α=0,81) dan The Performance Failure Appraisal Inventory (α=0,87). Perolehan sampel dilakukan dengan teknik quota sampling dengan kriteria pengusaha dalam bidang kuliner yang berumur 18-34 tahun, memiliki usaha kuliner sendiri dengan total sampel sebanyak 342 orang. Hasil analisa menunjukkan ada hubungan negatif antara dukungan sosial dengan fear of failure pada foodpreneur. Jadi semakin tinggi dukungan sosial maka semakin rendah fear of failure. Begitu juga sebaliknya bahwa semakin rendah dukungan sosial maka semakin tinggi fear of failure.
Hubungan Kecerdasan Emosional dan Perilaku Orang Tua Terhadap Motivasi Wirausaha Pada Mahasiswa Akhir Unsyiah Ilhamsyah Fajri; Irin Riamanda; Mirza Mirza; Risana Rachmatan
IJIP : Indonesian Journal of Islamic Psychology Vol 3, No 1 (2021): Indonesian Journal of Islamic Psychology
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/ijip.v3i1.37-58

Abstract

Abstract High entrepreneurial motivation comes from intrinsic and extrinsic. Emotional intelligence is one of the abilities needed to achieve success in all fields, can be a supporter of intrinsic motivation. Parental behavior is a form of extrinsic motivation needed by individuals in career development. Quantitative research method with multivariate correlation type, respondent sample is 263 Unsyiah final students. The sample was selected by simple random sampling technique. Data collection with Motivation to start a business scale, Emotional intelligence scale, Parent career behavior checklist. The results of the study explain that the main hypothesis is accepted, the value of sig is 0.000 0.05, it means that there is a relationship between the independent and dependent variables. The research findings found that emotional intelligence and parental behavior had an effective impact of 18.8% on student entrepreneurial motivation. The results also found that there was no relationship between parental behavior and entrepreneurial motivation. Due to the behavior of parents towards the world of children's careers, it tends to be low, while the motivation of Unsyiah final students tends to be high.AbstrakMotivasi wirausaha yang tinggi berasal dari intrinsik dan eksrinsik. Kecerdasan emosional ialah salah satu kemampuan yang diperlukan guna mencapai kesuksesan di segala bidang, dapat menjadi pendukung motivasi intrinsik. Perilaku orang tua adalah bentuk motivasi ekstrinsik yang dibutuhkan individu dalam pengembangan karir. Metode penelitian kuantitatif dengan jenis korelasi multivariat, sampel responden 263 mahasiswa akhir Unsyiah. Sampel dipilih dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dengan skala Motivation to start a business, Emotional intelligence scale, Parent career behavior checklist. Hasil penelitian memaparkan hipotesis utama diterima, nilai sig 0,0000,05, bermakna ada hubungan antara variabel independent dengan dependent. Hasil temuan penelitian menemukan kecerdasan emosional dan perilaku orang tua memberikan dampak efektif 18,8% terhadap motivasi wirausaha mahasiswa. Hasil penelitian juga menemukan bahwa tidak adanya hubungan antara perilaku orang tua dengan motivasi wirausaha. Dikarenakan perilaku orang tua terhadap dunia karir anak cenderung rendah, sedangkan motivasi mahasiswa akhir Unsyiah cenderung tinggi.
KELEKATAN DAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA DEWASA AWAL DI KOTA BANDA ACEH Putri Soraiya; Maya Khairani; Risana Rachmatan; Kartika Sari; Arum Sulistyani
Jurnal Psikologi Vol 15, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.712 KB) | DOI: 10.14710/jpu.15.1.36-42

Abstract

Any married couple willing to have satisfaction in their marriage. However, not all couples could achievesatisfaction in their marriage. The quality of marriage was determined by three attachments style; secureattachment style, avoidant attachment style, and anxiety attachments style. This study aimed to investigate therelationship between attachment and marital satisfaction for early adulthood in Banda Aceh. This study used purposive sampling technique and selected 120 subjects (27 male and 93 female), mean of age 30.75 years old, mean of age marriage was 5-7 years, mean of children is 2. Data collected using ENRICH Marital Satisfaction (EMS) which developed by Fowers and Olson (15 statements, α= .962), and attachment scale (consist of 30items) compiled by researcher based on the theory of Hazan and Shaver (secure attachment α= .864, avoidant α= .877, anxiety α= .691). The results showed that there is a positive and significant correlation between secure attachment and marital satisfaction (rxy=.455; p =.000; p< .001). The result also showed that there is a negative and significant correlation between insecure attachment and marital satisfaction (rxy avoidant = - .460 ; p= .000; p< .001, rxy anxiety = - .231 ; p= .011; p< .05). Among the three attachment, secure attachment style has the highest significant relationship with marital satisfaction. It meant that the higher score of secure attachment style obtained, the higher satisfaction obtained by these couples.