Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education)

Implementasi Gerakan Literasi Nasional (GLN) Di Kabupaten Lombok Tengah: Hambatan Guru SD dalam Membelajarkan Literasi Dasar Selama Masa Pandemi Muhammad Erfan; Arif Widodo; Umar Umar; Aisa Nikmah Rahmatih
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the readiness of elementary school teachers and identify the obstacles faced by teachers in teaching basic literacy skills during the COVID-19 pandemic in 4 (four) areas in Central Lombok Regency. The areas studied are Selebung Village, Batukliang District, Setiling Village, North Batukliang District, Darek Village, Southwest Praya District, and Kuta Village, Pujut District, all of which are located in Central Lombok Regency, NTB. This study is qualitative research in which data were obtained from interviews with elementary school teachers in 4 (four) areas in Central Lombok. The data obtained were then described and analyzed descriptively. The results showed that educators or teachers experienced several obstacles in teaching basic literacy skills in elementary schools in Central Lombok during the pandemic. The obstacles faced by these educators include limited learning media and teaching materials, ineffective learning time, and a less supportive learning atmosphere, many educators are bothered by many other activities, it is difficult to motivate students to learn, as well as from the realm of evaluation, educators have limitations in providing instruments or tools for evaluating learning outcomes, especially basic literacy skills.
ANALISIS EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING DITINJAU DARI HASIL BELAJAR GEOMETRI MAHASISWA GURU SEKOLAH DASAR Asri Fauzi; Aisa Nikmah Rahmatih; Linda Feni Haryati
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to analyze the effectiveness of the blended learning model in terms of student geometry learning outcomes. This type of research is a quasi-experimental quantitative research with a one-group pretest-posttest design. The sample of this research was 36 students who were taken based on cluster random sampling technique. The data collection instrument in this study used multiple-choice questions as many as 20 mathematics questions on geometry material. The data analysis techniques were normality test, difference test in the average pretest and posttest with the Paired Samples Test statistical test, the test for the increase in the pretest result with the posttest (N-Gain), and finally the effect size test. The results showed that the pretest and posttest data were normally distributed. The paired sample test shows the results of sig. (0.043) <0.05, it means that there is a difference between the average pretest and posttest scores. Then the n-gain test was carried out with a score of 0.196 which was in the low category. This means that the pretest and posttest scores have a low level of improvement. And the results of the last test with an effect size test with a score of d = 0.47, which means that the blended learning model has a weak effect on student geometry learning outcomes.
PROFIL GAYA BERPIKIR MAHASISWA CALON GURU SEKOLAH DASAR DALAM MEMAHAMI MASALAH MATEMATIKA Husniati Husniati; Asri Fauzi; Dyah Indraswati; Aisa Nikmah Rahmatih
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 4, No 6 (2021)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya berpikir merupakan cara untuk mengatur dan mengelola informasi yang diperoleh dari proses belajar yang diterima oleh setiap individu. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pola gaya berpikir yang dimiliki oleh mahasiswa calon guru sekolah dasar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa PGSD Universitas Mataram sebanyak 32 mahasiswa. Intrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket gaya berpikir yang dibuat menggunakan googleform yang terdiri dari 15 butir pernyataan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola gaya berpikir yang paling banyak dimiliki oleh mahasiswa calon guru sekolah dasar ketika memahami masalah matematika adalah pola gaya berpikir Sekuensial Konkret (SK) dan Acak Abstrak (AA) yaitu masing-masing sebanyak 11 mahasiswa. Sedangkan gaya berpikir lainnya yaitu Sekunsial Abstrak (SA) sebanyak 9 mahasiswa, dan terdapat 1 mahasiswa yang memiliki pola gaya berpikir Acak Konkret (AK). Hasil tes matematika, mahasiswa yang memperoleh nilai pada kategori rendah sebanyak 9 mahasiswa, kategori sedang 18 mahasiswa, dan kategori tinggi 5 mahasiswa. Kemudian hasil belajar matematika tidak dipengaruhi oleh gaya berpikir mahasiswa, namun gaya berpikir mahasiswa mempengaruhi cara menyelesaikan masalah matematika.
PENGEMBANGAN GAME ANDROID TEBAK GAMBAR BENDERA NEGARA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SUBTEMA GLOBALISASI DAN MANFAATNYA Muhammad Erfan; Vivi Rachmatul Hidayati; Dyah Indraswati; Aisa Nikmah Rahmatih; Muhammad Makki
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning from home activities during covid pandemic are mostly carried out online by using smartphone devices and generally, the embedded operating system is Android. The existence of these smartphones makes students tend to spend more time watching videos or playing games. Educators must try to restore the enthusiasm of students in learning. One of the efforts that can be done by educators is through gamification or integrating learning materials into a game. Therefore, this study aims to develop a game based on the Android operating system about the flags of countries in the world as an additional medium for educators in teaching material on the sub-theme of globalization and its benefits for elementary school students in grade VI (six). This research is development research with the development model used is ADDIE which consists of five stages, namely Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Data analysis was carried out qualitatively. The results of the development show that the Android game guessing the images of the flags of countries in the world is suitable for use as a medium of learning in elementary schools on the sub-theme of globalization and its benefits as the validation results from media experts with a percentage of 81%, validation results from material experts with a percentage of 83%, as well as the response of students in small groups using the Android game (game) guess the pictures of the flags of the countries in the world with a percentage of 78%.
Efektivitas Model Pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) Berbasis Assessment For Learning Ditinjau Dari Kemandirian Belajar Matematika Siswa Asri Fauzi; Aisa Nikmah Rahmatih
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i3.17434

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana efektivitas model pembelajaran numbered heads together (NHT) berbasis assessment for learning ditinjau dari kemandirian belajar matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan menggunakan desain one-gorup pretest posttest. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling jenuh sehingga semua populasi dijadikan sebagai sampel yaitu sebanyak 32 siswa. Teknik dalam pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik non tes. Instrument pengumpulan data menggunakan angket kemandirian belajar matematika berupa angket skala likert rentang 1 sampai 5. Teknik analisis menggunakan uji normalitas sebagai uji prasyarat, uji statistik paired samples test untuk melihat perbedaan rata-rata hasil angket kemandirian belajar awal dengan rata-rata akhir angket kemandirian belajar, dan uji N-gain score untuk mendeskripsikan tingkat keefektifan model pembelajaran NHT berbasis assessment for learning. Hasil penelitian ini yaitu: 1) hasil uji normalitas memperoleh skor signifikansi angket awal dan akhir secara berturut-turut sebesar 0,90 dan 0,2. Hal ini menunjukkan bahwa skor signifikansi lebih besar dari 0,05 yang artinya bahwa kedua data berdistribusi normal; 2) Kemudian hasil uji statistik paired samples test diperoleh  dan , sehingga   , yang artinya bahwa rata-rata skor kemandirian belajar akhir lebih besar dari rata-rata skor kemandirian belajar awal; 3) dan terakhir dari hasil uji N-Gain diperoleh skor sebesar 0,364 yang artinya bahwa tingkat keefektifan masih tergolong rendah. Oleh karena itu, berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa walaupun model pembelajara NHT berbasis assessment for learning memiliki tingkat keefektifan yang rendah namun model ini efektif untuk mengukur kemandirian belajar matematika siswa dikarenakan dalam model pembelajaran ini siswa dituntut untuk bisa menyelesaikan permasalahan yang diberikan guru secara mandiri.
Efektivitas model pembelajaran numbered heads together (NHT) berbasis assessment for learning ditinjau dari kemandirian belajar matematika siswa Asri Fauzi; Aisa Nikmah Rahmatih
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 3 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i3.17434

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana efektivitas model pembelajaran numbered heads together (NHT) berbasis assessment for learning ditinjau dari kemandirian belajar matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan menggunakan desain one-gorup pretest posttest. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling jenuh sehingga semua populasi dijadikan sebagai sampel yaitu sebanyak 32 siswa. Teknik dalam pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik non tes. Instrument pengumpulan data menggunakan angket kemandirian belajar matematika berupa angket skala likert rentang 1 sampai 5. Teknik analisis menggunakan uji normalitas sebagai uji prasyarat, uji statistik paired samples test untuk melihat perbedaan rata-rata hasil angket kemandirian belajar awal dengan rata-rata akhir angket kemandirian belajar, dan uji N-gain score untuk mendeskripsikan tingkat keefektifan model pembelajaran NHT berbasis assessment for learning. Hasil penelitian ini yaitu: 1) hasil uji normalitas memperoleh skor signifikansi angket awal dan akhir secara berturut-turut sebesar 0,90 dan 0,2. Hal ini menunjukkan bahwa skor signifikansi lebih besar dari 0,05 yang artinya bahwa kedua data berdistribusi normal; 2) Kemudian hasil uji statistik paired samples test diperoleh  dan , sehingga   , yang artinya bahwa rata-rata skor kemandirian belajar akhir lebih besar dari rata-rata skor kemandirian belajar awal; 3) dan terakhir dari hasil uji N-Gain diperoleh skor sebesar 0,364 yang artinya bahwa tingkat keefektifan masih tergolong rendah. Oleh karena itu, berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa walaupun model pembelajara NHT berbasis assessment for learning memiliki tingkat keefektifan yang rendah namun model ini efektif untuk mengukur kemandirian belajar matematika siswa dikarenakan dalam model pembelajaran ini siswa dituntut untuk bisa menyelesaikan permasalahan yang diberikan guru secara mandiri.