Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

ANALISIS EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING DITINJAU DARI HASIL BELAJAR GEOMETRI MAHASISWA GURU SEKOLAH DASAR Asri Fauzi; Aisa Nikmah Rahmatih; Linda Feni Haryati
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to analyze the effectiveness of the blended learning model in terms of student geometry learning outcomes. This type of research is a quasi-experimental quantitative research with a one-group pretest-posttest design. The sample of this research was 36 students who were taken based on cluster random sampling technique. The data collection instrument in this study used multiple-choice questions as many as 20 mathematics questions on geometry material. The data analysis techniques were normality test, difference test in the average pretest and posttest with the Paired Samples Test statistical test, the test for the increase in the pretest result with the posttest (N-Gain), and finally the effect size test. The results showed that the pretest and posttest data were normally distributed. The paired sample test shows the results of sig. (0.043) <0.05, it means that there is a difference between the average pretest and posttest scores. Then the n-gain test was carried out with a score of 0.196 which was in the low category. This means that the pretest and posttest scores have a low level of improvement. And the results of the last test with an effect size test with a score of d = 0.47, which means that the blended learning model has a weak effect on student geometry learning outcomes.
PROFIL GAYA BERPIKIR MAHASISWA CALON GURU SEKOLAH DASAR DALAM MEMAHAMI MASALAH MATEMATIKA Husniati Husniati; Asri Fauzi; Dyah Indraswati; Aisa Nikmah Rahmatih
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 4, No 6 (2021)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya berpikir merupakan cara untuk mengatur dan mengelola informasi yang diperoleh dari proses belajar yang diterima oleh setiap individu. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pola gaya berpikir yang dimiliki oleh mahasiswa calon guru sekolah dasar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa PGSD Universitas Mataram sebanyak 32 mahasiswa. Intrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket gaya berpikir yang dibuat menggunakan googleform yang terdiri dari 15 butir pernyataan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola gaya berpikir yang paling banyak dimiliki oleh mahasiswa calon guru sekolah dasar ketika memahami masalah matematika adalah pola gaya berpikir Sekuensial Konkret (SK) dan Acak Abstrak (AA) yaitu masing-masing sebanyak 11 mahasiswa. Sedangkan gaya berpikir lainnya yaitu Sekunsial Abstrak (SA) sebanyak 9 mahasiswa, dan terdapat 1 mahasiswa yang memiliki pola gaya berpikir Acak Konkret (AK). Hasil tes matematika, mahasiswa yang memperoleh nilai pada kategori rendah sebanyak 9 mahasiswa, kategori sedang 18 mahasiswa, dan kategori tinggi 5 mahasiswa. Kemudian hasil belajar matematika tidak dipengaruhi oleh gaya berpikir mahasiswa, namun gaya berpikir mahasiswa mempengaruhi cara menyelesaikan masalah matematika.
PENGEMBANGAN GAME ANDROID TEBAK GAMBAR BENDERA NEGARA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SUBTEMA GLOBALISASI DAN MANFAATNYA Muhammad Erfan; Vivi Rachmatul Hidayati; Dyah Indraswati; Aisa Nikmah Rahmatih; Muhammad Makki
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning from home activities during covid pandemic are mostly carried out online by using smartphone devices and generally, the embedded operating system is Android. The existence of these smartphones makes students tend to spend more time watching videos or playing games. Educators must try to restore the enthusiasm of students in learning. One of the efforts that can be done by educators is through gamification or integrating learning materials into a game. Therefore, this study aims to develop a game based on the Android operating system about the flags of countries in the world as an additional medium for educators in teaching material on the sub-theme of globalization and its benefits for elementary school students in grade VI (six). This research is development research with the development model used is ADDIE which consists of five stages, namely Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Data analysis was carried out qualitatively. The results of the development show that the Android game guessing the images of the flags of countries in the world is suitable for use as a medium of learning in elementary schools on the sub-theme of globalization and its benefits as the validation results from media experts with a percentage of 81%, validation results from material experts with a percentage of 83%, as well as the response of students in small groups using the Android game (game) guess the pictures of the flags of the countries in the world with a percentage of 78%.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SD Kelas V dalam Menyelesaikan Soal Pecahan Asri Fauzi; Radiusman Radiusman; Aisa Nikmah Rahmatih; Ni Komang Restini
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 6 No 1 (2020): Edisi Vol. 6 No. 1 Mei 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v6i1.906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis kemampuan komunikasi matematis siswa SD kelas V dan menelaah kesalahan-kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi pecahan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V sebanyak 26 siswa. Instrument dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu instrument utama dan instrument pendukung. Instrument utama adalah peneliti sendiri dan instrument pendukung adalah tes soal kemampuan komunikasi matematis yang berbentuk uraian sebanyak 4 soal dimana setiap soal mengandung satu indikator. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan komunikasi matematis siswa yang berada pada klasifikasi sangat baik sebesar 4%, klasifikasi baik sebesar 42%, klasifikasi cukup sebesar 35% , dan klasifikasi kurang dan sangat kurang secara berturut-turut sebesar 12% dan 8%. Kemampuan komunikasi matematis siswa secara kumulatif setelah dirata-ratakan berada pada klasifikasi cukup. Dari hasil analisis, siswa sudah mampu merepresentasikan permasalahan matematika ke dalam bentuk gambar untuk mempermudah penyelesaian masalah, serta sudah menuliskan proses penyelesaian masalah dengan benar dan sistematis.
Kesulitan Belajar Membaca Permulaan Siswa Kelas II di SD Negeri 1 Wanasaba Daya Dina Witri; Heri Hadi Saputra; Aisa Nikmah Rahmatih; A. Hari Witono
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.929

Abstract

Kemampuan membaca permulaan sangat krusial dalam dominasi mata pelajaran di sekolah. Oleh sebab itu, semua peserta didik perlu diupayakan supaya dapat membaca menggunakan lancer, tetapi tak jarang ditemui masih terdapat peserta didik yang mengalami kesulitan belajar membaca permulaan. Tujuan dari penelitian ini merupakan buat mengetahui kesulitan peserta didik pada membaca permulaan, faktor penyebab, serta cara guru mengatasi kesulitan membaca permulaan peserta didik di kelas II SD Negeri 1 Wanasaba Daya. Jenis penelitian ini merupakan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini merupakan 20 peserta didik dan 1 guru kelas II pada SD Negeri 1 Wanasaba Daya. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini berupa tes, wawancara, serta dokumentasi. Instrumen penelitian ini berupa tes unjuk kerja membaca permulaan, panduan wawancara, serta panduan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu, reduksi data, penyajian data, dan pembuktian data. Teknik pemeriksaan data yang digunakan dalam penelitian ini artinya uji kredibilitas data dilakukan menggunakan cara triangulasi asal dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berasal 20 jumlah peserta didik kelas II, ada 7 peserta didik yang mengalami kesulitan membaca permulaan. Letak kesulitan siswa dalam membaca permulaan, yaitu: (1) peserta didik kurang mengenal serta membedakan alfabet, (dua) belum mampu membaca suku kata serta istilah, (tiga) belum bisa membaca adonan alfabet diftong serta konsonan, (4) tidak memperhatikan pertanda baca, (5) lambat dalam membaca serta tidak mengerti isi bacaan. Faktor penyebabnya yaitu: (1) kurangnya minat peserta didik dalam belajar (2) keadaan lingkungan keluarga peserta didik yang tidak mendukung dalam belajar khususnya belajar membaca. Selanjutnya, cara yang dilakukan pengajar pada mengatasi peserta didik yang mengalami kesulitan belajar membaca permulaan yaitu: (1) pengajar mewajibkan peserta didik buat membaca 10 menit sebelum serta setelah pembelajaran, (2) mengadakan jam tambahan buat peserta didik yang masih mengalami kesulitan pada membaca, (3) memberikan bimbingan dan motivasi buat siswa yang mengalami kesulitan membaca permulaan.
WORKSHOP PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEOSCRIBE BAGI GURU SDN 1 CAKRANEGARA DI ERA NEW NORMAL Ketut Sri Kusuma Wardani; Ida Bagus Kade Gunayasa; Ni Luh Putu Nina Sriwarthini; Aisa Nikmah Rahmatih; Asri Fauzi
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jwd.v4i3.193

Abstract

Pada era new normal saat ini, pendidikan mengalami perubahan pembelajaran yang sangat signifikan terutama dengan pemanfaatan teknologi informasi sebagai sarana pembelajaran. Ini menjadi tantangan terbesar guru dalam meningkatkan kompetensi khusunya dalam membuat media pembelajaran yang inovatif. Kegiatan workshop pembuatan media pembelajaran berbasis videoscribe terbagi menjadi empat tahapan. Adapun tahapan secara detail yang akan dilaksanakan pada kegiatan ini yaitu persiapan, menyediakan media pengabdian, pelaksanaan dan evaluasi. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan, pelaksanaan kegiatan workshop ini berjalan dengan lancar dan jadwal pelaksanaan kegiatan sesuai dengan agenda yang telah direncanakan. Rangkaian kegiatan mulai dari tahap persiapan, menyediakan materi dan media pengabdian, pelaksanaan workshop dan evaluasi berjalan dengan lancar. Untuk mengukur keberhasilan kegiatan, tim pengabdian memberikan angket respon terkait pelaksanaan workshop pembuatan media pembelajaran berbasis videoscribe yang dilaksanakan untuk guru SDN 1 Cakranegara sudah terlaksana dengan sangat baik.
Kesulitan Belajar Membaca Permulaan Siswa Kelas II di SD Negeri 1 Wanasaba Daya Dina Witri; Heri Hadi Saputra; Aisa Nikmah Rahmatih; A. Hari Witono
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.929

Abstract

Kemampuan membaca permulaan sangat krusial dalam dominasi mata pelajaran di sekolah. Oleh sebab itu, semua peserta didik perlu diupayakan supaya dapat membaca menggunakan lancer, tetapi tak jarang ditemui masih terdapat peserta didik yang mengalami kesulitan belajar membaca permulaan. Tujuan dari penelitian ini merupakan buat mengetahui kesulitan peserta didik pada membaca permulaan, faktor penyebab, serta cara guru mengatasi kesulitan membaca permulaan peserta didik di kelas II SD Negeri 1 Wanasaba Daya. Jenis penelitian ini merupakan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini merupakan 20 peserta didik dan 1 guru kelas II pada SD Negeri 1 Wanasaba Daya. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini berupa tes, wawancara, serta dokumentasi. Instrumen penelitian ini berupa tes unjuk kerja membaca permulaan, panduan wawancara, serta panduan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu, reduksi data, penyajian data, dan pembuktian data. Teknik pemeriksaan data yang digunakan dalam penelitian ini artinya uji kredibilitas data dilakukan menggunakan cara triangulasi asal dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berasal 20 jumlah peserta didik kelas II, ada 7 peserta didik yang mengalami kesulitan membaca permulaan. Letak kesulitan siswa dalam membaca permulaan, yaitu: (1) peserta didik kurang mengenal serta membedakan alfabet, (dua) belum mampu membaca suku kata serta istilah, (tiga) belum bisa membaca adonan alfabet diftong serta konsonan, (4) tidak memperhatikan pertanda baca, (5) lambat dalam membaca serta tidak mengerti isi bacaan. Faktor penyebabnya yaitu: (1) kurangnya minat peserta didik dalam belajar (2) keadaan lingkungan keluarga peserta didik yang tidak mendukung dalam belajar khususnya belajar membaca. Selanjutnya, cara yang dilakukan pengajar pada mengatasi peserta didik yang mengalami kesulitan belajar membaca permulaan yaitu: (1) pengajar mewajibkan peserta didik buat membaca 10 menit sebelum serta setelah pembelajaran, (2) mengadakan jam tambahan buat peserta didik yang masih mengalami kesulitan pada membaca, (3) memberikan bimbingan dan motivasi buat siswa yang mengalami kesulitan membaca permulaan.
Keefektifan Pelatihan Pembuatan Worksheet Interaktif dengan Wizer.Me untuk Mengoptimalkan Pembelajaran di SDN 26 Mataram Dyah Indraswati; Muhammad Sobri; Asri Fauzi; Lalu Wira Zain Amrullah; Aisa Nikmah Rahmatih
Journal on Education Vol 5 No 4 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 4 Mei-Agustus 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i4.2517

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of training in making interactive worksheets with Wizer. me on the ability and knowledge of SDN 26 Mataram teachers in making interactive worksheets. This research is quantitative research with a pre-experimental design type one group pretest-posttest. This research includes population research because all 12 teachers are the research subjects. The instrument used was 10 multiple choice questions which were used as pretest and posttest questions. The data analysis technique used a normality test as a prerequisite for analysis, paired sample t-test, an effect size test, and an N-Gain test. All data are normally distributed as indicated by the normality test. The paired sample t-test test shows that there is a difference between the pretest and posttest values ​​where the posttest value is higher than the pretest value. The average value of the N-Gain score is 45.6944 or 46% (less effective). The minimum N-gain score is 0 and the maximum is 83.33%. The conclusion is that training on making interactive worksheets with Wizer. me is less effective in improving the skills and knowledge of SDN 26 teachers in making interactive worksheets.
Efektivitas Model Pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) Berbasis Assessment For Learning Ditinjau Dari Kemandirian Belajar Matematika Siswa Asri Fauzi; Aisa Nikmah Rahmatih
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i3.17434

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana efektivitas model pembelajaran numbered heads together (NHT) berbasis assessment for learning ditinjau dari kemandirian belajar matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan menggunakan desain one-gorup pretest posttest. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling jenuh sehingga semua populasi dijadikan sebagai sampel yaitu sebanyak 32 siswa. Teknik dalam pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik non tes. Instrument pengumpulan data menggunakan angket kemandirian belajar matematika berupa angket skala likert rentang 1 sampai 5. Teknik analisis menggunakan uji normalitas sebagai uji prasyarat, uji statistik paired samples test untuk melihat perbedaan rata-rata hasil angket kemandirian belajar awal dengan rata-rata akhir angket kemandirian belajar, dan uji N-gain score untuk mendeskripsikan tingkat keefektifan model pembelajaran NHT berbasis assessment for learning. Hasil penelitian ini yaitu: 1) hasil uji normalitas memperoleh skor signifikansi angket awal dan akhir secara berturut-turut sebesar 0,90 dan 0,2. Hal ini menunjukkan bahwa skor signifikansi lebih besar dari 0,05 yang artinya bahwa kedua data berdistribusi normal; 2) Kemudian hasil uji statistik paired samples test diperoleh  dan , sehingga   , yang artinya bahwa rata-rata skor kemandirian belajar akhir lebih besar dari rata-rata skor kemandirian belajar awal; 3) dan terakhir dari hasil uji N-Gain diperoleh skor sebesar 0,364 yang artinya bahwa tingkat keefektifan masih tergolong rendah. Oleh karena itu, berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa walaupun model pembelajara NHT berbasis assessment for learning memiliki tingkat keefektifan yang rendah namun model ini efektif untuk mengukur kemandirian belajar matematika siswa dikarenakan dalam model pembelajaran ini siswa dituntut untuk bisa menyelesaikan permasalahan yang diberikan guru secara mandiri.
Analisis Kemampuan Mahasiswa Calon Guru Sekolah Dasar Dalam Menyelesaikan Operasi Hitung Dasar Matematika Berdasarkan Kecepatan Berhitung Asri Fauzi; Aisa Nikmah Rahmatih
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11697

Abstract

Operasi hitung dasar matematika merupakan salah satu materi yang sangat penting dan harus dipahamai konsep-konsepnya bagi setiap mahasiswa calon guru sekolah dasar, sehingga menjadi modal dasar bagi mahasiswa untuk mengajar peserta didik dengan konsep yang benar ketika terjun di persekolahan. Maka dari itu penting diketahui kemampuan mahasiswa dalam berhitung dengan cepat, tepat, dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan mahasiswa calon guru sekolah dasar dalam menyelesaikan soal operasi hitung dasar matematika berdasarkan kecepatan berhitung. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan jumlah sampe sebanyak 58 mahasiswa PGSD. Instrumen penelitian ini menggunakan soal tes operasi hitung sederhana berjumlah 45 soal yang dikerjakan selama 45 menit. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik triangulasi terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan calon guru sekolah dasar dalam menyelesaikan operasi hitung dasar matematika dapat dikatakan kurang maksimal. Dari 58 mahasiswa yang tuntas sebesar 62% atau 32 mahasiswa, dan tidak tuntas sebesar 38% atau 22 dari 58 mahasiswa. Dari total yang tuntas, mahasiswa yang mengerjakan soal kurang dari 45 menit sebanyak 15 mahasiswa. Sedangkan yang mengerjakan soal tepat 45 menit sebanyak 18 mahasiswa, dan lebih dari 45 menit sebanyak 3 mahasiswa.