Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Isolasi dan karakterisasi bakteri berpotensi probiotik pada ikan kembung (Rastrelliger sp.) Yuni Dewi Safrida; Cut Yulvizar; Cut Nanda Devira
Depik Vol 1, No 3 (2012): December 2012
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.1.3.124

Abstract

Abstract. Probiotics bacteria are beneficial microbes to improve microbial balance in the digestive tract. The objective of the research was to isolate and characterize of potential probiotic bacteria in mackerel fish (Rastrelliger sp.). The research was done from April to August 2012 at Laboratory of Microbiology Syiah Kuala University, Banda Aceh. Isolation and characterization used dilution and scratches quadrant methods. The result showed that there were five potential isolates of probiotic bacteria varied morphological colony and cell. The isolate have circular form (100%), entire margin (80%), flat (60%), cream color (40%), gram positive bacteria (80%), coccus shape (100%) and non motile (60%).Keywords: Probiotics, Rastrelliger sp., isolation, digestive and characterization
INHIBITORY TEST OF ETHANOL EXTRACT OF ARABICA COFFEE LEAVES (COFFE ARABICA L) AGAINST ESCHERICHIA COLI BACTERIA Safrida, Yuni Dewi; Hardiana, Hardiana; Gusrianti, Erni
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v7i2.1270

Abstract

Background: Arabica coffee is a plant that is believed to be used as a medicine, namely as a treatment for diabetes and as an immune system. Arabica coffee leaves contain chemical compounds of flavonoids, saponin alkaloids and polyphenols which act as antibacterial. This study, tested the inhibition of the ethanolic extract of arabica coffee leaves (Coffea arabica L.) against the growth of Eschrichia coli bacteria. The aims of this study was to determine the inhibitory ability of the ethanolic extract of arabica coffee leaves on the growth of Escherichia coli bacteria with a concentration of 20%, 40%, 60%, 80 % and 100%. Methods: The method used is the disk diffusion. Arabica coffee leaf extract was obtained by maceration using 96% ethanol solvent with Amoxicillin used as a positive control. This research was conducted at the AKAFARMA Laboratory from 18 to 25 June 2020. Result: The results showed that the ethanolic extract of arabica coffee leaves was able to inhibit the Escherichia coli bacteria. With the resulting inhibition zone diameter at concentrations of 20% 10 mm, 40% 12 mm, 60% 13 mm, 80% 14 mm and 100% 17 mm. Recommendation: This test needs to be carried out on other bacteria such as Streptococcus mutans and Stapylococcus aureus and others and it is necessary to test other parts such as flowers, seeds and fruit flesh using different methods.
Analisa Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Sirup Poliherbal yang Mengandung Daun Kelor, Rimpang Kunyit, dan Rimpang Jahe: Phytochemical Analysis and Antioxidant Activity of Polyherbal Syrup Containing Moringa Leaf, Turmeric, and Ginger Rhizoma Nurmalia Zakaria; Fauziah Fauziah; Rinaldi Rinaldi; Yuni Dewi Safrida; Erliana Winingsih
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i1.1494

Abstract

Polyherbal syrup containing Moringa leaves, turmeric rhizome and ginger rhizome (SPKKJ) is believed empirically by the people of Banda Aceh, Aceh, Indonesia, to be able to maintain health and increase body immunity. These indications are caused by antioxidant phytochemical compounds. The combination of the three in the form of syrup is one of the dosage forms with the oral route, that has the fastest absorption time and is easy to use. This study aims to analyze the phytochemical compounds and antioxidant activity of SPKKJ by DPPH scavenging. This research is an experimental quantitative study where the IC50 value of syrup preparation will be calculated based on the percent inhibition of DPPH scavening. The variables that played a role in this study were moringa leaf syrup (S1), turmeric rhizome syrup (S2), ginger rhizome syrup (S3), and SPKKJ (S4). A comparison was used as a positive control in the form of Vitamin C. The results showed that SPKKJ contained saponins, tannins, and alkaloids. IC50 of SPKKJ is 0.21 g/mL which is a very strong antioxidant. The IC50 value of SPKKJ was higher than S1, S2, S3 and Vitamin C, with a significant difference to Vitamin C (p
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli Yuni Dewi Safrida; Ruhiya Rahmah
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v1i1.7

Abstract

Daun bandotan (Ageratum conyzoides L) merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai obat tradisional yang memiliki kandungan senyawa yang dapat digunakan sebagai anti bakteri, terutama bagian daun dan bunga yangmengandung senyawa saponin, flavonoid, polifenol dan juga minyak atsiri.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daya hambat antibakteri Ekstrak etanoldaun bandotan (Ageratum conyzoides L.) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli Pada konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100%. Penelitian uji dayahambat antibakteri menggunakan metode difusi disk (cara cakram). Sampel dalampenelitian ini adalah daun bandotan yang diambil secara purposive sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun bandotan padakosentrasi 25%, 50%, 75% tidak memiliki daya hambat (zona bening) yaitudengan ukuran 0 mm sedangkan pada 100% memiliki zona hambat dengan ukuran5 mm yang masih dikategorikan sangat lemah. Kesimpulan penelitian ini yaituzona hambat yang membentuk hanya pada konsentrasi 100% yang masihdikategorikan sangat lemah dan belum efektif dalam menghambat bakteriEscherichia coli.
Jahe putih, Staphylococcus Aureus, Uji daya hambat. UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL JAHE PUTIH (ZINGIBER OFFICINALE AMARUM) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCUS AUREUS: Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Jahe Putih (Zingiber Officinale Amarum) Terhadap Bakteri Staphylococus Aureus YUNI DEWI SAFRIDA; Rista Rafliza
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v1i2.17

Abstract

Jahe putih dapat dijadikan sebagai obat tradisional yang dapat dimanfaatkan untuk menghangatkan tubuh, meredakan batuk, dan penyakit infeksi. Jahe putih ini memiliki kandungan kimia seperti flavonoid yang mampu menghambat bakteri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui daya hambat ekstrak etanol jahe putih terhadap pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus pada konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Penelitian ini dilakukan di laboratirium Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh, pada tanggal 8,10,-12 Maret 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental secara Difusi Disk. Sampel yang digunakan adalah jahe putih yang diperoleh dari pasar Lambaro dengan teknik pengambilan secara purposive sampling dengan kriteria jahe yang memiliki rimpang dengan isi berwarna putih dan lembut. Hasil penelitian menunjukan bahwa daya hambat yang didapatkan pada konsentari 25% yaitu 7 mm, 50% yaitu 9 mm, 75% yaitu 10 mm dan 100% yaitu 13 mm. Ekstrak etanol jahe putih mampu menghambat pertumbuhan staphylococcus aureus yang tertingi pada konsentrasi 100% yaitu 13 mm termasuk kedalam kategori kuat, sedangkan konsentrasi 75%, 50% dan 25% termasuk kategori sedang. Kata Kunci : Jahe putih, Staphylococcus Aureus, Uji daya hambat.
UJI CEMARAN MIKROBA PADA ES DAWET YANG DI JUAL DI KECAMATAN KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH SECARA TOTAL PLATE COUNT (TPC) YUNI DEWI SAFRIDA
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v2i1.33

Abstract

Es dawet merupakan salah satu minuman dengan bahan baku air yang sangat mudah terkontaminasi oleh mikroba. Kehegienisan merupakan salah satu faktor yang menyebabkan es dawet tercemar oleh bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat cemaran mikroba yang terdapat dalam es dawet yang di jual di Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh. Penelitian dilakukan pada tanggal 15-18 bulan maret 2021 di laboratorium AKAFARMA Banda Aceh. Metode yang digunakan yaitu secara eksperimental dan bersifat deskriptif dengan metode pengujian secara Total Plate Count (TPC). Sampel dalam penelitian ini adalah es dawet, dari tiga tempat produksi yang berbeda yang ada di kecamatan Kuta Alam yang di ambil secara total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga sampel yang diperoleh memiliki nilai TPC yaitu L dengan nilai 5×103 kol/ml, LS dengan nilai 2×103 kol/ml dan B dengan nilai 4×103 kol/ml. Dari ketiga sampel dapat disimpulkan bahwa es dawet tersebut memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh SNI No.03-0-73388-2009 yaitu 1×104 kol/ml tentang es berperisa.
STUDI FORMULASI SEDIAAN SALEP EKSTRAK ETANOL DAUN SINGKONG (Manihot utillissima) Rinaldi; Yuni Dewi Safrida; Fauziah
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v2i1.39

Abstract

Daun singkong (Manihot utillissima) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, steroid, alkaloid, dan terpenoid yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Daun singkong dapat dimanfaatkan sebagai obat. Penelitian ini bersifat eksperimental untuk untuk mengetahui karakteristik formula salep ekstrak etanol daun singkong dan Formula salep yang memenuhi syarat sebagai sediaan salep. Penyarian ekstrak daun singkong dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Salep ekstrak etanol daun singkong dibuat sebanyak 3 konsentrasi ekstrak yaitu 12,5% (F1), 25% (F2) dan 50% (F3). Pembuatan sediaan salep menggunakan metode peleburan. Evaluasi sediaan salep dilakukan dengan uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH dan uji daya sebar. Hasil: Sediaan salap ekstrak etanol daun singkong terhadap parameter uji organoleptis pada formula F1, F2, dan F3 berbentuk setengah padat, berwarna coklat sampai coklat kehitaman dan berbau khas ekstrak daun singkong, homogen. Nilai pH 5. Daya sebar formula F1, F2, dan F3 secara berurutan adalah 3,1 cm; 3,4 cm dan 3,9 cm. Kesimpulan: sediaan salep ekstrak etanol daun singkong (Manihot utillissima) pada formulasi memenuhi syarat pada parameter organoleptis, homogenitas dan pH, tetapi tidak memenuhi syarat pada parameter daya sebar.
UJI CEMARAN MIKROBA PADA KOPI BUBUK TIDAK BERIZIN DI KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN KOTA MEULABOH SECARA TOTAL PLATE COUNT (TPC) Yuni Dewi Safrida; Hardiana; Nofa Lismandaria
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v2i2.63

Abstract

Di Indonesia terutama di Aceh, kopi bubuk sangat diminati oleh masyarakat. Mutu kopi bubuk perlu diperhatikan untuk menjaga cita rasa dari kopi tersebut. Salah satu faktor yang mempengaruhi mutu kopi bubuk adalah dengan memiliki standar cemaran mikroba yang tidak melebihi ambang yang telah ditetapkan oleh BPOM Nomor 13 Tahun 2019 syarat TPC kopi bubuk 1x106 kol/ml. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat cemaran mikroba pada kopi bubuk di Kecamatan Johan Pahlawan Kota Meulaboh. Penelitian dilakukan pada tanggal 25- 27 Maret 2021 di Laboratorium Farmasi (AKAFARMA) Banda Aceh. Metode yang digunakan yaitu eksperimental dengan analisa kuantitatif secara Total Plate Count (TPC). Sampel adalah tiga kopi bubuk tidak berizin di Kecamatan Johan Pahlawan Kota Meulaboh yang diambil secara Total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga sampel kopi bubuk tidak berizin, memiliki nilai Total Plate Count (TPC) yaitu AFJ 1x105 kol/ml, PIL 1x104 kol/ml, dan PIB 7x104 ???? kol/ml. Kesimpulan dari uji cemaran mikroba pada kopi bubuk tidak berizin yaitu memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh BPOM Nomor 13 Tahun 2019, tentang syarat Total Plate Count (TPC) kopi bubuk yaitu 1x106 kol/ml. Kata Kunci : Cemaran Mikroba, Kopi Bubuk, Total Plate Count (TPC).
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL KULIT PISANG KEPOK (Musa balbisiana) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli Fauziah Fauziah; Yuni Dewi Safrida; Muhammad Azmi; Irma Zarwinda
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v2i2.65

Abstract

Tanaman yang berpotensi sebagai obat alami adalah pisang kepok (Musa balbisiana). Salah satu bagian pisang kepok yang dapat dipercaya memiliki efek farmakologis yaitu kulitnya karena mengandung senyawa aktif seperti Alkaloid, Saponin, Tanin, Flavonoid dan Kuinon dimana senyawa tersebut mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui berapa daya hambat dan konsentrasi optimum antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Pisang Kepok (Musa balbisiana) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia colidengan perlakuan konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100%. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh, pada bulan Maret – Mei 2022. Metode yang digunakan yaitu eksperimental secara Difusi Disk (cara cakram). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kulit Pisang Kepok yang diperoleh dari Pedagang gorengan di Ulee Kareng, dengan kriteria kulit yang diambil dalam keadaan berwarna kuning, teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100%, zona hambat yang didapat berturut – turut sebesar 18 mm, 23 mm, 25 mm, dan 28 mm. Berdasarkan hasil maka dapat disimpulkan Ekstrak Etanol Kulit Pisang Kepok (Musa balbisiana) mampu menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli, dan hasil secara maksimal didapatkan pada konsentrasi 100 % dengan diameter zona hambat 28 mm.
UJI CEMARAN BAKTERI COLIFORM PADA AIR MINUM ISI ULANG DARI DEPOT AIR DI KELURAHAN LAMGAROT ACEH BESAR: UJI CEMARAN BAKTERI COLIFORM PADA AIR MINUM ISI ULANG DARI DEPOT AIR DI KELURAHAN LAMGAROT ACEH BESAR Hardiana Hardiana; Yuni Dewi Safrida; Irma Zarwinda
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v3i1.77

Abstract

Air minum isi ulang merupakan air yang telah melalui proses pengolahan yang berasal dari mataair dan telah melewati tahapan dalam membersihkan kandungan airnya. Mutu air sangatmenentukan kelayakan air tersebut dikonsumsi. Air yang dapat dikonsumsi yaitu air yang bebasdari jenis bakteri yang berbahaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya cemaranbakteri coliform di dalam air minum isi ulang di Kelurahan Lamgarot Aceh Besar. Penelitian inidilakukan menggunakan metode MPN. Sampel air minum isi ulang yang diambil yaitu dari 5depot air minum di Kelurahan Lamgarot Aceh Besar. Teknik pengambilan dilakukan secara totalsampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa pada uji praduga terhadap 5 sampel air minum isiulang semuanya positif bakteri coliform, dengan hasil indeks MPN yang ditunjukkan pada ujipenegasan yaitu pada sampel air minum A dan B (Rizka RO dan Dekya RO) dengan indeks MPN1898/100 ml, sampel air minum C (Riz Q RO) dengan indeks MPN 18/100 ml, sampel air minumD (Simpang 4 RO) dengan indeks MPN 15/100 ml, dan sampel air minum E (Ikhsan RO) denganindeks MPN 11/100 ml. Hasil ini menunjukkan semua sampel air minum isi ulang di KelurahanLamgarot Aceh Besar secara mikrobiologis tidak layak dikonsumsi karena tidak memenuhipersyaratan Permenkes RI Nomor 429/MENKES/PER/IV/2010 yaitu 0/100 ml atau harus bebasdari mikroorganisme pathogen yang biasanya berasal dari tinja