Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN LABAN (Vitex Pinnata L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli YUNI DEWI SAFRIDA; Munaziatul Jannah; Irma Zarwinda; Hardiana
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v3i1.80

Abstract

Daun Vitex pinnata L. merupakan suatu tanaman yang dipercaya dapat dijadikan sebagai obat yaitu demam dan luka. Daun laban mengandung flavonoid, saponin, tannin, triterpenoid atau steroid, dan glikosida yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Pada penelitian ini dilakukan uji daya hambat ekstrak etanol daun laban (Vitex Pinnata L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Eschrichia coli. Tujuan penelitian untuk mengetahui daya hambat ekstrak etanol daun laban terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Eschrichia coli pada konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Metode yang digunakan adalah secara Difusi Disk. Sampel yang digunakan adalah daun laban, penelitian ini dilakukan di Labolatorium AKAFARMA pada bulan ferbuari 2021. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol daun laban mampu menghambat pertumbuhan bakteri Stapylococcus aureus dan Eschrichia coli. Dengan diameter zona hambat yang dihasilkan bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 100% yaitu 10 mm. Sedangkan diameter zona hambat yang dihasilkan bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 100% yaitu 9 mm. Respon hambatan yang dihasilkan oleh bakteri Stapylococcus aureus dan Escherichia coli pada konsentrasi 25%, 50%, 75%, 100% di golongkan dalam kategori sedang..
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK METANOL DAUN TAPAK LIMAN (Elephantopus scaber L) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli Hardiana Hardiana; Yuni Dewi Safrida; Azmalina Adriani; Saudah
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v3i2.103

Abstract

ABSTRAK Daun tapak liman (Elephantopus scaber L) dapat menghambat pertumbuhan bakteri karena mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenol, tannin, saponin, dan alkaloid, sehingga dapat mengobati penyakit diantaranya demam, malaria, batuk, disentri, dan diare. Pemberian antibakteri ekstrak methanol daun tapak liman merupakan salah satu cara untuk menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Penelitian bertujuan untuk mengetahui diameter zona hambat (sekeliling daerah tersebut tidak ditumbuhi bakteri) dari ekstrak methanol antibakteri daun tapak liman (Elephantopus scaber L) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dengan konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Metode yang digunakan yaitu eksperimental secara Difusi disk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter zona hambat ekstrak methanol daun tapak liman (Elephantopus scaber L) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 25% dengan rata-rata zona hambat yaitu 10,6 mm, 50% (15,6mm), 75% (20,3 mm), dan 100% (22,6 mm). Berdasarkan hasil, maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak methanol daun tapak liman dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escheria coli yang ditandai dengan adanya zona bening disekitar paper disk. Kata Kunci: difusi disk, daun tapak liman, antibakteri,Escherichia coli ABSTRACT (Elephantopus scaber L) leaves can inhibit the growth of bacteria because they contain secondary metabolite compounds such as flavonoids, phenols, tannins, saponins and alkaloids, so they can treat diseases including fever, malaria, cough, dysentery and diarrhea. Providing antibacterial methanol extract from Tapak Liman leaves is one way to inhibit the growth of Escherichia coli bacteria. The research aims to determine the diameter of the inhibition zone (the area around which bacteria do not grow) of the antibacterial methanol extract of tapak Liman (Elephantopus scaber L) leaves on the growth of Escherichia coli bacteria with concentrations of 25%, 50%, 75% and 100%. The method used is experimental disk diffusion. The results showed that the diameter of the inhibitory zone of the methanol extract of tapak Liman (Elephantopus scaber L) leaves on the growth of Escherichia coli bacteria at a concentration of 25% with an average inhibitory zone of 10.6 mm, 50% (15.6 mm), 75% (20 .3 mm), and 100% (22.6 mm). Based on the results, it can be concluded that the methanol extract of tapak Liman leaves can inhibit the growth of Escherichia coli bacteria which is indicated by the presence of a clear zone around the paper disk. Keywords: disk diffusion, tapak Liman leaves, antibacterial, Escherichia coli
Identifikasi Kandungan Formalin dan Boraks Pada Ikan Asin Belanak di Pasar Suboh Pidie Jaya Yuni Dewi Safrida; Rizki Andalia; Rizqa Mulyani; Elfariyanti Elfariyanti
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v4i1.132

Abstract

Ikan asin sangat digemari oleh masyarakat khususnya di Aceh sebagai bahan lauk makanan. Proses pembuatan ikan asin sering sekali menggunakan bahan tambahan berbahaya seperti formalin dan boraks, yang ditambahkan agar tahan lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dalam ikan asin belanak yang dijual di pasar Suboh Pidie Jaya mengandung formalin dan boraks. Penelitian ini menggunakan asam kromatofat dan pereaksi KMnO4 untuk pengujian formalin serta menggunakan metode uji nyala api dan uji kertas kurkumin untuk pengujian boraks. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 sampel ikan asin belanak yang dijual dipasar suboh Pidie Jaya yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Hasil uji formalin dengan menggunakan asam kromatofat dan KMnO4 ketiga sampel negatif mengandung formalin, sedangkan pada uji boraks dengan menggunakan uji nyala api dan kertas kurkumin ketiga sampel juga negatif mengandung boraks
Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Kulit Batang Madu (Mangifera indicaL) Terhadap Bakteri Escherichia coli Safrida, Yuni Dewi; Adriani, Azmalina; Trisnawati, Putri
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v4i2.149

Abstract

Tanaman mangga merupakan tanaman yang berpotensi sebagai obat herbal karena mengandung senyawa metabolit sekunder. Kulit batang mangga memiliki kandungan alkaloid dan flavonoid tinggi yang bersifat sebagai antibakteri. Penelitian uji daya hambat ekstrak etanol kulit batang mangga madu (Mangifera indica L) terhadap bakteri Escherichia coli bertujuan untuk mengetahui kemampuan daya hambat ekstrak etanol kulit batang mangga madu terhadap bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Metode penelitian yang dilakukan yaitu metode difusi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kulit batang mangga madu yang diperoleh dari desa Lhok Sari diambil secara purposive sampling dengan kriteria bagian batang dan cabang pohon mangga. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium AKAFARMA pada tanggal 22 juni s/d 30 juni 2020. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol kulit batang mangga madu pada konsentrasi terkecil yaitu 25%, 50%, dan 75% tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri E.coli dengan daya hambat 0 mm dan pada konsentrasi 100% dapat menghambat pertumbuhan bakteri E.coli dengan daya hambat 10 mm. Kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan ini adalah bahwa ekstrak kulit batang mangga madu pada konsentrasi 25%, 50%, dan 75% tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri E.coli dengan daya hambat 0 mm sedangkan pada konsentrasi 100% dapat menghambat pertumbuhan bakteri E.coli dengan daya hambat 10 mm dengan kategori sedang.
Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Daun Tapak Dara (Catharanthus roseus) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli Hardiana, Hardiana; Safrida, Yuni Dewi; Adriani, Azmalina; Azkia, Hanin
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v4i2.152

Abstract

ABSTRAK Tapak dara (Catharanthus roseus) merupakan tanaman yang berpotensi sebagai obat tradisional.Tanaman ini tumbuh liar maupun dibudidayakan sebagai tanaman hias. Tanaman tapak dara mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, saponin, tanin, triterpenoid, dan flavonoid yang berfungsi sebagai antimikroba, dan antivirus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diameter zona hambat dari ekstrak etanol daun Tapak dara (Catharanthus roseus) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dengan konsentrasi ekstrak 60%, 70%, 80%, 90%. Metode yag digunakan yaitu eksperimental secara difusi disk. Hasil penelitian yang didapatkan terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli pada konsentarsi berturut-turut yaitu 60%, 70%, 80%,90% diperoleh zona hambat rata-rata 13,3 mm, 18,6 mm, 20,6 mm, dan 22,6. Berdasarkan hasil, maka dapat disimpulkan bahwa ekstark etanol daun tapak dara mampu menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli yang ditandai dengan adanya zona bening di sekitar Paper disk. Kata Kunci :Daun tapak dara, difusi disk, daya hambat, Escherichia coli, ABSTRACT Tapak dara (Catharanthus roseus) is a plant that has the potential as a traditional medicine. This plant grows wild or is cultivated as an ornamental plant. Tapak dara plants contain secondary metabolite compounds such as alkaloids, saponins, tannins, triterpenoids, and flavonoids that function as antimicrobials and antiviruses. This study aims to determine the diameter of the inhibition zone of ethanol extract of Tapak dara leaves (Catharanthus roseus) on the growth of Escherichia coli bacteria with extract concentrations of 60%, 70%, 80%, 90%. The method used is experimental by disk diffusion. The results of the study obtained on the Growth of Escherichia coli Bacteria at consecutive concentrations of 60%, 70%, 80%, 90% obtained an average inhibition zone of 13.3 mm, 18.6 mm, 20.6 mm, and 22.6. Based on the results, it can be concluded that the ethanol extract of tapak dara leaves is able to inhibit the growth of Escherichia coli bacteria which is indicated by the presence of a clear zone around the Paper disk. Keywords: Tapak dara leaves, disk diffusion, inhibition, Escherichia coli
Karakterisasi Fisiologis Bakteri Asam Laktat Pada Tempe (Rhizopus oligosporus) Safrida, Yuni Dewi; Adriani, Azmalina; Hardiana; Safira, Rifa Risti
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v5i1.156

Abstract

Bakteri Asam Laktat (BAL) merupakan kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi karbohidrat menjadi asam laktat dan telah digunakan sebagai kultur starter dalam fermentasi makanan karena mampu meningkatkan kualitas, lama masa simpan, keamanan, kandungan nutrisi serta rasa secara keseluruhan dari produk makanan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis bakteri asam laktat (BAL) pada tempe berdasarkan karakteristik fisiologisnya. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Akafarma Banda Aceh menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan uji biokimia yaitu uji katalase, uji motilitas, uji TSIA, dan uji pewarnaa gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga isolat bakteri asam laktat pada tempe yang berpotensi sebagai probiotik yang terdiri dari tiga genus bakteri yaitu Enterococcus, Micrococcus, dan Lactobacillus.
Formulasi dan Evaluasi Stabilitas Fisika Sirup Poliherbal yang Mengandung Ekstrak Daun Kelor, Rimpang Kunyit, dan Rimpang Jahe Secara Uji Stabilitas Dipercepat: Formulation and Evaluation of Physical Stability of Polyherbal Syrup Containing Extract of Moringa Leaf, Turmeric Rhizome, and Ginger Rhizome Using Accelerated Stability Test Zakaria, Nurmalia; Safrida, Yuni Dewi; Jannah, Rauzatul; Elfariyanti, Elfariyanti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i3.2097

Abstract

Moringa leaf, turmeric rhizome and ginger rhizome polyherbal syrup (SPKKJ) is a very strong antioxidant syrup. The efficacy and safety of SPKKJ as a pharmaceutical preparation is strongly influenced by the stability of the preparation within a certain shelf life both physically, chemically and biologically. Stability testing is carried out to ensure the identity, strength, quality and purity of products that have been approved and circulated in the market, so that they are safe for use by consumers. This study aims to determine the physical stability of SPKKJ using the accelerated stability test method, which is 40°C ± 2°C / 75% RH ± 5% for three months. The research was a laboratory experiment by designing three syrup formulas using a variety of preservatives, namely sodium benzoate, methyl paraben, and propyl paraben. The results showed that the three SPKKJ formulas had good physical stability, indicated by no change in terms of organoleptic, pH, viscosity and specific gravity of the preparation during three months storage. Keywords:          Polyherbal Syrup, Moringa Leaf, Turmeric Rhizome, Ginger Rhizome, Physical Stability   Abstrak Sirup poliherbal daun kelor, rimpang kunyit, dan rimpang jahe (SPKKJ) merupakan sirup antioksidan yang sangat kuat. Khasiat serta keamanan dari SPKKJ sebagai suatu sediaan farmasi sangat dipengaruhi oleh stabilitas sediaan dalam masa simpan tertentu baik secara fisika, kimia dan biologi. Pengujian stabilitas dilakukan untuk menjamin identitas, kekuatan, kualitas dan kemurnian produk yang telah diluluskan dan beredar di pasaran, sehingga aman untuk digunakan oleh konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan stabilitas fisika SPKKJ menggunakan metode uji stabilitas dipercepat yaitu suhu 40°C ± 2° C / 75% RH ± 5% selama tiga bulan. Penelitian bersifat eksperimen laboratorium dengan merancang tiga formula sirup menggunakan variasi pengawet yaitu natrium benzoate, metil paraben, dan propil paraben. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga formula SPKKJ memiliki stabilitas fisika yang baik, ditunjukkan dengan tidak adanya perubahan dari segi organoleptik, pH, viskositas dan bobot jenis sediaan selama penyimpanan tiga bulan. Kata Kunci:         Sirup Poliherbal, Daun Kelor, Rimpang Kunyit, Rimpang Jahe, Stabilitas Fisika
INHIBITORY TEST OF ETHANOL EXTRACT OF ARABICA COFFEE LEAVES (COFFE ARABICA L) AGAINST ESCHERICHIA COLI BACTERIA Safrida, Yuni Dewi; Hardiana, Hardiana; Gusrianti, Erni
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v7i2.1270

Abstract

Background: Arabica coffee is a plant that is believed to be used as a medicine, namely as a treatment for diabetes and as an immune system. Arabica coffee leaves contain chemical compounds of flavonoids, saponin alkaloids and polyphenols which act as antibacterial. This study, tested the inhibition of the ethanolic extract of arabica coffee leaves (Coffea arabica L.) against the growth of Eschrichia coli bacteria. The aims of this study was to determine the inhibitory ability of the ethanolic extract of arabica coffee leaves on the growth of Escherichia coli bacteria with a concentration of 20%, 40%, 60%, 80 % and 100%. Methods: The method used is the disk diffusion. Arabica coffee leaf extract was obtained by maceration using 96% ethanol solvent with Amoxicillin used as a positive control. This research was conducted at the AKAFARMA Laboratory from 18 to 25 June 2020. Result: The results showed that the ethanolic extract of arabica coffee leaves was able to inhibit the Escherichia coli bacteria. With the resulting inhibition zone diameter at concentrations of 20% 10 mm, 40% 12 mm, 60% 13 mm, 80% 14 mm and 100% 17 mm. Recommendation: This test needs to be carried out on other bacteria such as Streptococcus mutans and Stapylococcus aureus and others and it is necessary to test other parts such as flowers, seeds and fruit flesh using different methods.
Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Kulit Batang Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli Hardiana Hardiana; Azmalina Adriani; Yuni Dewi Safrida; Rizka Afnita
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3025

Abstract

ABSTRAK Sirsak (Annona muricata L) merupakan jenis tumbuhan yang hidup di daerah tropis dalam jangka waktu yang lama. Kulit batangnya mengandung senyawa metabolik sekunder seperti alkaloid, flavonoid, polifenol, saponin, dan tanin. Secara empiris bagian kulit batang digunakan sebagai pengobatan yang memiliki sifat farmakologis penting seperti antikanker, antibakteri, antidiabetes, antidiare, antihipertensi, dan penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diameter daya hambat ekstrak etanol kulit batang sirsak (Annona muricata L) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Metode yang digunakan adalah difusi cakram dengan variasi konsentrasi ekstrak 25%, 50%, 75%, dan 100%. Populasinya di Kabu Tunong, Nagan Raya dengan Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Kulit batang sirsak diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Hasil uji menunjukkan bahwa rata-rata diameter zona hambat pada konsentrasi 25% sebesar 4 mm (kategori lemah), 50% dan 75% masing-masing 5,3 mm (kategori sedang), serta 100% sebesar 7,6 mm (kategori sedang). Kontrol positif yang digunakan yaitu amoxicilin, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit batang sirsak dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli yang ditandai dengan adanya zona bening disekitar paper disk Kata kunci: Kulit batang sirsak, Escherichia coli, Difusi disk, Daya hambat ABSTRACT Soursop (Annona muricata L) is a type of plant that lives in tropical areas for a long time. The bark contains secondary metabolic compounds such as alkaloids, flavonoids, polyphenols, saponins, and tannins. Empirically, the bark is used as a treatment that has important pharmacological properties such as anticancer, antibacterial, antidiabetic, antidiarrheal, antihypertensive, and wound healing. This study aims to determine the diameter of the inhibitory power of ethanol extract of soursop bark (Annona muricata L) against the growth of Escherichia coli bacteria. The method used is disc diffusion with variations in extract concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100%. The population is in Tunong District, Nagan Raya with a purposive sampling technique. Soursop bark is extracted using the maceration method with 96% ethanol solvent. The test results showed that the average diameter of the inhibition zone at a concentration of 25% was 4 mm (weak category), 50% and 75% were 5.3 mm (moderate category), and 100% was 7.6 mm (moderate category). Amoxicillin was used as a positive control. It can be concluded that the ethanol extract of soursop bark can inhibit the growth of Escherichia coli bacteria, as indicated by the presence of a clear zone around the paper disk. Keywords: Soursop bark, Escherichia coli, Disk diffusion, Inhibitory power