Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH GREEN ACCOUNTING DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA LINGKUNGAN DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI Ativa Eviolina; Tri Kurniawati
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 9 No 3 (2025): Edisi September - Desember 2025
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v9i3.6631

Abstract

Riset ini bertujuan mengkaji pengaruh penerapan green accounting dan ukuran perusahaan terhadap kinerja lingkungan, dengan profitabilitas sebagai variabel moderasi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2021–2024. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dengan desain kausal. Sampel terdiri atas 18 perusahaan manufaktur yang dipilih melalui metode purposive sampling, menghasilkan 72 observasi selama empat tahun. Data diperoleh dari laporan tahunan perusahaan serta situs resmi KLHK, kemudian dianalisis menggunakan regresi data panel dengan bantuan EViews 12. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa green accounting dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap kinerja lingkungan; profitabilitas memperkuat pengaruh green accounting, namun tidak memoderasi hubungan antara ukuran perusahaan dan kinerja lingkungan. Hasil ini menegaskan pentingnya penerapan green accounting sebagai strategi keberlanjutan untuk memperbaiki kinerja lingkungan, sementara profitabilitas belum sepenuhnya menjadi faktor pendorong komitmen lingkungan bagi perusahaan berskala besar.
POLA KONSUMSI BUAH DAN SAYUR PADA ANAK USIA DINI SEBAGAI UASAHA PENANGGULANGAN PENYAKIT KANKER Tri Kurniawati; Wahono .; Naili Saida
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3 No 3c (2017): DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v3i3c.862

Abstract

ABSTRAK Prevalensi penyakit degeneratif di dunia cederung meningkat dari tahun ke tahun, salah satunya adalah penyakit kanker. Peningkatan insiden penyakit kanker semakin pesat, peningkatan terjadi di negara dengan pendapat ekonomi rendah maupun dengan ekonomi menengah dan mencakup semua golongan usia. Prevalensi kanker tertinggi di Indonesia terjadi pada wanita yaitu kanker payudara dan kanker leher rahim. Penyebab ternjadinya karena adanya bahan yang bersifat karsnigenik yang masuk ke dalam tubuh, virus, merokok, konsumsi sayur dan buah yang rendah serta kelebihan energi. Salah satu upaya pencegahan kanker adalah dengan pengaturan diet. Bahan makanan yang dapat berfungsi untuk mengurangi sifat karsinogenik dari bahan kimia adalah konsumsi buah dan sayur. Membiasakan konsumsi buah dan sayur sejak dini diharapkan dapat mengurangi resiko terjadinya kanker khusunya pada wanita. Kata Kunci:  Konsumsi buah dan sayur, pola konsumsi, kanker, pola konsumsi sayur pada anak usia dini ABSTRACT The prevalence of degenerative diseases in the world is increases from year to year, one of which is cancer. Increased incidence of cancer is increasing rapidly, the increase occurs in countries with low economic opinion as well as with the middle economy and covers all age groups. The highest prevalence of cancer in Indonesia occurs in women such as breast cancer and cervical cancer. The cause is due to the presence of karsnigenik materials that enter the body, virus, smoking, low consumption of vegetables and fruits and excess energy. One of the cancer prevention efforts is by setting the diet. Foods that can serve to reduce the carcinogenic nature of chemicals are the consumption of fruits and vegetables. Consumption habbit of fruits and vegetables since early expected to reduce the risk of cancer especially in women. Keywords: consumption of fruits and vegetables, consumption patterns, cancer, vegetable  consumption patterns in early childhood
Pembelajaran Interaktif Media Film Pendek (Pendekatan Metode Demontrasi untuk menumbuhkan ketrampilan motorik kasar Unak Usia Dini) Wahono Wahono; Naili Sa’ida; Tri Kurniawati
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3 No 3c (2017): DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v3i3c.1075

Abstract

Peran guru mempunyai hubungan erat dengan cara mengaktifkan siswa dalam belajar, terutama dalam proses pengembangan keterampilan. Ketrampilan berpikir, keterampilan social dan keterampilan praktis tersebut dapat dikembangkan dalam situasi belajar mengajar yang intraktif antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa. Stimulasi motorik kasar merupakan area terbesar perkembangan di usia dini. Modal  dasar untuk perkembangan ini ada 3 yaitu keseimbangan, rasa sendi dan raba. Dalam penelitian ini, peneliti secara detail dan konkrit mendeteksi  perkembangan motorik anak dan sekaligus gangguan yang dialami si anak. Sambil bermain  dan didokumentasi melalui film pendek oleh guru, kemudian  film pendek ditayangkan didepan anak-anak dan diamati secara seksama. Secara nyata ketuntasan perkembangan motorik kasar dapat dengan jelas terdeteksi. Dengan mengambil tujuh sampel Taman Kanak-Kanak Aisyiyah dan Taman Kanak-Kanak Lainya di Surabaya. 35 siswa dijadikan model. Penelitian ini  menggunakan analisis hasil skenario film pendek yang dipraktekkan oleh anak usia dini dalam menirukan gerakan gurunya. Kegiatan diluar ruangan inilah  pilihan terbaik karena anak dapat menggerakkan seluruh tubuhnya sesuka hati. Di sarnping disediakan peralatan bermain, seperti papan titihan, tali atau bola, perosotan, dan lain – lain. Akan mengasah kemampuan motorik kasar, sekaligus motorik halusnya. Dengan hubungannya dengan tujuan afektif, film pendek ini juga dapat mempengaruhi emosi dan sikap anak, media ini merupakan alat yang cocok untuk memperagakan informasi afektif, baik melalui efek optis maupun melalui gambaran visual yang berkaitan. Analisis fase perkembangan di klasifikasikan dalam tiga ketegori, kategori usia 3-4 tahun 77,6 % tuntas Meniti di atas papan yang cukup lebar. Kategori Usia 4-5 tahun 86, 8 %  bagus sekali menangkap sesuatu secara tepat dan menendang sesuatu secara terarah. Kategori usia 5-6 tahun 82,5 % dapat melakukan gerakan tubuh secara terkoordinasi untuk melatih kelenturan, keseimbangan, dan kelincahan. Kata kunci : pembelajaran interaktif , stimuli motorik kasar, media film pendek
PROBLEM BASED LEARNING SEBAGAI UPAYA PENGENALAN KONSEP PENGUKURAN PADA ANAK USIA DINI Naili Sa’ida; Tri Kurniawati; Wahono .
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3 No 3c (2017): DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v3i3c.1076

Abstract

Salah satu pengenalan dalam matematika permulaan adalah pengenalan konsep pengukuran. Pengenalan konsep pengukuran dilakukan menggunakan alat ukur baku dan tidak baku, serta evaluasi yang dilakukan oleh pendidik dalam mengenalkan konsep pengukuran dengan alat ukur baku dan tidak baku. Problem Based Learning mengenalkan anak konsep pengukuran dari suatu permasalahan yang ada. Dari suatu permasalahan yang disediakan oleh pendidik anak mampu memperoleh pengetahuan dan menarik kesimpulan tentang konsep pengukuran. Problem based learning  mengenalkan  pada anak tentang perbedaan ukuran, mengklasifikasikan benda berdasarkan ukuran dan jumlah, dan mengurutkan beda dari yang kecil ke besar dan sebaliknya. Anak juga mampu menggunakan alat ukur baku berupa pengaris, neraca/timbangan, termometer, dan tidak baku berupa jengkal, langkah, depa, sendok, mangkuk, dan balok.Kata Kunci: Problem based learning,  Konsep Pengukuran, Anak Usia Dini
Langkah-Langkah Penentuan Sebab Terjadinya Stunting Pada Anak Tri Kurniawati
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3 No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v3i1.1254

Abstract

Abstrak Stunting memiliki frekuensi kejadian sakit infeksi sperti diare, panas, batuk dan pilek lebih sering dibandingkan dengan balita normal karena intake protein dan vitamin A yang kurang maksimal sehingga mempengaruhi daya tahan tubuh anak balita dimana kebutuhan akan zat gizi pada usia balita sangtlah karena digunakan untuk proses pertumbuhan.Secara epidemologi yang berperan sebagai adalah intake zat gizi mikro (vitamin dan mikronutrien) dan kondisi infeksi berperan sebagai agent, sedangkan enviroment disini memiliki peran yang sangat besar dalam terjadinya stunting. Yang termasuk ke dalam kelompok enviroment adalah pemberian ASI ekslusif, BBLR, pendidikan orang tua, lingkungan, dan pendapatan keluarga.Penyelesaian stanting dapat dilakukan dalam bidan kesehantan maupun diluar, penyelsaian stunting dengan melibatkan sektor lain itu sangat dibutuhkan. Aksi di tingkat nasional diperlukan untuk memperkuat keranngka kebijakan dan legislative, mekanisme kelembagaan dan pengembangan sumber daya manusia.Dari telaah pustaka ini dapat disimpulkan  bahwa; Intake mikronutrien yang rendah khusunya vitamin A, zat besi dan Seng; Kejadian infeksi yang menyebabkan penurunan nafsu makan, penurunan absorbsi,yang akhirnya berakibat penurunan mikronutrien yang ada dalam tubuh; Penelitian tentang stunting perlu di tindaklanjuti karena stunting berpengaruh pada penentuan generasi berikutnya; Dibutuhkan penanganan stunting dengan pendekatan multisektor. Kata Kunci: Stunting, multisektor, mikronutrient 
Revitalisasi Cerita Rakyat Berbasis Wayang Kardus Untuk Pemahaman Nilai Moral Anak Usia 4-5 Tahun Di Tk ‘Aisyiyah 3 Surabaya Vitis Indra Qomariyanti; Wahono Wahono; Tri Kurniawati
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4 No 2 (2018): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v4i2.1943

Abstract

Penerapan metode bercerita melalui media wayang kardus berbasis cerita rakyat untuk mencegah terjadinya degradasi moral pada anak usia dini, sekaligus mengenalkan nilai moral dalam cerita rakyat, penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Analis data dilakukan dengan cara deskriptif kualitatif. Media ini merupakan teknologi pembelajaran yang diangkat dari kesenian tradisional dan telah diinovasi ke dalam dunia anak dengan bahan, bentuk karakter, warna menarik dan berbeda dari tokoh wayang sesungguhnya. Sederhananya penelitian ini akan menjawab pertanyaan berikut, bagaimana wayang kardus berbasis cerita rakyat nusantara menjadi sebuah media terhadap metode pengembangan bahan ajar nilai  moral bagi anak usia dini.Konsep pembentukan kepribadian melalui nilai afektif dalam pengembangan moral, menggunakan indikator untuk menganalisis sejauh mana kemampuan anak usia dini dalam memahami nilai afektif yang terdapat dalam cerita rakyat nusantara. Wayang kardus berbasis cerita rakyat dapat mengenalkan sekaligus menanamkan nilai agama moral dalam pembelajaran di usia dini, untuk mencegah degradasi moral sejak usia dini.
Kebijakan Full Day School Terhadap Perkembangan Sosial Anak Usia Dini Di Tk Lasiyam Kota Retno Riski Wardhani; Wahono Wahono; Tri Kurniawati
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4 No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v4i1.3605

Abstract

Full day school merupakan sistem sekolah sehari penuh yang dimana dalam sistem pembelajaran di sekolah ini untuk mempermudah para orang tua memonitori anak dalam perkembangan pendidikannya. Full day school ini orang tua merasa aman, setiap lingkup bermainnya hanya sekitar pada lingkungan sekolahnya. Sistem full day school juga melatih anak dalam perkembangan sosialnya antara lain melatih dalam kemandirian, tanggung jawab, serta kedisiplinan. Guru juga berperan aktif dalam pembentukan perkembangan yang ada dalam anak usia dini, karena sebagian besar waktu mereka berada di sekolah, selain guru orang tua juga ikut serta dan berperan penuh dalam membentuk perkembangan sosial anak. Tujuan peneliti ini untuk mengetahui perubahan perkembangan sosial yang ditimbulkan pada sistem full day school. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yang mana menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitiannya adalah beberapa anak didik beserta guru kelas kelompok B di TK Lasiyam Kota Surabaya. Pengamatan yang dilakukan lebih terhadap perkembangan sosial yang ada pada full day school, dalam sistem pendidikan full day school anak mengalami perkembangan sosial yang signifikan terutama pada kemandirian, kedisiplinan dan tanggung jawabnya, yang didukung pada stimulus yang diberikan pada lingkungan sekolah, sehingga anak memiliki perkembangan sosial yang baik.
PENGARUH EKSPERIMEN SEDERHANA TERHADAP KEMAMPUAN MENGKLASIFIKASIKAN BENDA DI TK ISLAM INSAN MULIA MOJOKERTO Permata Lestari, Sherfi Sulfiah; Naili Sa’id; Wahono; Tri Kurniawati
Bunayya Vol 12 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/bunayya.v12i1.34066

Abstract

This study aimed to examine the effect of simple experiment activities on the ability to classify objects among children aged 4–5 years at TK Islam Insan Mulia Mojokerto. The simple experiment was conducted in five sessions, each lasting 30 minutes. During the activities, children classified objects based on their properties in water, specifically whether the objects sank or floated. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental design with a pretest–posttest control group design. The participants consisted of 30 children aged 4–5 years, divided into an experimental group and a control group, with group assignment conducted non-randomly based on existing classes. Data were collected through a performance based classification task, in which children grouped objects according to the results of the sinking and floating experiments, and their performance was assessed using an observation sheet comprising five indicators of classification ability. Data analysis included descriptive and inferential analyses using an independent t-test on gain scores between the two groups. The results showed that the experimental group demonstrated a greater improvement in object classification ability than the control group. The mean gain score of the experimental group (M = 3.40; SD = 1.06) was higher than that of the control group (M = 0.33; SD = 1.18). The independent t-test revealed a significant difference (p < 0.001) with a very large effect size (Cohen’s d = 2.75). Therefore, it can be concluded that simple experiment activities have a significant effect on improving children’s object classification ability.
The Influence of School Climate on Teacher Innovation in Early Childhood Education Mediated by Teacher Self-Efficacy Naili Sa&#039;ida; Nina Veronica; Tri Kurniawati
Jurnal Pendidikan Anak Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Department of Early Childhood Education, Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta in in cooperation with in cooperation with the Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD (PPJ PAUD) Indonesia based on the MoU Number: 030/PPJ-PAUD/VIII/2020.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v15i2.3338

Abstract

The research aims to analyze the influence of school climate on early childhood education teachers' innovation with teachers' self-efficacy as a mediating variable. This research uses a quantitative approach with an explanatory research design. The population of early childhood education (ECE) teachers in East Java Province, with a sample of 200 teachers selected using the multistage cluster random sampling technique. Data were collected thru a questionnaire using a five-point Likert scale. Data analysis was conducted using Structural Equation Modeling (SEM). The research results indicate that the research model fits well with the empirical data (CMIN/DF = 1.284; RMSEA = 0.038; GFI = 0.934; AGFI = 0.907; CFI = 0.976; TLI = 0.968). The school climate has a positive and significant effect on teachers' self-efficacy (β = 0.620; p < 0.001), teachers' self-efficacy has a positive and significant effect on teachers' innovation (β = 0.540; p < 0.001), and the school climate has a positive and significant effect on teachers' innovation (β = 0.280; p = 0.001). Additionally, teachers' self-efficacy partially mediates the effect of school climate on teachers' innovation with an indirect effect value of 0.335 (p = 0.003). These findings indicate that a conducive school climate can enhance teachers' innovation both directly and by strengthening teachers' self-efficacy.
Permainan Engrang Batok sebagai Media Stimulasi Sosial Emosional Anak Sri Rininingsih; Tri Kurniawati; Wahono Wahono; Ratno Abidin
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i1.1293

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh aktivitas luar ruangan terhadap perkembangan sosial emosional anak-anak usia 3 hingga 4 tahun di PPT Kemuning di kecamatan Simokerto di kota Surabaya. Menggunakan pendekatan kuantitatif serta metode survei, penelitian ini berusaha untuk mengukur hubungan antara variabel aktivitas luar ruangan dan perkembangan sosial emosional anak. Aktivitas luar ruangan dipilih karena dianggap dapat membantu peningkatan interaksi sosial, keterampilan motorik, dan kemampuan regulasi emosi. Sampel dari penelitian ini terdiri dari 30 anak berusia 3-4 tahun yang secara rutin berpartisipasi dalam aktivitas luar ruangan di PPT Kemuning. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah observasi dan kuesioner, sedangkan data dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasilnya menunjukkan bahwa aktivitas luar ruangan adalah faktor penentu penting dari perkembangan sosial emosional anak dengan faktor yang memfasilitasi ini seperti interaksi teman sebaya dan lingkungan fisik yang mendukung. Penelitian menyimpulkan bahwa aktivitas luar ruangan dapat digunakan sebagai sarana efektif untuk mendorong perkembangan holistik anak prasekolah. Rekomendasi dari penelitian ini mencakup maksimalisasi fasilitas luar ruangan di PPT dan kemitraan orang tua dengan pendidik untuk meningkatkan keberlangsungan program.