Articles
Beternak Sapi: Sumber Pendapatan Alternatif pada Saat Kelapa Sawit Replanting
Latifa Siswati;
Rini Nizar;
Enny Insusanty
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (239.371 KB)
|
DOI: 10.31186/jspi.id.14.3.319-323
Penelitian bertujuan untuk menemukan Sumber pendapatan petani saat kelapa sawit replanting dengan memelihara ternak sapi agar rumahtangga petani masih memperoleh sumber pendapatan selama masa kelapa sawit replanting. Metode penelitian menggunakan metode survey,pengambilan sampel secara purposive sampling yang dijadikan sampel adalah petani yang memelihara ternak sapi saat kelapa sawit replanting. Data yang diperlukan dengan mengunakan dataprimer dan sekunder untuk memperoleh pandapatan usaha ternak sapi. Data primer diperoleh langsung dari petani dan data sekunder diperoleh dari instansi dan dinas terkait dengan penelitian ini. Analisa data dilakukan dengan menghitung pendapatan dan BCR. Hasil peneitian diperoleh pendapatan dari ternak sapi sebesar Rp. 4.122.245,-/bulan dengan BCR sebesar 1,3. Dari hasil penelitian ini usaha ternak sapi saat kelapa sawit replanting layak untuk dilakukan karena BCR yang diperoleh lebih besar dari satu.
Optimalisasi Penggunaan Lahan Saat Kelapa Sawit Replanting
Latifa Siswati;
Rini Nizar;
Enny Insusanty
Unri Conference Series: Agriculture and Food Security Vol 1 (2019): Seminar Nasional Pembangunan Pertanian dan Pedesaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (206.596 KB)
|
DOI: 10.31258/unricsagr.1a13
Pemanfaatan lahan dapat di optimalkan dengan melakukan pertanian terpadu untuk memperoleh pendapatan keluarga di saat kelapa sawit replanting. Tujuan penelitian ini untuk menemukan Optimalisasi pemanfaatan lahan dengan Pertanian terpadu sebagai sumber pendapatan petani saat kelapa sawit replanting, usahatani mana yang memberikan pendapatan tertinggi bagi petani. Metode penelitian menggunakan metode survey, pengambilan sampel secara purposive sampling yang dijadikan sampel adalah petani yang melakukan usaha pertanian terpadu saat kelapa sawit replanting. data primer diperoleh dari petani langsung, data sekunder diperoleh dari dinas instansi terkait. Yang menjadi responden sebanyak 50 petani. Dari hasil penelitian diperoleh pendapatan dari pertanian terpadu Optimalisasi pemanfaatan lahan saat kelapa sawit replanting memperoleh Pendapatan pertanian terpadu tertinggi adalah kelapa sawit dan ternak sapi sebesar Rp 7.827.000/bulan, kelapa sawit dengan tanaman hortikultura pendapatan sebesar Rp 6.107.000/bulan ,kelapa sawit dan ternak ayam kampung Rp 5.827.000/bulan sedangkan ternak sapi saja pendapatan Rp 3.862.000/bulan.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DARI KOTORAN SAPI DI KELURAHAN TEBING TINGGI OKURA KOTA PEKANBARU
Niken Nurwati;
Latifa Siswati;
Mufti Mufti
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2017): Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (5124.81 KB)
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v1i1.424
Kelurahan Tebing Tinggi Okura Kota Pekanbaru, penduduknya masih banyak melakukan kegiatan usahatani tanaman perkebunan, palawija, hortikultura dan ternak. Jumlah peternak adalah 40 KK. Jumlah ternak sapi di Kelurahan Tebing Tinggi Okura sebanyak 369 ekor (Programa UPTB, 2016). Ternak sapi yang dipelihara petani ada yang swadaya ada juga yang bantuan dari pemerintah yaitu melalui program SIWAB (Sapi Indukan Wajib Bunting). Kegiatan usahatani dan peternakan sapi banyak menghasilkan limbah. Limbah dapat menjadi sumber penyakit, menimbulkan bau tidak sedap dan menganggu lingkungan. Tujuan dari Pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mitra agar mampu menghasilkan pupuk organik sehingga mengurangi pencemaran dari bau yang tidak sedap.Kegiatan Pengabdian masyarakat diikuti oleh peserta 22 orang, jumlah ini sudah melampaui target yang diperkirakan hanya berjumlah 20 orang saja. Hasil pengukuran menunjukan bahwa sebelum kegiatan dilakukan pada umumnya peserta belum mengetahui tentang pupuk organik dari kotoran sapi serta proses pembuatannya. Namun 60 % peserta sudah mengetahui manfaat pupuk organik. Evaluasi terhadap hasil pelatihan merupakan kesadaran peserta kegiatan untuk mengelola kotoran sapi menjadi pupuk organik masih sangat rendah (4,5%). Evaluasi hasil pembuatan pupuk organik dari kotoran sapi, sesuai dengan kriteria ciri-ciri kompos yang baik. Kegiatan pengabdian dapat disimpulkan bahwa : Peningkatan pengetahuan dalam pelatihan pembuatan pupuk organik dari kotoran sapi sebesar 70% (Agak baik) Hasil dari praktek pembuatan pupuk organik dari kotoran sapi sesuai dengan ciri-ciri pupuk organik yang baik. Hasil evaluasi terakhir peran aktif peserta dalam membuat pupuk organik dari kotoran sapi hanya 4,5%. Ditinjau dari segi manfaat kegiatan pelatihan ini, peserta menyatakan kegiatan yang dilakukan bermanfaat. Perlu dilakukan kegiatan lanjutan guna lebih memotivasi masyarakat pada umumnya dan mitra khususnya dalam hal pembuatan pupuk organik untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
Pengolahan Sampah Rumah Tangga Menjadi Kompos di Kelurahan. Labuh Baru Timur Pekanbaru
Ambar Tri Ratna Ningsih;
Latifa Siswati
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2021): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v5i4.2265
Garbage Used newspapers and paper are garbage that is produced in many households and in office environments. Kedungsari Village has an environmental love group formed by the name of the Waste Bank Cadre. This group exists in every RW and consists of two people who are appointed as pioneers in managing waste in their environment to be used as a source of income for their citizens. So far the garbage collected is still limited to the crude form of the waste and is exchanged for the rupiah, but with the initial form of transformation into an aesthetic value form it will increase the selling value of the waste. The method of implementing this PKM activity includes: Extension, Demonstration, Training, Mentoring, and Evaluation. The results of the community service activities carried out in Kedungsari Subdistrict, Sukajadi District, Pekanbaru, increased the knowledge of participants in managing used papers or newspapers for 62.50%, and obstacles that could hinder the craft of managing paper or used newspapers. So that the Kelurahan apparatus must make a policy to form a local market that can provide motivation to artisans to use used paper or used newspapers to be a selling value item.
Bantuan Bibit Tanaman Untuk Membantu Meningkatkan Kualitas Lingkungan Di Kelurahan Bambu Kuning Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru
Rini Nizar;
Latifa Siswati;
Dedi Zargustian
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 (2019): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Special Issues 1 "Semangat Perguruan
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v3i2.2874
Di daerah perkotaan pada umumnya menunjukkan adanya peningkatan pertumbuhan penduduk dan bangunan yang mengakibatkan berkurangnya daerah resapan air yang dapat menimbulkan banjir pada musim hujan dan juga kualitas udara yang kurang baik yang bisa ditimbulkan dari kebakaran hutan dari daerah disekitarnya. Hal ini juga terjadi di Kelurahan Bambu Kuning, untuk itu tim menawarkan untuk meningkatkan kepedulian pemuda dengan memberikan pengetahuan tentang pentingnya lingkungan hidup bagi kehidupan manusia dan dengan pengetahuan tersebut pemuda dapat mengimplementasikannya kedalam suatu tindakan atau gerakan. Tim Pengabdian Dosen bekerjasama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung dalam pengadaan bibit. Bibit yang diberikan adalah bibit Sirsak, Matoa, Mahoni, Pulai, Gaharu dan Ketapang Kencana. Dalam pelaksanaan bantuan bibit tidak saja didistribusikan ke Kelompok Pemuda RW 09 Kelurahan Bambu Kuning saja, tetapi ada permintaan bibit dari pihak lainnya. Pihak lain tersebut adalah: warga di RW 013 Kelurahan Sidomulyo Timur Kecamatan Marpoyan Damai, SMK Pertanian, SMA N 6 , TK Zamrad, SMK N 8, Kelompok Mahasiswa Pencinta Alam Unilak dan Organisasi Mahasiswa BEM Unilak. Temuan yang menarik di lapangan adalah adanya keinginan dari SMA N 8 Kelurahan Palas untuk membuat kerjasama bagi dosen untuk melakukan pengabdian di sekolahnya untuk siswa-siswa di sekolah tersebut yang perlu untuk ditindak lanjuti.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Sampah Anorganik Menjadi Produk Kerajinan yang Bernilai Ekonomis
Ambar Tri Ratnaningsih;
David Setiawan;
Latifa Siswati
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2021): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v5i6.5292
Inorganic waste is a type of waste that is difficult to decompose naturally by microorganisms. Inorganic waste processing is carried out by collecting, disposing and transporting it to the final disposal site (TPA). There needs to be an effort to utilize inorganic waste, especially plastics, into useful products. People in Limbungan Village, Rumbai Pesisir District, Pekanbaru City already have a waste bank, but the benefits have not been felt by the community because inorganic waste is still being disposed of. There is a need for efforts to socialize and educate the public to process inorganic waste into handicraft products that have economic value. The method is carried out by educating the public about waste processing in general and demonstrating the use of plastic waste into handicraft products. After the counseling was carried out, the community had knowledge about waste management in general and skills in processing plastic waste into handicraft products such as bags, candy containers that were suitable for use and worthy of sale
Pemberdayaan Kelompok Arisan Ibu-Ibu Perumahan Lancang Kuning Melalui Pelatihan Pembuatan Nugget Jantung Pisang
Rini Nizar;
Latifa Siswati;
Anto Ariyanto
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2021): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v5i6.7479
Kelompok arisan ibu-ibu yang berdomisili di Perumahan Lancang Kuning Rumbai dibentuk sebagai wadah silahturahmi antar warga dan membagi ilmu pengetahuan ketrampilan yang dapat diimplementasikan. Pertemuan arisan yang dilakukan setiap satu bulan sekali ini, acara rutin yang dilaksanakan adalah kegiatan pengumpulan dan pengocokan arisan, sementara kegiatan yang lebih bermanfaat bagi kelompok ini jarang dilaksanakan seperti yang sudah dimufakatkan oleh seluruh peserta pada awal pembentukkannya. Tim P2M dari Fakultas Pertanian menawarkan untuk memberikan pelatihan pembuatan nugget jantung pisang sebagai salah satu kreatifitas pengolahan jantung pisang sebagai makanan yang enak dikonsumsi dan juga baik untuk kesehatan. Pelatihan ini diberikan karena bahan baku yang mudah diperoleh disekitar Perumahan Lancang Kuning. Target luaran yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah 1) peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kelompok Mitra 2) artikel ilmiah. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah dengan cara: 1) penyuluhan. 2) pelatihan, dan 3) evaluasi.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa didalam kegiatan pengabdian ini terjadi peningkatan terhadap pengetahuan dan keterampilan peserta terhadap manfaat mengkonsumsi bahan olahan dari jantung pisang sebagai makanan tambahan menu keluarga. Untuk membantu program diversifikasi pangan pemerintah maka perlu dilakukan kegiatan dengan mengembangkan produk lain dengan bahan baku jantung pisang dan mensosialisasikan menu lain dari jantung pisang.
AD/ART dan Bisnis Plan sebagai Penguatan Kelembagaan Bank Sampah Induk Pelangi Siak Sri Indrapura
Jeni Wardi;
Alexsander Yandra;
Junaidi;
Latifa Siswati;
Ambar Tri Ratnaningsih
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2021): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v5i5.7709
Recent developments related to Bank Sampah Induk Pelangi (BSIP) after receiving assistance from the waste bank program from Chevron and UNILAK, there has been an increase in activities and more effective governance. In this program, the Bank Sampah Induk Pelangi has received equipment/tools assistance to capacity building. Capacity Building that has been provided in the first year, namely training on composting fertilizer for the management of the Bank Sampah Induk Pelangi and Waste Bank Unit, training on making paving blocks from plastic waste, Occupational Health and Safety Training, training on product packaging and online marketing, and training on the use and maintenance of machines. machine operators, both press and chopper. But in its journey, the Bank Sampah Induk Pelangi still has problems in terms of unclear organizational structures, job descriptions, unprofessionalism, and the sustainability of the Waste Bank's business and business. human capacity building and institutional strengthening of the rainbow parent waste bank, namely training on making basic budgets/household budgets and waste bank business plans. This training uses the method of presenting material on the preparation of the basic budget/household budget and the waste bank business plan as well as the practical and simulation method of making the basic budget/household budget and the waste bank business plan. The result of this training is that the management of the Bank Sampah Induk Pelangi has been able to draft the articles of association and bylaws and business plans, so that the management of the waste bank already understands the benefits of the articles of association and by-laws and business plans. Besides that, the management of the Rainbow Main Waste Bank also understands matters relating to the importance of a business plan for the sustainability of the waste bank in the future.
Mesin Pencacah Daun dan Pelepah Kelapa Sawit Untuk Peternak Sapi di Desa Pancar Gading Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar - Riau
Latifa Siswati;
Anto Ariyanto;
David Setiawan;
Jeni Wardi;
Alexander Yandra
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2021): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v5i5.7741
Pakan ternak seperti sapi tidak saja dari rumput, pakan ternak juga dapat dihasilkan dari daun sawit.Luasnya area perkebunan sawit di Riau secara umum dan di Kampar secara khusus, belum dimanfaatkan secara optimal untuk pakan ternak. Yayasan Merpati Putih yang berada di Desa Pancar Gading Kecamatan TapungKabupaten Kampar, Riau memiliki 600 an ternak sapi. Pakan sapi diterima peternak dari petani yang menyiang rumput setiap harinya, namun pakan yang dikumpulkan petani selalu saja belum memenuhi pakan ternak sapi yang dibutuhkan, sehingga perlu solusi dari permasalahan tersebut. Kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah memberikan solusi yaitu berupa mesin pencacah pakan yang dapat mencacah daun dan pelapah sawit menjadi pakan ternak sehingga kebutuhan pakan ternak tidak lagi menjadi masalah. Untuk memenuhi pakan ternah yang dibutuhkan maka dibutuhkan mesinpencacah dengan kapasitas yang besar. Mesin pencacah yang akan diberikan dibuat dengan kapasitas 4.000 sampai dengan 5.000 kg per jam dimana mesin pencacah pakan tersebut menggunakan mesin mitsubishi PS 100 yaitu mesin yang awet dan mudah perawatannya. Mesin pencacah akan dimanfaatkan oleh dua mitra sekaligus yaitu petani sebagai pemasok pakan ternak dan peternak sebagai pemilik sapi. Dari hasil kegiatan yang dilakukan, diharapkan petani dan peternak mendapatkan peningkatan hasil produksinya masing –masing yaitu pakan yang berkecukupan dengan bahan baku yang mudah diperoleh yaitu sawit yang berlimpah dan bagi peternak yaitu sapi yang gemuk dan sehat sehingga mendapatkan harga jual yang tinggi
PROPORSI PENGELUARAN PANGAN IBU-IBU POSYANDU DI KELURAHAN BAMBU KUNING KECAMATAN TENAYAN RAYA KOTA PEKANBARU
Rini Nizar;
Latifa Siswati;
Anto Ariyanto
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 6, No 1: Juni 2022
Publisher : Universitas Muara Bungo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36355/jas.v6i1.802
Pangan dan gizi merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi setiap saat. Upaya pemenuhan pangan merupakan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat. Ketahanan pangan merupakan salah satu kunci membangun keluarga yang tangguh, sehingga perlu diupayakan untuk memenuhi kebutuhan pangan tersebut. Di Pekanbaru pada tahun 2020 masih ada 15 kelurahan yang masih bermasalah terhadap ketahanan pangan keluarga yang mengakibatkan masalah kekurangan gizi pada anak, diantaranya Kelurahan Bambu Kuning. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang mengenai ketahanan pangan rumah tangga berdasarkan proporsi pengeluaran pangan rumah tangga dan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proporsi pengeluaran pangan rumah tangga di Kelurahan Bambu Kuning Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Berdasarkan hasil analisis dan pengolahan data menunjukkan bahwa di rumah tangga di Kelurahan Bambu Kuning berada dalam posisi tahan pangan. Pendapatan, jumlah anggota keluarga dan tingkat pendidikan ibu rumah tangga secara bersama-sama berpengaruh terhadap proporsi pengeluaran pangan, sementara dengan uji parsial (uji-t) hanya pendapatan rumah tangga yang berpengaruh terhadap proporsi pengeluaran panganKata kunci: Ketahanan Pangan Rumah Tangga; Proporsi Pengeluaran; Pendapatan ABSTRACTFood and nutrition are basic human needs that must be met at all times. Efforts to fulfill food are the responsibility of the government and the community. Food security is one of the keys to building a strong family, so efforts need to be made to meet these food needs. In Pekanbaru in 2020 there are still 15 urban villages that are still having problems with family food security which results in malnutrition problems in children, including the Bambu Kuning Village. This study aims to provide an overview of household food security based on the proportion of household food expenditure and to determine the factors that influence the proportion of household food expenditure in Bambu Kuning Village, Tenayan Raya District, Pekanbaru City. Based on the results of data analysis and processing, it shows that households in Bambu Kuning Village are in a food insecure position. Income, number of family members and education level of housewives together affect the proportion of food expenditure, while with the partial test (t-test) only household income affects the proportion of food expenditure.Keywords: Household Food Security; Expenditure Proportion; Income