Claim Missing Document
Check
Articles

MENAMBAH PENDAPATAN KELUARGA DENGAN USAHA MINUMAN SEGAR BERGIZI Nizar, Rini; Siswati, Latifa; Ulfa, Hanifah; Febrialdi, Akhyarnis
Bersama : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Bersama: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertania Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsm.v1i2.14

Abstract

Ibu-ibu Rumah Tangga di RT 01 RW 13 Kelurahan Sidomulyo Timur Kecamatan Marpoyan Damai pada umumnya kerja utama nya adalah mengerjakan pekerjaan rutin rumah tangga,  yang mempunyai waktu luang yang cukup untuk dimanfaatkan dengan kerja-kerja produktif yang dapat menghasilkan pendapatan. Tim P2M dari Fakultas Pertanian menawarkan untuk memberikan pengetahuan kewirausahaan dengan meningkatkan motivasi ibu-ibu untuk memanfaatkan waktu luang dengan kerja produktif, yaitu membuat pelatihan pembuatan minuman segar bergizi untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh, berkaitan dengan cuaca yang panas akhir-akhir ini Pekanbaru. Pelatihan ini diberikan karena bahan baku yang mudah diperoleh dan dikerjakan. Target luaran yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan dan motivas kelompok Mitra; artikel ilmiah. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah dengan cara: penyuluhan, pelatihan, dan evaluasi.  Kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan dan motivasi ibu-ibu rumah tangga tentang memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan produktif.  Kegiatan produktif yang dilakukan pada saat pengabdian kepada masyarakat adalah membuat minuman segar bergizi yang berpeluang untuk dijadikan usaha menambah pendapatan keluarga
PEMANFAATAN PEKARANGAN UNTUK KETAHANAN PANGAN DI KELURAHAN LEMBAH SARI KECAMATAN RUMBAI KOTA PEKANBARU Siswati, Latifa; Nizar, Rini; Ariyanto, Anto
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 9 No. 1 (2025): Penguatan Pendidikan, Pemberdayaan Masyarakat, dan Transformasi UMKM di Era Ber
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/diklatreview.v9i1.2097

Abstract

This community service project aims to enhance household food security by utilizing home yards in Lembah Sari Sub-district, Rumbai District, Pekanbaru City. The primary target group was housewives, who were trained to cultivate vegetable crops effectively and simply in their home gardens. The methods applied included counseling, technical training, distribution of agricultural inputs, and ongoing mentoring. The results showed a significant increase in participants' knowledge and skills in yard cultivation, along with a more optimal use of available yard space. The program contributed not only to improving household food security but also to providing opportunities for increasing family income and better access to healthy food. This activity proves that community-based home garden farming can be an effective strategy to strengthen local food security. Keywords: Food Security, Home Yard, Vegetable Cultivation, Women Empowerment, Community Service
EDUKASI DAN PRAKTIK HIDROPONIK BERBASIS KURIKULUM MERDEKA DI SDN 149 RUMBAI, PEKANBARU Amalia, Amalia; Siswati, Latifa; Nizar, Rini
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 7 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i7.2613

Abstract

SDN 149 Rumbai - Pekanbaru faces limited understanding of modern agriculture and constraints in learning space. Hydroponic education and practice were chosen as innovative solutions based on the Merdeka Curriculum and P5. The program aims to enhance scientific literacy and environmental awareness through training and hands-on practice. It supports local food security and fosters environmental concern among students from an early age. Activities began with a needs assessment and installation of a simple hydroponic system. Theoretical and practical training was provided to both students and teachers. Evaluation was conducted through pre-tests, post-tests, and ongoing observation. Both students and teachers showed improved understanding of hydroponic concepts and practices. System installation was successfully implemented with active participation from the school community. The training was effective and enthusiastically received by participants. Environmental awareness campaigns were carried out through posters and student presentations. The program involved 34 participants from SDN 149 Rumbai - Pekanbaru. Activities included pre-tests, hydroponic system training and practice, and post-tests. Evaluation results indicated a significant improvement in participants’ understanding, especially in basic concepts and growing media. Active participation from students and teachers reflected high enthusiasm. The hydroponic system was successfully implemented and monitored through the initial harvest. This program proved effective as a learning medium and increased awareness of sustainable agriculture in the elementary school environment.
Perilaku Konsumen Terhadap Pembelian Produk Sayuran Organik Di Kecamatan Marpoyan Damai (Studi Kasus Di Toko Farmers Market Living World) Khristian Johanes Aritonang; Siswati, Latifa; Anto Ariyanto
Jurnal Agribisnis Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/agr.v25i2.17541

Abstract

Pola hidup sehat akrab dengan produk pertanian dengan metode pertanian organik. Salah satu produk pertanian tersebut adalah produk sayuran organik. Tujuan penelitian ini adalah; mengetahui karakteristik konsumen sayur organik di toko Farmers Market, mengidentifikasi pengambilan keputusan konsumen terhadap pembelian sayur organik di toko Farmers Market, mengetahui perilaku konsumen terhadap pembelian sayur organik di toko Farmers Market, mengetahui hubungan karakteristik konsumen dengan perilaku konsumen terhadap pembelian sayur organik di toko Farmers Market. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah accidental sampling, jumlah responden yang diambil adalah 100 orang. Metode analisis yang digunakan adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden pada 100 orang yang digunakan sebagai sampel dalam peneltian ini sebagian besar berjenis kelamin perempuan sebanyak 69 responden, sebagian besar responden yang membeli sayuran organik berusia kurang dari 30 tahun dan pekerjaan yang dimiliki responden dalam penelitian ini paling banyak memiliki pekerjaan pegawai wiraswasta yaitu sebanyak 27 orang. Keputusan pembelian terhadap pembelian sayuran organik di toko Farmers Market memiliki keputusan pembelian tingkat tinggi dengan rentang 68-84 yaitu pada indikator kebutuhan, keinginan, keptusan pembelian dan informasi. Perilaku konsumen terhadap pembelian sayuran organik di toko Farmers Market memilki perilaku tingkat sedang dengan rentang 52-68 yaitu pada indikator kepercayaan, promosi penjualan dan ketersediaan. Perilaku tingkat tinggi dengan rentang 68-84 yaitu pada indikator kualitas pelayanan, kebutuhan, budaya, kelas sosial, kepribadian, pendapatan dan ramah lingkungan. Hasil Chi Square yang dilakukan pada penelitian ini adalah Ha diterima seadangkan H0 ditolak yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku konsumen dengan keputusan pembelian sayuran organik di toko Farmers Market di kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru.
Teknologi Penyiraman dan Pemupukan Otomatis Tanaman Buah di Desa Air Terbit Setiawan, David; Putra Halilintar, Masnur; Tanjung, Abrar; Siswati, Latifa
JCOMMITS: Journal of Community Empowerment, Inovation, and sustainability Vol. 2 No. 1 (2024): Jcommits (The Journal of Community Empowerment, Innovation, and Sustainability)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman buah yang sedang dibudidayakan oleh petani Desa Air Terbit adalah tanaman buah alpukat, klengkeng, blacksapote dan sawo abio. Dalam pelaksanaannya, petani melakukan penyiraman dan pemupukan secara konvensional yaitu dilakukan dengan cara menyiram dan memupuk langsung ke tanaman sesuai jadwal atau waktu luang petani itusendiri. Bilamana penyiraman dan pemupukan kelupaan atau tidak teratur tentu akan berdampak pada tanaman itu sendiri seperti tanaman menjadi kering atau kurang nutrisi. Selain itu, penyiraman dan pemupukan tanaman yang tidak teratur dapat mengakibatkan tanaman menjadi lama berkembang bahkan layu dan mati. Permasalahan pemeliharaan tanaman buah secara konvensional inilah yang akan dicarikan solusinya sehingga lupa melakukan penyiraman dan pemupukan menjadi penyiraman dan pemupukan yang teratur serta sesuai dengan takaran yang dibutuhkan dengan cara otomatis. Teknologi pemeliharaan tanaman buah ini dikembangkan lagi sesuai kebutuhan petani dalam membudidayakan buah alpukat, klengkeng, blacksapote dan sawo abio karena setiap tanaman memerlukan perlakuan berbeda khususnya takaran air penyiraman dan pemupukan. Teknologi pemeliharaan tanaman buah ini akan diberikan kepada masyarakat, teknologi pemeliharaan tanaman ini berbasis raspberry pi. Raspberry pi adalah mikrokontroler yang dapat menjalankan perintah sesuai keinginan penggunanya dan dilengkapi dengan fitur untuk dapat mencatat seluruh aktifitas atau kegiatan yang sudah dijadwalkan serta dapat dikendalikan secara manual melalui handphone berbasis android. Dalam pengembangan teknologi pemeliharaan tanaman buah ini akan didesiminasikan berupa penyiraman otomatis dan pemupukan otomatis yang akan dilaksanakan di kabupaten Kampar Propinsi Riau, khususnya terhadap tanaman buah alpukat, klengkeng, blacksapote dan sawo abio di Desa Air Terbit. Masyarakat akan diajarkan bagaimana cara menseting jadwal penyiraman dan pemupukan, cara menginstalasi teknologi ini hingga bagaimana melakukan pemeliharaan terhadap teknologi pemeliharaan tanaman ini serta pemberian bibit alpukat, klengkeng, blacksapote atau sawo abio yang akan dihibahkan ke masyarakat tersebut. Diharapkan dengan pemberian bibit alpukat, klengkeng, blacksapote dan sawo abio kepada mitra, 2 unit alat teknologi pemeliharaan tanaman otomatis serta 2 unit hand tractor mini dan pemberian pelatihan dan pendampingan, masyarakat menjadi paham dan trampil dengan target minimal 75% dapat menggunakan alat dan cara budidaya tanaman buah alpukat, klengkeng, blacksapote dan sawo abio secara benar. Sehingga ekonomi masyarakat meningkat dan Desa Air Terbit dapat mewujudkan mimpinya menjadi desa agrowisata pada salah satu komoditasnya..
Penyadaran Kepada Ibu Rumah Tangga dalam Pemisahan Sampah Organik dan Anorganik Rumah Tangga di Kecamatan Minas Siswati, Latifa; Eterudin, Hamzah; Setiawan, David; Ratnaningsih, Ambar Tri; Yandra, Alexsander
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 6 No. 1 (2022): Penguatan Kapasitas Masyarakat melalui Inovasi Pelayanan, Pendidikan, dan Pembe
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/diklatreview.v6i1.913

Abstract

Sampah rumah tangga dapat dikelompokkan dalam sampah organik dan anorganik. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk bagi tanaman, sementara sampah anorganik dapat diolah menjadi kerajianan tangan. Pengolahan sampah ini tidak hanya digunakan sebagai kompos dan kerajinan tangan, namun dapat juga membersihkan lingkungan rumah. Hal ini dapat berkontribusi terhadap permasalahan pengelolaan sampah di sekitar. Selain itu juga dapat menghemat biaya pembelian pupuk dan mengurangi penggunaan pupuk kimia. Dengan jarak 8 km dari kampus, pada kecamatan Minas masih belum ditemui masyarakat yang memanfaatkan sampah menjadi kompos. Pengelola bank sampah belum memiliki keterampilan dan pengetahuan yang cukup bagaimana mengolahnya. Akibatnya sampah rumah tangga belum dipisahkan menjadi sampah organik dan anorganik. Pengolahan menjadi benda yang lebih bermanfaat, dapat menimbulkan kesadaran dan peduli terhadap lingkungan. Kesadaran masyarakat untuk mengolah limbah, akan meminimalisir limbah yang ada. Metode pelatihan yang dilakukan adalah penyadaran, penyuluhan, demonstrasi, dan evaluasi. Hasil kegiatan telah terjadi pengingkatan pengetahuan tentang pemisahan samapah rumah tangga menjadi sampah organik dan anorganik, terjadi peningkatan antara 46,67 % sampai 87,6 %.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BETERNAK AYAM KAMPUNG DI KELURAHAN AGROWISATA KECAMATAN RUMBAI-PEKANBARU Nizar, Rini; Siswati, Latifa; Desma, Desma
Jurnal Pengabdian Kompetitif Vol. 1 No. 2 (2022): Inovasi Pengabdian Masyarakat untuk Pemberdayaan UMKM dan Komunitas
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/pengabdiankompetif.v1i2.1124

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan oleh Tim dosen Agribisnis Fakultas Pertanian Unilak dilakukan untuk berkontribusi terhadap penguatan kerjasama yang sudah dilakukan oleh LPPM dengan memberikan bantuan bibit ayam kampong (COD) tepat pada waktu yang dibutuhkan oleh Pengurus Pondok Pesantre Ibnu Al Mubarok . Pondok Pesantren merupakan yayasan pendidikan islam yang terletak di Kelurahan Agrowisata Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru. Melakukan pertanian terpadu sebagai salah satu kurikulum pendidikan untuk santri dan sharing ilmu serta ketrampilan kepada masyarakat di sekitar pondok pesantren. Pada keigatan ini tim menyarankan untuk memanfaatkan juga bulu ayam untuk dijadikan produk home indstri, selain meningkatkan ketrampilan santri dan masyarakat juga dapat menambah pendapatan pondok pesantren.
DESA PETERNAKAN MANDIRI ENERGI: IMPLEMENTASI IOT DENGAN PANEL SURYA DAN PLT BIOGAS SEBAGAI SOLUSI BERKELANJUTAN Setiawan, David; Tanjung, Abrar; Siswati, Latifa
Jurnal Pengabdian Kompetitif Vol. 4 No. 2 (2025): Inovasi Teknologi dan Digital untuk Pemberdayaan UMKM dan Desa Mandiri
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/pengabdiankompetif.v4i2.2536

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk mendorong kemandirian energi (swasembada energi listrik) dan meningkatkan efisiensi peternakan Fajar Pagi di Desa Tengganau melalui penerapan teknologi energi listrik terbarukan yaitu Pembangkit Listrik tenaga Biogas dan Tenaga Surya serta sistem monitoring berbasis Internet of Things (IoT). Kelompok Peternak Sapi “Fajar Pagi” sebagai mitra kegiatan, menghadapi sejumlah kendala, antara lain : limbah kotoran sapi yang belum termanfaatkan dan membuat polusi udara sekitar peternakan, penghasilan pas- pasan sehingga biaya listrik dan gas menjadi pengeluaran yang cukup memberatkan, belum adanya pemanfaatan limbah ternak, serta minimnya pemanfaatan teknologi digital dan kurangnya keterampilan mitra dalam pengelolaan limbah sapi dan teknologi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat menawarkan solusi inovatif, yaitu pemanfaatan kotoran sapi sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga biogas serta memanfaatkan energi matahari menjadi listrik dengan pemasangan panel surya, instalasi biogas dan pengembangan sistem monitoring yang terhubung dengan aplikasi Android untuk memudahkan mitra mengelola energi listrik yang dihasilkan. Dalam mewujudkan implementasi tersebut, kelompok mitra/ peternak diberikan pelatihan dan pendampingan agar mampu mengelola dan merawat teknologi tersebut secara mandiri. Melalui program ini, diharapkan adanya peningkatan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat dimana terjadi pengurangan biaya rumah tangga akibat gas dan listrik gratis dari alam dan bebas bau/ polusi udara dari kotoran sapi sehingga terciptanya model desa mandiri energi yang dapat diterapkan di wilayah lainnya.