Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERJODOH DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PNEUMONIA Melina, Dinda; Fibriana, Arulita Ika
Journal of Health Education Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pneumonia adalah penyebab terbesar kematian pada anak-anak dibawah umur lima tahun. Salah satu penyebab meningkatnya kejadian pneumonia adalah kurangnya pengetahuan mengenai pneumonia. Period prevalence dan prevalensi tahun 2013 sebesar 1,8 persen dan 4,5 persen. Period prevalence pneumonia yang tinggi terjadi pada kelompok umur 1-4 tahun, kemudian mulai meningkat pada umur 45-54 tahun dan terus meninggi pada kelompok umur berikutnya. Di Kabupaten Pati jumlah pneumonia tertinggi ada di Puskesmas Pati I dengan jumlah kasus sebanyak 296 kasus dengan jumlah penderita tertinggi ada di Desa Puri yaitu sebanyak 31 penderita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan media kartu berjodoh dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang pneumonia pada balita. Jenis penelitian adalah quasy experimental design dengan rancangan non equivalent control group design. Jumlah sampel 38 eksperimen dan 38 kontrol dengan teknik purposive sampling diambil dari 2 posyandu dengan jumlah penderita terbanyak. Data dianalisis dengan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media kartu berjodoh dapat meningkatkan pengetahuan ibu menjadi 78,94% dan ada perbedaanskor pengetahuan yang signifikan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (p=0,000). Saran bagi kader kesehatan di posyandu agar selalu mengadakan penyuluhan kesehatan dengan menggunakan media kartu berjodoh.
Faktor Risiko Kejadian Autisme Pangestu, Ningrum; Fibriana, Arulita Ika
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Autisme merupakan suatu kelainan perkembangan otak dengan ciri berupa hambatan interaksi sosial baik verbal maupun non-verbal. Data dari BP-DIKSUS menunjukkan Kota Semarang mempunyai jumlah siswa autisme tertinggi ketiga di Jawa Tengah, 44 anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian autisme di Kota Semarang. Jenis penelitian yaitu survei analitik dengan desain kasus-kontrol. Sampel berjumlah 90 orang dengan 45 kasus dan 45 kontrol yang diambil dengan cara purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat asfiksia (p=0,000), usia ibu (p=0,006), usia ayah (p=0,021), riwayat penggunaan obat antidepresan (p=0,006), riwayat stres ibu hamil (p=0,003), jumlah kehamilan (p=0,033), jenis kelamin anak (p=0,030), riwayat pemberian MP-ASI pada anak sebelum usia 6 bulan (p=0,003), riwayat pendarahan maternal (p=0,020) dan riwayat infeksi ibu hamil (p=0,006) berhubungan dengan autisme. Sedangkan berat lahir, metode persalinan, riwayat paparan asap rokok pada ibu hamil dan ras ibu tidak berhubungan dengan autisme (p>0,05). Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa faktor risiko kejadian autisme di Kota Semarang pada tahun 2016 yaitu mempunyai riwayat asfiksia, usia ibu >30 tahun, usia ayah >35 tahun, pernah menggunakan obat antidepresan, mengalami stres tinggi saat hamil, kehamilan kedua/seterusnya, anak berjenis kelamin laki-laki, diberi MP-ASI sebelum usia 6 bulan, mengalami pendarahan maternal dan mengalami infeksi saat hamil. Kata Kunci: Autisme, faktor risiko Autism is neurodevelopmental disorder characterized by impaired social interaction. Data from BP-DIKSUS shows that number of autism students in Semarang in 2016 is third highest in Central Java, 44 childs. The purpose of this research is to analyze risk factors of autism in Semarang. Type of this research is analitical survey with case-control design. Total sampels are 90 peoples with 45 case and 45 control which taken by purposive random sampling metodh. The result show that history of asphyxia (p=0,000), mother’s age at delivery (p=0,006), father’s age at delivery (p=0,021), history of antidepressant use (p=0,006), history of maternal stress (p=0,003), number of pregnancy (p=0,033), child’s sex (p=0,030), history of infant food giving before 6 months (p=0,003), history of maternal bleeding (p=0,020) and history of maternal infection (p=0,006) had associated with autism. But birth weight, mode of delivery, history of maternal smoke exposure and mother’s race are not associated with autism (p>0,05). It can be concluded that risk factors of autism in Semarang are asphyxia, mother’s age at delivery >30 years old, father’s age at delivery >35 years old, used antidepressant, high maternal stress, second or more pregnancy, male, given infant food before 6 months, maternal bleeding and infection. Keywords: Autism, risk factors
The Kejadian Kematian Maternal di RSUD Dr. Soesilo Slawi Huurun Ien, Tiara Ayu; Fibriana, Arulita Ika
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka Kematian Maternal di RSUD dr Soesilo Slawi Kabupaten Tegal tahun 2015-2016 mengalami peningkatan. Pada tahun 2015 Kematian Maternal di RSUD dr Soeselo Slawi terdapat 17 kasus dari 33 kasus (51%) dan di tahun 2016 terdapat 15 kasus dari 27 (55,6%) kasus kematian maternal. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kematian maternal di RSUD dr Soeselo Slawi Kabupaten Tegal tahun 2015 – 2016. Metode penelitian menggunakan gabungan dari kualitatif dan kuantitatif. Metode penelitian kuantitaif menggunakan desain kasus kontrol sedangkan untuk metode penelitian kualitatif dengan wawancara menadalam (indepth interview) pada kelompok kasus. Hasil penelitian ada hubungan antara, pendidikan (OR= 3,818), status gizi (OR= 7,200), status anemia (OR= 6,232), penyakit ibu (OR= 8,233), komplikasi kehamilan (OR= 7,200), komplikasi persalinan (OR= 7,200), komplikasi nifas (OR= 14,286), jarak kehamilan (OR= 3,918), keterlambatan pengambilan keputusan (OR= 3,067), cara persalinan (OR = 4,163), penghasilan keluarga (OR= 4,163), wilayah tempat tinggal (OR= 4,163). Tidak ada hubungan antara usia, pekerjaan, riwayat persalinan tidak normal sebelumnya, paritas, keterlambatan waktu tempuh, keterlambatan penanganan medis, dan status pernikahan. Kata kunci: Komplikasi, Ibu, Kematian Maternal Mortality Ratio at RSUD dr Soesilo Slawi Tegal district in 2015-2016 has increased. In 2015 Maternal Mortality at RSUD dr Soeselo Slawi have 17 cases from 33 cases (51%), 2016 have 15 cases from 27 ceses (55,6%) Maternal Mortality. The purpose of study was determine the factors associated maternal mortality at RSUD dr Soeselo Slawi Tegal district in 2015 – 2016. The study used a method qualitative and quantitative. Quantitative research with case control design while for qualitative method indepth interview in case.The results of this research showed that factors of maternal were education (,OR= 3,818), nutritional status (OR= 7,200), anemia status (OR= 6,232), maternal illness (OR= 8,233), pregnancy complication (OR= 7,200), birth complication (OR= 7,200), postpartum complication (,OR= 14,286), birth spacing (OR= 3,918), delay making decision (OR= 3,067), mode of birth (OR = 4,163), family income (OR= 4,163), residential areas (OR= 4,163). The variables which not releated factors of maternal mortality were age, job, history previous birth, delay delivering time, delay medical treatment, marital status. Keywords: Complications, Maternal, Mortality
Analisis Spasial Faktor Lingkungan Fisik Daerah Endemik Antraks Abawi, Ira; Fibriana, Arulita Ika
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i2.25478

Abstract

Kabupaten Boyolali merupakan salah satu kabupaten endemik antraks di Jawa Tengah. Kasus antraks di Boyolali terus berulang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara faktor lingkungan fisik dengan kejadian antraks di Boyolali. Desain penelitian ini adalah studi ekologi dengan pendekatan spasial dan dengan populasi subyek penelitian 49 (21 antraks manusia dan 28 antraks hewan). Penelitian dilakukan 1 Agustus menggunakan lembar observasi, citra Landsat & DEM, dan aplikasi GPS. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat.Variabel yang signifikan adalah variabel ketinggian terhadap kejadian antraks manusia (p=0,001 dan r=-0,864) dan variabel kerapatan vegetasi terhadap kejadian antraks hewan (p=0,039 dan r=0,6). Ada korelasi antara ketinggian terhadap kejadian antraks manusia dan kerapatan vegetasi terhadap kejadian antraks hewan.
Youth Centre Model Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Remaja di Daerah Tinggi Kehamilan Berisiko Azinar, Muhammad; Fibriana, Arulita Ika
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i4.26801

Abstract

Abstrak Jumlah kasus kematian ibu di kabupaten Kendal pada tahun 2015 sebanyak 23 kasus, tahun 2016 19 kasus, dan tahun 2017 naik menjadi 25 kasus. Desa Singorojo adalah desa yang dalam 3 tahun terakhir memiliki trend kenaikan kasus kehamilan risiko tinggi yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Youth Centre Model dalam meningkatkan pengetahuan sikap remaja di daerah kehamilan berisiko tinggi. Penelitian ini dirancang dengan desain pre-eksperimental research dengan one group pretest-posttest design yang dianalisis secara kuantitatif. Populasi penelitian adalah remaja di desa Singorojo kabupaten Kendal. Sampel ditentukan secara purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji beda dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menujukkan edukasi sebaya yang dilakukan oleh Kader Youth Centre yang telah diberi pelatihan telah mampu meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja khususnya terkait seksualitas dan kehamilan berisiko tinggi (p value 0,001). Selain itu juga dapat meningkatkan kesadaran remaja akan pentingnya pendewasaan usia perkawinan melalui perubahan sikap remaja (p value 0,002). Simpulan menunjukkan Youth Centre dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pada siswa remaja.  Abstract The number of maternal mortality cases in Kendal district in 2015 reached 23 cases, in 2016 were 19 cases, and in 2017 were 25 cases. Singorojo village was a village that in the last 3 years had a significant upward trend in cases. This study aimed to determine the effectiveness of the Youth Center Model in increasing the knowledge of the attitudes of adolescents in high risk pregnancy areas. This study was designed with a pre-experimental research design with one pretest-posttest design group analyzed quantitatively. The study population was adolescents in Singorojo village, Kendal district. Sampling technique used purposive sampling. Data analysis was used a different test and Wilcoxon test. The results of a complete peer education study conducted by Youth Center Cadres who had been given training had been able to improve adolescent health knowledge with high sexuality and pregnancy (p value 0.001). In addition, it could also increase teenagers' awareness of the importance of marriage awareness for adolescent girls (p value 0.002). Conclusion showed that Youth Center can increase knowledge and awareness of adolescent students. Keyword : Youth Centre, Knowledge, Atitude, Risky Pregnancy
PENDIDIKAN MELALUI EDUTAINMENT FILM UNTUK MENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SEJAK DINI TENTANG BAHAYA PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN LIMBANGAN KABUPATEN KENDAL Fibriana, Arulita Ika; W, Anik Setyo
Jurnal Abdimas Vol 17, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya kasus narkoba, khususnya di kalangan usia muda dan anak-anak, penyebaran HIV/AIDS semakin meningkat dan mengancam. Pemahaman tentang bahaya narkoba perlu diperkenalkan sejak dini kepada anak-anak agar mereka nantinya tidak terjerumus dalam penyalahgunaan obat-obat terlarang. Pendidikan melalui edutainment film ini cukup efektif dapat meningkatkan pengetahuan dan merubah sikap siswa dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba sejak dini. Hal ini ditunjukan dengan peningkatan skor pengetahuan dan sikap peserta setelah dilakukannya kegiatan pendidikan tersebut.Disarankan : (1) bagi Dinas Kesehatan dan Puskesmas, penyuluhan kesehatan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba perlu selalu dilaksanakan di sekolah-sekolah sejak dini mungkin, (2) bagi Dinas Pendidikan dan pihak sekolah, kegiatan ini perlu terus dikembangkan dan ditindaklanjuti agar anak-anak didik mampu mengenali jenis-jenis narkoba, mengetahui bahaya dan dampak narkoba bagi kesehatan serta mampu menolak dan mencegah perilakuperilaku negatif, pengabdian selanjutnya diharapkan media yang digunakan dapat lebih variatif dan inovatif lagi.
MODEL KELAS IBU HAMIL UNTUK PEMETAAN RISIKO KEHAMILAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI PERSALINAN Fibriana, Arulita Ika; Azinar, Muhammad
Jurnal Abdimas Vol 20, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya penurunan angka kematian ibu (AKI) merupakan masih sulit dicapai di Indonesia sampai saat ini. Angka kematian ibu di kabupaten Kendal masih sangat tinggi. Penyebab kematian ibu secara langsung adalah perdarahan, preeklampsi/ eklampsi, dan infeksi. Sedangkan secara tidak langsung, penyebab kematian ibu diperberat oleh keadaan “3 terlambat” (terlambat mengambil keputusan, terlambat mencapai tempat rujukan, terlambat mendapatkan pertolongan di fasilitas kesehatan). Selain itu, diperberat dengan kondisi “4 terlalu” (terlalu tua, terlalu muda, terlalu banyak, dan terlalu rapat jarak kelahiran). Kondisi geografis wilayah kecamatan Singorojo yang jauh dari pusat layanan kesehatan rujukan persalinan, rendahnya pengetahuan dan sikap masyarakat, serta masih banyaknya kasus persalinan muda (di bawah usia 18 tahun) sangatlah merupakan faktor risiko terjadinya komplikasi kehamilan dan persalinan. Melihat fakta-fakta tersebut, maka sebagai upaya pemetaan risiko kehamilan sejak dini dan pencegahan komplikasi persalinan pada ibu hamil, maka perlu dilakukan inovasi yaitu dengan model Kelas Ibu Hamil. Rumusan masalah yang akan dipecahkan dalam kegiatan ini adalah bagaimana model Kelas Ibu Hamil ini dapat dikembangkan untuk upaya pemetaan risiko kehamilan sejak dini dan pencegahan komplikasi persalinan pada ibu hamil di wilayah kecamatan Singorojo kabupaten Kendal. Sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu hamil, Kader Posyandu, Bidan Desa, Perangkat desa, dan pengurus PKK Desa di wilayah kecamatan Singorojo kabupaten Kendal. Setelah secara intensif kelas ibu hamil ini dilaksanakan: 1) pengetahuan peserta kelas ibu hamil menjadi meningkat, 2) sikap peserta ibu hamil menjadi lebih baik, 3) praktik pencegahan risiko dan komplikasi kehamilan oleh ibu hamil menjadi lebih baik, 4) Peserta kelas ibu hamil menjadi lebih intensif melakukan kunjungan ANC setiap bulan ke Bidan Desa setempat. Saran yang diajukan berdasarkan hasil kegiatan ini adalah: 1)Pemerintah Desa diharapkan mampu mengkoordinir dan memfasilitasi kegiatan kelas ibu hamil di semua wilayah RT/ RW, 2) Bidan Desa diharapkan secara intensif melakukan fasilitasi dan pendampingan terhadap pelaksanaan kelas ibu hamil, 3) Puskesmas dan Dinas Kesehatan diharapkan memberikan dukungan untuk efektifitas pelaksanaan kelas ibu hamil dengan bentuk penguatan program, fasilitasi sarana prasarana, bantuan motivasi maupun pendanaan
KUALITAS HIDUP ORANG YANG PERNAH MENDERITA KUSTA Muna, Isyfina Fikrotul; Fibriana, Arulita Ika
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.29492

Abstract

Abstrak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kelet merupakan salah satu Rumah Sakit Umum yang memiliki Unit Rehabilitasi Kusta dan desa Rehabilitasi yang diberi nama Rehabilitation village Sumbertelu. Jumlah mantan penderita kusta di Rehabilitation village adalah 97 orang. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kualitas hidup orang yang pernah menderita kusta di Rehabilitation village Sumbertelu. Jenis penelitian ini analitik observasional  dengan metode rancangan cross sectional. Jumlah sampel adalah 67 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Data diolah menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia responden (PR= 2,036), tingkat pendidikan (PR= 2,036), status pekerjaan (PR= 2,045), tingkat pengetahuan (PR= 2,011), tingkat sosial (PR= 3,826), dukungan keluarga (PR= 2,031), dukungan masyarakat (PR= 2,583), tingkat kecacatan (PR= 1,787), tingkat stres (PR= 2,304), penyakit penyerta (PR= 1,905), lingkungan fisik (PR= 1,805) dengan kualitas hidup orang yang pernah menderita kusta. Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kualitas hidup orang yang pernah menderita kusta (PR= 0,992).   ABSTRACT             RSUD Kelet is one of the General Hospitals that has a Leprosy Rehabilitation Unit and Rehabilitation village named Rehabilitation village Sumbertelu. The number of former lepers in there is 97 people. The purpose of study was to determine the risk factors related to quality of life of people who had leprosy at the Rehabilitation village. This type of research is observational analytic with cross sectional design method. The number of samples is 67 respondents taken by the total sampling technique. Data was processed using the chi-square test. The statistical test results showed that there was a relationship between respondent?s age (PR=2,036), education level (PR=2,036), employment status (PR=2,045), level of knowledge (PR=2,011), social level (PR=3,826), family support (PR=2,031), community support (PR=2,583), disability level (PR=1,787), stress level (PR=2,304), comorbidities (PR=1,905), physical environment (PR=1,805) with the quality of life of people who have leprosy. There is no relationship between sex and the quality of life of people who have had leprosy (PR = 0.992).
Care Support Education: Optimization Model of Communication Change Behavior in Female Sex Workers Azinar, Muhammad; Fibriana, Arulita Ika; Matahari, Ratu; Nisa, Alfiana Ainun
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v16i1.24993

Abstract

Female Sex Workers (FSW) are a group of populations at high risk of transmitting HIV/AIDS. In Indonesia, it is predicted that more than 50% of FSW suffer from sexually transmitted diseases (STDs), as well as in the district of Batang, Central Java, the most cases of HIV/AIDS in FSW. The main causes are weak sexual negotiation skills and economic reasons. The model of behavior change is the main key in decreasing cases of HIV/AIDS transmission. The Care Support Education (CSE) model is an innovative community-based behavior change communication. This research is pre experimental research with one group pretest posttest design. The population is FSW in Batang district localization totaling 123 people. Samples were taken by purposive sampling of 57 people. Test the effect of applying the CSE model on behavior change was analyzed using the Mc Nemar test. Condom use in risky sexual behavior among FSWs was still low (15.8%). Factors that influence it are knowledge, attitudes, perceptions of vulnerability, seriousness, benefits, negotiation capabilities and customer support. The application of the CSE model can significantly increase knowledge (p value 0.00006), attitude (0.0001), condom negotiation skills (0.000001) and practise of using condoms (0.000005).
Kejadian Phlebitis di Rumah Sakit Umum Daerah Defi, Dian Safitri Rara; Fibriana, Arulita Ika
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 3.34556

Abstract

Abstrak Phlebitis merupakan komplikasi pemasangan infus. Jumlah kejadian phlebitis di RSUD Ungaran tahun 2018 sebanyak 416 kasus (3,4%), dan tahun 2019 bulan Januari sampai Juli sebanyak 130 kasus (3,34%). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian phlebitis di RSUD Ungaran. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan studi kasus kontrol. Jumlah sampel 37 kasus dan 37 kontrol dengan teknik consecutive sampling. Penelitian dilakukan di RSUD Ungaran pada bulan Agustus 2019. Data analisis dengan uji chi square menggunakan perangkat SPSS. Hasil menunjukkan bahwa jenis kelamin (p=0.033; OR=3,176; 95% CI=1,202-8,395), riwayat penyakit (p=0,044; OR=3,265; 95% CI=1,144-9,319), ukuran jarum infus (p=0,039; OR=3,523; 95% CI=1,181-10,510), jumlah insersi (p=0,036; OR=3,056; 95% CI=1,180-7,909), lama pemasangan infus (p=0,017; OR=3,660; 95% CI=1,359-9860), persepsi responden tentang teknik aseptik pemasangan infus (p=0,014; OR=4,060; ; 95% CI=1,428-11,547), dan frekuensi pergantian balutan infus (p=0,005; OR=4,563; 95% CI=1,683-12,371) berhubungan dengan kejadian phlebitis. Kesimpulan penelitian ini adalah variabel frekuensi pergantian balutan infus mempunyai pengaruh lebih besar terhadap kejadian phlebitis. Kata kunci: Faktor Risiko, Phlebitis, Infus Abstract Phlebitis is complication of infusion. The number of phlebitis in the Ungaran General Hospital in 2018 was 416 cases (3.4%), and in 2019 from January to July there were 130 cases (3.34%). The purpose of this study was to determine the factors associated with phlebitis. This type of research is observational analytic with case control study. Samples was 37 cases and 37 controls by consecutive sampling technique. This research was conducted at Ungaran General Hospital in August 2019. Data were analyzed using chi square test with SPSS. The results showed that gender (p=0.033; OR=3,176; 95% CI=1,202-8,395), history of disease (p=0,044; OR=3,265; 95% CI=1,144-9,319), infusion needle size (p=0,039; OR=3,523; 95% CI=1,181-10,510), number of insertions (p=0,036; OR=3,056; 95% CI=1,180-7,909), duration of infusion (p=0,017; OR=3,660; 95% CI=1,359-9860), respondents perceptions about aseptic techniques (p=0,014; OR=4,060; 95% CI=1,428-11,547), and the infusion dressing frequency (p=0,005; OR=4,563; 95% CI=1,683-12,371) related to the incidence of phlebitis. The conclusion is the infusion dressing frequency variable has a greater influence on the incidence of phlebitis. Keywords: Risk Factors, Phlebitis, Infusion