Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Evaluasi Layout Pemasangan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) Dengan Metode Fire Risk Assessment (FRA) Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 26/PRT/M/2008 (Studi Kasus : Pasar Sentral Kota Lama Kota Kendari) Fitriah Mas'ud; Putra Dwijanto Mangoki; Anafi Minmahddun
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v8i1.40075

Abstract

Pasar rakyat ini beberapa kali mengalami kebakaran besar. Namun, pemerintah terus membenahi salah satu pusat perdagangan di Kendari. Pada 2010, pasar rakyat kembali mengalami nasib naas. Tujuan umum dari penelitian ini adalah mengevaluasi sistem proteksi kebakaran dalam penerapan K3 di gedung Pasar Induk Kota Lama. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif diperkenalkan oleh Struat Schlegel. APAR) di Pasar Induk Kota Lama Kota Kendari diketahui terdapat 3 unit APAR pada setiap blok yang tidak mencukupi untuk menutupi seluruh ruangan dan dalam hal ini tidak memenuhi standar dalam PERMEN PU No.26/PRT/ M/2008. Agar dapat berfungsi dengan baik, Pasar Induk Kota Lama perlu menyediakan anggaran khusus untuk APAR dan tidak dicampur dengan kegiatan lain agar APAR dapat berjalan dengan baik.
Tinjauan Kebutuhan Alat Berat Pada Proyek Peningkatan Jalan Ambaipua - Motaha La Ode Resaldi; Nasrul Nasrul; Firiah Fitriah
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v8i2.32506

Abstract

AbstrakAlat berat yang diteliti dalam Tugas Akhir ini adalah Wheel Loader, Dump Truck, Motor Grader, Vibrator Roller dan Water Tank Truck.Metode perhitungan yang digunakan adalah analisis data, perhitungan volume, perhitungan produktivitas mesin, jumlah mesin, waktu yang dibutuhkan dan analisis biaya mesin.Hasil penelitian lapis pondasi agregat kelas A dengan volume 1.022,25 m3, produktivitas untuk 1 unit wheel loader dapat mencapai 31,74 m3 / jam selama 4,6 hari, dengan harga sewa Rp. 23.464.393 per/hari, 5 unit dump truck dapat 3,87 m3 / jam selama 7,54 hari dengan harga sewa Rp. 296.106.862,66 per/hari, 1 unit motor grader dapat 25,94 m3 / jam selama 5,62 hari dengan harga sewa Rp. 34.998.305,67 per/hari, 1 unit Vibrator Roller bisa 37,35 m3/jam selama 3,90 hari dengan harga sewa Rp. 15.840.537,12 per/hari, Dan didapatkan 1 unit water tangker sebesar 71,14 m3 / jam selama 2 hari dengan harga sewa Rp. 7.823.036,3. AbstrakAlat berat yang di teliti pada Tugas Akhir ini yaitu Wheel Loader, Dump Truck, Motor Grader, Vibrator Roller dan Water Tank Truck .Metode perhitungan yang digunakan yaitu analisa data, perhitungan volume, perhitungan produktivitas alat berat, jumlah alat berat, waktu yang dibutuhkan dan analisa biaya alat berat.Hasil penelitian Lapis gitar agregat kelas A dengan volume 1.022,25 m3 maka produktivitas Untuk 1 unit wheel loader di dapat sebesar 31,74 m 3 /jam selama 4,6 hari, dengan harga sewa Rp. 23.464.393 per/hari, 5 unit dump truck di dapat sebesar 3,87 m 3 /jam selama 7,54 hari dengan harga sewa Rp. 296.106.862,66 per/hari, 1 unit motor grader dapat sebesar 25,94 m 3 /jam selama 5,62 hari dengan harga sewa Rp. 34.998.305,67 per/hari, 1 unit Vibrator Roller dapat sebesar 37,35 m 3 /jam selama 3,90 hari dengan harga sewa Rp. 15.840.537,12 per/hari, Dan 1 unit water tangker yang di dapatkan sebesar 71,14 m3 /jam selama 2 hari dengan harga sewa Rp. 7.823.036,3.                                                                                        
Analisis Perbandingan Penggunaan Quarry Abeli Dan Quarry Simbo Berdasarkan Waktu Dan Biaya (Studi Kasus : Proyek Pembuatan Jalan Inspeksi Bandar Udara Haluoelo) Abdul Rajab; Sulha Sulha; Fitriah Fitriah
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v8i2.32659

Abstract

Optimization of construction projects is very important because many projects have had their work schedule stopped due to funding problems and soaring material prices. One type of project that is of concern in terms of cost optimization is a road pavement project. This huge cost is inseparable from the procurement of the materials needed for road construction, what's more, quarry materials are not available around the project site and to bring in these materials is increasingly expensive. The purpose of this study is to analyze how to compare costs and compare the duration of time required between the use of the Abeli Quarry and the Simbo Quarry. Based on the calculation results, the time needed to replace subgrade using simbo quarry is done by 1 person the foreman, 10 units of dump trucks and 1 unit of excavator is 14 days while for abeli quarry with the same number of workers and equipment it can be done in 28 days. Based on the results of the calculation of the budget plan, the cost required for subgrade replacement work using quarry simbo is Rp. 538,102,160.00 while for the abeli quarry it is Rp. 1,048,254,320.00 with a difference of Rp. 510,152,160.00. The duration of time needed for subgrade replacement work using abeli quarry is 28 days while for simbo quarry is 14 days. Where the difference in time is 14 days with a comparison percentage of 50%.Optimalisasi pada proyek konstruksi menjadi sangat penting karena banyak proyek yang jadwal pekerjaannya dihentikan karena masalah dana dan harga material yang melonjak. Salah satu jenis proyek yang menjadi perhatian dalam hal pengoptimalisasian biaya adalah proyek perkerasan jalan (pavement). Biaya yang besar ini tidak terlepas dari pengadaan material yang dibutuhkan untuk pembangunan jalan apa lagi quarry material tidak tersedia disekitar lokasi proyek dan untuk mendatangkan material-material itu semakin mahal. Adapun tujuan penelitian ini, yaitu Untuk menganalisa Bagaimana perbandingan biaya dan perbandingan durasi waktu yang dibutuhkan antara quarry abeli dan quarry simbo. Berdasarkan hasil perhitungan, waktu yang dibutuhkan Pada penggantian tanah dasar dengan mengunakan quarry simbo yang dikerjakan oleh 1 orang mandor, 10 unit dump truck dan 1 unit excavator adalah 14 hari sedangkan untuk quarry abeli dengan jumlah pekerja dan peralatan yang sama dapat dikerjakan dalam waktu 28 hari. Berdasarkan hasil perhitungan rencana anggaran biaya, biaya yang dibutuhkan perkerjaan penggantian tanah dasar dengan menggunakan quarry simbo adalah Rp. 538.102.160,00 sedangkan untuk quarry abeli adalah Rp.1.048.254.320,00 dengan selisih sebesar Rp.510.152.160,00. Durasi waktu yang dibutuhkan untuk pekerjaan penggantian tanah dasar menggunakan quarry abeli yakni 28 hari sedangkan untuk quarry simbo yakni 14 hari. Dimana selisih waktunya yakni 14 hari dengan persentase perbandingan 50%.
TINJAUAN FAKTOR KETERLAMBATAN PEKERJAAN STUDI KASUS DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA Tajri Tajri; Baso Mursidi; Fitriah Fitriah; Fathur Rahman Rustan
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v8i3.35552

Abstract

Penelitian ini memuat tinjauan akan faktor-faktor keterlambatan pekerjaan konstruksi dengan menggunakan metode House of Risk untuk menganalisis faktor dan penyebab keterlambatan Pembangunan Gedung Induk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, maka terdapat 12 (dua belas) poin penyebab keterlambat yang teridentifikasi yaitu kesalahan dalam menentukan kebutuhan tenaga kerja, tenaga kerja yang tidak menetap, kurangnya tenaga kerja manusia yang terampil, kurangnya kehadiran tenaga kerja, materi dan bahan didatangkan dari tempat jauh, minimnya pengaan material yang ada dilapangan, pengiriman bahan dan material yang terlambat, pemantauan dan pengontrolan tidak maksimal, terdapat konflik dan kesalahpahaman, koordinasi yang lemah, prosedur yang tidak tepat, serta pandemic covid-19, yang kemudian dikelompokkan menjadi 3 (tiga) faktor utama keterlambatan yaitu kurangnya tenaga kerja, keterlambatan pengantaran material, dan kurangnya koordinasi dilapangan.
Evaluasi Lapis Pondasi Agregat Kelas A (LPA) Dengan Menggunakan Metode Sand Cone Defa Febriana; Muh Handy Dwi Adityawan; Fitriah Fitriah
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/medkons.v9i1.6

Abstract

The sand cone test is a density test to determine the density sub-base or base-course aggregate foundation layers in the Project field. The purpose of this study is to determine the density value of base-course aggregate foundation layer in the Preservasi Jalan Wolo - Batas Kota Kolaka II project. The research method used is a quantitative method by conducting tests in the field and compared from laboratory test results. From the results of laboratory tests, the maximum density in the field is 2.23 gr/cm³, with the optimum moisture content value is 5.84%. The results of field testing from 20 points, the lowest density is 100.02%, thus all points meet the specifications of SNI 1743: 2008, method D.
Analisis Perbandingan Metode Fast Track Dan Metode Crashing Terhadap Efisiensi Biaya Dan Aktivitas Waktu Pelaksanaan Fitriah Fitriah; Wayan Mustika; Romy Talanipa; Syahrul Ramadhan
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 9 No. 4 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/medkons.v9i4.88

Abstract

Pembangunan proyek memerlukan sumber daya manusia, material, peralatan, metode, uang, informasi, dan waktu, dengan tiga aspek penting, yaitu waktu, biaya, dan mutu (Kerzner, 2006). Meskipun mutu harus tetap dijaga, namun sering terjadi pembengkakan biaya dan keterlambatan waktu (Praboyo, 1999) yang dapat menurunkan efisiensi dan nilai kompetitif pengembang (Mora dan Li, 2001). Lokasi penelitian adalah Proyek Rehabilitasi D.I Wawotobi, Kabupaten Konawe (Paket-2) oleh PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk – PT. Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk KSO. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis percepatan proyek dengan metode Fast Track dan Crashing, mengukur persentase durasi dan biaya proyek, serta menilai metode mana yang lebih efektif untuk proyek ini. Penelitian menggunakan metode Fast Track dan Crashing, metode Fast Track menata ulang aktivitas pekerjaan secara paralel tanpa mempengaruhi biaya, sedangkan metode Crashing mengurangi waktu proyek secara terstruktur dan logis dari kegiatan proyek. Berdasarkan hasil analisis, Fast Track mempercepat penyelesaian proyek sebesar 2,04% (5 hari) dan menghemat biaya sebesar 0,05% (Rp 42.950.813), sedangkan Crashing mempercepat penyelesaian proyek sebesar 18,78% (46 hari) dan menghemat biaya sebesar 1,01% (Rp 817.060.274). Metode Crashing lebih efektif dalam mengurangi durasi dan biaya proyek.