Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Sosiohumaniora

ANALISIS KEMISKINAN DAN KETIMPANGAN DISTRIBUSI PENDAPATAN PADA PETERNAK SAPI PERAH (Survey di Wilayah Kerja Koperasi Unit Desa Sinar Jaya Kabupaten Bandung) Achmad Firman; Linda Herlina
Sosiohumaniora Vol 8, No 1 (2006): SOSIOHUMANIORA, MARET 2006
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v8i1.5362

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap tingkat kemiskinan dan ketimpangan pendapatan pada peternak sapi perah di wilayah kerja KUD Sinar Jaya Kabupaten Bandung. Objek dari penelitian ini adalah peternak sapi perah yang menjadi anggota koperasi. Jumlah responden yang dipilih untuk dijadikan sampel sebanyak 69 orang yang dilakukan secara proporsional. Hasil analisis pada tingkat kemiskinan dilakukan berdasarkan dua standar kemiskinan, yaitu berdasarkan Biro Pusat Statistik dan Bank Dunia. Adapun kondisi kemiskinan dikategorikan menjadi dua kategori, yaitu miskin persistent dan miskin transient/vulnerable. Tingkat kemiskinan yang terjadi pada peternak sapi perah di wilayah KUD tersebut menunjukkan jumlah peternak miskin yang dikategorikan miskin persistent sebanyak 14 orang (20,29 persen) berdasarkan standar BPS atau 24 orang (34,78 persem) berdasarkan standar Bank Dunia. Sedangkan responden yang dikategorikan sebagai miskin vulnerable sebanyak 32 orang (46,38 persen) berdasarkan standar BPS atau 22 orang (31,88 persen) berdasarkan standar Bank Dunia. Berdasarkan analisis tersebut menunjukkan bahwa yang tidak termasuk kategori miskin berjumlah 23 orang (baik berdasarkan standar BPS ataupun Bank Dunia). Bila ditinjau dari tingkat ketimpangan distribusi pendapatan dari parat peternak sapi perah di wilayah tersebut menunjukan nilai Gini Rationya sebesar 0,2149. Ini berarti bahwa tingkat ketimpangan distribusi pendapatan di tingkat peternak sapi perah relatif rendah. Rendahnya tingkat ketimpangan tersebut menunjukkan bahwa antara peternak kaya dan miskin tidak terjadi gap yang lebar. Hal ini menandakan bahwa jumlah kepemilikan ternak tidak dapat dijadikan ukuran untuk melihat ketimpangan namun produktivitas dan kualitas susu-lah yang berpengaruh terhadap pendapatan peternak. Kata kunci: Tingkat Ketimpangan, Distribusi Pendapatan, Tingkat Kemiskinan
DAMPAK OUTPUT SEKTOR TRANSPORTASI TERHADAP SEKTOR PERTANIAN DAN PETERNAKAN DI INDONESIA (ANALISIS INPUT – OUTPUT) Achmad Firman
Sosiohumaniora Vol 10, No 2 (2008): SOSIOHUMANIORA, JULI 2008
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v10i2.5399

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dampak output sektor transportasi terhadap sektor pertanian dan peternakan. Data yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah data input-output Indonesia Tahun 2000. Hasil analisis menunjukkan, bahwa dampak output subsektor transportasi kereta api dan angkutan laut dimanfaatkan oleh sektor pertanian dan peternakan pada urutan ke tiga. Subsektor angkutan darat dan jasa penunjang angkutan dimanfaatkan oleh sektor pertanian dan peternakan pada urutan ke empat. Sedangkan subsektor angkutan darat dimanfaatkan oleh sektor peranian dan peternakan pada urutan ke lima. Hal tersebut semakin memperjelas, bahwa sektor pertanian dan peternakan tidak menggunakan sektor transportasi sebagai komponen utama dalam produksi melainkan sebagai penunjang kegiatan usaha. Sedangkan sektor industri pengolahan lebih sering menggunakan jasa sektor transportasi dalam distribusi barang dan jasanya. Kata kunci: Output, transportasi, pertanian, peternakan.
PENENTUAN WILAYAH-WILAYAH SENTRA PENGEMBANGAN TERNAK KECIL DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Achmad Firman; Obed Haba Nono
Sosiohumaniora Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2735.784 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v22i1.23250

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Nusa Tenggara Timur yang bertujuan untuk menentukan wilayah-wilayah yang dapat dijadikan sentra bagi pengembangan ternak kambing, domba, dan babi. Data sekunder digunakan dalam penelitian ini untuk menentukan wilayah pengembangan ternak kecil tersebut. Analisis kuantitatif menjadi metode yang digunakan pada kajian ini. Hasilnya memperlihatkan bahwa (1) sentra pengembangan ternak kambing adalah di Kabupaten Sumba Timur, Kab. Timur Tengah Utara (TTU), Kab. Alor, Kab. Flores Timur, Kab. Sikka, Kab. Nagekeo, Kab. Manggarai Timur, dan Kab. Sabu Raijua; (2) pengembangan ternak domba terdapat di Kabupaten Rote Ndao dan Kabupaten Sabu Raijua; dan (3) pengembangan ternak babi terdapat di Kab. Sumba Barat, Kab. Kupang, Kab. Timur Tengah Selatan (TTS), Kab. Ngada, Kab. Sumba Tengah, Kab. Sumba Barat Daya, dan Kota Kupang.