Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Hasil Belajar PKN Siswa Kelas III SDI Japing Kecamatan Pattallasang Kabupaten Gowa Melani Melani; Abdul Rahman; Bhakti Prima Findiga Hermuttaqien
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/pjp.v6i2.41991

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menggambarkan penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah pada pembelajaran PKn, (2) Untuk menggambarkan hasil belajar siswa pada pembelajaran PKn yang menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (3) untuk mengetahui pengaruh penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap hasil belajar PKn dikelas III SDI Japing Kecamatan Pattallasang Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Eksperimen dan desain penelitian Quasi Eksperimental Design. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas III A dan III B SDI Japing. Sampel yang terpilih dalam penelitian ini berdasarkan teknik Purposive Sampling yaitu siswa dikelas III SDI Japing Kecamatan Pattallasang Kabupaten Gowa.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik análisis data yang digunakan yaitu análisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial yang terdiri dari uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan independent sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini yakni (1) Proses pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah terlaksana dengan sangat baik, (2) Selain itu, hasil belajar siswa pada kelas eksperimen meningkat setelah diberi perlakuan menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah dibanding dengan kelas kontrol yang tidak menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dalam proses pembelajaran, (3) Sehingga dapat dikatakan bahwa penggunaan Model Pembelajaran Berbasis Masalah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar pada mata pelajaran PKn siswa kelas III SDI Japing Kecamatan Pattallasang Kabupaten Gowa.
Implementasi Kurikulum Merdeka Dalam Pembelajaran IPAS Kelas V SDN Batangkaluku Kabupaten Gowa Nurafiat Nurafiat; Muhammad Faisal; Bhakti Prima Findiga Hermuttaqien
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/pjp.v6i1.63305

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan : (1) untuk mendeskripsikan perencanaan modul ajar kurikulum merdeka dalam pembelajaran IPAS Kelas V SDN Batangkaluku Kabupaten Gowa, (2) untuk mendeskripsikan pelaksanaan kurikulum merdeka dalam pembelajaran IPAS Kelas V SDN Batangkaluku Kabupaten Gowa, dan (3) untuk mendeskripsikan penilaian kurikulum merdeka dalam pembelajaran IPAS Kelas V SDN Batangkaluku Kabupaten Gowa. Aspek yang diteliti meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian kurikulum merdeka pada pembelajaran IPAS Kelas V B. Subjek dalam penelitian ini adalah guru wali kelas V B. Pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian ini sebagai berikut: (1)Perencanaan pembelajaran kurikulum merdeka dalam pembelajaran IPAS kelas V SDN Batangkaluku Kabupaten Gowa, perencanaan pembelajaran kurikulum merdeka sudah baik, sesuai dengan komponen-komponen modul ajar kurikulum merdeka. Guru memiliki dokumen capaian pembelajaran (CP), dan alur tujuan pembelajaran (ATP). Pada isi dokumen modul ajar yang telah disusun oleh guru juga terdapat tiga komponen yaitu, komponen informasi umum, komponen inti, dan lampiran. (2)Pelaksanaan kurikulum merdeka dalam pembelajaran IPAS Kelas  V SDN Batangkaluku Kabupaten Gowa, pelaksanaan  kurikulum merdeka terlaksana cukup baik. Guru telah melaksanakan pembelajaran yang sudah sesuai dengan beberapa isi pada modul ajar. (3)Penilaian kurikulum merdeka dalam pembelajaran IPAS Kelas V di SDN Batangkaluku Kabupaten Gowa, proses penilaian dilakukan dalam pembelajaran IPAS pada kurikulum merdeka dilakukan cukup baik  dengan penilaian  diagnostik, penilaian formatif, dan penilaian sumatif.
Evaluasi implementasi kurikulum 2013 sekolah dasar di Kota Bandung Bhakti Prima Findiga Hermuttaqien
Inovasi Kurikulum Vol. 12 No. 2 (2015): Inovasi Kurikulum, August 2015
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v12i2.48234

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidaksesuaian pembatasan implementasi Kurikulum 2013 Sekolah Dasar (SD) oleh Kemendikbud dengan kesiapan Kota Bandung yang mencapai 90%. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui perencanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kurikulum 2013 di SD, (2) mengetahui proses pembelajaran pada implementasi Kurikulum 2013 tematik terpadu di SD, (3) mengetahui implementasi penilaian autentik dalam kegiatan pembelajaran pada Kurikulum 2013 di SD, (4) mengetahui respons siswa dalam pelaksanaan pembelajaran tematik terpadu. Penelitian evaluasi ini menggunakan model Stake's Countenance dengan pendekatan evaluasi kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, studi dokumen, observasi, dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah Waka Kurikulum, guru, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum 2013 Sekolah Dasar di Kota Bandung meliputi perencanaan RPP Kurikulum 2013, implementasi Kurikulum 2013 tematik terpadu, dan implementasi penilaian autentik serta respons siswa dalam pelaksanaan pembelajaran tematik terpadu berjalan baik sekali. Simpulan penelitian evaluasi dengan Stake's Countenance Model yaitu: (1) perencanaan RPP pada Kurikulum 2013 yang telah dikembangkan oleh para guru sesuai seluruhnya dengan standar yang telah ditetapkan pemerintah, (2) proses pembelajaran pada implementasi Kurikulum 2013 tergolong dalam kategori baik sekali, (3) implementasi penilaian autentik dalam kegiatan pembelajaran tergolong dalam kategori baik, (4) respons siswa dalam implementasi Kurikulum 2013 menunjukkan respons positif (baik sekali).