p-Index From 2021 - 2026
5.364
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Agrikultura Jurnal Floratek AGRIKA Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan CEMARA BioCONCETTA SC (Savana Cendana) : Jurnal Pertanian Konservasi Lahan Kering Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia BIOMA : Jurnal Biologi Makassar Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences AGRISAINTIFIKA Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Agrosains: Jurnal Penelitian Agronomi Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan AGRIPEAT JURNAL AGROHITA CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy AGROMIX JURNAL PERTANIAN JURNAL AGRONIDA Logista: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Hilirisasi IPTEKS (JHI) Buletin Ilmiah Nagari Membangun Jurnal Entomologi Indonesia Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Jurnal Agrotek Indonesia Menara Ilmu Jurnal Agroplasma PRIMA: Journal of Community Empowering and Services ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Agrokompleks Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Media Pertanian Jurnal Riset Perkebunan (JRP) Journal of Applied Agricultural Science and Technology Mediagro JURNAL HUTAN TROPIS CELEBES Agricultural Madani : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat AGRONES: JOURNAL OF AGRICULTURE, AGRIBUSINESS WELFARE, TECHNOLOGI, HUMANITY, ENVIRONMENT, SOCIAL AND ECONOMY
Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak konsentrasi subletal dan frekuensi aplikasi insektisida fipronil terhadap dinamika populasi wereng batang cokelat (WBC) (Nilaparvata lugens Stal.) pada padi varietas ir64 dan ciherang: The effect of sublethal concentrations and application frequency of fipronil insecticide on the population of brown planthopper (Nilaparvata lugens Stal.) on rice varieties IR64 and Ciherang Awaluddin; Siti Anima Hisein, Waode; Nuriadi; Efendi, Siska; Dadang; Anwar, Ruly; Giyanto, Giyanto
Jurnal Entomologi Indonesia Vol 23 No 1 (2026): March
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5994/jei.23.1.39

Abstract

Fipronil merupakan insektisida yang banyak digunakan dalam pengendalian hama wereng batang cokelat (WBC) (Nilaparvata lugens Stal.) di Indonesia. Penggunaan fipronil di tingkat petani seringkali tidak sesuai anjuran sehingga menimbulkan kekhawatiran terjadinya resurjensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi subletal dan frekuensi aplikasi insektisida fipronil terhadap peningkatan populasi WBC pada dua varietas padi, yaitu IR64 dan Ciherang. Sampel WBC yang digunakan berasal dari Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Penelitian terdiri atas uji toksisitas untuk menentukan konsentrasi subletal fipronil, yaitu pada tingkat LC15, LC25, dan LC40, air sebagai kontrol. Masing-masing perlakuan diaplikasikan sebanyak 1, 2, dan 3 kali dengan selang waktu 5 hari antar aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan konsentrasi subletal (LC15, LC25, dan LC40) memicu fenomena hormoligosis yang ditandai dengan peningkatan signifikan pada persentase penetasan telur di semua tingkat konsentrasi dibandingkan dengan kontrol. Persentase penetasan telur tertinggi terdapat pada perlakuan LC15  dengan varietas Ciherang, yakni 82,55%. Meskipun peningkatan konsentrasi dan frekuensi aplikasi (1–3 kali) secara linear meningkatkan mortalitas nimfa hingga 94,44% pada perlakuan LC40, namun pada dosis rendah LC15, peningkatan frekuensi aplikasi justru menstimulasi lonjakan populasi nimfa F1. Populasi nimfa tertinggi terdapat pada varietas Ciherang dengan perlakuan LC15 dua kali aplikasi, yakni 1197,33 individu. Temuan ini mengonfirmasi bahwa aplikasi fipronil pada tingkat subletal, terutama pada varietas rentan, tidak hanya gagal mengendalikan WBC tetapi justru memicu resurjensi melalui peningkatan keberhasilan penetasan telur dan stimulasi reproduksi generasi berikutnya.