Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PADA PRODUK PAVING BLOCK MENGGUNAKAN STATISTICAL QUALITY QONTROL (SQC) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA): Studi Kasus: UD. Industri Cahaya Baru Rifaldi; Silvia Firda Utami; Nurul Hudaningsih; Ismi Mashabai
Hexagon Vol 7 No 1 (2026): EDISI 11
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v7i1.6379

Abstract

Paving block merupakan salah satu produk yang diproduksi oleh UD. Industri Cahaya Baru. Dalam proses produksinya terdapat banyak cacat produk yang tidak sesuai standar. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas prduk dan pengendaliannya menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC) dan Failure Mode and Effect Analysys (FMEA). Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian kecacatan tertinggi pada bagian cacat gompel dengan jumlah 550 biji dengan presentase 49,1%. Penyebab cacat tersebut dari lima faktor yaitu lingkungan, manusia, mesin, material, dan metode. Nilai RPN tertinggi yaitu 125 dari faktor manusia yaitu kurangnya kedisiplinan karyawan dan tidak ada pengecekan kualitas akhir.
ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN SUPPLIER BAHAN BAKU BESI HOLLOW TERBAIK MENGGUNAKAN METODE PREFERENCE RANKING ORGANIZATION METHOD FOR ENRICHMENT EVALUATION (PROMETHEE) Meriandani, Rina; Utami, Silvia Firda; Mashabai, Ismi; Ulfaturrahmi, Ulfaturrahmi
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 13, No 2 (2025): PROFISIENSI DESEMBER 2025
Publisher : University of Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/profis.v13i2.8225

Abstract

Pemilihan supplier bahan baku yang tepat menjadi faktor krusial dalam menjamin kelancaran proses produksi dan kualitas produk, terutama bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) seperti UD. Farani yang bergerak di bidang pengelasan furniture besi. Permasalahan umum yang dihadapi meliputi fluktuasi harga, keterlambatan pengiriman, rendahnya kualitas bahan, dan kurangnya pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk membantu UD. Farani dalam menentukan supplier besi hollow terbaik dengan menerapkan metode Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluation (PROMETHEE). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui kuesioner kepada 30 responden. Empat kriteria yang digunakan adalah kualitas, harga, pelayanan, dan pengiriman. Data dianalisis menggunakan metode PROMETHEE manual dan perangkat lunak Visual PROMETHEE. Hasil analisis menunjukkan bahwa alternatif A1 (Toko Sumber Mas) menempati peringkat tertinggi sebagai supplier terbaik berdasarkan nilai net flow tertinggi dari hasil perhitungan PROMETHEE II. Penerapan metode ini terbukti membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih objektif, sistematis, dan efisien. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi pengambilan keputusan yang berkelanjutan di UD. Farani maupun UMKM serupa lainnya. Kata kunci : Supplier, Metode PROMETHEE, Sistem Pendukung Keputusan, Visual PROMETHEE
Analisis Strategi Bersaing Menggunakan SWOT Dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) Di J&T Express Sumbawa Handayani, Pitri; Ismi Mashabai; Silvia Firda Utami; Nurul Hudaningsih
JURNAL INDUSTRI DAN TEKNOLOGI SAMAWA Vol 7 No 1 (2026): EDISI 13
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jitsa.v7i1.6478

Abstract

J&T Express Sumbawa began operations in 2016. Based on the results of a questionnaire containing 10 questions to 20 customers, it was found that JNE was the preferred choice of consumers when selecting a freight forwarding service. This indicates that consumer interest in choosing J&T Express Sumbawa for shipping services has decreased. The method used to design J&T Express Sumbawa's competitive strategy involved analyzing the internal and external environment through the determination of IFAS weights, EFAS, the IE matrix position, and the formulation of strategies using SWOT analysis. For prioritizing alternative strategies, QSPM was used. The results of the IFAS matrix calculation yielded a total score of 2.913, and the EFAS matrix calculation yielded a total score of 3.524. The strategy from the IE matrix is described as a growth and development strategy. The SWOT matrix strategy produced 11 alternatives: 2 SO strategies, 3 ST strategies, 3 WO strategies, and 3 WT strategies. The QSPM matrix strategy priority assessment yielded 3 main priorities: strategy 5 with a TAS score of 5.692, which involves implementing technology to improve service quality; strategy 2 with a TAS score of 5.594; and strategy 10 with a TAS score of 5.328
Analisis Manufacturing Cycle Affectiveness Pada Produksi Kusen Jendela Untuk Meminimalisir Non Value Added Activity Mashabai, Ismi; Oktariani , Dila; Adiasa, Iksan
Metode : Jurnal Teknik Industri Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Metode
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/mt.v12i1.5399

Abstract

CV. Tunggal Putri, a window frame manufacturer in Sumbawa, faces challenges with production delays that affect customer satisfaction. This study analyzes the effectiveness of its production cycle using the Manufacturing Cycle Effectiveness (MCE) method to reduce non-value-added activities. The research methods include field observation, work time measurement, data adequacy and uniformity tests, and analysis with fishbone diagrams and the 5W+1H approach. The findings show that value-added activities account for 14.98% (19.7 minutes), while non-value-added activities dominate at 80.92% (106.42 minutes), mainly due to waiting for delayed processes. Necessary but non-value-added activities, such as machine setup and material transport, represent 4.09% (5.39 minutes). Interviews with the production head identified three root causes from the fishbone diagram—machine, method, and human factors. The circular saw machine often breaks down due to overheating and wood dust accumulation, while ineffective methods and human errors further contribute to inefficiencies. The study highlights that non-value-added activities significantly reduce production efficiency. After analysis and proposed improvements, production effectiveness increased, demonstrating that the MCE method is effective in identifying and minimizing wasteful activities. In conclusion, applying MCE helps improve efficiency and reduce production time, thereby enhancing customer satisfaction and competitiveness in window frame manufacturing at CV. Tunggal Putri.  
Analisis Preventive Maintenance pada Unit Haul Truck Tipe Cat 777e dengan Menggunakan Siklus Plan, Do, Check, Action (PDCA) Di PT. Lawang Sampar Dodo Adiasa, Iksan; Fachri, Yunan; Suarantalla, Ryan; Mashabai, Ismi
Performa: Media Ilmiah Teknik Industri Vol 20, No 1 (2021): Performa: Media Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/performa.20.1.44826

Abstract

Perawatan berkala adalah suatu kegiatan service yang dilakukan secara berkala dan sudah ter-jadwal-kan dalam suatu kurun waktu yang relatif cukup lama atau setelah melewati beberapa kali melakukan service rutin. Hasil dari Perawatan berkala ini digunakan untuk meningkatkan performa kerja dari suatu unit mesin produksi untuk memudahkan pemakaian, menunjang keamanan dan kenyamanan dari suatu pekerjaan. PT Lawang Sampar Dodo merupakan spesialisasi dalam penyediaan, manajemen dan pengembangan tenaga kerja untuk sektor pertambangan, manufaktur, teknik, konstruksi dan infrastruktur. Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preventive maintenance pada unit Haul truck tipe CAT 777E sekaligus menganalisa permasalahan preventive maintenance pada unit Haul truck tipe CAT 777E. Analisa dilakukan dengan menggunakan siklus Plan, Do, Check, action (PDCA). Hasil dan kesimpulan yang diperoleh adalah unit hull truck tipe CAT 777E adalah salah satu jenis haul truck yang rutin dilakukan preventive maintenance dan permasalahan pada preventive maintenance haull truck tipe CAT 777E salah satunya terjadi karena operator kurang mendapatkan training dari departemen OTD yang mengakibatkan operator jarang melakukan Pelaksanaan Perawatan Harian (P2H).
Analisis Beban Kerja Pekerja Pada Gedung 1 Departemen Produksi PT. Sunthi Sepuri Menggunakan Metode Full Time Equivalen (FTE) Sukirman, Sukirman; Mashabai, Ismi; Adiasa, Iksan
Performa: Media Ilmiah Teknik Industri Vol 20, No 1 (2021): Performa: Media Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/performa.20.1.44825

Abstract

Perkembangan industri saat ini semakin pesat baik dalam bidang manufaktur maupun jasa. Berkembangnya perindustrian ini sangat memberikan dampak yang positif bagi negara maupun perusahaan sendiri. Baik secara langsung maupun tidak langsung. PT Sunthi Sepuri (PT. SS) merupakan perusahan nasional yang memproduksi dan memasarakan produk farmasi. PT Sunthi Sepuri (PT. SS) berkomitmen tinggi terhadap standar kualitas yang baik sehingga dapat menghasilkan produk yang dipercaya dan memuaskan pelanggan. Kualitas produk farmasi harus dijaga kualitasnya karena menyangkut kesehatan masyarakat, oleh karena itu operator yang bekerja diperusahaan tersebut harus bekerja secara profesional. Agar operator bekerja dengan profesional beban kerja harus dibagikan sesuai dengan beban yang distandarkan pemerintah. Metode yang digunakan oleh peneliti dalam menganalisi beban kerja adalah metode FTE (full time equivalen). Metode ini digunakan oleh peneliti karena sesuai dengan kondisi yang ada diperusahaan. Area yang diteliti adalah departemen produksi PT. Sunthi Sepuri (PT. SS). Hal ini dilakukan karena keterbatasan departemen yang diberikan izin masuk oleh perusahaan. Selain itu, proses produksi diambil peneliti karena sesuai dengan konsentrasi keahlian penelitian yakni manufaktur. Hasil didapatkan dari penelitian yang telah dilakukan adalah bahwa dari lima operator, operator mesin blistering dan operator mesin compressing 4 memiliki beban kerja yang overload (berlebih), sehingga perlu dilakukan penambahan masing-masing satu orang operator di kedua stasiun kerja tersebut.