Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENYULUHAN PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK DAN PELATIHAN PEMBUATAN KOMPOS DI DUSUN TEGALTANDAN Ramadhona, Fazira Zuda; Rulyastuti, Hanifah; Dwi P., Maria Ulfa; Aditya, Muhamad Arby; Widiandari, Kadek Sinta; Utami, Riski Lingga; Santri, Ichtiarini Nurullita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19485

Abstract

ABSTRAKKesadaran rendah masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah, khususnya sampah domestik, menyebabkan tantangan dalam pengelolaan sampah. Salah satu pendekatan yang efektif adalah pengomposan, sebuah metode pengolahan sampah organik menjadi produk yang bermanfaat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Dusun Tegaltandan RT 15 dan 16 Kecamatan Banguntapan, melalui penyuluhan dan pelatihan pembuatan kompos.. Kegiatan ini melibatkan partisipasi sejumlah 27 orang. Evaluasi dilakukan dengan mengukur nilai minimal pre-test adalah 5 sedangkan nilai minimal post-test adalah 8 sebagai indicator peningkatan pemahaman masyarakat terkait pengolahan sampah organik. Hasil menunjukkan   rata-rata nilai pre-test sebesar 7,5 meningkat menjadi 9 pada nilai rata-rata post-test atau terjadi peningkatan sebesar 5.5 %. Dari kegiatan ini, terlihat bahwa kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah organik meningkat secara signifikan. Hal ini penting karena memberikan pemahaman yang kuat kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah, termasuk perbedaan antara sampah organik dan anorganik, serta proses pengolahan sampah menjadi kompos. Pengetahuan ini menjadi kunci dalam bertindak secara bertanggung jawab terhadap kesehatan lingkungan. Kata kunci: sampah; kompos; pelatihan. ABSTRACTPeople's low awareness of the importance of waste management, particularly domestic waste, poses challenges in waste handling. Composting, an effective method of converting organic waste into useful products, stands out as a viable solution. This research aims to conduct community service activities in Tegaltandan Hamlet RT 15 and 16, Banguntapan Subdistrict, focusing on counseling and composting training. This initiative engaged 27 participants. Evaluation was based on a minimum pre-test score of 5 and a minimum post-test score of 8, serving as indicators of enhanced community understanding regarding organic waste processing. The results indicated an increase from an average pre-test score of 7.5 to 9 in the average post-test score, signifying a 5.5% improvement. The activity evidenced a notable surge in community awareness concerning organic waste management. This elevation in awareness is pivotal as it imparts a robust comprehension of waste management, encompassing distinctions between organic and inorganic waste, and the composting process. Such knowledge serves as a cornerstone in fostering responsible actions toward environmental health. Keywords: waste; compos; training.
Faktor Risiko Kondisi Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian ISPA Balita: Literature Review Dirgantara, Syariatul; Santri, Ichtiarini Nurullita; Handayani, Lina
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i4.21639

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di negara berkembang, termasuk Indonesia. Salah satu faktor risiko penting adalah kondisi sanitasi lingkungan yang buruk, seperti ventilasi tidak memadai, pencahayaan rendah, kepadatan hunian tinggi, serta paparan asap rokok dalam rumah. Studi ini bertujuan mengkaji hubungan antara sanitasi lingkungan dan kejadian ISPA balita melalui tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah literature review berdasarkan pedoman PRISMA, dengan pencarian artikel pada basis data PubMed dan Semantic Scholar. Dari 1.046 artikel yang diidentifikasi, 6 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara naratif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kondisi sanitasi lingkungan yang buruk seperti ventilasi yang tidak memadai, pencahayaan rendah, kepadatan hunian tinggi, serta perilaku merokok dalam rumah terbukti meningkatkan risiko ISPA. Faktor lain yang turut berpengaruh meliputi pengetahuan ibu, kualitas air bersih, status gizi, imunisasi, dan pemberian ASI eksklusif. Kesimpulan dari studi ini menekankan pentingnya pendekatan holistik, termasuk perbaikan kondisi rumah dan edukasi keluarga mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Keterlibatan masyarakat dan tenaga kesehatan sangat diperlukan dalam upaya pencegahan ISPA pada balita.
STRENGTHENING UNDERSTANDING OF ANEMIA PREVENTION IN ADOLESCENT FEMALES THROUGH HEALTH EDUCATION: PENGUATAN PEMAHAMAN PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN Isni, Khoiriyah; Santri, Ichtiarini Nurullita; Maulana, Muchsin
Darmabakti Cendekia: Journal of Community Service and Engagements Vol. 7 No. 2 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Faculty of Vocational Studies, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/dc.V7.I2.2025.133-140

Abstract

Background: Anemia is a hematological disorder characterized by a reduced erythrocyte count or hemoglobin concentration, resulting in a decreased oxygen-carrying capacity of the blood. Adolescent females, especially those living in suburban areas, are at a high risk of developing anemia. The Kalibawang Subdistrict in Kulon Progo Regency has been reported to have the highest distribution rate of iron (Fe) tablets. However, many adolescent females in the area still demonstrate limited knowledge about anemia. Moreover, they have never consumed or received iron tablets from local community health centers. Objective: This activity aimed to enhance knowledge about anemia and promote adherence to iron supplementation among adolescent females. Method: The methods employed in this community service program included health education sessions and blood pressure screenings conducted among female students at SMK 1 Kalibawang. The activity was evaluated using questionnaires administered before and after the intervention. Results: The findings revealed an increase in the average knowledge scores related to anemia among the participants after the health education intervention, indicating its effectiveness in improving understanding of the topic. Notably, none of the eleven participants showed a decrease in their scores from the pre-test to the post-test. Conclusion: Overall, the adolescent females demonstrated adequate knowledge regarding anemia following the intervention. It is recommended that the school establish collaboration with the Kalibawang Community Health Center to facilitate the free provision of iron tablets and ensure regular monitoring of their consumption.