Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Faktor Risiko Kondisi Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian ISPA Balita: Literature Review Dirgantara, Syariatul; Santri, Ichtiarini Nurullita; Handayani, Lina
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i4.21639

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di negara berkembang, termasuk Indonesia. Salah satu faktor risiko penting adalah kondisi sanitasi lingkungan yang buruk, seperti ventilasi tidak memadai, pencahayaan rendah, kepadatan hunian tinggi, serta paparan asap rokok dalam rumah. Studi ini bertujuan mengkaji hubungan antara sanitasi lingkungan dan kejadian ISPA balita melalui tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah literature review berdasarkan pedoman PRISMA, dengan pencarian artikel pada basis data PubMed dan Semantic Scholar. Dari 1.046 artikel yang diidentifikasi, 6 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara naratif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kondisi sanitasi lingkungan yang buruk seperti ventilasi yang tidak memadai, pencahayaan rendah, kepadatan hunian tinggi, serta perilaku merokok dalam rumah terbukti meningkatkan risiko ISPA. Faktor lain yang turut berpengaruh meliputi pengetahuan ibu, kualitas air bersih, status gizi, imunisasi, dan pemberian ASI eksklusif. Kesimpulan dari studi ini menekankan pentingnya pendekatan holistik, termasuk perbaikan kondisi rumah dan edukasi keluarga mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Keterlibatan masyarakat dan tenaga kesehatan sangat diperlukan dalam upaya pencegahan ISPA pada balita.
STRENGTHENING UNDERSTANDING OF ANEMIA PREVENTION IN ADOLESCENT FEMALES THROUGH HEALTH EDUCATION: PENGUATAN PEMAHAMAN PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN Isni, Khoiriyah; Santri, Ichtiarini Nurullita; Maulana, Muchsin
Darmabakti Cendekia: Journal of Community Service and Engagements Vol. 7 No. 2 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Faculty of Vocational Studies, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/dc.V7.I2.2025.133-140

Abstract

Background: Anemia is a hematological disorder characterized by a reduced erythrocyte count or hemoglobin concentration, resulting in a decreased oxygen-carrying capacity of the blood. Adolescent females, especially those living in suburban areas, are at a high risk of developing anemia. The Kalibawang Subdistrict in Kulon Progo Regency has been reported to have the highest distribution rate of iron (Fe) tablets. However, many adolescent females in the area still demonstrate limited knowledge about anemia. Moreover, they have never consumed or received iron tablets from local community health centers. Objective: This activity aimed to enhance knowledge about anemia and promote adherence to iron supplementation among adolescent females. Method: The methods employed in this community service program included health education sessions and blood pressure screenings conducted among female students at SMK 1 Kalibawang. The activity was evaluated using questionnaires administered before and after the intervention. Results: The findings revealed an increase in the average knowledge scores related to anemia among the participants after the health education intervention, indicating its effectiveness in improving understanding of the topic. Notably, none of the eleven participants showed a decrease in their scores from the pre-test to the post-test. Conclusion: Overall, the adolescent females demonstrated adequate knowledge regarding anemia following the intervention. It is recommended that the school establish collaboration with the Kalibawang Community Health Center to facilitate the free provision of iron tablets and ensure regular monitoring of their consumption.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Penggunaan APD Pada Pekerja Kontruksi: Literature Review Aprillia Krisnawaty; Lina Handayani; Ichtiarini Nurullita Santri
Jurnal Dunia Kesmas Vol 15, No 1 (2026): Volume 15 Nomor 1
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v15i1.21865

Abstract

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan aspek krusial dalam mencegah kecelakaan kerja, terutama di sektor konstruksi yang memiliki tingkat risiko tinggi. Meskipun APD tersedia di berbagai lokasi kerja, tingkat kepatuhan penggunaannya masih rendah, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. Berdasarkan hal tersebut, kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan merangkum faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan penggunaan APD pada pekerja konstruksi. Penelusuran literatur dilakukan secara sistematis melalui database Google Scholar, PubMed dan ResearchGate dengan menggunakan kata kunci dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Kriteria inklusi meliputi artikel full-text, open access serta menggunakan desain penelitian case-control. Setelah proses seleksi, sebanyak 17 artikel dianalisis lebih lanjut. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap terhadap keselamatan kerja menjadi faktor dominan dalam memengaruhi kepatuhan. Selain itu, pelatihan keselamatan, pengawasan manajemen, persepsi risiko dan ketersediaan APD juga memiliki pengaruh signifikan. Namun, sebagian besar studi masih memiliki keterbatasan metodologis, seperti tidak menggunakan instrumen penilaian terstandarisasi dan belum menerapkan analisis prediktif. Oleh karena itu, dibutuhkan pengembangan model perilaku yang tervalidasi dan intervensi berbasis bukti yang sesuai dengan karakteristik lokal pekerja konstruksi untuk meningkatkan efektivitas upaya keselamatan kerja.
Efektivitas Penyuluhan dalam Meningkatkan Kesadaran Hipertensi di RW 01 Karangbendo Al’zena Naura Zada; Widya Nur Safitri; Reyhan Dwi Febrianti; Wahidah Fitriani; Firly Wahyuningsih; Naura Rahma Nadhifa; ichtiarini nurullita santri; Nur Syarianingsih Syam
Jurnal Kesehatan dan Pengelolaan Lingkungan Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jkpl.v7i1.12803

Abstract

Hypertension is a chronic medical condition characterized by increased blood pressure in the arteries and is often underestimated by the public. Data show that 32% of residents in RW 01 Karangbendo have been diagnosed with hypertension. This study aims to evaluate the effectiveness of health education in increasing public knowledge about hypertension, including its prevention, impact, and classification. A quantitative method was employed using purposive sampling and a community diagnosis approach. The educational intervention involved 32 respondents and was conducted through lectures and the distribution of educational leaflets. Evaluation was carried out by comparing pretest and posttest results to measure participants' knowledge improvement. The findings indicate that health education significantly enhances public awareness of hypertension. These results highlight that health education through public outreach is an effective strategy for increasing awareness and contributing to hypertension prevention efforts.